Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 6


__ADS_3

Konsentrasi seorang pria teralih ke arah ponselnya yang bergetar. Tampak nama Amara muncul di layarnya.Dengan malas, pria yang bernama Bayu itu menjawab panggilan di ponselnya.


"ada apa ?" ketus Bayu, duduk bersandar di kursi kerjanya yang empuk


"kenapa kamu tak pernah menelponku atau menemuiku lagi ??" setengah berteriak suara wanita di seberang sana


"aku sibuk," jawab Bayu asal


"bagaimana kalau kita pergi makan siang?"


"sudah kubilang aku sibuk," ketus Bayu lagi


"kau anggap aku ini apa?" si wanita Amara mulai habis kesabarannya.


"tidak lebih dari teman 'kan ? " jawab Bayu sambil menyeringai


Di putus nya sambungan telepon dengan Amara sebelum wanita itu berteriak-teriak


Tak lama ponsel pun kembali bergetar.Bayu membulatkan matanya melihat siapa yang menelepon


"ini aku.." kata gadis di seberang


"ada apa calon istriku ? apa kau merindukan ku ? hemmm?" Bayu menyeringai


"siaalllaaann..."


Entah kenapa Bayu senang sekali menggoda Mitha, apalagi yang di godanya sampai merah padam saking marahnya.


"apa nanti bisa bertemu ?"


"pulang jam berapa nanti aku jemput ?"


"baiklah, tunggu di depan jam 3 ya.."


"iya sayang.."


"kurang ajar!"


Bayu tertawa terbahak- bahak mendengar makian Mitha, dan panggilan pun terputus.


Bayu menahan tawanya membayangkan Mitha yang marah2 sambil mengerucutkan bibirnya.


Bayu pun kembali mengerjakan dokumen2nya yang menumpuk dengan cepat, karena pukul 3 nanti ia akan meninggalkan kantor dan menjemput Mitha.


****


Mitha langsung bergegas meninggalkan ruangan begitu bel berbunyi nyaring tanda jam shift pertama telah selesai.


Setengah berlari Mitha berjalan keluar dari tempatnya bekerja.


Tampak mobil sedan mewah yang dikenalinya terparkir di bawah pohon pinggir trotoar.


Bayu tampak keluar dari mobil begitu melihat Mitha berlari kecil dari spion.


"lama sekali.." protes Bayu melihat Mitha berhenti di depannya


"ayo cepat masuk," ajak Mitha membuka pintu mobil di samping kemudi


"kenapa sih buru2.." decak Bayu mengikuti Mitha masuk ke mobil


'' antar aku ke rumahmu," pinta Mitha


"apartemenku?" tanya Bayu bingung


"rumah ibumu,kamu ini lemot sekali!" omel Mitha


" kamu bilang kan rumahku, rumahku ya apartemen? kalau kamu bilang rumah ibu kan aku.."


"aahhh ... cerewet! ayoo jalan.." teriak Mitha


Bayu menarik napas dalam, benar2 gadis ini!


Baru kali ini ada seseorang yang berani memerintahnya, bahkan orangtuanya saja tidak ada yang berani.


" untuk apa ke rumah ibu..?" tanya Bayu meyelidik


"aku mau bicara.."


"bicara apa? konsep pernikahan kita?"

__ADS_1


"bisa tidak sih kamu tidak menyebalkan?heeee.."


Mitha mengomel lagi sambil menyubit pinggang Bayu gemas.Bayu meringis kesakitan.


"aku lapar.. makan dulu ya..?"


Bayu memasang tampang memelas


"apa tadi kamu tidak makan?"


"tidak sempat, aku ngebut kerjaan tadi, biar bisa jemput calon bini.." Bayu terkekeh


"awas kamu ya??" Mitha hanya mengancam karena tidak ada barang2 di mobil yang bisa di lemparkannya ke arah Bayu.


Merasa menang di atas angin, Bayu memutar kemudinya menuju arah mall.


Setelah beberapa saat mencari tempat parkir, Bayu dan Mitha pun turun dari mobil, berjalan bersisian memasuki mall.


"makan apa?" tanya Bayu melihat sekeliling


"makan miiee ,," seru Mitha antusias


Mitha memang pencinta makanan mie.Suasana hati nya yang sedang buruk pun pasti langsung berubah ceria begitu makan mie.


"apa enaknya makan mie..? makan steak saja ya..?"


"aku pulang !" ancam Mitha


Bayu menarik napasnya lagi , benar2 cuma gadis ini yang mampu membuatnya menurut, bahkan ibunya saja tidak mampu!


Bayu pun mengajak Mitha ke arah restoran yang berada di lantai teratas mall.Bayu sengaja memilih meja dekat dengan jendela,supaya gadis di depannya ini bisa menikmati makanannya sambil memandang kesibukan kota di bawah mereka.


"ada apa?" tanya Bayu geli melihat Mitha membulatkan matanya melihat daftar menu


"kenapa tidak ada harganya?" Mitha menatap Bayu bingung membolak-balik daftar menu


"memang disini warteg?" dumal Bayu


"aku kan ingin tau harga nya, " dengus Mitha


"dasar kampungan,"ejek Bayu menyeringai


Setelah memesan menu, Bayu dan Mitha tampak asyik dengan ponsel masing2.Tak peduli dengan sekitarnya yang ramai.


titittt titititt


Sebuah pesan masuk di ponsel Mitha.Dari Fahri.


