
Bayu memasuki rumah orangtuanya.Diserahkannya paperbag berisi kue dan buah2an pada Bik Minah.
Di pandangnya berkeliling setiap sudut ruangan dan berakhir di ruang keluarga yang nyaman, dimana ada Mitha bersama Sherly, sedang tertawa cekikikan melihat layar laptop yang memutar film drama korea.
"ehem!" Bayu berdeham mencari perhatian
"suami bar2 mu datang," bisik Sherly yang masih dapat di dengar Bayu.Mitha tersenyum menanggapi kata2 Sherly yang membuat Bayu melotot marah.
"ayo nonton lagi," kata Mitha kembali menatap laptop tak peduli pada suaminya yang berdiri di samping sofa.
Bayu langsung duduk disamping Mitha tanpa permisi.Mitha dan Sherly masih tak peduli, masih saja cekikikan menonton film.
"Mas Bayu ngapain??" seru Dimas melihat Bayu yang duduk bersandar di sofa, tak dipedulikan istrinya.
"dicuekin ciwi2 nonton drama," jawab Bayu malas
Dimas tertawa, kemudian berbalik pergi sambil bersiul.
"mau kemana??" seru Sherly
"jemput Arin mau nonton," teriak Dimas
"ikut !!" seru Sherly lagi beranjak berdiri dan pergi menyusul Dimas
"siapa Arin?" tanya Bayu mengernyit
"pacar Dimas, mereka mau bertunangan bulan depan.."
"apa? kenapa tidak ada yang memberitahuku?"
"untuk apa? apa kamu peduli? istrimu saja kamu tak peduli ?" sengit Mitha, Bayu tertegun.
"apa kamu tak bisa memaafkanku?"
"kalau semua selesai dengan maaf, tidak perlu ada polisi.." ketus Mitha
Entah kenapa rasanya benci sekali menatap wajah tampan suaminya ini.
Mitha beranjak berdiri sambil mengelus perutnya.
Baby nya semangat sekali menendang2 perutnya.
"apa kamu senang ketemu ayahmu??"
Mitha berbicara sendiri tak berhenti mengelus2 perutnya.
Bayu tersenyum menyeringai melihatnya.
"apa aku boleh pegang?" pinta Bayu takut2
Mitha menoleh ke arah suaminya yang mengiba
"sebentar saja," angguk Mitha
Bayu tersenyum, mengulurkan tangannya menyentuh perut buncit istrinya untuk pertama kali
"hai boy.. apa kamu senang ayah disini ?"
Seolah mendengar suara ayahnya, baby dalam perut Mitha menendang keras membuat Bayu tertawa senang, tapi membuat Mitha meringis sakit.
"ayo boy ajak ibu pulang bersama ayah.."
"sudah!" bentak Mitha mundur satu langkah
"sehat2 ya.. ayah menyayangimu, juga ibu mu..."
Bayu mengecup perut buncit itu, membuat Mitha bergidik geli.
"apa ibu nya juga boleh dicium ?"
"jangan mimpi!"
Bayu menikmati istrinya yang melotot marah.Senang rasanya melihat istrinya ngambek.
"apa mau jalan2 bersama?" rayu Bayu
"capek,"
"mau kupijit ?"
" kamu mau dipukul?"
Bayu tertawa, digandengnya tangan istrinya saat berjalan keluar ruang keluarga untuk naik ke kamar di lantai 2.
Bayu mengeratkan genggamannya saat istrinya berusaha melepas tangannya.
Bayu membuka pintu kamar dan membiarkan istrinya masuk lebih dulu.
Mitha berjalan ke arah jendela kamarnya yang besar untuk menutup korden.
Tiba2 saja sepasang lengan memeluknya dari belakang.
"ayo pulang.." bisik Bayu membenamkan wajahnya ke ceruk leher Mitha, menghirup aroma sabun disana.
"aku tidak mau," geleng Mitha mencengkram tangan Bayu
"aku rindu sekali..." bisik Bayu parau.
