
Waktu serasa cepat berlalu, bel sudah berbunyi nyaring menunjukkan jam kerja telah usai.
Mitha pun bergegas untuk pulang, karena ia berencana untuk membeli baju yang akan dikenakannya nanti saat bersama Bayu menghadiri acara pesta.
Walaupun harus membongkar celengan, Mitha bertekad untuk tidak mempermalukan dirinya nanti,karena pasti, acaranya akan dihadiri orang2 kelas atas.
Beberapa orang tampak berdiri di depan gerbang sambil berbisik-bisik, rasa penasaran membuat Mitha mempercepat langkah kakinya.
Dan benar saja, sebuah mobil mewah tampak terparkir di sana, dengan pria paruh baya berdiri menunggu di atas trotoar samping mobil.
Mitha menyipitkan matanya, seperti sosok yang dikenal,
"Pak Saleh ?" panggil Mitha nyaring, membuat beberapa pasang mata meliriknya penuh tanya
"eh, non.. mari non.." lambai pria bernama Pak Saleh itu
"ngapain bapak disini ?" tanya Mitha
"Pak Bayu meminta saya jemput 'non.. lalu kita pergi ke butik..dan bersiap berangkat ke acara nanti malam.."
"saya mau beli baju di mall saja 'pak.."
"tapi 'non.. Pak Bayu nanti marah.."
"nggak papa kok 'pak..bapak pulang saja, saya bisa pergi sendiri.." kata Mitha semakin risih dengan tatapan orang2 yang penuh selidik
Pak Saleh menarik napas dalam dan menghembuskannya berat.Baru kali ini ada gadis yang berani menolak fasilitas tuan mudanya,
berbeda sekali dengan gadis2 yang dekat dengan tuannya sebelumnya.
"nanti saya dimarahi Pak Bayu 'non..."
melihat Pak Saleh yang tertunduk lesu, Mitha pun merasa iba.
Tiba2 segerombolan rekan kerja seruangannya keluar dari pintu gerbang, dengan tatapan tanda tanya mengikuti arah pandang orang2 yang tampak berbisik2.
"ini kesempatanku menunjukkan pada mereka yang sombong kalau di langit masih ada langit !"
batin Mitha seraya tersenyum licik
"baiklah...saya mau ikut bapak..."
Pak Saleh langsung sumringah, bayangan dirinya di amuk oleh tuan mudanya langsung sirna oleh senyuman Mitha yang begitu ramah.
"mari 'non.. masuk mobil..."
Pak Saleh pun mempersilahkan Mitha masuk ke mobil setelah pintunya bergeser membuka secara otomatis.
"rasaiiinn noohhh..." ejek Mitha dalam hati sambil tersenyum melihat wajah2 sombong rekan kerjanya tampak melongo tak percaya dengan apa yang mereka lihat
Bergegas Pak Saleh pun memutari mobil menuju kursi kemudi, sementara Mitha duduk di bangku penumpang.
Saat mobil berjalan melewati segerombolan orang sombong, Mitha pun menurunkan kaca mobil otomatis dan melambaikan tangannya
"duluan ya Dwika..." senyum Mitha licik, semakin membuat wajah2 sombong mereka tampak pucat
Mitha kembali menutup kaca mobil dan duduk bersandar dikursi empuk sambil tersenyum puas.
"semoga kalian sadar, dilangit masih ada langit.."
****
"Pak Saleh tidak salah ? "
Mitha langsung melotot saat mobil berhenti di depan sebuah butik yang pasti harganya tidak murah.
"ini langganan Pak Bayu 'non..." senyum Pak Saleh kalem, melihat dari spion mobil ke arah kursi penumpang dibelakang.Tampak Mitha terbengong melihat bangunan diluar.
"langganan kekasih Bayu maksudnya?" sindir Mitha
Pak Saleh hanya tersenyum, kemudian turun dari mobil, berjalan memutar untuk menyambut Mitha
"mari 'non saya antar ke dalam.." ajak Pak Saleh
"tu..tunggu dulu 'pak..." sergah Mitha panik menarik tangan Pak Saleh untuk berhenti melangkah
"ada apa 'non ?"
