Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 16


__ADS_3

"selamat sore Tante,"


"iya 'nak Fahri, ada apa?"


"maaf, apakah ada waktu sebentar? saya ingin berbicara.."


"bicara apa 'nak?"


"ada hal yang penting Tante..bagaimana kalau kita bertemu di resto ku?"


Bu Surya mengernyitkan dahinya.Ada apa sebenarnya.


"baiklah, jam 3 aku ke sana ya?"


"terimakasih Tante,"


Sambungan terputus.


Pak Surya yang baru saja memasuki ruang keluarga tampak memandangi istrinya yang duduk termenung.


"ada apa?" tanya Pak Surya mendekati istrinya


" 'nak Fahri ingin bertemu dan bicara sesuatu yang penting katanya.. perasaanku tidak enak,"


*****


Mitha memantas diri di depan cermin riasnya yang besar.Sehabis mandi sore ia tampak segar, mengenakan gaun putih sebatas lutut dengan motif bunga2 kecil berwarna kuning putih membuatnya semakin terlihat cantik.


Mitha tersenyum, mengelus perut buncitnya yang memasuki bulan ke enam.Terasa baby nya menendang senang, seperti merasakan kegembiraan hati ibunya.


"andai ayahmu seperti Om Fahri, mungkin ibu akan terus memaafkan kesalahan yang diperbuatnya.."


kata Mitha sendiri.


Mitha bergegas mengambil ponselnya dan menelepon Fahri, meminta ijin untuk berbelanja isi kulkas yang mulai kosong.


"apa aku boleh ke supermarket?"


"boleh, jam berapa? biar aku kirim sopir?"


"setengah jam lagi aku siap.."


"baiklah...hati2,"


Sambungan terputus.


*****


Sepasang suami istri yang memasuki usia senja tampak memasuki sebuah resto yang bernuansa alam.


Seorang pelayan menyambut mereka dan mengajak ke sebuah ruangan yang disediakan private oleh pemilik resto.


"silahkan bapak ibu tunggu disini, saya akan memberitahu Pak Fahri.." ucap pelayan ramah


Bapak dan Ibu Surya duduk di kursi yang terbuat dari kayu jati.Ruangan ini dilengkapi jendela kaca yang besar, menghadap ke arah kebun dengan kolam ikan yang lumayan luas.


Tak berapa lama, muncul seorang pria dengan setelan jas nya, tersenyum ramah bertemu mereka.


'' selamat sore Om,Tante.." sapa Fahri


"selamat sore 'nak Fahri...ada apa sebenarnya.."


"silahkan duduk dulu,.." sila Fahri


Bapak dan Ibu Surya menatap Fahri tanda tanya.


"saya ingin meminta maaf sebelumnya Tante..mungkin saya sudah ikut campur masalah keluarga kalian.."


"masalah apa? Tante semakin bingung.."


"saat ini Mitha tinggal di apartemen saya.."


"apa?" Sepasang suami istri itu terkejut tak terkira


"tapi mengapa? ada apa sebenarnya??"


Dan di sore itu, Fahri menceritakan semuanya, membuat sepasang suami istri mengelus dada.


*****


"Mba Mitha????"


Mitha menoleh ke asal suara yang memanggilnya.


Sherly, adik iparnya berdiri tak jauh darinya, memandangnya dengan kaget saat tatapannya beralih ke perut buncitnya.


"Sherly??" seru Mitha


" Mana Mas Bayu?" tanya Sherly celingukan


"kakakmu sibuk, jadi aku belanja sendiri.."


Mitha tergagap berbohong pada adik iparnya itu.


"Mba Mitha lama nggak ke rumah sih..pasti gara2 dilarang Mas Bayu ya??" selidik Sherly


"Yaa...kamu tahu sendiri kakakmu gimana..."


"lagipula ada itu pasti tambah dilarang kemana2! iiihhh...nyebelin.." gerutu Sherly sambil menunjuk perut Mitha yang buncit.


Mitha tersenyum kecut.Adik iparnya ini begitu tahu bagaimana posesifnya kakak lelakinya.


"ayo kita kerumah, aku mau lapor ayah biar Mas Bayu di amuk," ajak Sherly cekikikan


"besok saja ya...Mba ijin dulu.." bohong Mitha lagi


"emang boleh kalau ijin dulu?" tanya Sherly


"Mba nggak berani kalau tidak ijin dulu.."


"okelah..aku tunggu besok ya..Sherly duluan, ditunggu teman di depan.."


"ya..hati2 ya.." angguk Mitha merasa lega

__ADS_1


Begitu punggung Sherly menghilang, Mitha bergegas menyelesaikan belanjanya dan berjalan keluar untuk segera pulang.


*****


Mitha tampak bingung saat pintu apartemen tidak terkunci, sambil mengernyit Mitha mencoba mengingat kembali apa mungkin dia tadi lupa menguncinya.