"aku tidak," kata Mitha gemetar merasakan kecupan dilehernya.
"aku mencintaimu.."
"cinta mu hanya untuk Nadia,"
Terasa tubuh Bayu yang menegang.Dibaliknya tubuh Mitha dengan kasar.
"bicaramu ngawur sembarangan!"
Bayu menunduk, mencium istrinya dengan brutal.Mitha memukul2 dada Bayu, tetapi Bayu malah mencengkram tengkuk istrinya, memperdalam ciumannya yang bergelora.
Rasa yang manis, sudah berapa lama ia tak mencium istrinya? lama sekali !
"aku tidak mau.." erang Mitha saat Bayu melepas bibirnya dan mencumbu ceruk lehernya.
"aku mencintaimu.." bisik Bayu terengah
dipegangnya wajah Mitha dengan kedua tangannya sambil menempelkan dahi mereka.
Napasnya memburu, menghembus panas wajah Mitha.
"apa buktinya kamu mencintaiku?"
__ADS_1
"apa ini tidak cukup bukti?"
Bayu mengelus perut buncit Mitha.
"ini hanya akibat percintaanmu yang panas!"
Mitha mendorong tubuh Bayu menjauh.
"keluar, aku mau istirahat!" usir Mitha galak
Bayu memandang istrinya penuh gairah, terlebih saat memandang tubuh istrinya yang berisi karena kehamilannya.
"aku pasti akan membawamu pulang, mau tidak mau !"
Bayu meninggalkan kamar Mitha sambil menyeringai membuat Mitha semakin ingin memukuli suaminya itu.
*****
"ini baby nya.. aktif sekali," Dokter terkekeh melihat dari layar saat melakukan usg diperut Mitha.
Mitha tersenyum melihat ke layar, sama seperti Bayu yang tampak bahagia.
"boy or girl 'Dok?" tanya Bayu
"baby boy.." jawab Dokter tertawa.
Bayu semakin sumringah.Hatinya membuncah bahagia.
"aahh aku kira perempuan..." keluh Mitha melirik suaminya yang tak berkedip menatap layar sambil terus saja tersenyum.
"besok kita buat lagi yang girl sayang..."
Mitha langsung cemberut, membuat Dokter dan suaminya tertawa senang.
Mitha ngeri membayangkan jika anak lelakinya mewarisi semua yang ada di diri Bayu, apalagi Mitha yang sudah mengenal Bayu sejak sekolah.
"karena sudah masuk trimester ketiga, jadwal kontrolnya jadi lebih sering ya 'bu... ini saya resep kan vitamin, nanti ditebus sekalian administrasinya.." ucap Dokter sambil menulis resep.
"baik 'Dok..trimakasih.." angguk Mitha
Perawat segera mendekat untuk membantu Mitha merapikan kembali bajunya.
"mau kemana lagi?" tanya Bayu saat mereka berjalan ke luar ruang periksa.
"pulang," jawab Mitha singkat berjalan mendahului Bayu dan mempercepat langkahnya.
"pelan2," seru Bayu mengejar Mitha dan meraih tangannya dan menggandengnya.
"tunggu disini, aku ambil mobil dulu.." titah Bayu
saat mereka sampai di depan lobi rumah sakit ibu dan anak yang cukup ternama di kota.
Tiititittttitt
"halo 'bu.." Mitha menjawab panggilan Bu Surya di ponselnya
"kamu dimana?" tanya Bu Surya dari seberang
"masih dirumah sakit selesai kontrol, ini mau pulang..." jawab Mitha melihat mobil Bayu yang berjalan mendekat ke arahnya.
"mampir ke butik Yuri dulu, kita fitting baju buat besok acara lamaran Dimas, Bayu mengantarmu 'kan?"
"Ya sudah, ibu tunggu ,"
"iya..."
Sambungan telepon pun terputus.
"siapa?" tanya Bayu turun dari mobil untuk membantu Mitha masuk ke mobil.
