
"maaf 'Pak, diluar ada tamu yang mencari Bapak.."
Bayu yang fokus menatap laptop nya mendongak ke arah Samuel yang berdiri dihadapannya.
"siapa?" tanya Bayu mengingat jadwal hari ini tidak ada agenda untuk menerima tamu.
"Tuan Gama," jawab Samuel setengah takut melihat wajah Bayu yang langsung mengeras mendengar nama tamu yang ingin bertemu dengannya.
"suruh masuk," titah Bayu kembali ke wajah datarnya.
"baik 'Pak," angguk Samuel kembali keluar ruangan
Bayu duduk bersandar dikursi kebesarannya, menyilangkan tangannya saat menatap pintu ruangannya yang terbuka.
Samuel masuk diikuti seorang pria yang amat sangat dikenalnya.Suami mantan kekasihnya.Pria yang dinikahi Nadia.Pria pilihan keluarganya yang jauh lebih baik dari seorang Bayu.
"tetaplah disini Sam," titah Bayu tegas
"baik 'Pak," angguk Samuel dan berjalan ke belakang kursi Bayu dan berdiri di sana.
"ada perlu apa Tuan Gama datang ke sini?" tanya Bayu tetap duduk dikursinya, bahkan ia pun tak menjabat dan mempersilahkan tamu nya duduk.
"aku hanya ingin minta tolong padamu,"
"tolong?"
"kembalilah bersama Nadia," kata Tuan Gama dengan wajah datar.
"apa?" Bayu melotot marah
"dia seperti orang depressi sejak kembali dari kota ini, dan terus menyebut namamu disetiap mengigau dalam tidurnya," lirih Tuan Gama
"lelucon apalagi ini!" teriak Bayu
"kembalilah bersamanya!" teriak Tuan Gama
"maaf aku tidak bisa," geleng Bayu
"kenapa?! bukankah kalian saling mencintai?"
"aku sudah menikah!" bentak Bayu
"info dari orangku,istrimu meninggalkanmu karena memergoki kalian sedang bermesraan! bukankah Tuhan sudah mengatur kembalinya cinta kalian?"
Bayu menggebrak mejanya keras.
"bicaramu sudah diluar batas!" desis Bayu
"kenapa? tak perlu gengsi jika masih mencintai istriku, bukan , calon mantan istriku,"
"apa?"
"aku akan menceraikannya jika kamu mau menerimanya kembali!"
Bayu dengan cepat berdiri dan berjalan mendekati pria yang tengah menyeringai dihadapannya.
Dicengkeramnya kemeja pria itu dengan erat.
"jaga bicaramu!" desis Bayu penuh ancaman
"bukankah aku bermurah hati? aku melepas istriku supaya bisa kembali ke cinta matinya? membiarkan anakku tidak memiliki ibu karena keegoisan cinta kalian?"
Bayu langsung meninju wajah lelaki itu, hingga terhuyung ke belakang.Darah segar mengalir dari bibirnya yang robek.
"tenang 'Pak.." Samuel langsung berlari menahan tubuh Bayu mencegah baku hantam yang lebih parah.
"minggir Sam! biar kuhajar laki2 ini!" teriak Bayu.
"nanti bisa terjadi masalah 'Pak.." sergah Samuel
berusaha menahan Bayu yang sudah merah padam karena emosi.
"pikirkan baik2 kemurahanku," kata Tuan Gama sambil mengusap darah yang mengalir dari bibirnya.
"aku tak akan pernah sudi menerima kemurahanmu yang murahan itu!" teriak Bayu
"setinggi itukah harga dirimu?" sinis Tuan Gama
Samuel menarik tubuh Bayu yang hendak maju untuk memukul lawannya itu.
"mungkin jika aku menemui istrimu akan lebih mudah menyatukan kembali cinta kalian.."
"kurang ajar! aku akan membunuhmu jika berani menemui istriku!" ancam Bayu
"saya mohon Tuan pergi dari sini.." pinta Samuel sudah tak mampu lagi menahan tubuh Bayu
"baiklah, saya akan pergi dan aku pastikan akan menemui istrimu.."
"Sialan !!! Lepaskan aku Sam, biar ku bunuh dia!!"
"tenang Pak..jangan gegabah!"
Samuel pun ikut berteriak karena sudah tak mampu lagi membendung amarah Tuannya itu.
Tuan Gama keluar seraya membanting pintu dengan keras.
Bayu yang hendak mengejarnya langsung di tarik oleh Samuel.
"semua tidak akan selesai dengan baku hantam Pak.. pikirkanlah dengan tenang..fokus dengan Nyonya,.." kata Samuel terengah2 lelah menahan Bayu yang juga tersengal karena emosi.
"kenapa semua jadi seperti ini ?!"
Bayu kembali ke kursinya dan duduk sambil meremas rambutnya kasar.
"setidaknya Nyonya aman di rumah Tuan Besar.."
"benar.. mana mungkin pria sialan itu berani ke rumah ayah.." angguk Bayu duduk bersandar.
"yang sekarang perlu kita pikirkan, bagaimana caranya supaya nyonya tidak keluar rumah sendirian.." kata Samuel sambil merapikan kembali jasnya.