"Fahri ?" seru Mitha saat masuk ke apartemen dan mendapati sahabatnya tengah membawa baki berisi gelas minuman


"hei..kau sudah pulang?" sambut Fahri tersenyum


"iya... ada siapa?" tanya Mitha mengikuti Fahri berjalan ke arah ruang tamu.


Tubuh Mitha gemetar melihat siapa yang duduk diruang tamu.Ibu mertuanya!


"ibu...tapi..bagaimana ibu bisa disini ?"


Mitha hampir menangis menatap Fahri yang hanya terdiam berdiri disampingnya.


"Mitha...ibu ingin mengajakmu pulang..."


"tapi..."


"sampai kapan kamu akan sembunyi?" tanya Bu Surya menatap Mitha yang tampak ketakutan.


"ibu sudah tahu semuanya dari 'nak Fahri..."


Mitha memandang Fahri terkejut.


"maaf ibu sudah gagal mendidik suamimu itu,.."


"ibu..." Mitha tertegun menatap ibu mertuanya


"pulanglah bersama ibu..."


"maaf 'bu...saya tidak bisa..." tolak Mitha lirih


"tinggallah dirumah ibu, sebagai cara ibu menebus kesalahan ibu..."


"ibu tidak salah.." geleng Mitha menahan tangisnya


"ibu berjanji akan memberi pelajaran pada Bayu, kalau kamu mau, ibu tidak akan membiarkannya masuk ke rumah, ibu akan mengusirnya.."


" ibu... maafkanlah saya..." isak Mitha


Mitha bersimpuh dihadapan Bu Surya, semakin membuat Bu Surya tidak bisa lagi menahan air matanya.


"saya tidak pantas jadi menantu ibu..Bayu dan Nadia saling mencintai, dan saya tidak sepatutnya berada diantara mereka.." isak Mitha


"Mitha.. ibu malu, kelakuan Bayu memang sudah keterlaluan.."


Fahri menatap kedua wanita beda usia dihadapannya itu saling memeluk dan menangis.


"Mitha..kembalilah..hadapi semuanya.." kata Fahri


Mitha melepas pelukan ibu mertuanya dan menatap Fahri.


"apapun keputusanmu nanti, aku akan terus mendukungmu.." ucap Fahri lirih


"pulanglah..." kata Fahri menatap sahabatnya, wanita yang begitu disayanginya.Cintanya yang tak sampai.


****


Fahri mengantar Mitha untuk pulang bersama Bu Surya.


"Pak Saleh...maafkan saya atas kejadian dulu..."


Mitha meraih tangan Pak Saleh menggenggamnya erat, membuat Pak Saleh menjadi canggung.


"tidak apa2 'non.." kata Pak Saleh canggung


Bu Surya tersenyum melihat perlakuan Mitha terhadap Pak Saleh, sopir keluarga yang sudah mengabdi puluhan tahun.


Mitha menoleh ke arah tempat Fahri berdiri.


Perlahan namun pasti, Mitha melangkahkan kakinya mendekat, dan tiba2 memeluk Fahri.


"terimakasih.. kebaikanmu pasti akan kubalas.."


Fahri hanya terdiam dan membalas pelukan Mitha hangat.


"tunjukkan padaku kamu wanita hebat yang tak takut apapun..berjanjilah padaku.." bisik Fahri


"iya..aku berjanji.." angguk Mitha


Mereka saling melepas pelukan, Fahri tersenyum.


"pergilah..buktikan padaku janjimu itu.."


Mitha mengangguk dan tersenyum.Dilambaikannya tangannya sebelum memasuki mobil menyusul Bu Surya.


Bu Surya yang melihat semuanya tersenyum, betapa kagum ia dengan Fahri.


"andai dia mau jadi menantuku.." batin Bu Surya


Fahri menatap mobil mewah itu melaju pergi meninggalkannya sendiri.


Senyum simpul menghiasi bibirnya.


" andai kamu tahu betapa aku mencintaimu..."


gumam Fahri menengadahkan wajahnya ke atas, menatap langit senja yang memerah.


*****


Mobil memasuki pelataran rumah mewah Bu Surya, membuat Mitha gemetar tak karuan.


"tak apa..ada ibu..ayah juga mendukungmu..lihat saja pasti suami nakalmu itu akan dihukum ayahmu tanpa ampun.." hibur Bu Surya.


Mitha tersenyum, menggenggam erat tangan halus ibu mertuanya itu.


Bu Surya membantu Mitha turun dari mobil, Bik Minah tergopoh2 menyambut mereka.


"Ya ampun 'non..." serunya melihat Mitha dengan perut buncitnya

__ADS_1


"Lihat ini 'bik.. cucuku mau tambah 2.." kata Bu Surya senang


"kok 2 ?" tanya Mitha bingung


"Kakakmu Rina hamil lagi, padahal bayinya masih 3 bulan...haduuhh.. ibu senang sekali..."


Mitha tertawa, begitu juga Bik Minah.


