Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 19


__ADS_3

"sudah masuk mobil semua?"


Bu Surya tampak sibuk memastikan semua hantaran untuk acara lamaran Dimas sudah masuk ke mobil yang disediakan khusus untuk membawa ke tempat acara.


"sudah 'Nya," angguk Bik Minah ikut repot dengan Nyonya Besarnya.


Mitha ingin sekali membantu tetapi dilarang oleh Bu Surya, dan hanya menyuruhnya duduk melihat hiruk pikuk orang2.


Bagas dan Rina baru saja datang dengan putri kecil mereka bersama seorang babysitter pengasuh putrinya.Mitha pun menyambut mereka.


"apa calon ponakanku kembar? perutmu besar sekali?" seru Rina menatap perut buncit Mitha


"cuma 1, laki2, lincah seperti bapaknya, muser sana sini," Mitha dan Rina tertawa


"siapa yang lincah?" suara berat pria mengalihkan perhatian mereka.


Bayu baru saja memasuki rumah.Tampan.Dengan rambut klimis dan kemeja batik berwarna hitam dengan motif yang seragam dengan keluarga.


"darimana?" tanya Bagas pada adiknya itu


"dari apartemen," jawab Bayu duduk disebelah Mitha


"Lo? kamu tidak tidur disini?" tanya Bagas lagi


"istriku masih betah disini, belum mau pulang,"


Mitha melirik marah ke arah Bayu, saat perhatian Bagas beralih bergantian ke arahnya.


"kalian ini, sudah mau jadi orangtua masih kayak anak kecil!" omel Bagas pelan


"sudah 'Pah..itu urusan mereka.." ucap Rina menepuk punggung tangan Bagas mengingatkan untuk tidak ikut campur.


"iya 'Mah.." angguk Bagas kembali ke wajahnya yang teduh, emosinya entah hilang kemana.


Mitha membulatkan matanya.Sungguh, kakak iparnya ini tampak begitu memuja istrinya, hanya dengan tepukan lembut istrinya, amarah diwajahnya tadi langsung menguap seketika.


Berbeda dengan pria sebelahnya ini, yang sudah salah masih saja tak bisa berubah!


"mana si bontot?" tanya Dimas bergabung dengan kakak2nya.Benar, Sherly tak nampak diantara kakak2 lelakinya.


"masih di salon, nanti menyusul dengan temannya.."


Bu Surya bergabung dengan anak2 lelakinya dan menantunya.


"ayo, kita berangkat," titah Bu Surya.


Mereka semua mengangguk, dan berjalan keluar rumah menuju mobil masing2.


Pak Surya sudah menunggu di dalam mobil besar mewah miliknya, dibelakang ada mobil Bagas yang sama dengan mobil milik Pak Surya, hanya berbeda warna.


"selamat malam 'bu.." sapa Samuel melihat Mitha keluar diikuti Bosnya.


"Loh..kamu disini?" tanya Mitha kaget


"iya 'bu..Pak Bayu meminta saya membawa mobil.."


Mitha melirik marah ke arah suaminya, karena akhir pekan seperti ini masih menyuruh asistennya kerja meski hanya jadi sopir mobil besarnya itu.


"daripada dia tidak ada acara, lebih baik kan ikut makan2 sama kita 'sayang ?" jelas Bayu takut melihat lirikan Mitha yang sadis


"apa kamu tidak bisa menyetir sendiri?" omel Mitha


"tidak enak bawa mobil ini sendiri.." Bayu ngeles


"mobil satu nya dibawa Dimas.." jelas Bayu lagi sambil menunjuk sedannya yang parkir paling belakang dengan Dimas yang akan masuk ke bangku kemudinya.


"selamat.." Bayu mengelus dadanya melihat istrinya itu hanya mendengus tidak jadi mengomel lagi dan langsung masuk ke mobil.


Samuel menahan tawa melihat atasannya yang begitu garang dikantor tak berkutik dengan istrinya yang hamil besar itu.


"kamu mau gajimu kupotong?!" bentak Bayu melihat Samuel yang susah payah menahan tawanya.Ia tahu, asistennya itu tengah mengejeknya.


"ampun 'Pak.." geleng Samuel cepat2


Bayu masuk ke mobil menyusul Mitha dan duduk disampingnya.


