
"sayang...?"
Bayu menahan napas melihat Mitha yang berdiri tak jauh darinya.
Mitha tampak cantik dengan balutan kebaya berwarna peach.Tubuhnya yang masih agak berisi setelah melahirkan malah menambah kesan seksi.
Rambutnya tersanggul rapi dengan hiasan bunga disisi kirinya.
Anting berlian tampak berkelip menghias kedua telinganya.
Leher jenjang dan telanjang membuat Bayu menelan saliva gugup.Ingin sekali ia menyembunyikan wajahnya diceruk leher itu.Menciuminya sampai puas.
"apa aku cantik?" tanya Mitha berkacak pinggang menggoda suaminya yang tak berhenti menelan saliva terpesona.
"kamu sempurna ..." ucap Bayu gugup
Mitha tertawa kecil dan berjalan mendekat ke arah suaminya.
Bayu pun tak kalah tampan dengan setelan jas mahalnya dengan dasi yang berwarna serasi dengan kebaya Mitha.
Hari ini adalah acara pernikahan Dimas dan Arin.
Semua keluarga sudah berkumpul di hotel di selenggarakannya acara, kecuali Bayu dan Mitha yang masih berada di butik milik Yuri untuk bersiap.
"aiiisshhh...iri rasanya..." jerit Yuri manja melihat Mitha yang merapikan dasi suaminya.
"cih, menjijikkan!" dumal Bayu membuat Mitha menepuk dadanya pelan.
"kamu harus berterimakasih padanya, hari ini aku cantik berkat polesan tangan genitnya.." kekeh Mitha.
"setiap hari kamu cantik, sayang..." bisik Bayu ditelinga Mitha, dan mengecup pipinya lembut.
"gombal..." senyum Mitha malu2.
"sampai kapan kalian ini menodai mataku?!" omel Yuri sambil berkacak pinggang.
"ayo berangkat sebelum aku gila disini," ajak Bayu menggandeng Mitha setelah meraih tas tangannya.
Kedua pasangan yang baru rujuk itu melangkah keluar butik sambil bergandengan tangan mesra.
Putra semata wayang mereka sudah berada dihotel karena Sherly yang bersikeras mengajaknya.
Bayu membantu Mitha masuk ke mobil setelah pintu bergeser membuka.
"kamu disini?" seru Mitha kaget melihat Samuel yang duduk dibelakang kemudi.
"iya Bu...selamat sore.." sapa Samuel tersenyum
Cantik sekali istri bos nya ini, pantas saja jika Bos nya jadi gila karenanya, batin Samuel kecut.
Bayu menyusul duduk di samping Mitha, dan mobil pun meluncur menuju hotel.
*****
Ballroom hotel sudah di sulap menjadi tempat resepsi nan megah.
Mitha yang baru saja masuk dibuat terkagum2 melihatnya.
Keluarga besar Dimedja sudah duduk di roundtable yang disediakan untuk keluarga, bersebelahan dengan keluarga besar Arin.
Di sana sudah terduduk Sherly yang asyik bercanda bersama Daniel dan Fahri!
"kenapa dia ada disini?" decak Bayu melihat Fahri duduk bersama Sherly, tertawa saat menggoda Daniel yang menjerit2 geli.
"tentu saja ada disini...semua makanan disini dari resto nya.." jelas Mitha
Bayu mendengus, mengamit erat pinggang Mitha.
"apa kamu cemburu?" tanya Mitha geli menatap suaminya.
"dia bukan level ku!" jawab Bayu ketus.
__ADS_1
Mitha tertawa kecil mendengarnya.
"aku cuma mencintaimu..." bisik Mitha membuat Bayu besar kepala.
Mereka pun berjalan mendekat ke arah Sherly.
"papapa" jerit Daniel senang melihat kedua orangtuanya datang.
"hai sayang..." seru Mitha meraih Daniel dalam gendongannya.
Fahri menatap Mitha terpesona.Benar2 cantik dalam balutan kebayanya, membuat Sherly mencubit pinggangnya gemas.
"aoow.." pekik Fahri kesakitan
"cantik ya ??" kata Sherly sambil melotot.
"masih cantik kamu..." ucap Fahri, meraih tangan Sherly dan menciumnya.
Bayu mendengus melihat kemesraan adiknya, membuat Mitha tertawa geli.
"ayo kita ke sana, jangan mengganggu budak cinta,'' kata Mitha berlalu
"isshhh Mba Mitha apaan sih!" gerutu Sherly tersipu.
Bayu mengekor dibelakang istrinya yang menggendong putra mereka.
Acara berjalan lancar hingga usai dimalam harinya.
Semua para tamu undangan merasa puas dengan perjamuan yang luar biasa.
"nanana.." Daniel meronta2 melihat neneknya yang bersiap pulang.
"kenapa? mau ikut nenek?" Bu Surya terkekeh geli
"nenek mau pulang, Daniel juga pulang ya? sama mama?" bujuk Mitha tak enak merepotkan mertuanya yang pasti kelelahan.