"ayo2 masuk 'non.." ajak Bik Minah menggandeng tangan Mitha mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"sementara tidur dikamar tamu dulu 'ya? kamar Bayu mau ibu renovasi untukmu dan baby nanti.."


Mitha hanya mengangguk.


"ayah mana 'bu?" tanya Mitha tak melihat ayah mertuanya.


"mungkin sedang keluar, bersih2 dulu gih, lalu makan malam...mau apa?"


"apa saja saya mau 'bu.." Mitha tertawa


"ya sudah sana, ibu sama Bik Minah mau siapin makan malam.." kata Bu Surya


Mitha menurut dan melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kamar tamu berada.


*****


Jam menunjuk pukul 7 malam.Di sebuah ruang meeting besar, tampak beberapa karyawan melakukan presentasi secara bergantian, dengan dihadiri beberapa dewan direksi, dan Bayu salah satunya.


Entah kenapa, semua presentasi tak ada yang memuaskan, tidak sesuai harapannya.


Pikirannya melayang ke mana2, membuatnya tak fokus, apalagi selama 3 bulan ini ia belum menemukan istrinya yang entah hilang ke mana.


Dengan malas di ambilnya ponsel dan membuka menu pesan singkat, dilihatnya story dimenu pesan singkat beberapa kontak teleponnya.


Dan bola matanya membulat saat sampai di story Sherly, adiknya itu tampak mengunggah foto saat makan malam bersama keluarganya, dan disitu ada istrinya!


Kenapa selama ini ia tak pernah terpikirkan istrinya dirumah orangtuanya??


Bayu menggebrak meja, membuat semua orang terkejut dibuatnya.


"Pak Bayu..." bisik Samuel saat semua orang memandang ke arah bosnya itu.


"tidak ada apa2, lanjutkan saja...saya permisi keluar sebentar,..."


Bayu berdiri dari kursinya dan bergegas keluar, Samuel pun setengah berlari mengejarnya.


"kamu ini kerja tak becus!" omel Bayu


"saya salah apa Pak?"


" istriku dirumah orangtuaku!"


Samuel terkejut mendengarnya.


"3 bulan aku gila mencari dan istriku ternyata dirumah orangtuaku Sam!"


"syukurlah Pak.." kata Samuel lega, akhirnya ia bisa menikmati tidurnya tanpa teror dari atasannya ini.


"jangan2 kamu sengaja pura2 tidak tahu karena disuruh ayahku ??"


" mana mungkin Pak..Tuan Besar hanya menghubungi saya kalau ada perlu saja.." elak Samuel dari tuduhan Bosnya ini.


Bayu tidak tahu harus senang atau marah.Satu sisi ia merasa senang karena istrinya telah ditemukan, tapi di satu sisi ia marah karena orangtuanya tak memberitahunya.


Apa mungkin mereka sudah tahu pertengkarannya dengan Mitha ?


Bayu kembali membuka ponselnya dan menghubungi adiknya.


"tumben telepon aku?" Sherly menjawab panggilannya dengan ketus


"mana istriku?" tanya Bayu tak sabar


"siapa?" jawab Sherly balik bertanya


"kamu ini sekolah tinggi2 tapi tak punya etika!"


"emang Mas Bayu punya etika ? ah nggak juga..."


sialan! maki Bayu dalam hati.Selalu saja kalah jika berdebat dengan adik perempuan semata wayangnya ini.


" cepat berikan ponselnya pada istriku!"


" telpon aja sendiri, masa telpon istri nebeng orang? iiihhh ogah..."


Kesabaran Bayu semakin habis dengan adiknya ini.Tidak mungkin juga ia bilang selama 3 bulan ini tak bisa menghubungi istrinya.


"Bocil kurang ajar, awas kamu!" ancam Bayu


"Mas Bayu tuh yang kurang ajar, istri hamil kok ga diperhatikan!" omel Sherly seperti nenek2


" apa?" Bayu terkesiap mendengarnya.


"pasti Mas Bayu bakal diomeli Ayah, kalau aku cerita tadi bertemu Mba Mitha belanja sendiri ke supermarket, istri hamil besar kok tidak ditemani, suami macam apa Mas ini?? malu aku..."


Mitha hamil? Istrinya hamil????


"sudah ya, aku jadi nggak mood makan kalau ngomel terus sama Mas, byee.."


Bayu masih saja menempelkan ponsel ditelinganya meskipun hubungan sudah diputus Sherly sepihak.


"aku harus pergi Sam.."


"tapi meeting nya belum selesai 'Pak.."


"kamu gantikan aku saja, aku harus menemui istriku sekarang!"


Bayu langsung berlari menuju Lift , meninggalkan Samuel yang terbengong menatap kepergian Bosnya itu.


" kenapa selalu aku yang kena getahnya.."


Samuel menghembuskan napasnya, dan melangkah dengan berat kembali ke ruang meeting.


*****

__ADS_1


__ADS_2