"kamu cantik sekali sayang," puji Bayu menatap istrinya yang memang tampak cantik dengan gaun hamil motif batik dan warna yang sama dengan kemejanya.Istrinya itu tampak menyanggul sederhana rambutnya, memamerkan lehernya, dengan membawa tas kecil berwarna emas dan memakai flatshoes sewarna tasnya.


Sederhana, tapi terkesan mewah.


"aku bukan sayangmu!" gumam Mitha cemberut


"sampai kapan mau marah ?" tanya Bayu mencoba bersabar.


"sampai kiamat!" jawab Mitha ketus


Bayu tersenyum kecut, apalagi melihat bahu Samuel yang berguncang pelan tanda pemiliknya tertawa.


"asisten sialan!" Bayu menendang kursi kemudi dari belakang


"maaf 'Pak.." seru Samuel terlonjak kaget.


"tertawalah, besok gajimu kupotong separuh!"


"tidak 'Pak..saya tidak tertawa.."


Mitha membuang pandangnya keluar, membiarkan kedua orang itu bertengkar sendiri.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, barisan mobil keluarga Dimedja memasuki kompleks perumahan yang tidak terlalu mewah.


Beberapa orang warga sekitar kompleks tampak memandang takjub melihat barisan mobil2 mewah memasuki kompleks perumahan mereka.


"serasa jadi artis dadakan," gumam Mitha membuat Samuel tak bisa menahan tawanya lagi.


"siapa yang menyuruhmu tertawa?" bentak Bayu


"maaf 'Pak.."


"siapa yang menyuruhmu membentaknya?!"


"sayang..?" Bayu terlonjak kaget mendengar suara istrinya itu.Samuel menang di atas angin.


Mobil berhenti di depan sebuah rumah dengan tenda di halamannya.Rasanya terlalu berlebihan hanya untuk sebuah acara lamaran.


Bayu turun lebih dulu begitu pintu mobil bergeser membuka otomatis.Dibantunya Mitha untuk turun dari mobil.


"kamu tunggu disini!" titah Bayu galak


"kamu kenapa sih? kasihan dia habis digigit nyamuk di tinggal sendiri disini!" Mitha mencubit gemas pinggang Bayu yang meringis kesakitan.


"ayo Sam, ikut kami, kamu bisa bantu membawa hantaran," titah Mitha


"baik 'bu!" seru Samuel semangat.


Tak dipedulikannya lagi atasannya malah mengekor dibelakang istri atasannya itu.


"awas kamu asisten sialan!" dumal Bayu mengikuti mereka.


Beberapa orang menyambut kedatangan keluarga besar Bapak Surya Dimedja.Jelas dari raut wajah mereka yang bangga dengan kehadiran keluarga ini.Mereka bisa menjalin hubungan keluarga dengan salahsatu orang yang berpengaruh di kota.


Bayu dan Mitha berjalan paling belakang, bersama Samuel yang membawa hantaran berupa parcel buah.Bayu menggandeng Mitha sambil menyalami beberapa orang yang menyambut.


"mari silahkan.."


"terimakasih.." angguk Mitha tersenyum ramah.


Bayu memilih duduk diluar rumah, mengikuti Bagas.Mereka duduk dalam satu baris kursi yang disediakan.


Para istri duduk ditengah di apit para suami, sementara Samuel dan babysitter duduk di deret belakang kursi tuan dan nyonya.


"mana Sherly?" tanya Rina pada suaminya


"katanya menyusul dengan temannya.." jawab Bagas tak beralih dari layar ponselnya.


"mungkin sama pacarnya.." bisik Mitha pada Rina


Kedua wanita itu tertawa.Rasa penasaran membuat mereka tak sabar menanti kedatangan Sherly.

__ADS_1


Beberapa orang tampak sibuk menyambut kembali sebuah mobil besar mewah berwarna putih yang berhenti tidak jauh dari tempat acara.


Semua orang langsung mengalihkan perhatian, termasuk Bagas dan Bayu.


Mitha mengernyit menatap mobil itu, sepertinya tak asing.Pintu bagian penumpang bergeser membuka, nampak Sherly muncul disana, cantik dengan kebayanya.Wajahnya yang ber make up soft membuatnya mirip dengan si ibu versi muda.


