Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 35


__ADS_3

Mitha memantas sekali lagi dirinya di cermin.


Kaos berkerah warna putih tulang dipadu dengan rok jeans pendek dan dipadukannya dengan flatshoes sewarna dengan kaos nya.


Mitha berpikir hanya berpakaian santai karena menjemput Bayu pulang kerja saja.


Apalagi Daniel yang diajak pergi oleh neneknya, membuat Mitha semakin santai.


"Bik, mungkin nanti pulang malam, tidak usah menunggu ya..." kata Mitha saat menuruni tangga.


"siap 'Non..." angguk Bik Nar mengacungkan ibu jarinya.


"ini tas perlengkapannya Tuan kecil, "


"makasih Bik..." angguk Mitha.


Di raihnya tas tersebut dan segera melangkah keluar karena Samuel yang sudah mendengar membunyikan klakson mobil.


"selamat malam, Bu.." sapa Samuel membuat Mitha mengernyit melihat penampilannya.


"kamu rapi sekali...apa mau kencan?" tanya Mitha menyelidik melihat penampilan Samuel yang gagah dan tampan dengan setelan jas nya.


"aa...saya memang selalu rajin seperti ini 'Bu..."


gagap Samuel salah tingkah dengan tatapan tajam Mitha.


"aiishh kenapa hari ini orang2 jadi aneh..." geleng Mitha sambil melangkah masuk ke dalam mobil.


Samuel bergegas masuk ke belakang bangku kemudi.


Mobil pun berjalan keluar kompleks dan menuju jalan raya yang padat.


Mitha memandang keluar, lalu lintas tampak ramai, karena masih banyak karyawan yang pulang kerja.

__ADS_1


Mitha memandang bus dan angkutan umum yang penuh sesak dengan para penumpang.


Tuhan sayang padaku, batin Mitha sambil menghela napas berat, mengingat dulu dirinya tak jauh berbeda dengan mereka.


"kok masuk sini?" tanya Mitha bingung saat mobil berbelok memasuki halaman lobi hotel.


"menjemput Pak Bayu, bu..."


"perlu apa sampai hotel?" tanya Mitha mulai curiga


"tadi ada meeting, berhubung dekat jam makan malam, bapak meminta supaya ibu ke sini sekalian makan malam..." jelas Sam panjang lebar.


Mitha mengernyit mendengarnya.


Seorang petugas mendekat begitu mobil berhenti tepat di depan pintu masuk.


"selamat malam ibu, silahkan.." sambutnya ramah


Mitha hanya tersenyum dan memilih menunggu Samuel selesai memarkir mobil.


"bukankah restonya di sana?" tanya Mitha semakin bingung karena Samuel mengajaknya memasuki lift.


Samuel tidak menjawab hanya tersenyum, membuat Mitha menjadi marah.


"apa yang kamu sembunyikan Sam??!" sentak Mitha galak.


"tidak ada 'bu...saya hanya melaksanakan perintah bapak.." jawab Samuel masih dengan senyum yang semakin membuat Mitha ingin marah2.


"kita sudah sampai bu..." kata Samuel saat lift berhenti di lantai teratas.


Mitha melangkah keluar tanpa melepas tatapan tajamnya pada Samuel.


"istrinya lebih menakutkan.." batin Samuel takut.

__ADS_1


Samuel berjalan mendahului Mitha menuju ke arah pintu besar.


"silahkan bu.."


Mitha masih saja menatap tajam membuat Samuel salah tingkah.


Mitha meraih handle pintu, dan...


"surprisee !!!!"


Mitha terlonjak kaget.


Semua orang berdiri dihadapannya, termasuk Daniel putranya yang digendong oleh neneknya.


"selamat ulangtahun sayang..." seru Bayu


Mitha terbengong tak percaya.


"maaf membuatmu marah..." kata Bayu berjalan ke arah Mitha dan memeluknya.


"apa ini..." tanya Mitha masih bingung.


"surprise ulangtahunmu.." kecup Bayu


Mitha memandang ke semua orang.


Ayah, ibunya, Ayah dan ibu mertuanya, kakak dan adik ipar, bahkan sampai Fahri pun hadir di hadapannya.


"inilah yang aku kerjakan sampai pulang pagi..." jelas Bayu.


"ja-jahat ..." ucap Mitha terbata tak dapat menahan rasa haru nya.


"maaf...." bisik Bayu memeluk erat tubuh Mitha yang bergetar.

__ADS_1


"aku mencintaimu, Nyonya Mahendra..."


*******


__ADS_2