Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
mencari data tentang putri


__ADS_3

"Putri....!!" suara menggema masuk ke telinga putri, spontan putri membalikan badannya dan betapa terkejutnya ia, mata nya membulat nafasnya seolah terhenti kedua kakinya seolah susah untuk bertumpu. naluri nya ingin memeluk sosok orang yang telah memanggil namanya walaupun sosok itu masih menyapu ke segala arah untuk mencari sosok putri,


putri masih terpaku namun tubuh nya sedikit terhalang tiang penyangga namun masih bisa melihat sosok Raga, putri akui ia sangat merindukan Raga, ia menoleh ke arah Bima.


Bima tidak bisa berkata apa-apa, namun dalam sorotan matanya ia seolah tidak rela jikalau putri harus kembali kepada Raga,


"pergilah temui Raga, mungkin inilah takdir sekalipun kamu menghindari namun ketika tuhan berkata lain kita tidak bisa menolaknya."


putri tidak menjawab perkataan Bima walaupun tubuhnya ingin sekali berlari menubruk dan memeluk Raga, namun kembali pikiran dan egonya yang bisa mengalahkan bahasa tubuhnya, putri menggeleng ia raih tangan Bima untuk secepatnya pergi menghindar.


Bima belum sempat berkata apa-apa karena ia pun bingung kenapa putri tidak mau bertemu dengan Raga. walaupun ia tahu masih ada sorot cahaya cinta yang terpancar di matanya.


setelah keduanya masuk kedalam mobil. mereka sama sama terdiam.


lalu Bima menoleh ke samping

__ADS_1


"kenapa kamu menghindari dia put?"


"tanpa aku jawab kamu sudah tau alasannya kan?" jawab putri


" kamu jangan membohongi hati kamu put, masih ada pancaran cinta di hati kamu terlebih ada kehadiran sosok malaikat kecil."


"nggak kak! aku nggak peduli dia udah milik orang lain!"


Bima pasrah ia tidak mau memaksa putri kemudian Bima menyalakan mesin mobil,


diikuti dengan anggukan oleh putri.


**


Raga masih menyapu pandangan ke berbagai arah ia berjalan kesana kesini hanya untuk mencari sosok kekasih nya yang ia sangat Rindukan.

__ADS_1


"ah.... " Raga menjambak rambutnya sendiri ia merasa frustrasi karena kehilangan bayang putri, ia meyakini bahwa itu putri pasalnya ketika ia baru keluar dari pintu lift ia sepintas melihat bentuk tubuh putri dari arah belakang dengan cepat langkah kaki Raga melangkah namun seketika apa yang dia lihat sekejap menghilang.


"susah sekali aku mencari kamu put.." ucapnya lirih matanya mulai memerah. sedih amarah rindu bercampur aduk. langkah gontai nya kembali menuju lantai atas dimana Ryu dan Tania sudah menunggu.


**


Ryu dan Tania sudah berada dalam ruang perawatan VIP plus dimana sang komisaris perusahaan Nitori industries masih terbaring sakit kemudian tidak lupa di dampingi sang adik CEO dari perusahaan tersebut.


Raga masuk kedalam ruangan itu langkah gontai pakaian dan rambut sedikit berantakan Ryu paham kalau Raga sedang berfrustasi karena tidak bisa menemukan putri.


Ryu berbisik kepada Raga menanyakan apa dia berhasil menemukan putri, Raga Tidka menjawab hanya gelengan kepalanya saja sebagai jawaban.


setelah menjenguk dan sedikit berbincang Raga Ryu dan Tania pamit untuk kembali.


Raga mengajak Untuk makan siang terlebih dahulu di restoran sekitar rumah sakit, namun rasa penasaran Ryu apa yang Raga lihat benar atau tidak nya dia melihat putri ia meminta agar Raga dan Tania menuju ke restoran terlebih dahulu, Ryu berpura-pura meminta ijin kepada Raga untuk membeli sesuatu pesanan via lalu Raga pun mengijinkan. setelah Raga dan Tania pergi, Ryu segera meminta ijin untuk mengecek CCTV apakah benar apa yang Raga liat itu putri atau bukan dan betapa terkejutnya ia ternyata apa yang Raga lihat memang beneran sosok putri, namun Ryu mengerutkan keningnya siapa laki laki yang ada di samping putri itu. tanpa buang waktu Ryu meminta tolong kepada petugas yang berada dengannya untuk mencari data tentang putri kenapa dirinya ada di rumah sakit.

__ADS_1


hampir setengah jam Ryu menunggu akhirnya petugas itu datang dengan membawa map berisi selembar kertas. dengan cepat Ryu merah map tersebut kemudian langsung ia buka, dan....semakin terkejut Ryu dalam kertas tersebut menyatakan bahwa Putri sedang hamil dan tertera data suami putri adalah Bima Cahaya.


__ADS_2