
"sudah Pak, aku turun di sini saja, " pinta Mitha menepuk bahu Pak Saleh yang sedang mengemudi
"disini? 'kan masih jauh 'non..?" tanya Pak Saleh bingung dengan permintaan Mitha yang memintanya untuk berhenti padahal tempat resepsi masih beberapa meter di depan sana.
"aku malu 'Pak kalau dilihat orang2..." kata Mitha
"malu kenapa 'non?" Pak Saleh semakin bingung
"malu 'Pak naik mobil mewah ini," jengkel Mitha
Ya Tuhan, Pak Saleh tersenyum geli.Sungguh istri Tuan mudanya ini memang lain daripada yang lain!
Berbeda 180° dengan wanita2 Tuan mudanya yang dulu, yang pasti akan dengan sombongnya pamer sana sini bisa naik mobil mewah ini!
Pantas saja Tuan mudanya tergila2 dengan nona nya ini!
"nanti 'non capek jalannya masih jauh.."
"sudah biasa jalan 'Pak.. karena Tuanmu saja aku jadi manja sekarang.." gerutu Mitha
"tidak apa 'non.." senyum Pak Saleh kalem
Akhirnya, mau tak mau Mitha menuruti Pak Saleh, yang membuatnya jadi pusat perhatian.
Beberapa orang langsung menyambutnya bagai ratu, membuat Mitha semakin malu.
"mari2 masuk 'Mba..terima kasih sudah datang.."
seorang pria yang bertugas menerima tamu mengantar masuk Mitha.
" terimakasih Mas, saya bisa sendiri.." tolak Mitha halus sambil tersenyum
" iya Mba, silahkan menikmati acaranya.."
" iya terimakasih.." angguk Mitha merasa risih dengan sikap pria itu yang tak berhenti menatap Mitha dengan tatapan luar biasa.
Untung saja Bayu tidak ikut, bisa di hajar pria tadi !
Mitha memasuki tenda tempat diadakannya acara, ikut antri untuk bersalaman dengan mempelai.
"Mitha..aku kangen!" seru Tantri melihat Mitha naik ke atas panggung pelaminan
" aku juga...selamat menempuh hidup baru ya?"
Mitha memeluk Tantri dan mencium kedua pipinya
" makasih Mith..ayo dinikmati hidangan ala kadarnya.." ucap Tantri
" jangan begitu..." geleng Mitha
Mitha pun menuruni panggung pelaminan dan berjalan ke arah tempat minum.
Haus sekali rasanya di cuaca siang yang panas ini.
"Mitha.."
Mitha menoleh ke arah suara yang memanggilnya
"Fahri!" Mitha terkejut melihat siapa yang berdiri di sampingnya
"Lama tidak bertemu, apa kabar?" tanya Fahri ramah
" baik, kamu?"
" aku juga baik, kamu semakin cantik," puji Fahri
"terimakasih.." Mitha tersenyum
" dengan siapa?" tanya Fahri lagi
"sendiri.. kamu?"
"ayang.."
Belum sempat Fahri menjawab, seorang gadis mengamit lengannya dengan manja.
Gadis itu mengernyit menatap Mitha dari atas ke bawah.Mitha pun menatap gadis itu.
"siapa dia 'ay.." tanya gadis itu angkuh
"aku Mitha, teman Fahri, " jawab Mitha sambil mengulurkan tangannya yang tak disambut gadis angkuh itu
"aku Diah, kekasih Fahri,"
Apa? kekasih? tanya Mitha dalam hati.
"masih pendekatan," kata Fahri menyadari Mitha yang kaget dengan ucapan Diah.
"iihh...apaan sih 'ay..." rengek Diah manja sambil menyandarkan kepalanya dibahu Fahri
Sumpah, rasanya Mitha ingin muntah!
"kami permisi dulu, silahkan menikmati hidangannya ya.." pamit Fahri
__ADS_1
Mitha tak menjawab hanya mengangguk saja, dilihatnya mereka berjalan menjauh.
