
Sinar matahari pagi menembus melalui celah gorden yang tak tertutup rapat.
Mitha terjaga dari tidur nyenyak nya karena merasa silau.Perlahan ia membuka matanya, memandang ruangan di sekelilingnya, Mitha pun terbangun dengan kaget.Ini bukan kamarnya!!
Ruang kamar ini tampak besar dan mewah.Furniture nya juga bukan barang murah.
Dan ada seseorang yang mendengkur halus di sampingnya!
"Bayu..." pekik Mitha keras
Bayu pun terlonjak kaget dari tidurnya.
"apa?apa? ada gempa?" teriaknya linglung belum sadar sepenuhnya
"kenapa kamu tidur di sini???" jerit Mitha histeris
Bayu memandang gadis di sampingnya.
"kamu siapa?" Bayu menyipitkan matanya
"siaaaalllaaann!!"
Mitha memukuli Bayu dengan bantal saking jengkelnya
"aow...aow..tenang2...tenang dulu.." teriak Bayu kesakitan karena terus dipukuli Mitha
"kenapa aku disini ? kamu apakan akuuu ???!!"
Bayu mencengkram tangan Mitha dan menarik tubuhnya hingga terjatuh berbaring kembali ke ranjang
"aku cuma tidur tidak lebih !" desis Bayu
"kenapa aku bisa disini ?" Mitha memberontak dari cengkraman Bayu yang begitu kuat
"kamu tertidur di mobil, aku sudah membangunkanmu tapi kamu tidur dengan pulasnya, karena itulah aku membawamu ke apartemenku,,tidak mungkin aku membopongmu sampai rumahmu 'kan ?"
Bayu menjelaskan panjang lebar, membiarkan Mitha yang terdiam untuk berpikir
"aku bisa dibunuh ayahku kalau tidak pulang.."
Mitha mengisak pelan.Bayangan Ayahnya yang mengamuk membuatnya takut.
"aku akan mengantarmu dan berbicara dengan Ayahmu..tenang saja,aku bertanggung jawab atas salahku.." hibur Bayu mengusap air mata Mitha
"bangunlah..segera mandi, aku akan mengantarmu.." titah Bayu lembut
Bayu terbangun, menatap Mitha yang masih sesenggukan.
''ayolah...kenapa menangis?" keluh Bayu
"aku masih takut..." isak Mitha
"dasar bocah!" ejek Bayu
"apa katamu?'' Mitha mengusap airmata nya
"mandilah..aku buatkan sarapan,"
Bayu berjalan keluar kamar.Mitha pun beringsut turun dari ranjang.
Ia merasa sedikit malu telah menuduh yang bukan2, karena setelah tersadar, ia masih memakai kebaya nya tadi malam.
Mitha berjalan memasuki kamar mandi yang luasnya sama seperti ruang tamu rumahnya.
Mitha terkagum-kagum dibuatnya.Apalagi melihat bath up yang seumur2 baru dilihatnya langsung persis seperti di film2.
Mitha pun bergegas mengisinya dengan air hangat dan menuangkan sejenis aromatherapy dari botol kaca yang cantik di rak sebelah wastafel
"enak juga jadi orang kaya..."geli Mitha norak
Mitha menikmati acara berendamnya, sampai airnya menjadi dingin ia pun masih asyik berendam
"kamu tidur?" Bayu mengetuk pintu kamar mandi,
membuat Mitha terlonjak kaget.
"tidak, aku sudah selesai.." sahut Mitha
"segera keluar,ayo sarapan.."
"okee,"
Bergegas Mitha menyelesaikan ritual mandinya, dan menepuk dahinya keras, teringat ia tak punya baju ganti.
__ADS_1
Dengan cepat disambarnya bathrobe yang tergantung dan Mitha pun beranjak keluar dari sana.
Mengendap-endap Mitha berjalan keluar kamar.
Perutnya langsung keroncongan mencium aroma roti bakar yang sedap.
Bayu menatap Mitha yang mendekat masih memakai bathrobe dan kepalanya terbungkus handuk.
"aku lupa tak punya baju ganti.."
kata Mitha menyadari tatapan Bayu
"kamu bisa pakai bajuku..ada di lemari.."
"aku tidak berani mengambilnya..aku tak selancang itu dirumah orang lain.." geleng Mitha
"aku bukan orang lain.." ejek Bayu, terpesona dengan kesopanan Mitha
"kamu juga bukan suamiku.." ucap Mitha terkekeh
"lalu kenapa kamu tidak belajar menjadi istriku?"
Mitha langsung terdiam, pipinya langsung bersemu merah.
"aku bercanda..kamu bukan seleraku.."
Bayu tertawa keras dan langsung berlari masuk ke dalam kamarnya begitu melihat Mitha sibuk mencari barang yang akan dilemparkannya ke arah Bayu.
"belum pernah ditonjok orang dia !" gerutu Mitha
Mitha duduk dikursi yang berada diruang makan.Di meja sudah tersaji dua piring berisi roti bakar,beberapa selai aneka rasa,juga ada potongan buah dan segelas susu.
"lumayanlah untuk mengganjal perut.." gumam Mitha tanpa permisi mencomot roti bakar yang diolesinya dengan selai coklat.
