
"saya terima nikah dan kawinnya dengan mas kawin tersebut diatas tunai,"
"SAH?"
"SAH!"
Penghulu pun memanjatkan doa untuk sepasang pengantin semoga menjadi keluarga yang sakinah,mawadah,warahmah.
Mitha mencium punggung tangan Bayu, yang kemudian Bayu mencium dahi Mitha, gadis yang sudah resmi jadi istrinya, miliknya.
Acara pernikahan yang berlangsung dengan meriahnya.Keluarga,teman,rekan bisnis, semua tumpah ruah di ballroom hotel yang berada di pusat kota.
Mitha yang tadi mengenakan kebaya, sudah berganti dengan gaun, begitu juga Bayu yang memakai jas.
Setelah selesai menyalami para tamu, Mitha pun turun dari singgasananya untuk mencari makanan.
Perutnya sudah keroncongan sejak tadi.Bayu memperhatikan sebentar istrinya, lalu kembali sibuk melayani ucapan selamat dari para kolega, rekan bisnisnya.
"andai kamu mempelaiku.."
Mitha terlonjak kaget saat seseorang berbisik di sampingnya.Fahri!
"kenapa ada disini...?" tanya Mitha bingung dan was2 kalau Bayu melihat mereka.
"tentu saja kerja.."
"apa maksudmu?" tanya Mitha lagi semakin bingung.
"Tante...bagaimana menu resepsi nya?" seru Fahri
Mitha menoleh ke belakang, dimana sang ibu mertua berjalan ke arahnya.
" 'nak Fahri.. Tante sangat puas, sesuai keinginan Tante.." seru Bu Surya senang
Dan baru lah Mitha tersadar, semua makanan yang melimpah dan enak ini dari resto milik Fahri !
"Loo.. apa kalian sudah kenal?" tanya Bu Surya
"iya 'Tan... Mitha temanku..." angguk Fahri
"waaahh... kebetulan sekali.." seru Bu Surya
"saya pamit dulu, mau cek lagi makanannya.." pamit Fahri undur diri.
"Ibu itu suka sama dia..anak muda yang semangatnya luar biasa.." kata Bu Surya kagum
Pandangannya tak lepas dari sosok Fahri yang tampak berkeliling terkadang berhenti sebentar mengobrol dengan karyawan cateringnya.
"tahu tidak, hampir semua pesta2 besar di negeri ini memakai jasa nya dalam hal konsumsi..?"
Betapa Ibu mertuanya ini sangat kagum dengan Fahri.
"kalian sedang apa ?" Bayu mendekat ke arah ibu dan istrinya.
"tidak ada...ayo duduk di sana? aku capek berdiri terus..lapar..."
Mitha langsung menarik tangan Bayu menjauh, benar2 pasti akan menjadi masalah besar kalau ia melihat Fahri di sini.
Bayu menggandeng tangan Mitha dengan sumringah.Di ajaknya istrinya itu menuju meja yang disiapkan khusus untuk keluarga.
Tampak Dimas dan Sherly duduk di sana asyik menikmati makanan.
"sini mba Mitha.." seru Sherly mempersilahkan Mitha duduk di sampingnya
"kalian ini !" geleng Bayu melihat 2 adiknya asyik menikmati makanan tanpa memedulikan hiruk pikuk pesta.
" kapan lagi mas makan enak??" cengir Dimas
Sherly mengangguk2 setuju dengan mulut penuh
"mau makan apa? aku ambilkan ya ?" tawar Bayu lembut, membuat Dimas dan Sherly menatap kaget
Kakaknya yang bar2 bisa selembut ini ??? Pasti lah sangat hebat kakak iparnya , bisa merubah seorang Bayu Mahendra 180° !!
"apa aja aku mau..." jawab Mitha asal
" makan aku mau ?" goda Bayu
Dimas dan Sherly langsung tersedak dan batuk2, sementara Mitha tersipu malu.
"air...air..." pekik Sherly menepuk2 dadanya sesak
Dimas langsung mengambil gelas berisi air mineral yang langsung di sambar Sherly.
