
"Ya Tuhan..."
Pak Saleh mengelus dada saat sebuah sedan memasuki halaman dan berhenti sembarangan.
Pak Saleh tak kaget lagi saat tahu siapa pengemudinya.
"mana istriku?" Bayu turun dari mobil dan menghampiri Pak Saleh yang berdiri masih mengelus dadanya.
"di dalam Pak,.." jawab Pak Saleh menatap Tuan mudanya itu tampak awut2an.
Bayu menekan bel pintu berulang kali tak sabar.Ingin cepat2 bertemu dengan istrinya.
"mana istriku?" cecar Bayu melihat Bik Minah membuka pintu.
"tunggu disini, Bibik panggilkan dulu.."
" aku mau masuk!"
"tidak boleh tanpa ijin bapak sama ibu!"
Bayu menatap pengasuhnya sejak kecil ini.
"apa?"
"Mas Bayu tidak boleh masuk rumah ini mulai sekarang!" jelas Bik Minah galak
"memang siapa kamu berani melarangku??"
"ini perintah bapak dan ibu!"
Pengasuhnya itu melengos, meninggalkan tuan mudanya yang berdiri mematung.Masih syok dengan pengasuhnya yang galak melarangnya masuk ke dalam rumah orang tuanya sendiri.
Bik Minah pun merasa jengkel setelah tahu semuanya dari cerita Nyonya besarnya yang berderai air mata.
Memang, Bik Minah yang selama ini menjadi tumpuan Bu Surya saat ada masalah.
Perempuan itu sudah menjadi bagian dari keluarga Dimedja puluhan tahun, sama seperti Pak Saleh.
Bayu menatap kecewa saat melihat siapa yang keluar menemuinya.Ibu nya yang cantik tampak cemberut, berjalan ke arahnya diikuti Bik Minah.
"mau apa kesini?" tanya Bu Surya galak
"aku mau ketemu istriku," jawab Bayu lemah
"dasar anak tidak tahu malu! setelah apa yang kamu lakukan kamu pikir istrimu mau ketemu kamu??"
Bayu tertegun.Jadi benar orangtuanya sudah tahu!
"ayolah 'bu.. sudah 3 bulan aku mencarinya kemana2..aku tersiksa tak bersamanya.."
"rasakan saja sendiri! ibu tak peduli!"
Bayu semakin mati kutu dengan sikap ibunya yang judes.
"ada apa 'bu?"
Semua orang sontak menoleh ke asal suara.
Mata Bayu membulat sempurna melihat wanita yang selama ini dicarinya tengah berdiri tak jauh darinya.Sama2 tertegun seperti dirinya.
Pandangan Bayu beralih ke perut wanita nya yang membuncit khas wanita hamil.
Cantik sekali dengan gaun hamil berwarna biru navy, rambutnya dikuncir asal ke atas, memamerkan leher yang dulu suka sekali diciuminya.
Bayu benar2 merindukan menciumi wanita miliknya ini!
"Bayu...?"
"sayang ayo pulang.." ajak Bayu mengiba
"aku mencarimu kemana2.."
Istrinya itu hanya terdiam memandangnya.
"sana pergi! kamu tidak boleh masuk!"
__ADS_1
"ibu! dia istriku!" Bayu mulai meninggi sarat emosi karena terus saja diusir.
"istri yang kamu lukai!"
Pak Surya muncul dari dalam rumah.Pria paruh baya yang masih gagah itu nyalang menatap putranya.
"pergi dari sini, atau aku akan menghajarmu!"
Bayu tak berkutik mendengar ancaman ayahnya.Dia benar2 hapal kemarahan ayahnya tak ada yang bisa menghentikannya.
"aku pasti membawa istriku pergi dari sini!" desis Bayu menahan amarah
"langkahi dulu mayatku!" desis Pak Surya.
Ayah dan anak lelaki itu saling menatap tajam.
"ayah...sudah..ayo masuk..." kata Mitha takut
Diraihnya lengan ayah mertuanya itu.Benar2 baru kali ini ia melihat pertengkaran suami dan ayahnya yang sama2 keras.
Bu Surya menutup pintu dengan gemas.Ingin sekali memukuli anak lelakinya itu!
"aku tidak akan menyerah, kamu milikku Mitha!"
*****
Samuel mengelus dada bersyukur saat perubahan bos nya semakin membaik sejak ia menemukan istrinya.Suasana hatinya menjadi lebih baik, mulai jarang menampakkan taringnya.
