
Sore hari yang cerah, Mitha mengajak Daniel untuk piknik kecil di taman kompleks perumahan.
Hanya mereka berdua, karena Ayah dan Ibu sedang mengurus gedung resepsi bersama Dimas,sementara Sherly pun berada dikampus.
Reina membawa tikar kecil, beberapa makanan dan minuman ringan.
Daniel tampak senang bisa berguling2 di atas rumput taman yang lembut, mengundang beberapa orang yang juga berada di taman kompleks tertawa melihat ulah si bayi montok.
"mamama...ung..ung.." celoteh Daniel sambil menunjuk kupu2 yang hinggap di atas bunga.
"itu kupu2 sayang...cantik ya..?"
"cantik seperti ibunya..."
Mitha terlonjak kaget.Ayah si bayi sudah berdiri dibelakangnya.
"papapa.." riang Daniel bertepuk tangan
"apa yang kamu lakukan disini?" tanya Mitha bingung karena Bayu langsung ikut duduk bersamanya di atas tikar, masih mengenakan setelan kerjanya.
"kangen anak lelakiku..." jawab Bayu tersenyum meraih Daniel yang tertawa geli karena diciumi ayahnya.
"ibunya juga..." ucap Bayu tersenyum menatap Mitha yang mencebikkan bibirnya.
"ish..ish..papapa..." Daniel berceloteh senang.
"ayo pulang sayang...kita mandi..."
Mata Bayu membulat sempurna mendengar kata2 Mitha.
"benarkah yang barusan ku dengar?"
"apa?"
"kita mandi bersama?"
Mitha langsung melotot marah.
"mandi saja dengan cintamu itu!"
"cintaku cuma kamu..."
"arrghhh menyebalkan!" pekik Mitha jengkel
Mitha yang mengulurkan tangan hendak meraih Daniel malah ditepis oleh tangan gemuk si bayi, membuat Bayu tersenyum menang.
"ayo papa antar pulang..."
Bayu meletakkan Daniel ke dalam stroler dan membantu Mitha membereskan barang bawaan.
Mitha mendorong stroler diikuti Bayu yang membawa barang2.
Bik Minah yang sedang menyapu halaman depan rumah tersenyum melihat kedatangan Mitha, dan senyumnya langsung sirna melihat Bayu yang berjalan dibelakang Mitha.
"bantu mandiin Daniel ya bik?" kata Mitha
"itu Ayahnya ikut Non?" tanya Bik Minah bingung
"biarin aja.." dengus Mitha
Bik Minah langsung menerima Daniel dalam gendongannya.
Bayu memilih duduk di bangku taman, dihalaman depan rumah.
Lama berkutat memandikan dan mengganti baju Daniel yang banyak polah tingkahnya.
"papapa..." lengkingnya saat Mitha membawa turun kembali menuju depan rumah.
Bayu tersenyum melihat putranya yang tampan, memakai piyama bergambar pesawat dan harum bedak bayi.
"mandilah..." kata Mitha menolak Bayu yang mengulurkan tangannya.
"tapi bajuku..."
"sudah kusiapkan, aku tidak suka anakku digendong orang dengan baju kotor," kata Mitha ketus
"anak kita.." koreksi Bayu, melangkah masuk ke dalam rumah.
"papapa..." rengek Daniel melihat punggung ayahnya hilang ke dalam rumah.
__ADS_1
"papa mandi dulu, Dani minum susu dulu sama mama ya...?"
Daniel membulatkan matanya melihat botol susu favoritnya.
Mitha membawa Daniel menuju belakang rumah, dimana terdapat gazebo disana.
Gazebo yang menghadap kolam renang tampak teduh dengan pepohonan di samping kiri kanannya.
Mitha merapikan bantal2 kecil yang berada dalam gazebo dan menidurkan Daniel yang mulai mengantuk sambil menyesap susu botol.
Daniel suka sekali jika berada di gazebo ini, karena angin yang berhembus sejuk dari pepohonan sekitar yang rindang.
Bayu muncul dari dalam rumah, sudah berganti pakaian yang telah disiapkan Mitha tadi.
Celana jeans dan kaos berkerah berwarna biru navy.
"apa dia tidur?" tanya Bayu melihat putranya yang tertidur sambil menghisap botol susu.
Mitha mengangguk.Harum tubuh Bayu membuat jantungnya tiba2 berdegub kencang.
Bayu tersenyum saat menunduk menatap putranya.
"apa kita bisa bicara sebentar?"
"bicara saja.." ucap Mitha sambil menepuk2 pantat montok Daniel
"apa Daniel bisa dititipkan Bik Minah sebentar?"
" apa sebegitu pentingnya sampai harus meninggalkan anak untuk bicara?" tanya Mitha
"kalau kamu tidak capek menggendongnya tak apa, mobilku belum aku pasang kursi bayi,"
"mobil?"
"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, untuk bicara..."
"kenapa tidak disini saja..?"
Bayu menghela napas mencoba bersabar.Diraihnya telepon dan menghubungi Samuel untuk menjemputnya.
"ayo, biar aku gendong Daniel," kata Bayu habis kesabaran.
