Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
Ego yang tinggi


__ADS_3

"aku...aku...aku tidak tau dimana Putri" ucap via terbata bata.


"bohong!! aku tau kamu berbohong dimana putri sekarang via! kasih tau aku!" Raga menunjuk via dengan penuh emosi.


"sungguh aku tidak tau dimana Putri..sejak kemarin nomor nya tidak aktif." jawab via gemetar


Raga melogika ucapan via memang sejak kemarin nomor putri sudah tidak aktif.


"ah...!!" Raga berteriak keras menjambak rambut nya sendiri.


via makin ketakutan ia mundur dan bersembunyi kembali di punggung Ryu sambil memegang erat tangan Ryu, via tidak sadar akan ulah nya namun diam diam di sambut gembira oleh Ryu.

__ADS_1


"bener kamu tidak tau keberadaan putri." bisik Ryu sambil menoleh ke belakang.


"iya aku gak tau!! kalau mau tau keberadaan putri kenapa nggak langsung tanyakan ke orang tua nya sih.." via menyadari tangannya memegang erat tangan Ryu sontak ia melepaskan tangan Ryu dengan cepat. Ryu pun terkekeh.


**


sementara di sebuah apartemen di kota Bunkyo Tokyo Jepang, putri sedang mengeluarkan dan merapihkan beberapa pakaian dan barang-barang dari koper milik nya, setelah semuanya hampir selesai ada satu setel pakaian yang belum ia keluarkan, putri memegang baju itu dan mengulang memory dimana baju itu ia kenakan ketika pertama kali Raga mengajak dirinya bermain ke wahana Dufan dan saat sore itu Raga mengungkapkan isi hatinya. setetes air mata jatuh tiba tiba ia mengenang kejadian yang sangat indah waktu itu dimana untuk pertama kalinya ia merasakan indah nya jatuh cinta. kemudian segera ia menghapus air mata nya dan menarik nafas dalam-dalam.


dan tiba-tiba bunyi notifikasi chat masuk dari via. sebelum putri take off dia telah mengganti nomor handphone nya, hanya empat orang sahabat dan keluarga nya yang mengetahui nomor handphone Putri yang baru. putri membaca isi chat dari via


"put, gue tadi siang di paksa ketemu Raga sama asisten Gila nya itu, gue dateng sama asistennya ke Apartemen Raga, dan saat gue masuk di Apartemen Raga. gue liat Raga sangat hancur kehilangan loe put gue liat filter rokok berserakan dimana-mana terus gue juga liat ada satu botol wine. ah pokonya Raga bener bener frustrasi kehilangan loe put! dia ngejelasin tentang hubungan dengan Agnes, waktu itu dia terpaksa ngeduain Lo mau denger ceritanya ga plus telepon gue. kalau loe ga sibuk."

__ADS_1


putri membaca isi pesan dari sahabatnya itu dan mengerutkan keningnya bahwa Raga ngejelasin tentang hubungan Raga dan Agnes. sebenarnya putri sudah tidak mau mendengarkan kejelasan apapun. dengan bukti yang ia punya pemberian dari Agnes itu sudah cukup. akhirnya putri membalas via


"vi, sebenernya gue masih sangat cinta dan sayang sama Raga tapi.. ketika dia udah berbohong untuk pertama kalinya maka tidak menutup kemungkinan dia masih mempunyai kebohongan yang lain nya, udah cukup sekali gue ngerasain pedih hati ini. gue udah ga ni mau denger penjelasan apapun dengan bukti semua cukup bagi gue buat bisa ikhlasin kehilangan Raga. gue mohon jangan kasih tau nomor dan keberadaan gue Vi..."


selang beberapa menit kemudian ponsel putri kembali berbunyi


"yakin loe ga mau tau penjelasan dari Raga ? loe beneran ga bakalan nyesel dengan pernyataan yang sebenarnya? masalah nomor sama keberadaan loe gue enggak bilang apa-apa put gue bilang ke Raga gue ga tau keberadaan loe pokonya aman!!"


putri membaca kembali pesan dari sahabatnya yang menyatakan ga bakalan nyesel penjelasan dari Raga, sebenarnya ia ingin tau tentang pernyataan Raga yang di utarakan kepada via tau namun ego dan pendirian nya yang tinggi sehingga mengalahkan rasa penasaran nya.


putri kemudian membalas kembali

__ADS_1


"via terimakasih karena loe ga kasih tau keberadaan gue dan nomor baru gue, sebenarnya gue bukan gau mau dengerin penjelasan dari Raga yang di Utarakan sama loe tapi..biar lah gue mau tau sejauh mana dia bener bener berjuang biar gue bisa percaya lagi sama dia."


__ADS_2