
Mitha terjaga, merenggangkan tubuhnya yang terasa letih luar biasa.
Diliriknya jam di atas nakas yang menunjuk pukul 09.15.
Baru kali ini ia bangun sesiang ini.
Pintu kamar mandi terbuka, tampak Bayu keluar dari sana hanya dengan handuk yang melilit pinggulnya.
"sudah bangun?" tanya Bayu menatap dada Mitha yang terbuka karena selimut yang melorot sampai dipinggangnya.
"kamu mau menggodaku ya?" tanya Bayu menyeringai tampan
Mitha yang sadar arah pandang Bayu langsung menarik selimut hingga ke lehernya.
"dasar mesum!" omel Mitha cemberut
"kenapa? aku sudah lihat semua, merasakan semua.." kekeh Bayu tersenyum sambil meraih ponselnya.
"mandilah, Samuel akan datang mengantar bajumu.." titah Bayu
Mitha mengangguk dan melilit selimut ke tubuhnya.
*****
Mereka sarapan bertiga di hotel, sebelum cek out dan pulang ke rumah.
Samuel merasa salah tingkah ikut sarapan bersama pasangan lama yang kembali seperti pengantin baru.
"saya akan tunggu di bawah 'Pak..." pamit Samuel undur diri begitu menghabiskan sarapannya.
Bayu menatap Samuel sambil tersenyum menyeringai karena jomblo abadi itu tampak salah tingkah.
" apa yang lucu?" tanya Mitha bingung
"apa kamu mau bercinta lagi sebelum pulang?"
"issshhh menyebalkan!" Mitha mencubit pinggang Bayu gemas
"aku ingin punya banyak anak," kata Bayu meraih tangan Mitha dan mengecup punggung tangannya membuat Mitha tersipu.
"mau ya?"
"ogah!"
Mitha meminum air putihnya dan berjalan kembali ke kamar untuk membereskan barang2nya.
Bayu mengekornya dan langsung memeluk Mitha dari belakang.
"aku mau lagi..." bisik Bayu mengecup leher Mitha dan menyesapnya lembut.
"dasar bucin!" gerutu Mitha memukul tangan Bayu yang melingkari tubuhnya gemas.
Bayu langsung saja mendorong Mitha ke ranjang dan mencumbunya..
*****
"saya sudah menunggu 2 jam Pak..." keluh Samuel melihat Bayu dan Mitha keluar dari lift sambil bergandengan tangan.
"memang aku peduli?" ketus Bayu
Samuel menghembuskan napasnya kesal.
"maaf ya Sam, membuatmu menunggu lama..."
Mitha meminta maaf pada asisten Bayu yang tampak cemberut itu.
Samuel tampak kembali sumringah, karena Mitha meminta maaf padanya.Mengerti kekesalan hatinya.
"tidak apa2 'bu...saya sudah terbiasa menunggu lama.." geleng Samuel tersenyum
Bayu sampai menaikkan alisnya melihat mood buruk Samuel langsung berubah seketika karena permintaan maaf Mitha.
__ADS_1
"dasar jomblo abadi!" dengus Bayu
"tidak apa2 Pak, mending jomblo daripada gila karena punya istri.." sahut Samuel tak mau kalah
"kamu menyindirku?" bentak Bayu
"tidak Pak...hanya perasaan Bapak saja..."
"dasar asisten sialan!"
"sialan2 begini bisa back up kerjaan Bapak yang tidak beres Pak..."
"masih membantah??!"
Mitha menghela napas berat melihat perdebatan Bayu dan Samuel.
"aku pulang naik taksi saja, capek sama kalian!"
"eehh..sayang, tunggu!" Bayu langsung berlari menyusul Mitha yang sudah melenggang pergi.
"huuhh, dasar suami takut istri!" dumal Samuel ikut berlari untuk mengambil mobil.
*****
"kalian ini darimana saja jam segini baru ke sini?"
Bu Surya mengomel melihat kedatangan Bayu dan Mitha yang menjelang siang.
"maaf bu, tadi macet.." kata Mitha berhambur ke ruang tengah dimana Daniel berada.
"mamamama," riang Daniel senang melihat Mitha.
Wajahnya belepotan buah yang sedang dimakannya.
"naknak," riangnya lagi memamerkan kedua tangannya yang belepotan buah.
"enak ya? maaf ya mama telat..." ucap Mitha menoel pipi chubby anaknya.
"ayo bersih2 dulu, biar mama istirahat," kata Bik Minah.
