Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 7


__ADS_3

"Bayu..? kamu kah itu..?"


Samar2 Mitha seperti mengenali wanita cantik dihadapannya ini.


Mitha langsung tersadar, saat ingatannya semasa sekolah dulu mulai menyergapnya.


Nadia! Ya, wanita cantik dihadapannya ini adalah Nadia, yang juga teman sekolahnya dulu.


Yang tak lain juga adalah cinta pertama Bayu dibangku sekolah.


"Nadia..? kamu.."


"Hei lihaatt... siapa ini? Mitha 'kan??" seru Nadia yang tak menggubris Bayu


"Iya..ini aku..." Mitha menelan saliva nya gugup


Rupanya Nadia masih mengingatnya.Gadis yang dulu sering diperbudak Bayu waktu sekolah.


"bagaimana kabar mu? kita seperti reuni dadakan ya..?" Nadia tampak girang menjabat tangan Mitha


" kamu semakin cantik ..." kata Mitha kagum tak berhenti menatap Nadia.


"mami.." suara bocah memanggil dari arah mobil


Serentak mereka bertiga menoleh ke arah asal suara.Bocah lelaki yang gembul turun dari mobil.


"siapa itu ?" tanya Bayu mengernyit


"dia anakku, kemari Leo,, ini teman2 mami.."


Nadia membungkuk ke arah anaknya yang berjalan tertatih mendekati mereka.


"say hello.." kata Nadia


"hello aunt uncle, my name is Leo.."


Bocah lelaki yang gembul dan tampan itu memperkenalkan diri.


"hai Leo, namaku Mitha.." kata Mitha mengulurkan tangannya yang disambut antusias oleh bocah itu


" dan ini.."


Mitha tak melanjutkan kata2nya melihat ekspresi wajah Bayu yang tampak dingin.


Nadia yang seperti menyadarinya, kemudian berbisik sesuatu di telinga putra kecilnya,


"maaf aku harus segera pergi..say goodbye Leo.."


"bye aunt Mitha.." bocah itu meringis


"aku pergi dulu ya Bay.." pamit Nadia


Bayu tak bergeming masih terus menatap Nadia dengan dingin.


Perlahan Nadia beranjak pergi, menuju mobilnya kembali sambil menggandeng putranya.


Mitha melirik Bayu yang tak melepas pandangnya meskipun Nadia sudah berlalu.


" kenapa lagi dia?" batin Mitha


Jujur, hatinya seperti di cubit melihat Bayu seperti itu.Apa ini rasanya cemburu? Bagaimana mungkin cemburu kalau perbandingan nya saja seperti bumi dan langit ?

__ADS_1


Masih terdiam, Bayu memasuki mobil, seperti tak peduli dengan Mitha.Bergegas Mitha menyusul masuk ke mobil.


Sampai mobil berjalan pun, Bayu masih terdiam, membuat suasana di dalam mobil menjadi hening.


Dua orang yang duduk bersisian tampak asyik dengan pikiran masing2, hingga tak terasa, mobil memasuki kawasan perumahan elit.


Tampak rumah2 besar dan mewah berjejer rapi.


Seorang petugas keamanan tampak menghampiri mobil Bayu yang berhenti di depan pos jaga.


Bayu pun menurunkan kaca mobilnya,


"selamat sore Mas Bayu," sapa petugas ramah


"ayah dan ibu keluar?" tanya Bayu


"ada mas, cuma non Sherly yang tadi keluar diantar sopir, " jawab petugas kembali dengan ramah


Bayu hanya mengangguk dan kembali menjalankan mobilnya menuju salah satu rumah dikompleks itu.Rumah orangtuanya.


Tiba2 jantung Mitha berdetak keras saat mobil berhenti di halaman rumah yang luas.Rumah yang berada paling ujung ini, memiliki ukuran yang lebih besar dibanding yang lain.


"kenapa? kamu kaget?" tanya Bayu mengejek


"apa benar ini rumah? besar sekali.." jawab Mitha kagum


"berbangga lah, sebentar lagi kamu jadi menantu orang kaya, "ejek Bayu lagi


Mitha langsung melotot marah, Bayu menyeringai senang.


"ayo turun, aku mau lihat apa masih bisa galak di depan ayah ibuku ?" kekeh Bayu tertawa


Mitha langsung cemberut mendengarnya.