Mitha mengikuti Bayu masuk kembali ke dalam rumah.
Samuel datang tak lama kemudian, memarkir mobil di halaman depan.
"mau kemana Non?" tanya Bik Minah yang melihat Samuel menuruni mobil.
"mau keluar sebentar ya bik.." jawab Mitha sambil menjinjing tas yang langsung diambil alih Samuel.
"Non yakin?" Bik Minah menatap tanya.
"tak apa2 bik..." angguk Mitha tersenyum.
"hati2 ya Non.."
Mitha mengangguk lagi sambil tersenyum, mencoba menenangkan Bik Minah yang tampak khawatir.
Mitha menyusul Bayu masuk ke mobil, dimana Bayu sudah duduk bersandar sambil menggendong Daniel yang pulas.
Samuel mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang tampak padat oleh para pekerja yang p
Mitha mengangguk,
"jika tidak menjadi istrimu,pasti aku masih menjadi bagian dari mereka.." batin Mitha sedih.
"kita mampir dulu ke resto, Sam.." titah Bayu
"baik Pak," angguk Samuel patuh.
Menempuh perjalanan 30 menit, Samuel mengarahkan mobil memasuki halaman resto dengan konsep taman kebun.
"kenapa tidak turun?" tanya Mitha hendak menyusul Bayu yang sudah terlebih turun memasuki resto sambil menggendong Daniel yang terbangun.
"saya tunggu disini saja 'bu.." ucap Samuel canggung.
"turun," titah Mitha melotot galak.
Samuel pun menelan saliva nya takut.Istri Bos nya lebih galak dari bos nya sendiri.
__ADS_1
Samuel mengikuti Mitha memasuki resto dan menuju meja yang terletak ditengah taman berhiaskan bola2 lampu yang menggantung di ranting2 pohon dengan cantiknya.
Bayu sudah duduk di sana, tertawa saat Daniel bersikeras untuk memegang bola2 lampu.
Mitha duduk bersisian dengan Bayu, disusul Samuel yang berseberangan dengan mereka.
Pelayan datang menyambut ramah dan membawa buku menu.
"mau apa 'Sam?" tawar Mitha sambil melihat2 buku menu
"apa saja saya mau 'bu.." jawab Samuel malu2
"dasar laki2 tidak punya pendirian!" sindir Bayu beranjak berdiri dari kursi menuruti Daniel yang tertarik dengan kelap kelip lampu.
Samuel tersenyum kecut.
"memangnya kamu punya?" balas Mitha melirik suaminya tajam.
"ck!" decak Bayu tak suka asistennya dibela Mitha hingga tersenyum sumringah besar kepala.
"pesan apa ibu?" tanya pelayan sopan
"saya mau makanan yang paling mahal dan enak disini, tolong jangan lama2 ya.."
"baik 'bu," angguk pelayan tak kalah sumringah dengan Samuel.
"awas ya gajimu kupotong besok!" ancam Bayu
"isshhh apaan sih!" omel Mitha jengkel dengan Bayu yang tak pernah akur dengan asistennya itu.
"saya salah apa Pak..." gumam Samuel sedih.
Tak lama makanan pun terhidang, melihat Bayu yang tampak repot makan sambil menggendong bayi, membuat Samuel langsung mengambil alih, membiarkan bos dan istrinya itu bersantap terlebih dahulu.
"terima kasih Sam.." senyum Mitha sambil meladeni makan Bayu.
"sudah tugas saya 'bu..." angguk Samuel membawa Daniel berkeliling taman resto.
Biarpun masih terselip luka dihati Mitha, tapi sebagai istri Mitha tetap menjalankan tugasnya melayani suami yang sejak melahirkan ia absen.
"terimakasih 'sayang.." senyum Bayu
"makanlah yang banyak, kamu terlihat kurusan..."
"waktuku habis untuk bekerja.."
Mitha mengangkat bahunya dan mulai bersantap malam.
Mitha lebih dulu selesai bersantap dan mengambil alih Daniel supaya Samuel segera bersantap malam.
"antar kami ke rumah, dan kamu boleh pulang,.."
"iya Pak...mobil bapak sudah saya masukkan garasi, kuncinya ditempat biasa.."
Bayu mengangguk, asisten dan bos itu pun menikmati makan malam bersama, seperti biasa selama beberapa bulan terakhir ini karena istri si Bos ngambek.
Selesai makan malam, perjalanan pun dilanjutkan selama 20 menit dan sampailah mereka di kompleks perumahan elit.
"rasanya tidak asing.." gumam Mitha memandang sekeliling.
"dulu kita pernah ke sini untuk membeli rumah, tapi batal karena istriku shock mendengar harganya.."
"isshhh nyebelin!" dumal Mitha melihat seringai tampan suaminya.
"trus ngapain kita kesini?" tanya Mitha bingung
"pulanglah..."
"pulang? maksudnya?"
"pulang ke rumah..."
"rumah siapa?"
"rumah kita,"
"apa?"
"aku membeli rumah untuk kita..keluarga kecil kita.."
__ADS_1
"haaa???"
*******