Diminumnya air itu dengan tegukan besar2.
__ADS_1
Bayu tertawa melihat ulah 2 adiknya dan melenggang pergi.
Setelah kenyang makan malam, sebuah band ternama ibukota mulai mengalunkan lagu2 romantis, beberapa tamu undangan tak malu2 lagi turun ke lantai dansa yang sudah dipersiapkan.
"kamu mau dansa?" tanya Bayu
"tidak ah..malu.. aku juga nggak bisa..." tolak Mitha
"ayooo Mba Mitha...kamu kan ratu nya disini.."
Sherly memprovokasi Mitha yang akhirnya mau tak mau mengikuti Bayu turun ke lantai dansa, bergabung dengan tamu yang lain.
Bayu memeluk pinggang Mitha, sementara Mitha mengalungkan kedua tangannya ke leher Bayu.
"cantik..istriku yang cantik.." bisik Bayu ditelinga Mitha, Mitha menyandarkan kepalanya ke dada bidang Bayu yang terbalut jas mahal.
Dan tanpa di sangkanya, pandangannya beralih ke sepasang mata yang juga tengah menatapnya.
Mitha tertegun dibuatnya.
Benarkah ada sorot terluka di mata itu..?
Dan tak berbeda jauh dengan Mitha, Bayu pun bertatapan dengan seorang wanita yang berdiri tak jauh darinya.Cantik.Dengan gaun emasnya yang terbuka, memamerkan kulit halusnya.
Bayu pun tertegun.Sepasang mata indah itu tampak berkaca, berbalut kesedihan.
"Nadia.."
"Fahri..."
Bisik dalam hati kedua mempelai itu bersamaan.
*****
3 bulan sudah Bayu dan Mitha mengarungi rumahtangga.Mereka tinggal di apartemen, menolak halus permintaan Bu Surya yang ingin mereka tinggal bersama di rumah besarnya.
Bayu lebih senang tinggal jauh dari orang tua, karena ia bisa bebas, apalagi bebas mengerjai Mitha.
Seperti pagi ini, ia mengerjai istrinya yang sudah merengek untuk memintanya berhenti, dan Bayu hanya menyeringai sambil menikmati puncak pelepasannya.
"lepass..." protes Mitha saat Bayu tak juga melepas penyatuan mereka
"aku suka begini.." tolak Bayu terkekeh melihat Mitha yang cemberut
"aku mau mandi..." di dorongnya tubuh Bayu menjauh, namun Bayu malah menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Mitha, menghirup aroma tubuhnya yang menempel ditubuh istrinya.
"ayo mandi bersama.." ajak Bayu parau
mandi bersama yang bisa sampai 2jam! gerutu Mitha dalam hati.
"nggak ! aku lapar..ingin mandi trus makan.."
Bayu mengalah dan menggulingkan tubuhnya, Mitha yang terbebas langsung meraih selimut tipis menutupi tubuhnya dan berlari ke kamar mandi.
Bayu duduk bersandar sambil meraih ponselnya di atas nakas, dibukanya beberapa pesan yang masuk, salah satunya dari nomer asing yang membuatnya mengernyit.
Dan mata Bayu membulat melihat pesan itu.
" apa kita bisa bertemu? Nadia"
Nadia? Darimana Nadia bisa mendapat nomer ponselnya, karena memang Bayu tak memberitahu banyak orang nomer ponselnya.Hanya orang2 tertentu.
"darimana kau dapat nomerku?" selidik Bayu menjawab pesan Nadia
"nanti aku beritahu saat kita bertemu.." tak butuh waktu lama, Nadia membalas pesannya
Bayu termangu menatap ponselnya.
Mitha yang keluar dari kamar mandi tampak bingung melihat Bayu yang duduk termenung seraya menatap ponselnya.
Mitha yang memakai bathrobe dengan rambut terbungkus handuk berjalan mendekati suaminya.