"biar aku saja 'bik..Daniel mau aku ajak pulang.."
"pulang? bukannya non tinggal disini?"
"aku pulang ke rumah papanya Daniel bik..sebentar lagi Dimas juga akan pulang bersama istrinya ke sini.."
"jangan2 Mba Mitha pulang karena Mas Dimas tinggal disini?" selidik Bik Minah
"tidak Bik.. aku sudah bilang sama ibu akan pindah ke rumah baru sejak lama, aku tidak mau merepotkan ibu lagi.." jelas Mitha
"haahhh..Bibik pasti kangen tuan kecil ini!" sedih Bik Minah menatap Daniel
"aku pasti sering ke sini, Bibik juga boleh main ke rumah Daniel..." hibur Mitha
Mitha bergegas membawa Daniel ke atas untuk dibersihkan, mengganti bajunya dengan yang bersih.
"ambil barang yang penting saja, sisanya biar disini," kata Bayu memasuki kamar.
Mitha mengangguk dan mendudukkan Daniel ke ranjang sambil memakaikan sepatu.
"gantengnya anak papa...seperti papa ya??" seru Bayu melihat Daniel yang meringis memamerkan gusinya yang masih ompong.
"gantenglah, ibunya saja cantik kok.." kekeh Mitha
Bayu duduk diranjang, meraih Daniel dan menciuminya.
"Daniel mau adik cewek apa cowok??"
"wokwok.." seru Daniel tertawa geli karena diciumi
"cowok?? oke, bilang mama dulu.." riang Bayu
__ADS_1
"isshh nyebelin!" gerutu Mitha berlalu untuk mengepak barang2 penting ke dalam koper.
Setelah selesai, mereka pun turun ke bawah untuk berpamitan.
"kenapa sih buru2?" tanya Bu Surya
"sudah mau sore bu..capek mau istirahat.. " jawab Bayu sambil menarik koper Mitha
"memang kalian ngapain nginap di hotel? baru juga pulang," gerutu Bu Surya
"lembur buat adik Daniel lah.." jawab Bayu
Mitha langsung menunduk malu.
"dasar anak tidak tahu malu!"
Pak Surya yang baru tiba pun tampak terkejut melihat Bayu memasukkan koper ke mobil dibantu Samuel.
"mau kemana kalian?"
"mau pulang 'yah...maaf selama ini merepotkan.."
Mitha mencium punggung tangan Pak Surya
"kenapa tidak tinggal disini saja?"
"sayang rumahnya...beli mahal tidak ditempati.."
Pak Surya menatap Bayu dan Mitha berganti2.
"benar kalian mau tinggal disana?"
"iya 'yah...mohon doa restunya..."
"Ya sudah kalau itu keputusan kalian..Ayah tidak akan melarang.."
Bayu dan Mitha tersenyum.
Diciumnya punggung tangan Pak Surya dan Bu Surya.Bik Minah yang ikut mengantar sampai depan rumah terlihat mengusap pipinya.
*****
Bik Nar menyambut di depan pintu begitu mobil yang ditumpangi Bayu dan Mitha berhenti di halaman.
"aiisshh Tuan kecil...Bibik kangen.." seru Bik Nar melihat Daniel yang tertawa sambil bertepuk tangan.
"aku langsung pergi ya, ada perlu sebentar.." kata Bayu menyerahkan koper pada Bik Nar yang langsung membawanya ke dalam.
"mau kemana?" tanya Mitha
"ketemu klien sebentar...ada masalah penting.."
"klien apa wanita lain?" tiba2 saja Mitha merasa perasaannya tak enak.
"klien, sayangku...aku sudah kapok urusan sama wanita selain istriku.."
Bayu memegangi wajah Mitha dan mengecup bibirnya.
"kita sudah terlambat Pak..." kata Samuel mengingatkan.
"aku pergi dulu sayang.." kecup Bayu lagi dan bergegas masuk ke mobil.
Mitha hanya memandang kepergian Bayu dengan perasaan tak enak.
"sejak Non tinggal disini Bapak jadi semangat kerja Non.." terang Bik Nar
"oh ya?" tanya Mitha mengikuti Bik Nar masuk ke dalam rumah.
"Bapak juga banyak senyum sekarang, kalau dulu bawaanya marah terus, sampai kasihan sama Mas Samuel yang sering jadi sasaran amukan Bapak.."
Mitha termenung, masih saja perasaannya merasa tak enak.
__ADS_1
*****