Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
Pertemuan yang kedua


__ADS_3

Ryu membaca data tersebut menyatakan bahwa Putri sedang hamil dan tertera data suami putri adalah Bima Cahaya. sang asisten Raga itu menggeleng kepala sekolah tidak percaya, bagaimana mungkin putri hamil dari laki laki lain. dengan raut wajah masih tidak percaya Ryu segera mengambil ponselnya di balik dalam jas nya menghubungi sang kekasih via.


dua kali Ryu panggilan namun belum dijawab via, ia mulai kesal kemudian ia melakukan kembali panggilan dan di panggil ini via akhirnya menjawab TLP nya.


"Hallo Ryu... "


"iya hallo Vi.. ada yang aku mau tanyakan"


"tentang apa? apa kamu udah ketemu putri?"


"iya justru itu kamu tau tentang Bima Cahaya? siapa dia?"


" kak Bima? emang ada apa dengan kak Bima* ?"


Ryu merasa jengkel mendengar kekasihnya itu memanggil Bima Dangan sebutan kakak sedangkan dirinya hanya dipanggil Ryu, karena tidak mau masalah semakin panjang akhirnya Ryu menceritakan apa yang terjadi kepada via.


"*a....apa?? putri hamil? dan data di rumah sakit disana Bima suaminya?"


" iya justru itu aku ingin tanyakan sama kamu siapa Bima cahaya."


"ya kak Bima memang suka sama putri waktu masih kuliah disini tapi udah putri tolak bahkan Raga sendiri yang kasih peringatan sama kak Bima."

__ADS_1


"Vi...bisa ga sih kamu jangan panggil Bima dengan sebutan kakak, sedangkan kamu panggil aku hanya sebutan nama."


"haha... jadi kamu cemburu? iya ok aku gak bakalan panggil dia dengan kakak*. *tapi kenapa Bima Bisa bareng sama putri disana?"


"aku nggak tau masal itu"


"oh iya aku sempat denger dari temennya kalau Bima pindah ke luar negeri, aku ga tau kalau dia pindah ke Jepang apa...jangan jangan Bima tau masalah Agnes juga?"


"yaudah Vi aku susul Raga dulu nanti aku hubungi kamu lagi ya, i love you"


mendengar Ryu mengucapkan i love you diseberang telepon sana pipi via memerah dan tersenyum.


Raga dan Tania sudah berada di Restoran tersebut. mereka berjalan beriringan masuk ke dalam Tania yang berpakaian layak nya sekretaris pada umumnya dengan atasan kemeja berwarna toska dan rok span berwarna putih cukup pendek terkesan elegan dan seksi. sehingga banyak orang yang melirik dan menyangka Raga dan Tania pasangan kekasih.


ketika Tania hendak masuk ke Toilet begitu juga putri yang baru keluar dari pintu toilet sehingga terjadilah tabrakan tubuh kedua nya.


"aw...!" putri berteriak pelan


"i'm sorry...are you oke?" tanya Tania sengaja memakai bahasa Inggris karena dirinya berada di luar Indonesia.


"ya i'm ok. no problem" jawab putri kemudian ia mengangguk hingga melangkah keluar.

__ADS_1


Bima menunggu putri di meja makan sebari mengetuk ngetuk jari nya.


sama hal nya dengan Raga menunggu kedatangan Tania yang masih berada di toilet. posisi meja yang ditempati Raga dan Bima saling membelakangi. tak lama kemudian putri datang menghampiri Bima kemudian duduk di samping Bima.


"udah datang ya makan nya" ucap putri sambil memposisikan tubuhnya.


"iya baru aja, ayo makan dulu kasian adik bayi nya dari tadi kelaperan tapi momy nya lama di toilet. heheh.." ucap Bima sambil berbisik ke perut Putri.


putri semakin tertegun melihat perlakuan Bima yang begitu baik kepadanya, putri berkhayal andai saja ketika hamil sekarang dia di temani Raga pasti sangat Bahagia. lamunannya terhenti ketika Bima membuyarkan lamunannya.


"kamu kenapa? kamu nggak apa-apa kan?"


"ah..Ng..ngak ko kak aku cuman berfikir kenapa kakak baik banget sama aku."


"kamu kenapa masih berfikir seperti itu terus, aku ngelakuin hal ini tulus ko. hehehe" Bima tersenyum walaupun dalam hatinya dia ingin memiliki putri sepenuhnya.


Tania datang menghampiri Raga usai dari Toilet


"Raga sorry lama Ryu belum datang?"


"belum" jawab nya singkat sementara Tania mendengar jawaban singkat dari Raga hanya mencibirkan bibirnya. tak lama kemudian pesanan makan mereka datang peramu saji meletakan beberapa menu hidangan di atas meja dan etika pramusaji itu ketika akan meletakan minuman di atas meja prakk..... Raga tidak sengaja menyenggol hingga tumpah mengenai baju nya.

__ADS_1


karena bunyi pecahan gelas cukup keras sehingga spontan putri menoleh ke arah suara bunyi itu. dan.. lagi lagi putri terkejut.


"Ra....Raga?"


__ADS_2