
setelah Ryu masuk kedalam mobil ia melirik via tidak mengenakan sabuk pengaman, Ryu menarik nafas.
"apa kamu tidak pernah naik mobil heemh.." Ryu mendekatkan tubuhnya ke Arah via hendak memasang sabuk pengaman,
sementara via membulatkan matanya kemudian mendorong kasar tubuh Ryu hingga punggung Ryu terbentur pintu mobil
"bruk....ah..." Ryu meringis kesakitan
"inget ya jangan mencari kesempatan dalam kesempitan!!"
"aku cuman mau pasangin seat belt aja jangan ke Pedean ya.."protes Ryu sambil mengelus Elus punggungnya.
" ya kamu tinggal bilang aja pake seat belt nya. apa susah nya"
" ya.. maksud aku... sebagai pacar kamu aku seharusnya berinisiatif. lagian pasangan kekasih biasanya seperti itu kan?"
bukan nya via menjawab ucapan Ryu dia justru menatap tajam, Ryu pun ketakutan dengan tatapan tajam via.
"ke..kenapa kamu liat aku kayak gitu."
via masih tidak menjawab ia pun kembali mengarahkan wajah nya kedepan.
__ADS_1
dengan sigap Ryu kemudian menyalakan mesin mobil hingga melajukan mobilnya ke arah tujuan. sepanjang perjalanan sekitar 15 menit via sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Ryu merasa tidak enak dengan apa yang ia perbuat mengaku sebagai kekasih via padahal dia sendiri tidak meminta via sebagai kekasihnya, namun Ryu akui ada sedikit getaran perasaan lebih untuk via,
merekapun sampai di tempat tujuan di sebuah Restoran Romantis.
di dalam hati via kenapa Ryu mengajak dirinya ke tempat seperti ini dimana banyak pasangan kekasih maupun suami istri yang berkunjung ke tempat ini. " ah... sudahlah" gumam via.
via keluar mobil dan menutup pintu mobil sedikit keras, Ryu sempat kaget karena pintu mobilnya di banting cukup membuat dirinya kaget, ia berjalan menuju via. kemudian Ryu meraih tangan via, tangan via yang berontak di genggam erat oleh Ryu.
" udah.. jangan marah marah yuk masuk aku udah lapar banget!" Ryu mengajak via sambil menarik tangan via hingga langkah kaki via mengikuti kemana Ryu akan membawanya.
setelah sampai di meja yang telah di resvarasi Ryu mempersilahkan via duduk kemudian diikuti Ryu duduk di hadapan via.
"eh...."refleks via menghindar, kemudian via mengambil tissue yang ada di tangan Ryu
"aku bisa sendiri" jawab via datar
"kamu kepanasan perasaan ruangan ini cukup sejuk apa aku minta pelayan buat naikin pendingin ruangan nya?"
"emh...enggak nggak usah kok..." via berusaha menormalkan kondisi tubuhnya.
Ryu memanggil pelayan untuk memesan makan. sambil menunggu pesanan datang Ryu membuka suara.
__ADS_1
"dari tadi kamu diem aja kenapa?" tanya Ryu dengan lembut.
"berengsek kenapa dia jadi lembut gitu gue kan jadi gugup, terus tatapan matanya kenapa membuat hati gue berdegup kencang. ah....sialll " ucap via dalam hati
" kenapa kamu nggak Jawa perkataan aku?"
"emh..nggak apa-apa. aku masih kesal!"
"kesal? kesal kenapa?" tanya Ryu merasa tidak bersalah
"kamu bilang kesal kenapa? harusnya kamu pikir kenapa kamu ngaku ngaku jadi pacar aku heemh..? sampai ngaku ke semua orang yang ada di rumah lagi terlebih mamah aku!!"
via berucap meluapkan emosi nya sedari tadi ia pendam
" ya emangnya kenapa kalau kamu jadi kekasih aku?" Ryu seolah tidak peduli dengan ocehan via
"kamu gila hah!! aku memang belum pernah
pacaran tapi aku juga tau seseorang menjalin kasih itu ada perasaan di antara keduanya!!"
kali ini Ryu tidak langsung menjawab ia pun berfikir ada benarnya juga ucapan via kalau menjalin kasih itu harus ada perasaan di antara keduanya. sebenarnya perasaan lebih mulai muncul ketika ia bertemu dengan via pertama kali satu bulan yang lalu. setiap malam ia selalu terbayang wajah via hingga ia meminta kepada Raga untuk mendekati via dengan alasan untuk mencari keberadaan putri.
__ADS_1