"aahh..aku mana bisa menahan istriku..sejak hamil dia lebih beringas daripada aku.." gumam Bayu
"mungkin bawaan bayi anda 'Pak.."
"apa?" Bayu langsung melotot
"maksud saya, mungkin bawaan bayi anda, pasti akan jadi lelaki hebat jika dewasa nanti.."
ucap Samuel takut dengan tatapan tajam Bayu.
__ADS_1
"kamu benar...anak lelaki ku pasti jadi pria yang hebat besok.." Bayu tersenyum sumringah, lupa dengan emosinya tadi.
Samuel mengelus dadanya, selamat.. batinnya.
*****
"mau kemana?"
Mitha melihat Sherly menuruni tangga, tampil cantik dengan gaun panjang diatas lutut dan sepatu heels bertali sewarna dengan gaun dan tasnya.
"mau keluar sebentar Mba.." jawab Sherly tersenyum
"mau ke mana sih?" tanya Mitha lagi penasaran
" dinner.." jawab Sherly pendek membuat Mitha semakin penasaran.
"sama siapa?" tanya Mitha lagi membuat Sherly langsung cemberut
"cowok cakep pemilik restoran," jawab Sherly manyun.
"Fahri?" seru Mitha
"kenapa? Mba mau ikut?" tanya Sherly mengangkat alisnya yang sudah begitu sempurna dengan make up.
"emang kalian tidak terganggu dengan kehadiranku?" jawab Mitha ganti bertanya
"ya terganggu sih.." seloroh Sherly tertawa
"tapi kalian kan sudah berteman lama..mungkin tak apa2.." angguk Sherly tersenyum
mungkin ini kesempatanku untuk memcari jawaban banyak pertanyaanku, batin Mitha.
"aku ganti baju sebentar ya ?"
"10 menit dari sekarang," angguk Sherly berjalan ke arah sofa dan duduk disana.
"memang mau lomba!" gerutu Mitha
Kalau saja perutnya tidak sebesar ini, pastilah ia sudah berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya di lantai 2.
Segera Mitha berganti dengan gaun hamilnya yang berwarna merah muda lembut.
Dengan susah payah memakai sepatunya yang berhak rendah berwarna putih serasi dengan tas jinjingnya.
Mitha menyisir rambut dan menyanggulnya sederhana memamerkan lehernya.
Segera bergegas keluar kamar begitu selesai menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
"ayo.." ajak Mitha menuruni tangga
"kalian mau kemana?" tanya Bu Surya melihat anak dan menantunya itu dandan cantik bersiap untuk bepergian.
"dinner sebentar ya 'Bu?" jawab Sherly merapikan gaunnya
"dengan siapa?" Bu Surya mengernyit
"sama Fahri 'Bu.." kali ini Mitha yang menjawab
Bu Surya tersenyum mendengar nama Fahri disebut.Rupanya Fahri sudah punya tempat khusus untuk Bu Surya.
"biar Pak Saleh mengantar kalian.." titah Bu Surya
"kami pergi dulu 'Bu.." pamit Mitha mencium punggung tangan ibu mertuanya itu.
"jangan pulang malam2 ya..Pak Saleh akan menunggu kalian.."
"oke, byee 'Bu.." Sherly mencium pipi ibunya itu.
"mereka mau kemana?" tanya Pak Surya yang keluar dari ruang kerjanya menatap kepergian 2 anak perempuannya itu keluar rumah.
"dinner dengan 'nak Fahri.." jawab Bu Surya senang
"bisa jadi masalah kalau anak lelaki bar2mu tahu.."
"memang kenapa? Fahri pria yang baik.."
"karena kebaikannya itulah bisa jadi masalah.."
"aahh...anakmu saja yang terlalu posesif dengan menantu kita.."
" sulit bicara denganmu sekarang.." keluh Pak Surya menepuk punggung istrinya hangat.
"hei..apa kamu tidak mau punya menantu seperti Fahri..?" tukas Bu Surya menatap punggung suaminya kembali memasuki ruang kerjanya lagi.
"apa Fahri mau jadi menantumu? mau punya kakak lelaki bar2 seperti anak lelakimu itu?"
Pak Surya berkata pada istrinya yang langsung menekuk wajahnya.
"pikirkan lagi.. apalagi calon menantu idamanmu itu pernah membantu pelarian Mitha..membuat anak lelakimu kalang kabut berbulan2.."
Bu Surya semakin menekuk wajahnya, mendengar semua apa yang dikatakan suaminya adalah kebenaran.
*****
"aku baru tahu Fahri punya resto dipinggir danau seperti ini.." kata Mitha takjub saat mobil memasuki jalan menuju resto yang letaknya persis dipinggir danau yang cukup populer dikalangan orang2 yang memang hobi menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan alam dengan kulineran.
"aku juga baru pertama kali ke sini.." angguk Sherly setuju dengan kata2 Mitha
"jangan2 ini acara dinner spesial kalian? apa aku pulang saja?"
Tiba2 Mitha sadar dia sudah salah waktu dan tempat.