Betapa terkejutnya saat Mitha membukanya, tampak foto dirinya saat ini.


"kamu dimana?" ketik Mitha dan mengirimnya ke nomor Fahri sambil memandang ke sekeliling.


"apa dia pacarmu?dia pria dipesta itu 'kan?" balas Fahri


"dia temanku sejak sekolah dulu," balas Mitha cepat


"oh ya? tapi kalian tampak serasi ?" balas Fahri lagi


"matamu pasti sudah rabun!" Mitha mengetik pesan dengan emosi dan mengirimnya.


"apa aku boleh bergabung?" tanya Fahri


"***.."


Belum selesai Mitha mengetik, ponselnya sudah direbut Bayu.


"kembalikan!!" Mitha memekik protes saat Bayu membaca pesan2 nya dengan Fahri.


Mitha bergidik takut saat Bayu menatapnya tajam sambil mencengkram ponselnya.


Rahangnya yang kokoh tampak mengetat saat seorang pria berjalan mendekat ke arah meja mereka.


"Fahri !" seru Mitha senang seperti melihat dewa penyelamat.


Mitha menatap tanya saat melihat penampilan Fahri yang tidak seperti biasanya.


Ia berpakaian formal, seperti Bayu.Mereka berdua tampak sama2 tampan!


"Bayu, kenalkan, ini Fahri, dia temanku, kalian pernah bertemu di pesta kemarin," ucap Mitha memperkenalkan mereka lagi

__ADS_1


" aku tahu," kata Bayu pelan dengan nada yang tak biasa


"Fahri.." Fahri pun mengulurkan tangannya, yang langsung di sambut oleh Bayu


"Bayu, calon suami Mitha," kata Bayu membuat Mitha melongo


Sepersekian detik Fahri tampak terkejut, kemudian tampak biasa lagi, senyum menghiasi wajahnya.


"well.. aku ketinggalan berita bahagia ternyata.."


Bayu melepas genggaman tangan Fahri yang erat.


Seringai berbahaya menghiasi wajah Bayu yang tampan.


"datanglah ke acara resepsi kami besok.." kata Bayu, Fahri tersenyum, sementara Mitha semakin melongo


"tentu..apalagi Mitha teman dekatku.."


"kami tunggu kedatanganmu dengan senang hati.."


Kedua pria tampan itu sama2 tersenyum, membuat Mitha seperti orang bodoh di antara mereka.


"apa kamu sudah makan ? ayo makan sama2.."


Mitha mencoba mengurai suasana yang terasa kaku.


"makanlah..semoga kalian cocok dengan masakan koki nya..." Fahri menolak halus


"apa koki nya temanmu?" tanya Mitha semangat


"iya.. semua pegawai di sini adalah temanku, karena resto ini milikku.." jawab Fahri tersenyum


Mitha kembali melongo.Bayu tampak mendengus.


"apa?" Mitha tersentak kaget


" aku harus pergi sekarang, selamat menikmati,"


Fahri tampak mengundurkan diri, meninggalkan Mitha yang masih shock dan Bayu yang tampak menahan amarahnya


"ayo pulang !" ajak Bayu menarik Mitha pergi


"katanya lapar ? bagaimana makanannya..."


Bayu tak menggubris Mitha, terus melangkah menuju kasir yang langsung di berinya sebuah creditcard untuk membayar makanan yang bahkan belum sempat di sajikan.


" kamu kenapa sih ?" tanya Mitha jengkel


Bayu tak juga melepas genggaman tangannya.Masih saja terus melangkah dengan diam.


Panas sekali rasa di dadanya saat bertemu Fahri tadi.Apalagi melihat keakraban yang terjalin di antara mereka.


"masuk!" titah Bayu keras, membuat Mitha yang ingin mengomelinya langsung terdiam


"seharusnya aku yang marah kenapa dia yang marah? dasar pria aneh!" batin Mitha menatap Bayu yang tampak mengitari mobil dan masuk duduk dibelakang kemudi.


Bayu melirik sekilas ke arah Mitha yang tampak mengelus tangannya yang memerah.


ciiiiiiitttttt


Bayu mengerem mendadak saat tiba2 sebuah mobil lain melintas dihadapannya tak berarah.


"aooowww.." pekik Mitha yang terdorong ke depan dan kepalanya membentur kaca


"kamu tak apa2 ?" seru Bayu terkejut


" apa kamu tak lihat kepalaku benjol?!!" teriak Mitha


Bayu bergegas keluar dari mobil untuk meluapkan amarahnya, Mitha pun ikut keluar untuk mengomeli pengemudi mobil liar yang membuat kepalanya benjol.


Mitha yang berpikir Bayu pasti akan mengamuk malah menjadi bingung saat melihat Bayu yang hanya berdiri diam seperti melihat hantu.


"maaf...aku hilang kendali..."


Sesosok wanita bertubuh ramping dan berambut panjang berwarna coklat tampak berjalan mendekat.


"Nadia..." suara Bayu tercekat.


*****

__ADS_1


__ADS_2