"ada apa?" tanyanya, namun Bayu hanya diam
"heiii.." panggil Mitha sambil melambaikan tangannya di depan wajah Bayu
Bayu kaget dan menjadi salah tingkah
"kenapa?" tanya Mitha bingung dengan sikap suaminya
"ti.. tidak ada.." geleng Bayu beranjak turun dari ranjang
Mitha mengawasi punggung suaminya yang menghilang di balik pintu kamar mandi penuh dengan tanda tanya, saat hendak meraih ponsel Bayu, ponselnya sendiri berbunyi.
Nama ibu mertuanya tampak berkedip di layar.
__ADS_1
"hallo 'bu..?"
"kamu dimana?"
"dirumah 'bu.. ada apa?"
"nanti sore ikut ibu ke rumah kakakmu ya? Rina mau 7 bulanan.."
"iya bu.. nanti Mitha datang ke rumah.."
"kalau Bayu ikut, langsung ke rumah Bagas saja..menyusul Ayah dan ibu.."
"iya.."
"Ya sudah... hati2 nanti dijalan.." putus Bu Surya
"siapa yang telpon?"
Bayu keluar dari kamar mandi, melihat istrinya baru saja meletakkan ponsel di atas meja rias.
"ibu.. katanya Mas Bagas dan Mbak Rina mengadakan 7 bulanan.." jawab Mitha duduk menghadap kaca meja riasnya
"oohh...lalu kapan kamu hamil?"
Mitha menatap Bayu yang tampak berkacak pinggang lewat kaca meja riasnya yang besar
"suamiku kurang tokcerr.." sahut Mitha tersenyum
Dengan langkah lebar Bayu mendekati Mitha, dipeluknya istrinya itu dari belakang
"ayo kita buat Bayu junior.."
Mitha menelan saliva nya
"aku mau makan!" Mitha langsung berdiri
"aahh..penakut!" ejek Bayu melihat istrinya kabur.
****
Mitha memantas dirinya di depan cermin.Sore ini ia memakai gaun terusan panjang, bermotif bunga2 kecil berwarna putih.Rambutnya dibiarkan tergerai, menutupi beberapa bekas jejak kepemilikan Bayu di lehernya, meskipun Mitha sudah menyamarkan bekasnya dengan bedak.
"apa sudah siap Nyonya besar?" celetuk Bayu muncul di depan pintu kamar
Mitha menatap sebal suaminya yang tampak tampan dengan setelan jeans dan kemeja putih.
Mitha meraih tas tangannya setelah yakin lehernya aman tertutup rambutnya yang tergerai
"kenapa tidak di ikat rambutnya?"
"malu !" omel Mitha menjawab sambil berlalu melewati suaminya
"biar saja orang tahu kita pasangan baru yang masih hot2 nya.."
"issshhh.. menjengkelkan sekali !" teriak Mitha membuat Bayu tertawa keras
****
Acara berlangsung dengan meriah, meskipun hanya dihadiri keluarga.
Bayu menatap istrinya yang terus saja tertawa tergelak saat bercanda dengan adik,ibu dan saudara2nya yang lain.
Hatinya terasa bimbang, saat ponselnya terus saja bergetar dengan nama Nadia berkedip di layarnya.
Mitha yang merasa ditatap mengalihkan pandangnya ke arah suaminya yang tampak duduk bersama para saudara lelakinya.
Bayu mendekat ke arah Mitha, menyadari tatapannya yang bertanya.
"aku mau ke kantor sebentar.." kata Bayu berbohong
"ada pekerjaan mendadak?"
"iya..hanya sebentar, nanti aku kembali lagi.."
"baiklah...pergilah,..hati2.." angguk Mitha
Hati Bayu mencelos, semudah ini meminta ijin istrinya.Ia pun semakin bersalah karena telah berbohong.
"nanti aku jemput.."
"iya.." angguk Mitha lagi
beberapa orang bersorak melihat Bayu yang mengecup pipi Mitha sebelum beranjak pergi.
Pipi Mitha bersemu merah dan terasa panas mendengar saudara2 Bayu terus menggodanya.
__ADS_1
"anak muda jaman sekarang..ckck" geleng Bu Surya.
*****