"mana mungkin aku bilang uangku hanya 200ribu?pastilah tidak cukup untuk membeli baju disini.."
batin Mitha semakin panik
"uang saya nggak cukup 'pak kalau beli baju disini.." lirih Mitha menunduk malu
Pak Saleh tak bisa lagi menyembunyikan senyum gelinya.Betapa polosnya gadis teman tuan mudanya ini!
"non tidak perlu khawatir...semua sudah beres sama Pak Bayu..."
"benarkah ?" Mitha tampak berbinar menatap pria paruh baya yang masih dipegang dengan erat lengannya itu
"iya 'non... mari saya antar.."
Mitha masih tampak was2 saat berjalan mengikuti Pak Saleh menuju pintu masuk ke dalam butik yang tampak mahal itu.
Saat lonceng kecil berbunyi tanda pintu yang dibuka, seorang pria lemah gemulai datang menyambut mereka.
"Pak Saleh, kenapa lama sekali..."
"maaf .. jalan agak macet tadi..." kata Pak Saleh berbohong, mana mungkin ia berkata kalau nona muda ini begitu ketakutan uangnya kurang bukan?
" lalu ? mana yang minta di make over sama Hendra???" pria gemulai itu celingukan
" nona ini mas... "
Pak Saleh bergeser menampakkan Mitha yang berdiri takut dibelakangnya
Alis lelaki lentur itu naik sebelah menatap Mitha yang salah tingkah.Kemudian pria itu bersedekap, melipat tangannya didada sambil terus menatap Mitha.
"Hendra harus membayar mahal ini..."
gumam pria itu
"okayyy...anak2 ayo kita kerja,, bonus besar menunggu kita..." pria itu bertepuk tangan yang tak lama kemudian muncul beberapa orang dari dalam
"silahkan non.. saya tunggu di sini ya..."
"eehh tapi..."
sebelum selesai bicara, Mitha sudah ditarik masuk ke dalam oleh mereka.
Mitha yang berpikir ini hanya butik, ternyata merangkap menjadi salon kecantikan dan spa.
Mitha melakukan perawatan mulai dari ujung kepala hingga kaki.
Setelah urusan tubuh selesai, sambil memakai bathrobe dengan handuk yang membungkus rambutnya, Mitha diajak memilih gaun yang akan dikenakannya saat acara nanti.
Tanpa Mitha sadari, Pak Saleh melakukan panggilan video dengan seseorang yang tampak tersenyum senang di seberang saat kamera ponsel diarahkan ke Mitha yang sibuk memilih gaun.
"nona sedang memilih gaun Pak.." lapor Pak Saleh
"bilang pada ulat keket itu untuk memakaikan kebaya saja..." titah Bayu dari seberang
"baik pak.." patuh Pak Saleh yang kemudian memutuskan sambungan dan berjalan mendekati Yuri, si pria lentur
__ADS_1
"Pak Bayu menyuruh memakai kebaya saja..yang paling bagus..." kata Pak Saleh membuat alis mata Yuri naik sebelah lagi
"okayyy..." angguk Yuri kemudian masuk ke dalam
Setelah berkutat hampir 3 jam lamanya, Mitha pun muncul dari dalam dengan cantiknya
Pak Saleh tersenyum melihatnya, karena si gadis polos sudah berubah menjadi wanita cantik dari kelas atas.
Mitha tampak begitu cantik dengan tubuh berbalut kebaya berwarna salem.Rambutnya disanggul modern, make up yang soft malah menampilkan aura cantik yang membuat mata tak bosan memandang, di tambah seuntai kalung yang mengkilap menghiasi lehernya menambah kesan mewah
"sempurna..." Yuri tersenyum puas melihat penampilan Mitha
Mitha memandang dirinya di cermin besar yang disediakan , melihat dirinya tak percaya bisa menjadi begitu cantiknya
"mari 'non... Pak Bayu sudah menunggu.."
"eehhh iya 'pak..." angguk Mitha enggan melepas bayangan dirinya yang berubah 180°
"sampaikan Tuanmu, tagihannya menyusul yaa?"
Yuri melambaikan tangannya pada Pak Saleh yang mengajak Mitha keluar. Pak Saleh mengangguk.