Apa Fahri sudah tidak waras menyukai gadis norak itu? Lihat saja pakaiannya yang tabrak warna, sangat2 menyakitkan mata!
Tidak sampai sejam Mitha di acara, setelah makan sedikit dan minum, Mitha beranjak meninggalkan acara dan menelpon Pak Saleh untuk menjemputnya.
"Pak Saleh dimana? aku tunggu di depan ya ?"
" iya 'non, saya ke situ.." sahut Pak Saleh
Mitha memasukkan ponselnya ke dalam tas setelah sambungan terputus.
Dan sialnya, ia kembali bertemu Fahri dan Diah yang juga hendak pulang meninggalkan acara.
"nunggu siapa?" tanya Fahri
"Pak Saleh..sedang jalan ke sini.." jawab Mitha gerah, entah karena cuaca yang panas atau sikap manja Diah yang terus menempel Fahri seperti Lintah!
"naik motor atau mobil ?" tanya Diah dengan sombongnya.
"cuma mobil butut.." jawab Mitha jengkel
Fahri menahan tawanya melihat wajah Mitha yang cemberut.
"ooohh.." Diah ber 'oh' ria
Tak lama, Pak Saleh pun datang, yang langsung bergegas turun menyambut Mitha
"ayo 'non.." ucap Pak Saleh menekan pelan handle pintu yang langsung bergeser membuka otomatis
"aku duluan ya..mari.." pamit Mitha segera masuk ke mobil, duduk dengan manis dibangku penumpang.
Pak Saleh pun setengah berlari mengitari mobil menuju bangku kemudi.
Pintu mobil kembali bergeser menutup, menutup pandangan Mitha dari wajah Diah yang tertegun penuh kedengkian melihat Mitha naik mobil 'butut'
*****
Mitha memandang suasana kota siang itu.Suasana akhir pekan yang ramai.Banyak kendaraan yang berlalu lalang, bahkan terjadi macet di beberapa ruas jalan.
Pikirannya kembali ke acara tadi.Benar2 tak menyangka Fahri bisa dekat dengan wanita aneh seperti itu.
"mau kemana kita 'Pak ?"
Mitha tersadar, ini bukan jalan arah pulang ke apartemen.
"Pak Bayu minta mengantar non ke kantornya.."
Tak sampai 30 menit, Pak Saleh sudah memasuki halaman depan lobi kantor Tuan mudanya.
Mitha turun dari mobil dan langsung di sambut Samuel, asisten suaminya.
"Pak Bayu sedang rapat 'bu.. mari saya antar ke ruangannya.." ajak Samuel
Mitha hanya mengangguk dan mengikuti asisten suaminya itu.
Beberapa orang di lobi mengalihkan pandangannya ke arah Mitha yang berjalan menuju lift khusus untuk jajaran direksi.
Lift pun berhenti di lantai teratas gedung, setelah melewati beberapa ruangan, sampailah di ruangan paling ujung dengan pintu besar berpelitur mewah.
"silahkan masuk, saya akan membawakan minum,"
Mitha melangkah masuk dan terkagum2 melihat ruang kerja Bayu yang besar.
Mitha memilih duduk di sofa, menyandarkan tubuhnya yang entah kenapa terasa lemas.
"silahkan 'bu..ini minumnya,"
seorang perempuan masuk membawa minum teh hangat.
"terimakasih.." angguk Mitha tersenyum
wanita itu mengangguk, dan pamit undur diri.
Mitha pun melepas sepatunya dan memilih berbaring di sofa, menunggu Bayu yang sedang meeting.
Mitha memejamkan mata untuk mengurangi rasa mual yang tiba2 dirasakannya.
"kamu sakit ?"
Bayu menyadarkan Mitha yang mulai terlelap.
"kepalaku pusing..." kata Mitha pelan
Bayu duduk disamping Mitha yang masih berbaring, kemudian ia membungkuk, menempelkan dahinya ke dahi istrinya.
"mungkin kamu lapar.." Bayu terkekeh
"tadi sudah makan sedikit di resepsi.."