"sudah sampai malah mau balik 'sih!" dumal Sherly
Mobil berhenti di depan pintu masuk, dengan segera seorang pegawai resto menyambut mereka.
"apa benar anda Nona Sherly?"
"iya Mas.."
"silahkan..Pak Fahri meminta saya untuk mengantar anda.."
Pegawai restoran itu begitu sopan mempersilahkan Sherly masuk ke dalam.
Mitha menjadi semakin salah tingkah dengan perlakuan pegawai resto terhadap Sherly yang diperlakukan dengan istimewa.
Mitha mengikuti dengan berjalan pelan dibelakang, menuju tempat yang telah disediakan.
Mereka sampai di ruang outdoor yang menghadap langsung ke arah danau.
__ADS_1
Lampu2 kecil menggantung indah disana.
Dan Mitha tertegun melihat meja yang sudah tertata dengan lilin sebagai penghiasnya.
"aku pulang saja 'ya?" bisik Mitha
"isshhh..apaan sih..ayo!"
Sherly menggandeng tangan Mitha berjalan mendekat ke arah kursi yang disediakan.
"saya akan memanggil Pak Fahri.."
Pegawai resto itu menunduk pamit.
"aku jadi pengganggu dinner kalian.."
"aku senang ada yang menemani.." geleng Sherly
Sherly dan Mitha duduk bersisian, mereka berhenti berbicara saat Fahri berjalan ke arah mereka.
Tampan dengan setelan jas nya.Mitha sendiri sampai terkejut dibuatnya.
"Mitha?" Fahri pun sama terkejutnya
"hai..apa kabarmu?" sapa Mitha salah tingkah
"baik..." angguk Fahri tersenyum hangat
"duduklah..." sila Fahri
"aku mengganggu kalian..maaf.." sesal Mitha
"Mba Mitha apaan sih," dumal Sherly mencubit lengan Mitha gemas
"aku senang kita bisa makan malam bersama, sudah lama kita tidak seperti ini..."
"iya..kalian kan teman lama..apa tidak kangen saat2 seperti ini ?" tambah Sherly
Mitha tersenyum kecut saat dua orang itu menatapnya dengan senyum menghias bibir mereka.
Acara makan malam pun dimulai dengan diselingi canda tawa, membuat suasana canggung di awalnya mencair seketika.
"ini enak sekali.." ucap Mitha menikmati suapan terakhir puding coklat sebagai menu penutup makan malam mereka.
"kalau mau aku akan memberimu lagi.."
"aahh... kebaikanmu tak berubah.."
"karena itulah aku menyukainya," ceplos Sherly
Fahri tersenyum melihat Mitha membulatkan matanya.
"bagaimana kalian bisa saling mengenal?"
"saat aku tak sengaja mendengar ibu bercerita dengan Bik Minah tentang masalahmu.."
"apa?"
"aku menjadi penasaran dengan pria baik hati yang menolong Mba Mitha lari dari kakakku yang bar2 itu,,"
"issshhh kamu ini!"
"lalu aku mencarinya, dan semudah itu aku bertemu dengannya.. karena Mas Fahri sudah amat sangat terkenal di kota ini..."
Mitha mendengar cerita Sherly dengan serius, membuat Fahri yang duduk berhadapan dengan mereka tersenyum.
"lalu, apa hubungan kalian saat ini?" tanya Mitha masih penasaran.
"jika aku menyukainya, apa kamu akan merestui kami?" tanya Fahri menjawab Mitha
Mitha memandang Fahri, entah kenapa hatinya terasa aneh mendengar pertanyaannya.
"tentu saja, karena kamu teman baikku..aku mengenalmu seperti aku mengenal diriku sendiri.."
Fahri tersenyum.
"bagaimana Sherly? apa kamu mau menerimaku? kakakmu sudah memberi restu.."
Sherly langsung gelagapan,
"aku ke toilet dulu !"
Tiba2 saja Sherly langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Mitha dan Fahri yang tertawa.
"dia lucu sekali.." kekeh Fahri
"kamu ini!" dumal Mitha melirik marah.
"jika aku bisa menikah dengannya, aku bisa berada di dekatmu lagi..melindungimu lagi.."
"apa?" Mitha terkejut mendengarnya
"kenapa?" Fahri menatap Mitha yang terkejut
"aku ingin tahu siapa wanita yang kamu sukai yang mirip dengan Sherly?" selidik Mitha
"kamu tidak tahu?" Fahri tersenyum geli
"kalau aku tahu aku tidak bertanya!" galak Mitha
"wanita itu duduk dihadapanku kini.."
"apa??"
"aku menyukaimu sejak kita pertama bertemu,..dan aku menjadi mencintaimu sejak kita berteman.."
Mitha tertegun mendengarnya.
"jika aku menjadi adikmu, aku akan selalu berada di dekatmu..."
"apa???"
"maaf lama.." kata Sherly kembali bergabung dengan Mitha dan Fahri
"tidak perlu buru2 menjawab..aku menunggumu.."
Fahri menggenggam tangan Sherly tapi tak melepas pandangnya dari Mitha.
*****
__ADS_1