Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 25


__ADS_3

"mana kakakmu?"


Bu Surya tergopoh2 memasuki ruang unit persalinan.


"itu didalam, bu..." isak Sherly ketakutan.


"apa Bayu di dalam?" cecar Bu Surya


Sherly menggeleng, sambil menghapus air matanya dengan gugup.


Bu Surya yang hendak masuk ke dalam pun tertahan oleh seorang perawat yang berjaga.


"maaf ibu dilarang masuk..."


"anak saya sedang melahirkan, dia sendirian!" omel Bu Surya antara emosi karena anak lelakinya menghilang entah kemana dan takut mengingat Mitha yang berjuang sendiri melahirkan anaknya.


"ibu tunggu dulu di sini, saya akan ijin ke dokter dulu.." kata perawat dan bergegas masuk ke dalam.


Bu Surya menghembuskan napasnya kasar.Ingin rasanya ia mengomel disini.


"Bu Surya?"


"Dokter Ali! bagaimana anak saya?"


"masih belum lengkap bukaannya, baru 8.."


"aku ingin menemaninya di dalam,"


"boleh...mari saya antar,"


Dokter Spesialis kandungan berusia paruh baya itu pun mempersilahkan masuk Bu Surya dengan sopan.Ia adalah dokter keluarga Bu Surya sejak kehamilan pertamanya.


Dengan langkah cepat Bu Surya mendekat ke arah ruangan dimana Mitha menunggu persalinannya.


"Mitha..." panggil Bu Surya melihat Mitha yang tertidur miring untuk meredakan sakit akibat kontraksi yang mulai sering seiring pembukaan.


"Ibu..?" Mitha membalik tubuhnya lemah.


Wajahnya penuh airmata.


"semoga ibu hanya tahu ini airmata karena rasa sakit kontraksiku.." batin Mitha takut


"kamu pasti bisa...jangan menangis lagi, ibu akan menemanimu..." hibur Bu Surya , meraih tangan Mitha dan menggenggamnya erat.


"iya 'bu...terimakasih..." angguk Mitha tersenyum


"mana suamimu?" tanya Bu Surya menyelidik


"di-dia...mungkin dalam perjalanan..."


"Ooohh..."


Bu Surya ikut menemani Mitha berjuang melahirkan baby nya, hingga sang baby lahir pun Bayu belum menunjukkan batang hidungnya.


"selamat ya sayang... cucu ku tampan sekali..."


Bu Surya tampak bersemangat melihat baby Mitha yang sedang dibersihkan.Tangisnya yang kencang membuat dokter dan perawat tertawa.


"apa dia sempurna dan sehat 'bu..?" tanya Mitha lemah dan lelah usai memenangkan pertarungan hidup dan mati untuk melahirkan bayi lelakinya.


"iya sayang...jagoan kecilmu sehat dan sempurna..istirahatlah...setelah dibersihkan kalian akan dibawa ke kamar inap..."


Mitha hanya memandang sekelilingnya dengan rasa kantuk yang luar biasa.


"bahkan kamu pun tak menemaniku berjuang melahirkan anakmu..." batin Mitha dengan kecewa yang amat dalam, sambil menutup matanya dan tertidur.


*****


Mitha membuka matanya perlahan, mengerjap2kannya menatap sekitar. Rupanya ia sudah berpindah ke kamar inap , kamar dengan fasilitas mewah.


Ada banyak buket bunga berhias yang mengucapkan selamat padanya.

__ADS_1


Sambil meringis menahan sakit bekas jahitan di organ intimnya, Mitha beringsut untuk duduk bersandar.


"Mba Mitha sudah bangun?"


Sherly tampak keluar dari toilet dengan wajah segar seperti habis mandi.


"kamu habis mandi?" Mitha balik bertanya.


"iya...Mba Mitha mau minum apa makan?"


Sherly berjalan mendekati Mitha dan membantu menata bantal untuk bersandar supaya nyaman.


"mana baby nya?" tanya Mitha melihat ke sekeliling


"sedang dimandiin perawat, tadi pup.."


Sherly tertawa geli dan merasa gemas sekali dengan ponakan kecilnya.


"Ooh..." Mitha menunduk dan merapikan bajunya.


"Mba pasti gemes lihat baby nya deh..."


Mitha tersenyum tipis, mendengar celoteh Sherly yang terus saja menceritakan anaknya.


Tak berapa lama, pintu kamar terbuka, Bapak dan Ibu Surya muncul di sana. Wajah mereka tampak berseri bahagia mendapat cucu lelaki pertama, karena 2 cucu sebelumnya yaitu anak Bagas dan Rina adalah perempuan.