Daniel menggeleng keras2 dan meledaklah tangisnya.
Bu Surya pun langsung meraih Daniel ke dalam gendongannya.Daniel langsung diam dan menyusupkan wajahnya ke lengan neneknya, membuat neneknya tertawa.
"biar dia tidur dirumah, kamu pulang saja..."
"ta-tapi bu..."
"rasanya jadi punya anak lagi.." kekeh Bu Surya menepuk2 pantat Daniel yang montok.
"haiisshhh.. aku nggak mau punya adik lagi!" dumal Sherly bergabung dengan orangtuanya.
"ayo pulang," ajak Pak Surya
"ibu pulang dulu," pamit Bu Surya
Mitha menatap tak rela putranya lebih memilih neneknya daripada dirinya.
"sudah...kita bisa buat lagi.." kata Bayu melihat kesedihan istrinya itu.
"apaan sih!!" Mitha memukul lengan Bayu gemas.
"kenapa kamu tidak pulang?" tanya Bayu galak melihat Sherly masih berdiri.
"menunggu pujaan hati lah.." jawab Sherly santai.
"awas ya, berani macam2!" ancam Bayu
"cuma semacam!" lirik Sherly tersenyum dan berlalu pergi menyusul Fahri.
"apa kita menginap disini saja?" tanya Bayu
"kita pulang ke rumah ibu saja yuk.."
"tidak!" tolak Bayu mentah2
__ADS_1
"tapi anakmu..."
Bayu menggeleng, dan Mitha benar2 sadar, bahwa sifat keras kepalanya menurun ke putranya.
Bayu menyuruh Samuel untuk pulang, karena ia akan menginap disini.
"ikut malam pertama Pak?" goda Samuel
"awas ya gajimu kupotong separuh!"
Samuel tertawa geli dan berpamitan pada bos nya itu.
*****
Mitha memasuki kamar Presidential Suite yang disewa Bayu untuk mereka bermalam.
Jangan tanya harganya karena membuat Mitha melotot marah.
Mitha berjalan ke arah jendela dan menyibak tirainya, pemandangan kota dimalam hari membuatnya terpana.
Karena kamar ini berada dilantai teratas gedung sehingga dapat memanjakan matanya melihat suasana kota dengan segala kerlap kerlip lampunya.
"apa kamu suka?" tanya Bayu berbisik sambil memeluk Mitha dari belakang.
Dikecupnya leher Mitha tak puas2, hingga Mitha terkekeh geli.
Tangan Bayu pun beranjak naik dengan berani ke dada istrinya yang membukit menggoda.
"aku mau mandi," Mitha menahan tangan Bayu yang hendak melepas kancing teratas kebaya nya.
"bagaimana kalau kita mandi bersama?" goda Bayu
"isshh mesum!" Mitha melepas pelukan suaminya yang tertawa senang melihat pipinya yang tambah merah.
Mitha berjalan ke arah meja rias dan melepas hiasan di rambutnya.
Bergegas ia masuk ke kamar mandi sebelum Bayu menyerangnya lagi.
Mitha berendam sebentar di bath up, menikmati air hangat beraroma therapy yang menenangkan dan membuatnya rileks.
Dan pintu kamar mandi tiba2 saja terbuka, membuat Mitha menenggelamkan tubuhnya kaget.
Bayu yang sudah polos berjalan tanpa dosa, menuju shower.
"dasar tidak tahu malu!" omel Mitha mencoba menenangkan debar jantungnya.
"kamu kan sudah melihat semuanya, merasakan semuanya?" Bayu menjawab enteng.
"mau apa??" pekik Mitha melihat Bayu yang sudah membilas tubuhnya ikut masuk ke dalam bath up
"berendam sama bini, sudah lama tidak berendam bersama..." Bayu menyeringai berbahaya.
Ia duduk berhadapan dengan Mitha, dan sebelum Mitha beringsut pergi, Bayu meraihnya.
Dengan cepat disambarnya bibir istrinya.Sesuatu yang sangat ditahannya sejak acara tadi.
Bayu mencium Mitha dengan beringasnya, menarik tubuh Mitha hingga berada diatas pangkuannya.
Mitha mendesah saat merasakan sesuatu yang keras dibawah sana.
"berapa lama aku tidak bercinta.." serak Bayu menciumi leher istrinya yang basah.
Mitha memekik saat Bayu menyesap lehernya, meninggalkan jejak cintanya.
"aku sudah tak tahan..." erang Bayu, memosisikan istrinya di atasnya, untuk memasuki dan bersatu dengannya.
Bayu duduk bersandar di bath up, tersenyum puas bersatu dengan istrinya yang terengah, miliknya berada dalam dirinya.
"aku mencintaimu..." erang Bayu memegang pinggul istrinya dan mulai bergerak memburu pelepasannya.
******
__ADS_1