Bukan Sherly yang menarik perhatian, tapi pria yang membantunya turun.


"Fahri ??!" Mitha terkejut bukan main.


Bagaimana Sherly bisa bersama Fahri ? apa mereka teman ? melihat mereka berdua yang berjalan bersisian sepertinya hubungan mereka lebih dari sekedar teman.


"maaf terlambat," ucap Sherly sambil meringis


Mitha berdiri menyambut adik iparnya itu.


"kenapa lama sekali?" tanya Mitha


"itu ojeknya lama!" jawab Sherly merajuk


Fahri yang mengikutinya tersenyum.


"lama tak jumpa.." Fahri menyalami Mitha


"kalian berteman?" tanya Rina melihat Fahri dan Mitha tampak akrab


"iya.. salam kenal, saya Fahri..." angguk Fahri


Rina dan Bagas pun berdiri menyalami Fahri, kecuali Bayu.Tak perlu dilihat pun, Mitha tahu wajah masam suaminya.


Sherly dan Fahri memilih duduk di deret belakang bersama Samuel yang kemudian saling nyambung saat mengobrol.


Acara berlangsung lancar, setelah bertukar cincin, acara pun dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam.


Dimas dan Arin tampak keluar dari rumah dan menyalami handai taulan yang datang.


"terima kasih Mas Mba, sudah datang.."


Arin menyalami satu per satu dan berhenti sejenak di hadapan Bayu membuat Mitha memicingkan mata.Apa maksudnya??


Perhatian Mitha teralih saat makanan datang apalagi sejak tadi perutnya terus ditendangi baby yang mungkin lapar.


"mau?" tanya Mitha menawari Bayu yang hanya minum teh hangat.


"tidak lapar, makanlah biar anakku kenyang.."


Mitha menghela napas, tahu alasan kenapa suaminya tak lapar.


"ayo aku suapi.." bujuk Mitha


Bayu langsung menatap istrinya itu kaget.Dari judes sekarang merayu.Apa semua wanita hamil bisa bersikap angin-anginan tak jelas seperti itu?


"nanti saja pulang kita mampir restoran.." tolak Bayu jual mahal setelah dijudesi tadi.


"aaa...." Mitha mendekatkan sendok ke mulut suaminya seperti menyuap ke anak2.


Bayu pun membuka mulutnya menerima suapan istrinya, membuat saudara2nya yang melihat tertawa geli.


Si pria bar2 tak berkutik menghadapi istrinya!


Acara pun selesai dengan berpamitannya keluarga Bapak Surya Dimedja.


Rombongan pun meninggalkan rumah keluarga Arin, menunggu mobil masing2 yang berbaris rapi.


"jangan pulang malam2!" titah Pak Surya pada Dimas yang akan tinggal sebentar.


"siap Pak Bos!" kata Dimas sambil memberi hormat


Pak Surya memasuki mobilnya diikuti Bu Surya,


"Mitha, ayo masuk, Bayu kan pulang ke apartemen," kata Bu Surya melihat Mitha masih berdiri di samping Bayu, menanti Samuel mengambil mobil.


"ibu pulang saja dulu, aku akan mengantarnya," kata Bayu menatap ibunya memelas, tak rela berpisah dengan istrinya.


"antar ke rumah, bukan apartemen!" titah Bu Surya galak.


Mobil yang dikendarai Pak Saleh pun berjalan lebih dulu, disusul mobil Bagas.


"ayo pulang !" kata Bayu menarik lengan Sherly


"iissshh..Mas apaan sih!" sentak Sherly menarik tangannya.


"mau kemana kamu!" hardik Bayu keras


"Mas Fahri yang akan mengantarku, Mas Bayu pulang saja dulu," jelas Sherly mengamit lengan Fahri


"apa?" Bayu langsung melotot marah


"aku akan mengantarnya sampai rumah dengan selamat.." ucap Fahri


Mitha menarik tangan Bayu saat Samuel sudah parkir dihadapan mereka.


"ayo pulang...perutku rasanya kram..."


"kali ini kamu selamat!" desis Bayu menatap tajam Fahri dan membantu Mitha memasuki mobil.


