Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
Faisal terkejut


__ADS_3

Setelah beberapa detik Ryu tidak menjawab langsung ucapan via, ia menetralkan tenggorokan dan mulai berbicara


"Vi... aku tau apa yang aku lakukan ini salah, tapi.. n'tahlah jujur semenjak pertemuan kita satu bulan yang lalu aku sulit untuk tidak memikirkan kamu, aku juga nggak ngerti dengan perasaan aku yang sekarang tapi ijin kan aku untuk selalu ada di samping kamu sampai aku benar-benar menyadari bahwa kamu hal yang penting bagi aku."


ucap Ryu mengungkapkan apa yang ia rasakan. sedangkan via hanya menatap dingin


"terus ketika kamu menyadari kalau aku bukan hal yang terpenting buat kamu, kamu akan pergi gitu aja? oh atau kamu cuman deketin aku hanya sekedar untuk terus mencari informasi keberadaan putri kan? Hah..bener bener bajingan!!"


Ryu mendengar umpatan via terhenyak apalagi via berkata bahwa dia bajingan. via mendorong kursi ke belakang dan hendak akan pergi namun dengan sigap Ryu segera mencekal lengan via.


"lepas..!!" bentak via sementara orang yang berada disekelilingnya melihat kearah mereka dan saling berbisik, Ryu tidak mau menjadi bahan tontonan, spontan ia memeluk tubuh via.


via berusaha memberontak dan mendorong tubuh Ryu. namun Ryu makin mengeratkan pelukannya.


"dengerin aku dulu... itu bukan seperti yang kamu pikirkan Vi.." ucap Ryu dengan posisi by badan masih memeluk via.


"lepas..!! gue mau pergi dari sini!!"


"aku gak akan lepasin kamu."


"apaan sih...kamu nggak malu dilihat orang hah?"

__ADS_1


"aku nggak peduli!!"


lagi lagi via harus mengalah dari pada menjadi bahan tontonan di sekitar Restoran ia lebih baik diam.


"sekarang kamu duduk lagi ya" Ryu menekan tubuh via untuk kembali duduk. diikuti Ryu kembli duduk di hadapan via.


sesaat kemudian makanan yang di pesan pun datang.


"sekarang kita makan dulu ya nanti sehabis makan kita bicarakan lagi." ucap Ryu namun tidak di jawab oleh via.


**


*flashback*


ketika Putri sudah tersadar putri menanyakan keberadaan nya dimana dan kenapa dia ada di rumah sakit Bima menjelaskan terpaksa berbohong bahwa dia pingsan hanya kecapean.


"put boleh aku minta nomer telpon keluarga kamu yang ada disini? aku harus kasih tau kalau kamu sekarang lagi di rawat di rumah sakit."


"iya kak Bima ini nomor ponsel kak faisal Kaka putri." putri menyodorkan hp nya ke arah ke Bima. kemudian Bima menyimpan nomor Faisal di hp nya.


Setelah menerima telepon dari Bima. Faisal segera bergegas dengan langkah tergopoh-gopoh Faisal masuk kedalam rumah sakit ia mencari ruangan dimana putri di rawat, namun Bima sudah ada di depan ruangan putri,

__ADS_1


" sebelum masuk ke dalam saya mau berbicara perihal putri, tapi tidak disini kita bicara di kantin saja." ajak Bima kemudian Faisal mengangguk setuju.


setelah sampai di kantin Bima mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan sontak Faisal terkejut


"apa putri Hami?"dengan masih tidak percaya sambil menggeleng kepala


"iya dokter bilang putri hamil. kehamilannya sekitar usia 4 Minggu. dan parahnya dokter menganggap aku ayah dari bayi itu."ucap Bima tersenyum kecut, Sepontan Faisal menjambak baju Bima.


"jangan jangan memang kamu orang yang menghamili putri hah..!"


"sayang nya bukan aku pelaku nya tapi kekasih putri sebelum dia pindah kesini." ucap Bima santai sambil melepaskan cengkraman tangan Faisal.


"apa? putri punya kekasih sebelum pindah kesini?"


Bima pun menceritakan kejadian yang iya tau ketika masih di Indonesia. setelah bercerita Bima minta agar Bima tidak memarahi putri cukup kasih tau putri setelah kondisi putri benar benar pulih.


flash on.


"kak Faisal kenapa dari tadi putri liat melamun terus..apa ada masalah kerjaan di kantor?"


"oh..iya put sedikit ada kendala."jawab Faisal berbohong. sementara istri Faisal melirik suaminya "kamu pasti mikirin putri kan" ucapnya sangat pelan. sementara Faisal hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2