
"mamamam.."
Mitha terjaga merasakan pipinya ditepuk2 pelan.
Anak lelakinya menyambut bangun tidurnya dengan tawa ompongnya.
"hai sayang..." kata Mitha tersenyum
Daniel tertawa, menepuk2 dada Mitha.
"mau nen?" tanya Mitha saat melihat putranya itu bergumam seperti sedang protes.Lucu.
Mitha terduduk dan menaikkan kaos Bayu yang dipakainya.
Daniel dengan lahap menyesap air sumber kehidupannya.
"sudah bangun?"
Mitha tersentak kaget saat Bayu memasuki kamar sambil membawa botol susu.
"aaahhh dasar bayi tidak sabaran!" gerutu Bayu melihat anaknya sudah menyusu ibunya.
Mitha tersenyum, melihat Bayu yang protes pada anaknya, karena capek2 naik turun tangga ternyata sia2.
Bayu duduk di samping ranjang, mengawasi putranya yang menyusu dengan tak sabarnya.
"maaf ya membangunkanmu, tadi dia merengek, sepertinya haus, aku membawanya ke sini saat aku membuatkannya susu..."
"iya...tak apa2..terimakasih.." senyum Mitha
Bayu mengelus kepala anaknya,
"pelan2 boy, nanti tersedak!" ucap Bayu terkekeh melihat putranya yang masih menyusu dengan rakus.
Mitha menunduk malu, saat Bayu memperhatikannya.Dadanya terekspos sempurna dihadapan Bayu yang menelan saliva merasakan sesuatu yang mendesak di bawah sana.
"jangan..." larang Bayu saat Mitha hendak meraih selimut menutupi dadanya.
Napas Bayu sudah terdengar menderu, semakin membuat Mitha salah tingkah.
Suaminya ini sudah berselubung gairah!
"aku mandi dulu.." tiba2 Bayu beranjak bangun dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi, Mitha pun bernapas lega.
*****
Daniel yang sudah mandi dengan perut kenyang, membuat bayi itu tertidur kembali di boks nya yang nyaman.
Mitha pun bergegas mandi dan menyusul Bayu turun ke bawah.
" Daniel mana?" tanya Bayu sambil meletakkan piring berisi nasi goreng yang masih panas
"tidur lagi, kekenyangan.." jawab Mitha geli
"ayo sarapan.." ajak Bayu sambil mengambil jus jeruk dari dalam kulkas besar di sudut ruang dapur
"kamu memasak semua ini?" tanya Mitha terkesima
"kalau cuma nasi goreng sejak SMP juga bisa.." Bayu tersenyum menyeringai sombong.
Mitha langsung menuju kursi dan mulai mencicipi masakan suaminya.
"enaakkk..." seru Mitha tak percaya, membuat si suami besar kepala dengan hidung kembang kempis.
Mereka berdua sarapan bersama, sudah seperti suami istri pada umumnya.
Selesai sarapan, Mitha membantu Bayu membersihkan meja makan, dan Bayu mencuci piring.
Sesuatu yang benar2 luar biasa! Seorang Bayu mau mengerjakan pekerjaan rumahtangga!
"terimakasih..." bisik Mitha, memeluk Bayu dari belakang.
Tubuh Bayu menegang merasakan pelukan hangat istrinya.
Bayu tersenyum, hatinya menghangat.
"terimakasih mau mengerti cemburu butaku..."
Mitha menyandarkan kepalanya dipunggung Bayu yang gagah.
__ADS_1
"terimakasih mau menunggu keegoisanku..." bisik Mitha.
Bayu mencuci tangannya yang ternoda sabun, dan membalik tubuhnya menghadap Mitha, memeluknya sambil tertawa.
"terimakasihnya nanti malam saja...aku harus segera berangkat karena ada meeting.."
"nanti malam?" tanya Mitha bingung mendongakkan wajahnya menatap Bayu
"iya...terimakasihnya nanti malam saja, kita buatkan adik untuk Daniel.."
"isshhh mesum!" gerutu Mitha berontak dalam pelukan Bayu.
Bayu menunduk, mencium bibir Mitha hangat.
"aku sudah tak sabar menunggu nanti malam.."
*****
Tak lama setelah mobil Bayu pergi, Bik Nar datang.
Wajahnya yang berkerut termakan usia tampak sumringah melihat Mitha yang sedang merapikan bantal2 sofa di ruang tengah.
"Non Mitha?!" seru Bik Nar
"hai Bik...bagaimana kabarnya?" senyum Mitha
"baik Non...Non kapan datang?"
" tadi malam Bik.."
"syukurlah Non...Bibik senang Non kembali..."
Mitha hanya mengangguk dengan tersenyum.
Seharian Mitha menghabiskan waktu bermain bersama Daniel ditemani Bik Nar sambil mengerjakan pekerjaan rumahtangga.
"apa Bik Nar tidak menginap saja disini?"
"saya ngikut Bapak saja Non..soalnya Bibik juga harus bersih2 apartemen Bapak.."