"Ibu menyuruh ke butik fitting baju untuk acara lamaran besok.." jawab Mitha
Bayu mengitari mobil sebelum duduk dibangku kemudi dan menjalankannya menuju butik Yuri berada.
*****
Tampak beberapa mobil terparkir di halaman depan butik.
Bayu memarkir mobilnya disamping mobil orangtuanya.
"kenapa ramai sekali?" tanya Mitha turun dari mobil
"mungkin keluarga calon juga ikut," jawab Bayu berjalan menggandeng tangan Mitha, menuju pintu masuk butik.
"wah..wah..siapa yang datang??" seru Yuri melihat Bayu masuk lebih dulu diikuti Mitha dibelakang
"Yaa ampuunn..." pekik Yuri melihat Mitha dengan perut buncitnya
"kenapa?" tanya Mitha galak
"jadi benar Hendra Junior mau launching??"
Mitha gemas sekali dan ingin menampol dengan sepatu mulut pria lentur dihadapannya ini.
Bayu hanya menyeringai melihat kehebohan Yuri.
"kalian sudah datang?" Bu Surya tampak keluar dari ruang ganti.
Mitha mengangguk dan melihat ke sekeliling.Benar, ada beberapa orang yang mungkin dari pihak calon mempelai perempuan.
Mitha mendatangi mereka dan menyalami satu per satu.
"selamat siang.." sapa Mitha tersenyum ramah disambut dengan ramah pula oleh mereka.
"ini kakak ipar Dimas," ucap Bu Surya mengenalkan Mitha, kemudian menyusul Pak Surya yang sedang mencoba kemeja.
"cantik, sopan lagi..." kata salah satu dari mereka
Setelah selesai mencoba gaun, Mitha pun memilih duduk di sofa paling ujung, melihat Bayu yang sedang mencoba baju bersama Yuri.
"kuhajar kamu!" desis Bayu membuat Yuri tertawa genit tak takut sedikit pun.
Bayu tampak cemberut saat Yuri membantunya mengenakan kemeja sambil sesekali mencuri menyentuh tubuh Bayu.
Mitha yang tak kuat menahan geli akhirnya tertawa juga melihat tingkah Bayu dan Yuri.
"maaf telat," seru Dimas membuat perhatian orang2 teralih ke arah pintu masuk.
Dimas datang bersama Arin, calonnya.Mitha menatap ke arah mereka, entah kenapa hatinya kurang sreg dengan calon adiknya itu.
Dimas berkeliling menyalami orang2.
__ADS_1
"hai bumil cantik," sapa Dimas menyalami Mitha
"ini Mba Mitha, kakak iparku, istri Mas Bayu.." kata Dimas memperkenalkan Mitha pada Arin.
Arin berjalan mendekat, mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Mitha.
"Arin.." ucap gadis itu tersenyum
"Mitha.." angguk Mitha menyalami Arin
Bayu pun berjalan mendekat,
"calonku Mas," kata Dimas saat Bayu sudah berdiri disamping sofa yang diduduki Mitha.
Mitha mengernyit melihat Arin yang tampak terpesona menatap Bayu.Gadis itu terus saja memandang Bayu tak berkedip.
"ayo pulang," ajak Mitha tiba2 merasa kesal
"capek?" tanya Bayu membantu Mitha berdiri
Mitha melirik Arin yang masih saja memandang Bayu, dan wajahnya berubah seperti orang cemburu saat melihat Bayu menggandeng tangan Mitha.
"aku mau pulang," kata Mitha kesal
"tapi kita mau makan bersama dulu," sergah Dimas
"mau kemana?" Bu Surya mendekat diikuti Pak Surya
"maaf 'bu.. rasanya lelah sekali..apa boleh pulang dulu..?" keluh Mitha
"ya sudah, duluan saja.. nanti ibu pamitkan ke keluarga Arin.."
"iya.. terimakasih.." angguk Mitha meraih tasnya.
Bayu hanya menatap istrinya itu.Sungguh, wanita hamil membuatnya tak habis pikir.Sebentar tertawa, kemudian tiba2 berubah seperti orang badmood.
