Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 9


__ADS_3

"enak ?"


Fahri menatap Mitha yang duduk bersandar sambil mengelus perutnya.


"enak sekali !" angguk Mitha tersenyum malu2.


Fahri tersenyum, Mitha memang gadis yang berbeda dari yang lain.


Tidak seperti gadis2 yang pernah Fahri kenal, yang rata2 hanya memandang materi


"mau tambah?" tanya Fahri geli


"nggak..aku kenyang sekali.." geleng Mitha cepat


Mereka sama2 tersenyum, dan kembali bercengkrama, tanpa menyadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka dengan tajam.


"boleh aku membawa pulang kopi?"


"boleh...cafe ini juga boleh kalau kamu mau.."


"issshhh sombong sekali !" omel Mitha


Fahri tertawa sambil mengacak rambut Mitha,


"baiklah, tunggu disini.."


Fahri beranjak berdiri, lalu berjalan menuju kasir untuk membayar sekalian memesan kopi untuk Mitha.


Mitha tersenyum menatap Fahri dan senyumnya langsung menguap melihat seseorang yang baru saja membuka pintu cafe.


Mitha menelan saliva nya takut, melihat pria yang kini berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam dan rahang mengetat.


"Bayu..." sendat Mitha


"apa yang kamu lakukan di sini ?'' tanya Bayu mendesis


"minum dan makan spaghe.."


"pulang!" bentak Bayu, membuat beberapa orang mengalihkan perhatian ke arah mereka.


"tapi..."


Bayu langsung menarik Mitha berdiri, dan meraih tas nya, kemudian mengajak keluar dari cafe.


"Bayu... sakit.." isak Mitha menahan sakit di tangannya yang dicengkram Bayu dan malu dengan tatapan orang2.


"belum resmi menikah dan kamu berani selingkuh!"


"aku tidak selingkuh.." isak Mitha


Bayu menghentikan langkahnya mendengar isak tangis Mitha.


"aku cuma mengajaknya minum kopi,"


Fahri berdiri di belakang mereka.


"apa?" Bayu mengernyit


"kenapa kamu menyakitinya?" tanya Fahri emosi


"itu bukan urusanmu!" bentak Bayu


"hanya lelaki banci yang menyakiti wanita!"


"dia calon istriku!!"


Bayu melepaskan Mitha dan beralih menghampiri Fahri untuk mencengkram kerah kemejanya.


"Pak Bayu... mohon tenang, "


Pak Saleh langsung berlari keluar mobil menghampiri majikan mudanya sebelum terjadi perkelahian.

__ADS_1


"mohon bapak pergi..." kata Pak Saleh melerai


Fahri menepis tangan Bayu dan merapikan kemejanya.


"aku tak akan mengampunimu jika terus menyakiti Mitha!" ancam Fahri dan berlalu


"ayo non...masuk ke mobil.."


Pak Saleh mengajak Mitha menuju mobil, mengikuti Bayu yang lebih dulu sampai.


"ke apartemen, nona mudamu ini harus dihukum!"


titah Bayu saat Pak Saleh sudah bersiap di belakang kemudi.


Pak Saleh hanya mengangguk,karena ia tahu betul adat tuan mudanya ini saat marah.


Matahari sudah terbenam saat mobil berhenti di depan gedung apartemen.


Bayu pun langsung menarik Mitha keluar dari mobil dan mencengkram tangannya keras, setengah menyeret mengajaknya masuk ke gedung apartemen.


"sakit..." isak Mitha sakit dan takut


Lift berhenti di lantai apartemen Bayu berada.Dengan kasar Bayu menekan kode untuk membuka pintu, menarik Mitha masuk ke dalam dan mengunci pintunya.


"apa maumu??!" teriak Mitha saat Bayu melepas jas serta dasinya dan membuka kancing kemejanya


"menghukummu, karena sudah berselingkuh!"


Mitha membulatkan matanya saat Bayu menanggalkan kemejanya.


Mitha semakin ketakutan saat Bayu meraih ikat pinggangnya.


"aku tidak selingkuh... kumohon.." isak tangis Mitha mengiba


Bayu tak menggubrisnya.Dengan cepat meraih tubuh Mitha dan memeluknya erat.Dicengkramnya wajah Mitha dengan satu tangannya, supaya mendongak untuk menatap wajahnya.


"menangis pun percuma," desis Bayu kemudian mencium Mitha dengan ganasnya.


"sakiitt..." erang Mitha terisak


Bayu mengangkat tubuh Mitha memasuki kamar, dan melemparnya dengan kasar ke atas ranjang.


Dengan brutal dilepasnya baju yang melekat di tubuh Mitha.


"aku mohon...jangan.."


Mitha terus memberontak, kuwalahan dengan serangan Bayu yang membabi buta.