"lalu kamar yang di sebelah ruang baca itu milik siapa?"
"Ooh...itu kamar Mas Samuel kalau menginap disini menemani Pak Bayu,"
"iya kadang2 Non...biasanya kalau ada kerjaan yang lembur, lagian kasihan Bapak sendirian dirumah sebesar ini.." jelas Bik Nar
Mitha hanya mengangguk, rasa bersalahnya semakin besar.
"kalau aku tinggal disini, apa Bik Nar mau menemaniku?"
"tentu saja Non...Bibik juga sudah tidak punya siapa2 lagi,"
"baiklah nanti aku bilang ayahnya Daniel..."
Bik Nar semakin sumringah, apalagi melihat anak Tuannya itu.Gemas sekali dengan Daniel yang montok dan siap tersenyum kepada siapa pun.
"Tuan kecil ini mirip sekali sama Bapak," kata Bik Nar memberikan biskuit yang langsung dilahap Daniel dengan senang
"apa karena waktu hamil aku benci banget ya bik?"
"haiisshh Non ini ada2 saja!" tawa Bik Nar.
Tawa Mitha terhenti saat mendengar ponselnya berdering.
"hallo bu..." sapa Mitha pada ibu mertuanya.
"kamu dimana? sampai tidak pulang..."
"aku dirumah papanya Daniel 'bu..."
"rumah Bayu? apartemen?"
"bukan, rumah...papa Daniel membeli rumah 'bu.."
"ya sudahlah...kapan kamu pulang?"
"nanti sore menunggu ayahnya pulang.."
"baiklah, ibu tunggu ya?"
__ADS_1
"iya bu..."
sambungan terputus.
"siapa Non?"
"neneknya Daniel.."
"Ooh...."
*****
Daniel duduk tenang dalam pangkuan Mitha yang duduk disamping Bayu yang fokus menyetir.
"aku akan bilang pada ayah dan ibu nanti.."
"apa?" Bayu menoleh sekilas ke arah Mitha
"aku akan pindah ke rumahmu setelah acara pernikahan Dimas selesai.."
Bayu tersenyum, meraih tangan Mitha dan menggenggamnya erat.
"terimakasih sayang..." kata Bayu lembut.
Bayu dan Mitha sampai tepat di saat jam makan malam.
Bik Minah yang membuka pintu tampak tersenyum senang melihat Mitha dan Daniel kembali pulang.
Semua keluarga berkumpul, bahkan Bagas dan Rina pun hadir ikut makan malam.
"waahh...siapa ini??" seru Bagas melihat Bayu yang mengekor dibelakang Mitha sambil menggendong Daniel.
"cool daddy," jawab Bayu menyeringai
"bar2 daddy," sahut Sherly menjulurkan lidahnya.
"unch..unch..sayangnya aunty Sherlyyy..."
Sherly langsung merebut Daniel dan menciuminya hingga Daniel berteriak2 geli.
Mitha mengajak Bayu ke arah meja makan dimana Bapak dan Ibu Surya sudah menunggu.
"kalian sudah datang?" Bu Surya yang sedang menata hidangan di meja makan melihat Bayu dan Mitha mendekat ke arahnya.
"iya 'bu..." angguk Mitha
" mana Daniel?" tanya Pak Surya
"ikut Tantenya.." jawab Mitha membantu Bu Surya menghidangkan makanan.
Semua bergabung dimeja makan, kecuali Sherly yang masih saja mengajak bercanda Daniel.
Dimas tersenyum2 senang melihat Bayu kembali rujuk dengan Mitha, begitu juga Rina yang terus menggoda Mitha.
"ayah, ibu...nanti kalau acara Dimas sudah selesai, aku akan pindah ke rumah papanya Daniel..."
"apartemen bahaya buat anak bayi Mba..." celetuk Dimas
"apalagi apartemen Bayu dilantai teratas kan?" sambung Rina khawatir
"bukan...Papanya Daniel membeli rumah baru..."
"waooooww gerak cepat!" seru Dimas
Suasana jadi riuh saat semua menggoda Bayu dan Mitha yang sudah tersipu malu.
"hush kalian ini!" omel Bu Surya melihat anak2nya saling melontarkan kata2 ejekan dalam bercanda.
"apa? pria bar2 beli rumah di kompleks ZTR??"
Sherly yang baru bergabung berteriak heboh.
"mana anakku?" tanya Mitha mengalihkan perhatian,
"sama Bik Minah ganti baju!" jawab Sherly duduk di samping Dimas
"sudah2! ini sudah keputusan kalian, kami cuma bisa merestui..." kata Pak Surya menghentikan keributan.
"jangan sakiti istrimu lagi!" tambah Bu Surya menatap tajam Bayu yang menyeringai.
__ADS_1
"tidak akan pernah 'bu...." geleng Bayu, mencium tangan Mitha yang digenggamnya, membuat semua orang langsung bersorak2.
*****