Pak Saleh membantu Mitha masuk ke dalam mobil
" kita mau ke mana lagi 'pak..." tanya Mitha menahan perutnya yang mulai keroncongan
"menjemput Pak Bayu 'non...baru kita ke hotel CL.."
Mobil berjalan menembus keramaian sore hari yang beranjak menuju petang.
Beberapa kali mobil melewati penjual makanan yang membuat Mitha semakin ingin meneteskan saliva nya.
"paaakkk..." panggil Mitha
"ada apa 'non ?" tanya Pak Saleh menatap dari spion
"saya lapar 'paaakk..." ucap Mitha menelan saliva nya saat mobil berhenti karena lampu merah persis berseberangan dengan penjual martabak
Pak Saleh tersenyum geli sekaligus merasa iba pada nona muda nya ini.
Tak berjalan lama, mobil berhenti didepan sebuah toko roti.
"sebentar ya 'non.." pamit Pak Saleh turun dari mobil
Tidak ada 10 menit, Pak Saleh muncul membawa kantong plastik berisi beberapa roti kecil dan air mineral dengan sedotan,bergegas Mitha membuka pintu yang bergeser otomatis dengan senangnya
"maaf ya 'non.. saya cuma berani beli ini, takut make up 'non rusak nanti..."
Pak Saleh menyerahkan bungkusan plastik itu.
"terimakasih 'pak... terimakasih.." angguk Mitha bahagia, menerima kantong plastik itu seperti menerima emas 1 kilo
Pak Saleh pun segera duduk di balik kemudi, dan melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah lokasi perkantoran elit di pusat kota
Mitha duduk bersandar sambil mengelus perutnya,meskipun tidak kenyang, tapi lumayanlah perutnya terganjal sementara sampai bisa makan di acara nanti.
"aku mau makan yang banyak nanti.." batin Mitha tersenyum senang
Setelah melewati pos keamanan, mobil berhenti di depan gedung yang menjulang tinggi.
Tampak seorang pria ber jas hitam berdiri di lobi sambil menelepon
Pak Saleh tampak berjalan tergesa saat turun dari mobil, untuk membukakan pintu.
Mitha tampak terpesona melihat pria yang berdiri begitu pintu mobil bergeser terbuka, begitu juga sebaliknya, pria yang tak lain adalah Bayu itu tampak terheran melihat perubahan Mitha
Bayu pun bergegas naik ke mobil dan duduk di samping Mitha
"well...well... siapa wanita cantik ini...?" goda Bayu
"ternyata.. batu kali kalau dipoles bisa jadi berlian juga..." Bayu bersungut sendiri tak lepas menatap Mitha
"apa maksudmu ?" tanya Mitha
"lupakan.." geleng Bayu tersenyum
Perhatian Bayu teralih di sebuah kantong plastik dengan logo toko roti yang lumayan ternama
Mitha langsung merebut dan menyembunyikan di balik kursi yang diduduki nya
"ooohh ada yang kelaparan disini..."
"kamu tidak tahu betapa tersiksanya aku bersama pria lentur itu tadi.." keluh Mitha
Bayu tertawa mendengarnya, ditambah wajah Mitha yang tampak cemberut
"tenang saja.. sebentar lagi kamu boleh makan sepuasnya..." kata Bayu berusaha menahan tawanya
"silahkan tertawa sampai puas, sampai stroke kalau perlu.." cibir Mitha membuang pandangnya keluar jendela
"kurang ajar..."sahut Bayu gemas
Perjalanan ditempuh dalam waktu 20 menit untuk sampai di hotel CL , tampak mobil2 mewah berbaris rapi untuk menurunkan penumpang di depan lobi hotel mewah bintang 5 ini.
Bayu beranjak turun begitu mobil berhenti di depan pintu lobi, diulurkannya tangannya untuk membantu Mitha turun dari mobil.
Beberapa pasang mata tampak menatap mereka kagum, pasangan yang tampak serasi, dengan pria yang memakai jas rapi dan si wanita yang memakai kebaya anggun berjalan bersisian memasuki lobi utama hotel.
Tanpa sadar Bayu masih menggenggam tangan Mitha saat berjalan, membuat jantung Mitha berdegub kencang.Ingin rasanya melepas genggaman itu, tapi entah kenapa rasanya begitu nyaman.