Baru saja menggigit roti terdengar bel yang berbunyi nyaring, hampir saja Mitha tersedak karena terkejut mendengarnya.
"siapa yang datang ya.." tanya Mitha dalam hati
Mitha pun bergegas masuk kembali ke kamar, berjalan ke arah kamar mandi dan mengetuk pintu nya.
"bel nya berbunyi..ada tamu.." teriak Mitha
"buka saja, paling Bik Nar mau membersihkan rumah.." sahut Bayu dari dalam
Mitha pun kembali ke depan sambil membawa roti bakar.
"sabarrr..." dumal Mitha sambil meraih handle pintu untuk membukanya
"kenapa sih lama sekali ?!"
Mitha terkejut bukan main sampai rotinya terjatuh saat pintu terbuka dan melihat sosok di depannya yang sama terkejutnya dengan dirinya.
Bu Surya membulatkan matanya melihat penampilan Mitha yang tampak habis mandi, dan sekarang Mitha tampak sibuk menepuk-nepuk dadanya karena tersedak roti yang tengah dikunyahnya.
"siapa yang datang ?"
Dan Bu Surya semakin melotot melihat Bayu menyusul keluar hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya.Tubuh atasnya tampak polos dan masih tampak basah sehabis mandi.
"ibu kenapa ga masuk?"
Dimas, adik Bayu bertanya heran melihat ibunya hanya berdiri mematung di depan pintu apartemen kakaknya.
"Ya Tuhaaaannn.."
****
"jujur saja apa yang kalian lakukan di sini ???"
Mitha tampak menunduk takut, sementara Bayu hanya duduk bersandar sambil menyilangkan kaki nya.
"kami tidak melakukan apa2 'bu..." jawab Bayu santai
"kamu ini masih saja mengelak !" Bu Surya semakin meninggikan suara nya.
"dia gadis baik2, kenapa kamu terus membuat ulah, dari dulu tidak berubah !"
Mitha sampai tersentak kaget mendengar suara ibu Bayu yang keras.
"maaf 'bu...kami memang tidak melakukan apa2.."
lirih Mitha mencoba menjelaskan
" tidak usah membelanya Mitha, ibu tahu anak ibu seperti apa.." jelas Bu Surya dengan marahnya
__ADS_1
"sudahlah mas.. ngaku salah aja..." kata Dimas
"kamu harus tanggungjawab !"
"apa?" sahut Mitha dan Bayu serempak
"kalian harus menikah,"
"apaaaa?" Mitha dan Bayu terkejut kembali serempak
Dimas yang melihatnya menahan tawa melihat Bayu dan Mitha yang sama2 melotot ke arah ibu nya.
"ta..tapi 'bu.." Mitha terbata menolaknya
"ibu ini seenaknya saja menyuruhku.."
"kamu sudah diluar batas Bayu!" potong Bu Surya
"ki..kita bisa bicara baik2 dulu 'bu..." sendat Mitha
" tapi tingkah polah anakku tidak bisa baik2 Mitha..biar dia belajar tanggung jawab dengan kelakuannya," ucap Bu Surya sambil mengelus dadanya berusaha untuk bersabar
"ibu mau pulang sekarang, sabtu depan ibu ingin kita bertemu keluarga Mitha untuk memintanya secara resmi.."
Bu Surya pun meraih tas tangannya dan beranjak bangun dari sofa.
Bayu dan Mitha sama2 termenung menatap Bu Surya yang berjalan menuju pintu keluar diikuti Dimas yang senyum2 sendiri.
Bayu dan Mitha berpandangan saat pintu tertutup
" bagaimana ini ?" tanya Mitha lemah
'' apanya ?" jawab Bayu balik bertanya
" kita ..."
"ya sudah menikah saja, beres kan?" potong Bayu
"mana mungkin.." keluh Mitha
****
Bayu dan Mitha kembali menerima amukan saat sampai di rumah Mitha.
Ayah Mitha marah bukan main, anaknya tak pulang kerumah seharian.
"saya akan tanggung jawab 'pak..."
Bayu mencoba menenangkan Ayah Mitha yang masih bersungut marah
"tanggung jawab apa?!!" bentak Ayah Mitha
"saya akan menikahi Mitha 'pak.."
"apa?"
Mitha dan Ayahnya sama2 kaget
"beri saya waktu untuk membicarakannya dengan orang tua untuk melamar Mitha 'pak.."
"apa??" Mitha pun melotot ke arah Bayu tak percaya dengan apa yang didengarnya
"oke saya tunggu kabarmu !"
"Ayah!" protes Mitha
"kita tidak pantas untuk mereka!" teriak Mitha
"apa maksudmu?" Ayah Mitha melotot marah
"Lihat keadaan kita, mereka orang kaya!"
"lalu bagaimana kalau kamu hamil diluar nikah?!"
"apa? ha..hamil..?" Mitha tersendat
Bayu hanya tersenyum melihat perdebatan ayah dan anak itu.
"sudahlah...percaya padaku, semua pasti beres.."
Bayu berbisik sambil menggenggam tangan Mitha
****
__ADS_1