Bayu melepas sisa baju ditubuhnya,membuat Mitha semakin bergidik ngeri.


Dengan cepat ia mengkungkung Mitha dibawah tubuh polosnya.


"kamu harus dihukum sayang..."


Bayu menyeringai kejam, meraih dalaman Mitha dan merobeknya.


Mitha pun berteriak dan menangis.


Bayu kembali melanjutkan aksinya saat tubuh polos mereka bertemu.


Mitha benar2 merasa sakit, ditubuh dan hatinya.Benar2 ia diperlakukan seperti wanita murahan.


"jangan... maafkan aku..." isak Mitha


Bayu yang sudah dikuasai amarah dan nafsu, tak peduli lagi dengan isak tangis Mitha.


Dengan sekali sentak, tubuh mereka menyatu.


Mitha berteriak kesakitan merasakan nyeri dan perih dibawah tubuhnya.


"kamu cuma milikku..."

__ADS_1


*****


Jam menunjuk pukul 3 dini hari.Hujan deras tampak mengguyur kota,membuat semua orang terlena untuk terus bermimpi indah karena udara yang begitu dingin.


Tetapi tidak untuk Bayu.Ia masih terjaga, dan duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya .


Sofa yang letaknya di depan ranjang kingsize nya membuatnya leluasa memandang gadis yang tertidur meringkuk berselimut tipis.


Wajahnya masih membekas airmata, bibirnya tampak sedikit terluka, bekas gigitan Bayu.


Lehernya penuh dengan tanda kepemilikan Bayu.


Bayu tersenyum menyeringai, mengingat hukumannya sepanjang malam tadi, yang membuat Mitha kini mutlak menjadi miliknya.Miliknya sepenuhnya yang tidak boleh di lirik orang lain.


Bayu duduk bersandar menyilangkan kakinya,terus saja ia menatap gadisnya.Jantungnya masih berdetak keras mengingat ia adalah lelaki pertama yang menyentuh Mitha, membuat rasa bangga terbesit di dalam dirinya.


"ayah..ibu..maaf..."


Bayu tersentak kaget mendengar Mitha yang mengigau.Perlahan Bayu pun beranjak dari duduk nyamannya dan berjalan pelan ke arah ranjang.


Mitha masih tampak memejamkan matanya, air mata mengalir membasahi bantal.


Bayu mengusap airmata Mitha dan berbaring disampingnya, direngkuhnya tubuh Mitha ke dalam pelukannya, seolah mencoba menghibur kesedihannya.


"maafkan aku.."


*****


Mitha terjaga dari tidurnya.Perlahan ia membuka kelopak matanya, mencoba meraih ingatannya.


Ruangan kamar masih tampak temaram karena hujan yang mengguyur kota sejak dini hari belum juga mereda.


Jam di atas nakas menunjuk pukul 8.30.


Pertama kalinya Mitha bangun sesiang ini.


Mitha meringis saat menggerakkan tubuhnya, rasa sakit menjalar di mana2.


Apalagi bagian bawah tubuhnya yang terasa nyeri.


Mitha mengeluh kaget merasa tubuhnya yang polos penuh dengan tanda merah.


"sudah bangun ?" tanya serak seseorang di sampingnya.


Pipi Mitha bersemu merah dan terasa panas saat bertatapan dengan Bayu.


Ingatan semalam saat Bayu menghukumnya membuat wajah Mitha semakin terasa panas dan jantungnya berdebar.


Bayu menarik tubuh Mitha mendekat ke arahnya, kembali memeluk Mitha dengan erat.


"kamu milikku sekarang, " bisik Bayu ditelinganya


Tubuh Mitha menegang.


"apa kamu sudah tahu kesalahanmu?" tanya Bayu lagi menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Mitha.Bayu berlama2 menghirup aroma tubuhnya yang menempel di tubuh Mitha.


"apa kamu akan mengulanginya lagi?"


Dengan cepat Mitha menggelengkan kepalanya, Bayu tersenyum merasakan tubuh Mitha yang gemetar.


Bayu mengangkat wajahnya, menatap Mitha yang juga tengah menatapnya dengan mata berkaca2.


Dengan pelan Bayu menunduk, mencium bibir Mitha yamg terluka karena nya.


Entah kenapa, ia tak pernah puas menikmatinya.Biar pun Mitha merengek memintanya berhenti, tapi Bayu tak peduli.


Hanya dengan menciumnya saja, Bayu kembali merasakan bagian inti tubuhnya menegang meminta pelepasan.


"jangan.." Mitha bergidik ngeri saat Bayu beralih ke atas tubuh Mitha, meminta penyatuan kembali


"kamu milikku.. " parau Bayu dan menyatukan tubuh mereka.

__ADS_1


*****


__ADS_2