Sesaat mereka menunggu Lift untuk membawa mereka naik ke lantai 7 dimana ballroom berada, tempat diadakannya pesta.
"Lihat 'pi... pasangan yang serasi, jadi ingat kita waktu muda dulu ya.." bisik wanita paruh baya disamping Mitha.
Mitha semakin erat memegang clutch nya, mencoba meredam debar jantungnya yang tak karuan.
Diliriknya Bayu yang tampak tersenyum, rupanya ia juga mendengar bisikan wanita itu.
"ayo.." ajak Bayu begitu pintu Lift terbuka
Mereka pun masuk ke dalam, tidak ada 5 menit Lift sudah sampai di lantai tujuan.
Mitha berdecak kagum melihat suasana pesta dihadapannya.Ternyata seperti ini pesta orang kaya!
Bayu mengajak Mitha berkeliling, sesekali berhenti untuk menyapa beberapa orang
"cantik sekali bro.." puji salah seorang pria yang tampak akrab dengan Bayu
"hallo.. aku Indra,..." pria itu mengulurkan tangannya ke arah Mitha
"aku Mitha.." angguk Mitha tersenyum menjabat tangan pria dihadapannya
"eheemmm!" Bayu berdeham melihat Indra masih menggenggam tangan Mitha
Buru2 ia melepas tangannya melihat sorot tajam Bayu menatapnya
"maaf maaf.. " Indra meringis salah tingkah
" ayo.." ajak Bayu menarik tangan Mitha menjauhi temannya yang terkenal playboy itu
"pelit amat 'pak.." ejek Indra
Bayu mengepalkan tangannya dibalik punggung Mitha ke arah temannya itu, yang disambut tawa renyah Indra.
__ADS_1
Bayu terhenti, karena melihat kedua orangtuanya ternyata juga hadir di acara ini
"aahh..kenapa harus bertemu di saat seperti ini.."
Bayu menggerutu dalam hati
"ada apa ?" tanya Mitha bingung saat Bayu tiba2 berbalik mengajaknya berjalan memutar arah
"Bayu !" teriak seseorang memanggil membuat Bayu langsung menghentikan langkahnya
"Hai 'buu.." kata Bayu menyeringai
Mitha membulatkan matanya melihat sepasang suami istri paruh baya berjalan mendekat ke arahnya.
"kenapa tak bilang kamu datang ?"
Wanita paruh baya yang masih cantik itu tampak cemberut menatap Bayu.
Perhatian Mitha teralih ke arah sosok pria disebelahnya.Tubuhnya tinggi tegap, masih tampak gagah di usia senjanya.Tatapannya begitu tajam.
"aku sibuk sampai lupa memberi tahu.." jawab Bayu sekenanya
Wanita yang dipanggil ibu itu menepuk lengan Bayu gemas.
Perhatian mereka teralih ke arah Mitha yang berdiri di samping Bayu.
"kenalkan, ini Mitha..." ucap Bayu mengerti arti pandang kedua orangtuanya yang bertanya
"hai Mitha... aku ibu Bayu,.." kata Bu Surya mengulurkan tangannya
Mitha yang sejak kecil selalu diajari untuk sopan dengan orangtua, secara refleks menyambut tangan ibu Bayu dan mencium punggung tangannya.
Bayu dan ibunya membulatkan matanya terkejut.Tidak pernah sebelumnya Bayu membawa teman gadisnya sesopan ini saat bertemu dengan kedua orangtuanya.
"ini ayah Bayu.." ucap Bu Surya memperkenalkan suaminya
"saya Mitha.. salam kenal Bapak.." ucap Mitha mencium punggung tangan Bapak Surya
Ayah Bayu tampak tertegun dengan sikap Mitha yang tampak hormat kepadanya, bahkan anak gadis bungsu nya saja tidak pernah sesopan ini.
"ayo kita duduk di meja sana.." ajak Bu Surya
"kita kesana saja 'bu.. ada teman2 disana.." tolak Bayu langsung menarik Mitha menjauhi orangtuanya
"nanti mampir ke rumah !" seru ibu nya setengah berteriak, Bayu tak menjawab hanya melambaikan tangannya dan berlalu
"anak itu ! persis sepertimu .." keluh Bu Surya melirik suaminya gemas.Pak Surya tersenyum kecut mendengar sindiran istrinya.