"ayo ke rumah sakit," kata Bayu mengelus perut Mitha tanpa permisi lagi saat mobil sudah berjalan


"untuk apa?" tanya Mitha


"katanya perutmu kram?" jawab Bayu bingung


"Ooh...sudah sembuh.." kata Mitha cuek


Bayu mengernyit.Jangan2 istrinya ini cuma pura2 untuk menyelamatkan adik dan temannya itu!


"baby nya pingin di sentuh ayahnya..makanya kramku langsung sembuh..." jelas Mitha cepat2


melihat Bayu yang menatapnya tajam.


"benarkah?" wajah Bayu langsung melunak


"selamat....," batin Mitha tersenyum.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena jalanan yang tampak lengang.


Tak perlu waktu lama, mereka pun sampai dirumah orang tua Bayu.


"tak perlu mengantar, aku mau langsung tidur.."


kata Mitha melihat Bayu turun.


"aku mau menunggu Sherly pulang sambil minum kopi sebentar.."


"hahhh celaka.." batin Mitha


Pasti suaminya ini akan melanjutkan masalah tadi, karena Mitha sendiri pun terkejut melihat Sherly yang tampak dekat dengan Fahri.


"ayo..." kata Mitha menggandeng tangan Bayu, membuat Bayu sumringah.


"apa ingin minum kopi juga Sam?" tawar Mitha


"terima kasih 'bu.. saya mau langsung pulang.."


"bawa saja mobilnya pulang, sudah malam.."


Bayu menoleh menatap istrinya.


"lalu Bapak pulangnya bagaimana 'bu?" tanya Samuel bingung


"jemput saja besok pagi disini lagi?" jawab Mitha


"aku boleh tidur disini?" tanya Bayu kaget


"hati2 'Sam..jangan ngebut," kata Mitha tak peduli dengan pertanyaan suaminya itu.


"baik 'bu.. selamat malam," pamit Samuel kembali menjalankan mobil keluar halaman rumah.

__ADS_1


"aku harus menyelamatkan Sherly dari Bayu," batin Mitha.


"aku mau tidur.. temani aku.." rengek Mitha menggandeng Bayu memasuki rumah.


Rumah sudah tampak sepi, hanya Bik Minah yang menyambut mereka.


"ayah ibu sudah tidur?" tanya Mitha


"sudah 'non.. Mas Bayu ?"


"aku mau nginap disini," ucap Bayu menatap Mitha


"aku yang minta 'Bik.. mungkin bawaan bayi.."


Mitha mencari alasan yang masuk akal melihat asisten rumah tangga itu mengernyit penuh tanya.


"baiklah...apa mau minum susu dulu?"


"nanti aku buat sendiri, Bibik tidur saja.."


"baiklah karena ada ayahnya bayi, Bibik tinggal dulu...selamat istirahat," angguk Bik Minah , pamit meninggalkan Mitha dan Bayu yang termenung.


Mitha berjalan ke arah dapur diikuti Bayu.


"duduklah, aku buatkan susu.." titah Bayu menarik kursi yang tersedia di dapur.


"berapa takarannya?" tanya Bayu meraih boks susu untuk ibu hamil itu


"3 sendok saja, air hangat.." jawab Mitha mengawasi suaminya itu


"baik nyonya," angguk Bayu tersenyum


Mitha terus mengawasi suaminya, hatinya yang beku rasanya mulai mencair melihat perilaku suaminya yang perhatian, atau lebih tepatnya mencari perhatiannya.


"apa mau buah?" tawar Bayu meletakkan susu dihadapan Mitha kemudian membuka kulkas besar disampingnya.


"no.. aku sudah kenyang.." geleng Mitha


Dihabiskannya susu dengan tegukan besar2.


Terdengar suara deru mobil berhenti didepan membuat Mitha kalang kabut.


"itu pasti Sherly, sebentar aku ingin menemuinya!"


Bayu yang bergegas keluar dapur langsung ditarik Mitha.


"aduuuhh.. perutku kram lagi.." rengek Mitha


Bayu berhenti dan menatap istrinya yang tampak meringis sambil mengelus perutnya.


"mana yang sakit?" tanya Bayu khawatir


"ayo tidur saja.." rengek Mitha


"tapi Sherly.."