"aku yang lapar..." bisik Bayu mengecup bibir istrinya.Ditelannya saliva nya saat melihat dada istrinya yang menyembul tampak ranum.
Entah mengapa Mitha tampak cantik walau hanya memakai gaun yang sederhana.
__ADS_1
"mesum," bisik Mitha mendorong Bayu yang mulai menciumi lehernya.
"ayo pulang.." ajak Bayu, suaranya serak menahan gairahnya yang mulai memuncak.
Dibantunya Mitha berdiri dari sofa setelah memakai sepatunya.
Bayu menggandeng tangan istrinya, mengajak nya keluar dari ruangan menuju lift.
Bayu berhenti melihat Samuel yang sedang bercengkrama dengan salah seorang pegawai.
"Sam," panggilnya
" iya 'Pak..?" Samuel berjalan mendekat
"jangan lupa hari Senin atur ulang jadwal meeting lagi.."
"siap , ada lagi 'Pak ?"
"itu saja, aku mau pulang.."
Samuel mengangguk dan mengantar Bayu yang masih menggandeng Mitha menuju Lift.
Mereka bertiga pun memasuki Lift yang akan membawa mereka kembali ke lobi utama.
"saya ambilkan mobilnya," Samuel berjalan mendahului begitu pintu Lift terbuka
Lagi2 Mitha menjadi sasaran perhatian orang2 di lobi, apalagi tampak pimpinan mereka menggandeng erat tangannya sambil berjalan keluar.
"kenapa mereka terus menatapku?" tanya Mitha risih dan bingung.
" mereka tak pernah melihatmu sebelumnya.."
Bayu tersenyum melihat istrinya yang cemberut.
Bergegas dibukanya pintu untuk Mitha saat mobil sampai didepan mereka.
Samuel keluar dari bangku kemudi dan menyerahkan kuncinya.
" hati2 'Pak.."
Bayu mengangguk dan masuk kemobil, duduk disamping Mitha.
"aku ingin ke supermarket sebentar.."
"siap Nyonya.."
*****
Bayu mendorong troli belanja mengikuti istrinya yang tampak asyik melihat2, sesekali berhenti mengambil barang2 kebutuhan mereka.
"aahhh..mahal sekali," seru Mitha melihat harga daging yang meroket naik
"ambil saja, suamimu ini punya banyak uang.."
Bayu menyeringai melihat istrinya yang melirik galak ke arahnya.
"aku mau masak rendang nanti...pasti enaakk.."
"aku ragu.." Bayu tertawa , lagi2 istrinya itu melirik ke arahnya.
" kamu diam saja, jangan banyak bicara!"
" iya Nyonya.." angguk Bayu geli
Bayu memilih berhenti saat istrinya itu memasuki lorong kebutuhan khusus wanita.
"pembalutku kan masih utuh jadi tak perlu..."
Mitha tertegun menghentikan bicaranya.Iya! pembalutnya sebulan ini masih utuh, yang artinya bisa jadi...
"jangan2 kamu hamil Hendra Junior?"
kata2 Yuri kembali terngiang.
"kenapa? jangan takut uangnya kurang.." kekeh Bayu melihat istrinya yang cuma berdiri diam di depan rak berisi pembalut wanita berbagai merk.
"looh tidak jadi?" Bayu semakin bingung melihat istrinya itu berjalan pergi tanpa mengambil satupun.
Setelah membayar, mereka pun bergegas pulang, dan tak memakan waktu lama perjalanan mereka pun sampai di apartemen.
Bergegas Mitha masuk ke kamar, membuka laci meja riasnya dan mengambil testpack yang disediakannya, meskipun sekalipun belum pernah digunakan.
Bayu semakin bertambah bingung melihat pintu kamar mandi ditutup dengan keras.
Di dalam kamar mandi, Mitha duduk di closet, mengawasi testpack dihadapannya.
"Ya Tuhaaannn...."
2 garis merah langsung muncul tanpa menunggu waktu lama.
"aku hamil...."
*****
__ADS_1