"selamat ya 'nak...anakmu tampan sekali.."


"terimakasih 'Yah..." angguk Mitha tersenyum


"ibu jadi tidak sabar membawanya pulang!"


Semua orang tertawa mendengarnya, apalagi setelah mendengar pintu kamar diketuk dan muncul perawat yang membawa box bayi, semua langsung berebut ingin menggendong lebih dulu.


"seru ya bu keluarganya?" ucap perawat tersenyum sambil membantu Mitha untuk bangun, membantunya membersihkan diri.


"ibu sudah bisa berjalan?" tanya perawat sopan


"baik bu...saya akan membantu anda mandi dulu..setelah itu bisa menyusui baby nya.."


Mitha mengangguk dan berjalan pelan menuju kamar mandi dibantu perawat.


******


"haaiii....."


Hampir saja Mitha tersedak saat pintu kamar terbuka, dan Yuri menyerbu masuk tanpa permisi.


"isshhh bisa permisi nggak sih ?!" omel Sherly melihat Mitha yang terbatuk2.


"Owh i'm sorry..." genit Yuri sambil cekikikan


Sherly menyerahkan segelas air putih yang langsung diteguk Mitha besar2.


"mana nih Hendra Junior ?? nggak sabar eike pingin lihat.."


"sudah dibawa ke ruang bayi, bisa nangis kejer liat kamu!" ketus Sherly


"aiiihhh... kamu jehong banget siihhh..."


Yuri terduduk di sofa tanpa permisi.


"capek banget sayy.. minta minum dong..."


"emang sini cafe!" dumal Sherly galak


"sudah kasih aja..." ucap Mitha menengahi


"dicontoh tuh...cewek harus lemah lembut kayak kakakmu persis aku...hihihi.."


"hoeeekk," Sherly bergaya seperti orang mau muntah.

__ADS_1


Mitha yang duduk di tempat tidur tertawa geli melihat kelakuan orang didepannya itu.


Hari ini Mitha bersemangat karena ia sudah diperbolehkan pulang besok pagi oleh dokter.


Ayah dan ibu mertuanya tersenyum senang dan bergegas pulang untuk menyiapkan segala sesuatunya.


Mereka pun seolah tak peduli ada atau tidaknya anak lelaki mereka, si ayah bayi yang sampai hari ini belum muncul juga.


Mungkinkah kedua mertuanya sudah tahu?


Para saudara dan semua kerabat yang menjenguk ke rumah sakit pun tidak ada yang menanyakan dimana ayah si bayi.


"permisi..."


"Mas Fahri ??" seru Sherly melihat siapa yang berdiri di pintu kamar.


"ayoo masuk.." Sherly berlari kecil menghampiri Fahri dan mengajaknya masuk ke dalam.


"hai.." sapa Fahri melihat Mitha yang tersenyum melihatnya.


"hai.." balas Mitha


"bagaimana keadaanmu?" tanya Fahri lembut


"baik,..lama tak bertemu.."


Fahri mengangguk seraya tersenyum.


"apa mau lihat debay nya? ayo ku antar.." girang Sherly, langsung menyeret Fahri keluar kembali, meninggalkan Yuri dan Mitha di kamar.


"iissshhh siapa cowok bening itu??"


"namanya Fahri, kekasih Sherly..." jawab Mitha


"aiiihhh beruntung banget sih si bocil.." pekik Yuri


"iya...ibu berharap mereka menikah secepatnya.."


Mitha tersenyum, memandangi jari manisnya yang berhias cincin berlian, cincin pernikahan yang diberikan oleh Bayu.


"iya siihh...kayaknya si cowok yang baik, kalem nggak bar2..padahal aku suka yang bar2 kayak Hendra...cowookkk bingiitt.."


Mitha menatap Yuri yang ribut sendiri.


"kamu kenapa sih ?" tanya Mitha heran dan geli


"tahu nggak sih suamimu itu tipe akyu bingit?"


"nggak tahu," geleng Mitha mengangkat bahunya


"aku mau banget jadi simpanan Hendra deehh..."


"sayang orangnya nggak disini..hehehe.." geli Mitha


"ya nggak mungkinlah...dia kan lagi bonyok dihajar bapaknya!"


"apa?"


"aduuuhhh neeekk keceplosan eikeehh.."


"kamu ngomong apa barusan?"


"kamu salah dengar...hihihi.."


"kenapa Bayu dihajar ayah? kamu bohong ya?"


"sumpah say.. sampai babak belur karena ketahuan nungguin mantan daripada istri yang lahiran.."


"apa?!!"


"adyuuuhhh eikeh keceplosan lagi! gawat!"

__ADS_1


******


__ADS_2