"Mas Bayu, " seru seorang wanita paruh baya membuka pintu sesaat setelah Bayu memencet bel beberapa kali


"ini Bik Minah, yang mengasuh kami berempat dari kecil," kata Bayu memperkenalkan wanita itu


"saya Mitha 'bik..." ucap Mitha mengulurkan tangannya.Bik Minah menyambut senang.


"ini calon istriku 'bik,, cantik nggak?"


"cantik Mas..sopan lagi...Bibik senang, Mas Bayu mau menikah..ayo masuk, Bibik panggilin ibu.."


Mitha mengikuti Bayu memasuki rumah mewah milik orangtuanya.Semakin terkagum ia saat diajak berkeliling, sebelum akhirnya berhenti di belakang rumah yang terdapat kolam renang di sana.


Kedua orang tua Bayu tampak duduk di meja kursi santai, menikmati sore hari dengan minum teh dan beberapa camilan


"'buu.. calon menantumu datang,," seru Bayu


"issshhhh.." Mitha memukul lengan Bayu gemas


"Mitha??"


Bu Surya langsung beranjak dari kursi dan menghampiri Mitha


''sore bu.." Mitha mengucap salam sambil mencium punggung tangan Bu Surya


"selamat datang di rumah,," angguk Bu Surya senang , Pak Surya pun menyusul ke arah anak dan istrinya berada.Mitha pun dengan segera mencium punggung tangan ayah Bayu itu.


"darimana kalian?" tanya Pak Surya dengan suara baritonnya.

__ADS_1


"pulang kerja, Mitha ingin ke sini.." jawab Bayu


"oh ya?" Bu Surya tampak bersemangat


"katanya ingin bicara ?" Bayu menoleh ke arah Mitha yang hanya diam saja sejak tadi


"bicara apa?" sahut Bu Surya sebelum Mitha sempat menjawab


Bu Surya mengajak Mitha duduk di ruang keluarga yang nyaman.Pak Surya yang merasa bahwa mereka akan bicara masalah wanita, langsung menyingkir masuk ke dalam ruang kerjanya.


"katakan sama ibu, mau bicara apa..?"


"itu..ibu..jangan marah.."


"ibu tidak akan marah, katakan saja, kamu ini membuat ibu penasaran saja,," kata Bu Surya tak sabar.


"ibu..sebenarnya aku.."


Mitha semakin kesulitan untuk bicara, ditatapnya Bayu yang juga tengah menatapnya.


"apa kamu hamil?" tanya Bu Surya tak sabar


"haaa ?" Mitha ternganga mendengarnya


"tidak apa2.. katakan saja..." ucap Bu Surya seolah tebakannya benar, Bayu menyeringai mendengarnya.


"aku tidak hamil bu..." gerutu Mitha


" lalu ?" Bu Surya mengernyit bingung


"ibu..maafkanlah aku...lebih baik rencana pernikahan ini dibatalkan saja..." lirih Mitha


"kenapa? apa kamu tidak mau jadi anak ibu?"


"aku mau bu...tapi.."


"tapi apa?"


"aku merasa tak pantas jadi anak ibu...aku belum siap bu..."


"omong kosong!" sentak Bu Surya


"kau apakan Mitha ?" Bu Surya melirik tajam ke arah anak lelakinya yang tampak duduk santai menyilangkan kakinya.


" ibu ini..selalu negative thinking .." geleng Bayu yang kemudian beranjak pergi meninggalkan ibunya.


"Mitha..dengarkan ibu..jadilah anak ibu..karena ibu yakin, hanya kamu yang bisa merubah Bayu.."


"apa maksud ibu ?" tanya Mitha bingung


"anak ibu yang paling tidak bisa di atur cuma kamu yang bisa merubahnya..ibu mohon Mitha..bantu kami..."


Bu Surya meraih tangan Mitha & menggenggam erat tangan Mitha


"apa ibu tidak malu memiliki menantu dari orang tidak mampu.." tanya Mitha lirih


" ibu tidak peduli..ibu melihat pribadi mu, bukan materi mu..tapi apa yang kamu punya di dalam dirimu," Bu Surya tersenyum


Dan Mitha pun tak kuasa menahan air matanya.Sungguh, betapa mulia wanita ini, cantik wajahnya, juga cantik pribadinya.


Apa yang selama ini ditakutinya ternyata cuma hanya dalam pikirannya saja.

__ADS_1


"hari sabtu depan, kami akan memintamu secara resmi, dan jika orangtuamu setuju, 1 bulan ke depan, kalian akan menikah..."


*****


__ADS_2