"kamu ini tidak sopan sekali dengan orangtuamu,"
Mitha mengomel saat sudah berada agak jauh dari tempat kedua orangtua Bayu berdiri
"mereka sudah biasa, " ucap Bayu cengengesan
Bayu mengajak Mitha ke sebuah meja yang masih tampak kosong, akhirnya mereka sepakat untuk duduk di sana.
Bayu menarik kursi untuk Mitha duduk.
"aku ke toilet sebentar.." pamit Bayu berbisik
Mitha mengangguk dan mengeluarkan ponselnya
untuk melihat pesan2 yang masuk.
Ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Fahri.
"Mitha..?"
Mitha pun menoleh ke arah asal suara.Betapa terkejutnya ia, melihat pria yang berdiri di sampingnya.
"Fahri ? kenapa ada disini ?" tanya Mitha langsung berdiri.
"Lalu kamu sendiri kenapa ada disini ?"
Fahri berkacak pinggang menatap Mitha yang tampak begitu cantik dengan kebaya nya.
Fahri semakin terheran dengan penampilan Mitha yang tampak seperti orang2 kelas atas
" aku diajak teman, lalu kamu?"
"aku disuruh menggantikan bos,," bohong Fahri
Dia masih belum siap membuka identitas nya yang asli di depan Mitha.Selama ini ia berpura-pura bekerja di perusahaan kuliner yang aslinya dia sendirilah pemiliknya.Dia takut Mitha akan membencinya setelah tahu siapa sebenarnya dirinya.
Fahri masih menatap Mitha terpesona, sementara yang ditatap kembali duduk dikursinya.
"siapa ?" Bayu mengernyit melihat pria berada didekat Mitha, Mitha kembali berdiri mendengar suara Bayu.
"kenalkan, ini Fahri..dia temanku.." ucap Mitha
Kedua pria itu saling bertatapan, seperti mengukur kekuatan masing2.
"hai, aku Fahri..." kata Fahri mengulurkan tangannya ke arah Bayu.
Bayu hanya melihatnya sambil menatap tajam.
"oke baiklah.. aku pergi dulu, " kata Fahri menarik tangannya kembali
"nanti telpon aku 'ya ?" seru Mitha melambaikan tangannya.Fahri tersenyum sambil melambai membalas lambaian tangan Mitha.
"pacarmu ya ?" tanya Bayu menyelidik
"bukan dia temanku.." jawab Mitha tersenyum
"mantan yang jadi teman ?" tanya Bayu lagi
"TEMAN !" bentak Mitha galak
Bayu menatap Mitha, mencari kebenaran dalam bola matanya, Mitha melengos melihat tatapan Bayu.
"pacar bukan,suami bukan tapi sikapnya seperti sudah memiliki ku saja !" batin Mitha menahan emosinya
Bayu terus saja mengawasi setiap gerak gerik Mitha, dan saat si empunya melotot marah ke arahnya, Bayu tersenyum menyeringai.
Hari semakin larut, tapi tak nampak acara akan usai.Mitha melirik jam tangannya yang menunjuk hampir pukul 10 malam.
"ayo pulang, " ajak Bayu
Mitha mengangguk dan beranjak berdiri dari kursinya.Capek sekali rasanya.
Mitha menerima begitu saja uluran tangan Bayu, daripada terjatuh karena mengantuk, apalagi berjalan dengan highheels seperti ini.
Setiba di lobi, mereka pun kembali antri menunggu mobil.
"mana Pak Saleh ?" tanya Mitha bingung saat sebuah mobil sedan mewah berhenti dan valet hotel menyerahkan kunci mobil ke Bayu
"aku suruh pulang, ayo," Bayu membukakan pintu mobil penumpang disamping kemudi
Mitha pun masuk ke dalam dan duduk dengan nyaman, Bayu menyusul duduk dibalik kemudi.
"tolong bangunkan aku kalau sudah sampai ya.."
ucap Mitha sambil menguap tak kuasa menahan kantuknya
__ADS_1
"ya..tidurlah.." angguk Bayu pelan.
*****