Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
Hanya menjadi suami identitas


__ADS_3

"tapi kak... aku nggak mau bayi ini aku mau gugurin aja!!!!" teriak putri


"putri jangan begitu!! bayi yang ada dalam kandungan kamu tidak salah! kalau kamu gugurin itu sama aja kamu membunuhnya kesalahan kamu makin bertambah!!" bentak Faisal, kemudian istri Faisal mencoba menenangkan suaminya


"tapi aku harus bagaimana aku nggak mau bayi ini hadir tanpa sosok ayah" putri menangis


"Kaka akan minta pertanggungjawaban sama lelaki berengsek itu." seru Faisal lalu putri menggeleng kepala nya dia sudah tidak mau bertemu dengan Raga lagi apa lagi pikir putri mungkin sekarang Raga bersama Agnes.


"tidak kak...aku nggak mau bertemu dengan dia lagi!!" putri menolak


"tapi dia harus bertanggung jawab put..." istri Faisal menarik suaminya untuk berbicara berdua dengannya.


ketika faisal sedang berdiskusi dengan istrinya, Bima melangkah mendekati putri.


"jangan dekat dekat kak! aku wanita kotor! aku malu. hik...hik..." ucapan penolakan putri tidak membuat langkah Bima mundur justru Bima makin mendekati putri duduk diatas Kasur disamping putri.


"kamu bukan wanita kotor atau hina, kamu tetap putri yang aku kenal semenjak awal bertemu sampai sekarang kamu tetap orang baik, itu semua bukan seutuhnya kesalahan kamu. dan bayi yang ada di perut kamu sangat senang karena hadir di rahim seorang secantik dan sepintar kamu. aku mohon jangan bunuh bayi yang tak berdosa ini."


"tapi kak..aku... Raga.. sudah.... tidak..."ucap putri terbata kemudian langsung dipotong Bima


"aku tau putri... semua tentang kejadian kamu dan Agnes di rumah sakit waktu itu aku tau itu semua berkaitan dengan Raga sehingga kamu memilih pergi dari Indonesia dan menghilang dari kehidupan Raga."


"kak...Bima tau semuanya?" putri memandang Bima. Bima mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


"jika kamu sudah tidak mau Raga disamping kamu, maka ijinkan aku untuk selalu ada disamping kamu. aku akan selalu menjagamu dan menjaganya" Bima menyentuh perut putri, putri grogi saat Bima menyentuh perutnya, kemudian putri melepaskan sentuhan tangan Bima di perutnya.


"terimakasih banyak ka Bima sudah baik banget sama aku, aku...aku...n'tahlah aku bingung dengan keadaan aku yang sekarang." putri menunduk.


tak lama kemudian Faisal beserta isinya datang menghampiri mereka.


"put, Kakak mohon jangan gugurin bayi itu setidaknya Rawat bayi itu sampai lahir, dan jika setelah melahirkan nanti kamu masih tidak mau kehadiran bayi kamu maka kakak dan kakak ipar akan menjadikan anak kamu sebagai anak kakak."


putri berfikir dan menimbang benar juga apa yang dikatakan Faisal dan Bima menggugurkan kandungan sama saja menambah dosa baginya, kemudian putri akhirnya menyetujui


"aku akan rawat bayi aku tapi dengan syarat!"


"ya apa syaratnya?" timpal Faisal


"tapi kalau suatu saat dia tau atau mungkin kamu bertemu dengan dia bagaimana?" tanya istri Faisal.


"kak...aku sekarang di Jepang bukan di Indonesia kecil kemungkinan untuk berjumpa lagi, lagian aku sudah tidak mau bertemu dengan dia."


Faisal melirik istrinya dan Bima.


"ok kalau itu mau kamu tapi sebagai identitas di rumah sakit kamu pasti kontrol kandungan kan? Kaka minta Bima sebagai suami kami hanya sebagai identitas aja."


putri terkejut

__ADS_1


"tapi kak..." tolak putri namun Bima langsung berseru


"baik saya setuju. itu semua demi kebaikan kamu put."


"tapi kak....."


"nggak apa-apa put. percaya sama aku"


**


Ryu dan Raga sudah sampai di hotel bintang lima di Tokyo Jepang. Raga memesan dua kamar, satu untuk dirinya dan satu untuk Ryu.


Raga memasuki kamar hotel nya. setelah membersihkan diri ia menghubungi Ryu untuk makan malam di restoran bawah.


sesampai nya di Restoran.


"jadi apa saja untuk Agenda besok"


"untuk Agenda besok kita akan bertemu dengan beberapa perwakilan dari Nitori Industries.Lc.td"


"kenapa harus dengan perwakilan nya bukan kah kita akan bertemu langsung dengan Kaka Akihito pemilik perusahaan itu." tanya Raga sambil membuka tab nya.


"tadi nya begitu, namun beberapa waktu lalu sekretaris Mr. Akihito menghubungi bahwa kakanya Mr. Akihito terkena serangan jantung dan sekarang sedang dalam perawatan. dan Mr. Akihito harus ada di rumah sakit mendampingi kakak nya." jawab Ryu panjang lebar.

__ADS_1


"ok baiklah setelah pertemuan dengan perwakilan nya kita harus menjenguk kakak nya Mr. Akihito di Rumah sakit".


__ADS_2