"dia itu sudah besar! ayo..." Mitha menarik tangan Bayu mengajaknya ke lantai 2, dimana kamarnya berada.


Bayu menghela napas mengikuti istrinya.


Sesampainya dikamar, Mitha langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih2 meninggalkan Bayu yang langsung duduk di sofa.


Tak lama, Mitha keluar dari kamar mandi, harum sabun dan tampak cantik dengan baju tidurnya yang tipis dan tampak menerawang, membuat Bayu menelan saliva nya.


"kalau mau mandi, air hangatnya sudah kusiapkan,"


kata Mitha berjalan ke arah meja rias untuk perawatan wajah dan tubuhnya.


Bayu hanya mengangguk saja dan berlalu.


Tak sampai 15 menit Bayu sudah keluar dari kamar mandi, hanya memakai boxer dan bertelanjang dada.Rambutnya masih basah.


Dan Mitha pun tertegun menatap tubuh Bayu dari cermin meja riasnya.Tampan sekali suaminya ini.Ingin sekali memeluk tubuhnya yang putih bersih itu!


"mau kemana?" tanya Mitha bingung saat Bayu mengambil bantal ditempat tidur


"tidur disofa? kenapa?"


"kenapa tidur disofa?"


"lalu aku tidur dimana?" tanya Bayu berkacak pinggang menatap Mitha yang berhenti mengoles lotion di tangannya.


"tentu saja tempat tidur?" kata Mitha berdebar


"apa boleh?" Bayu menyeringai tampan


"kenapa tidak boleh?"


"jadi kamu sudah memaafkanku?"


"jangan harap!" omel Mitha galak


Bayu tertawa melihat istrinya itu cemberut.


"tidurlah, aku mau lihat pesan dulu,"


Bayu kembali berjalan ke arah sofa dan meraih ponselnya.


Mitha pun segera naik ke ranjang begitu ritualnya selesai.Di tatanya bantal2 supaya tidurnya nyaman.


Mitha meraih ponselnya, karena belum mengantuk dan berniat untuk menonton drama favoritnya.


Diliriknya Bayu yang tampak serius menatap ponselnya, dan Mitha terkejut saat tiba2 Bayu meletakkan ponselnya dan berjalan ke arahnya.


Ditariknya selimut dan naik ke ranjang, berbaring disamping Mitha setelah mengganti lampu tidur.


"goodnight Boy.." kata Bayu sambil mencium perut buncit Mitha.


Mitha tertegun dengan perlakuan Bayu, merasakan getaran aneh ditubuhnya.


"lalu ibunya?" tanya Mitha


"apa?"


"ciuman selamat malamnya?"


Gila!! apa yang kukatakan?? jerit Mitha dalam hati


"aku tidak berani jika lepas kendali.." ucap Bayu hati2 takut istrinya yang angin2nan itu tersinggung.Mitha meletakkan ponselnya di atas nakas,dan dengan gilanya Mitha meraih wajah Bayu dengan kedua tangannya dan mengecup bibirnya lembut.


"selamat malam.." bisik Mitha dan berbaring membelakangi Bayu.


Bayu tersentak kaget dengan perlakuan Mitha.


Tanpa permisi lagi Bayu tidur memeluk Mitha dari belakang, mencium tengkuknya, membuat si empunya menggelinjang geli.


Bayu semakin tak kuasa menahan rindunya saat tangannya merambat naik dan mendapati istrinya itu tak memakai bra.


"kenapa kamu tak pakai bra.." erang Bayu parau


"rasanya dadaku sesak kalau memakainya saat tidur.." bisik Mitha terdengar serak menahan gejolak aneh dalam tubuhnya.


"apa aku boleh..."


"apa?" tanya Mitha geli merasakan kecupan2 Bayu ditelinganya.


"menengok anakku?" tanya Bayu membalik tubuh Mitha menghadapnya.


"aku tak tahu.." jawab Mitha serak


Bayu sudah menatapnya dengan penuh gairah yang memuncak.


"aku akan pelan2..." parau Bayu dan menunduk mencium bibir istrinya.


"Sherly...kamu hutang cerita banyak padaku!"


batin Mitha dan melebur bersama Bayu.

__ADS_1


*****


__ADS_2