"hati2 Mas," kata Dimas
Bayu hanya mengangguk dan mengajak Mitha keluar setelah berpamitan dengan orang2.
"kamu kenapa?" tanya Bayu bingung
Mitha melirik sadis ke arah suaminya itu.Apa dia tak sadar kalau calon adik iparnya itu begitu terpesona dengannya?
Ya memang hari ini Bayu tampak tampan dengan kemeja hitam dan jeans, 2 kancing atasnya dibiarkan terbuka memperlihatkan tubuhnya yang putih bersih.
Selama perjalanan Mitha hanya diam, membuat Bayu menjadi salah tingkah karena merasa serba salah.
Sesampainya dirumah, Mitha langsung keluar mobil tanpa menunggu Bayu.
"sudah pulang 'non? Bapak Ibu mana?" sambut Bik Minah
"masih makan2, naik dulu 'ya Bik.. capek.."
kata Mitha menaiki tangga menuju lantai 2.
Bayu tergopoh2 mengikuti istrinya, perut buncit tak menghalanginya untuk bisa berjalan cepat.
"ngapain disini??" sentak Mitha galak
"menemanimu sampai ibu pulang.."
Bayu ikut masuk ke dalam kamar
"aku bukan anak kecil!" omel Mitha
"iya.. kamu wanita seksi yang hamil anakku.."
Bayu menyeringai menatap istrinya yang cemberut.
Di awasi nya setiap gerak gerik istrinya, dan terlonjak kaget saat istrinya itu membanting pintu kamar mandi saat menutupnya.
"sabar..." batin Bayu mengelus dadanya
Bayu berjalan membuka pintu saat mendengar diketuk, dibukanya dan tampak Bik Minah membawa nampan berisi susu dan potongan buah.
"susu sama buah kesukaan 'non.." kata Bik Minah menyerahkannya pada Bayu
"apa dia tidak makan?" tanya Bayu tak melihat piring untuk makan siang
"sejak hamil 'non hanya makan nasi sekali saja 'Mas.. kalau siang sore begini cuma susu sama buah, kadang diselingi biskuit atau roti, mual katanya kalau makan nasi.." jelas Bik Minah
"Bibik turun dulu, kalau Mas Bayu mau makan dimeja seperti biasa.." pamit Bik Minah
"siapa?" tanya Mitha keluar dari kamar mandi, tampak segar sehabis mandi dan berganti baju dengan daster rumahan yang nyaman
"susu dan buahmu.." kata Bayu meletakkannya diatas nakas.
Mitha meraihnya dan duduk di sofa, mulai menikmati buah dan susu nya.
Bayu yang terduduk di pinggir ranjang mengawasi Mitha yang tampak lahap.
"kenapa tidak makan nasi?" tanya Bayu
"mual," jawab Mitha sambil menyuap buah ke mulutnya.
"apa makan buah bisa kenyang? apa anakku juga kenyang?"
"kenapa kamu cerewet sekali? nggak usah sok perhatian!" dumal Mitha menatap Bayu galak
Bayu tersenyum kecut, galak sekali bumil satu ini.
Bayu merebahkan tubuhnya ke ranjang, membuat Mitha langsung memekik marah.
"biar aku tidur sebentar.. aku ngantuk sekali.."
gumam Bayu meraih guling dan memeluknya, menghirup aroma ranjang yang penuh harum istrinya.
"isshhh..nyebelin!" dumal Mitha jengkel.
Mitha melihat Bayu yang sudah terlelap, dengkuran halusnya terdengar memenuhi ruangan kamar yang sunyi.
Mitha beranjak berdiri setelah susu dan buah habis dilahapnya, punggungnya cepat pegal sekarang.
Di taruhnya guling membatasi Bayu, dan Mitha pun berbaring disebelahnya.
Mitha menatap wajah Bayu yang terlelap,tampan sekali.
"apa anakku setampan Bayu 'ya..?" batin Mitha tersenyum dan memejamkan matanya.
*****
__ADS_1