"apa jadwalku hari ini?" tanya Bayu duduk dikursi kebesarannya
Samuel menyebutkan satu per satu secara rinci jadwal kerja atasannya itu.
"banyak sekali! apa ada yang bisa dikurangi??"
"maaf Pak, semua itu sudah saya atur sesuai jam kerja perusahaan.."
"aku harus pulang sore,"
"memang ada apa 'Pak?"
"Ooo..."
"apa yang harus aku lakukan untuk membujuknya?"
"mungkin membawakan makanan kesukaannya.."
Samuel memberi ide yang menurut Bayu cemerlang.
"ternyata pintar juga kamu ya??"
"kalau tidak pintar saya tidak jadi asisten bapak.."
gumam Samuel
"pesankan semua menu mie terenak di sini dan kirim ke rumah orangtuaku," titah Bayu semangat
*****
"ibu pesan makanan?" tanya Sherly saat sebuah mobil boks datang dengan membawa banyak makanan.
"tidak," geleng Bu Surya bingung
"isinya menu mie semua??" seru Mitha menahan salivanya melihat begitu banyak menu masakan dari mie.
Sherly pun mengambil ponsel dan menghubungi kakak lelakinya.
"Mas Bayu kirim semua mie ini ??" seru Sherly
"apa istriku suka?" sahut Bayu dari seberang
"siapa yang akan makan mie sebanyak ini?????"
Sherly langsung mengomel.
"tentu saja istriku..." nada bangga terdengar dari seberang
__ADS_1
Bu Surya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak lelakinya, yang ternyata tak menyerah untuk membawa pergi istrinya dari sini.
" ambil beberapa, sisanya bagikan ke jalan.."
Bu Surya pun memanggil para asisten rumah untuk mengambil makanan itu dan sisanya akan dibagikan Pak Saleh ke orang2 yang hidup dijalanan.
****
Semakin keras orangtua nya menahan istrinya, semakin tak menyerah pula Bayu untuk mencari cara membawa pergi istrinya.
Setelah mobil boks berisi makanan penuh datang, selang beberapa hari datang buket bunga mawar untuk istrinya.
"Mas Bayu pantang menyerah ckck.." geleng Sherly menerima buket bunga dari kurir.
"ini Mba dari suami bar2 mu.." geli Sherly menyerahkan buket ke Mitha.
Hati Mitha berdebar menerimanya.Suaminya ini tak menyerah begitu saja.
Dan di sore harinya, si pemberi bunga muncul di depan pintu rumah.
"datang lagi si pria bar2 !" gerutu Sherly
Mitha mengikuti Bik Minah yang masih saja melarang Bayu untuk masuk ke dalam rumah.
Bayu yang melihat Mitha dibelakang Bik Minah langsung sumringah.
"sayang.. ayo pulang.." bujuk Bayu
"aku mau disini, pulanglah..." tolak Mitha pelan
"mau sampai kapan ? kenapa kamu keras kepala sekali ?" Bayu mulai putus asa
"kamu yang membuatku seperti ini.." isak Mitha,
meninggalkan Bayu dan pergi ke kamarnya di lantai 2.
"pergilah Mas Bayu," pinta Bik Minah
Sebenarnya Bik Minah pun mulai merasa iba dengan Tuan mudanya ini.
"baiklah aku mengalah, besok aku datang lagi.."
Bayu beranjak keluar rumah.Saat sampai di tempat mobilnya terparkir, Bayu mendongak ke atas, dimana istrinya itu berdiri dibalkon kamarnya.
Sama2 menatapnya.Istrinya yang cantik dengan perutnya yang membuncit.
"besok aku datang lagi !" seru Bayu
"aku mencintaimu Mitha, kamu dan anakku!"
*****
"ayah, ibu..."
"ada apa Mitha? apa kamu sakit?"
Bu Surya meletakkan cangkir berisi teh herbalnya, menatap Mitha khawatir.
"Ibu...apa boleh Bayu masuk ke rumah walau hanya sebentar..?"
"tidak boleh, anak itu bisa besar kepala!" tolak Bu Surya mentah2
"saya tidak tega 'bu.." kata Mitha pelan
Sepasang suami istri itupun menghela napas.
Menantunya ini terlalu baik !
"apa kamu mau memaafkan anak nakal itu??"
"belum 'bu...saya hanya tidak tega.."
"baiklah Mitha jika itu mau mu.."
*****
__ADS_1