
"mana suamimu?" tanya Pak Surya saat melihat Mitha masih terduduk di kursi teras sambil bermain ponsel
"sedang ada urusan di kantor 'yah... katanya mau menjemput Mitha..." jawab Mitha bergegas berdiri
melihat ayah mertua nya yang keluar hendak menuju ke mobilnya.
"urusan apa?"
"saya tidak tahu..." geleng Mitha pelan
Pak Surya semakin mengernyitkan dahinya.
Masih menatap Mitha yang menunduk, Pak Surya mengambil ponselnya dari saku celana dan mulai menghubungi seseorang
"Sam,"
"iya 'Pak .. ada apa Bapak menelepon?"
"apa bos mu ada di kantor ?"
"sepertinya tidak.. saya akan cek sebentar.."
"apa ada janji meeting ?"
"sepertinya tidak ada 'Pak, karena hari ini saya libur.." pria yang bernama Samuel menjawab dengan setengah gugup.Dia adalah asisten Bayu.
"kirim semua jadwal kerja bos mu itu sekarang, termasuk dengan siapa saja ia bertemu.."
"i..iya 'Pak.." gagap Samuel
Pak Surya memutus sambungan telepon.
"ayo Ayah antar pulang.." kata Pak Surya
" tapi nanti Mas Bayu..."
"biar nanti Ayah yang urus!" kata Pak Surya dengan tegas
Mitha mengangguk dan masuk ke dalam untuk berpamitan dengan tuan rumah.
"mana suamimu?" Bu Surya menatap bingung melihat Mitha berjalan mengikutinya ke arah mobil.
"anakmu semakin kelewatan!"
Pak Surya mulai emosi saat melihat file yang dikirim Samuel masuk ke ponselnya.Sudah jelas bahwa anak lelakinya berbohong, meninggalkan istrinya sendiri !
Bu Surya memilih diam daripada bertanya karena melihat suaminya yang tampak menahan amarah.
Bu Surya mengajak Mitha masuk ke mobil, Pak Saleh pun bergegas saat semua majikannya sudah masuk ke mobil.
*****
"Mba Mitha menginap disini?" seru Sherly antara kaget dan senang.
Kaget karena tak mungkin kakaknya bisa melepas istrinya dan senang karena ada teman yang bisa diajak nya bercerita.
Mitha hanya tersenyum saja menanggapinya, karena ia sendiri pun bingung, kenapa kedua mertuanya tidak mengantar pulang ke apartemen, malah membawanya ke rumah mereka.
"sudah sana mandi.." usir Bu Surya melihat anak bungsunya baru saja datang.
Dari acara 7 bulanan, memang Sherly ijin untuk pergi nonton bersama teman2nya.
"aahh ibu ini !" dumal Sherly , mau tak mau melangkahkan kakinya pergi ke lantai 2 dimana kamarnya berada.
Mitha duduk di ruang keluarga, ingin membantu ibu mertuanya menyiapkan makan malam, tapi tidak di perkenankan.Ia hanya disuruh duduk saja di ruang keluarga menonton tv.
Mitha melirik ponselnya.Entah kemana Bayu, sama sekali tak memberi kabar, padahal jam besar yang ada di rumah orangtua nya ini sudah berdentang 7 kali.
Perasaannya pun dirambati rasa tak enak.Apa pekerjaannya begitu banyak? sampai tak sempat mengabari ? hati Mitha penuh tanda tanya besar.
__ADS_1
Apalagi sikap ayah mertuanya yang tampak sarat menahan emosi.
Untung saja ada Sherly, Mitha jadi melupakan sejenak keberadaan suaminya yang tak ada kabar.
Mereka tampak cocok satu sama lain, mengobrol ke sana kemari kadang tertawa bersama, kadang tampak cemberut salah satunya, membuat Bu Surya merasa senang, rumahnya yang besar kembali ramai.
Dimas yang baru datang pun langsung ikut bergabung, menambah suasana semakin ramai.
"besok jalan2 yoookk.." seru Dimas
"ayooookkkk " seru Sherly dan Mitha berbarengan
"hussstt kalian ini !" omel Bu Surya karena kaget
"ayo kita ke pantai, sudah lama ga ke sana.." seru Dimas lagi
" setujuu...boleh ya 'Bu ?? lama kita nggak nengok villa di sana ??" rayu Sherly pada Bu Surya
" iya juga ya..nanti Ibu bilang Ayah dulu..."
"asyiiikkkk..." Sherly bertepuk tangan senang seperti anak kecil yang mendapat mainan.
*****
" jangan tinggalkan aku..." bisik Nadia lirih
"aku tidak bisa menungguimu trus, aku punya istri.." tolak Bayu membuang pandangnya dari Nadia, hatinya terasa perih menatap wanita, yang dulu bertahun2 bersamanya dan meninggalkannya kini mengiba kepadanya.
"kamu menikahinya karena pelarian.." isak Nadia
"kamu salah..." geleng Bayu
"cuma aku yang kamu cintai..." Nadia menangis
"kamu masa lalu, istriku masa depan.." tegas Bayu
"aku salah sudah meninggalkanmu.."
Bayu meraih kunci mobilnya, dan berjalan ke pintu keluar.
Nadia masih berbaring di ranjang dan menangis sesenggukan.
*****
"hallo..."
"apa kamu sudah pulang ?"
Bayu menelepon Mitha sambil mengendarai mobilnya membelah jalan raya yang tampak ramai karena akhir pekan.Waktu sudah menunjuk pukul 11 malam.
"aku dirumah ayah.." jawab Mitha dari seberang
sial, umpat Bayu dalam hati.Pastilah ia habis kali ini.Datang menjemput istrinya di rumah orangtuanya sama seperti masuk kandang singa.
"aku akan menjemputmu.." kata Bayu
"iya..aku tunggu.." ucap Mitha pelan
"sebentar lagi aku sampai,.."
Hubungan terputus.Bayu melempar ponselnya ke kursi samping kemudi.
****
Semua penghuni rumah sudah tidur saat Bayu membunyikan bel pintu, dan hanya 'Bik Minah yang membukanya.
"mana Mitha ?" tanya Bayu langsung masuk ke rumah
"dikamar Mas Bayu..kok tidak sabaran sekali..."
__ADS_1
Bik Minah hanya menggelengkan kepala melihat Tuan muda yang pernah di asuhnya itu berlari menuju ke lantai 2 dengan tak sabar.
Bayu membuka pintu bekas kamarnya dulu.Suasana tampak remang karena hanya lampu tidur yang masih menyala.
Bayu melihat Mitha yang bergelung dibawah selimut.Di dekatinya istrinya itu.
"ayo pulang..." bisik Bayu ditelinga istrinya
"ngantuk..." gumam Mitha geli karena Bayu menciumi telinganya
"nanti tidur lagi di mobil.." Bayu terus menciumi istrinya supaya terbangun
"tidur disini saja..." Mitha mulai tertawa geli
Mitha memeluk leher suaminya yang kemudian rebah di atas tubuhnya.
Mitha membuka matanya saat mencium bau parfum wanita yang menempel dikemeja Bayu.
"kamu darimana?" tanya Mitha menyusupkan wajah ke dada bidang suaminya
"dari kantor.."
BOHONG! pekik Mitha dalam hati
"dengan siapa di sana?"
"dengan Samuel, kenapa?"
BOHONG! jerit Mitha dalam hati
Mana mungkin Samuel memakai parfum perempuan? mana mungkin juga Samuel memeluknya karena wangi parfum itu menempel di kemeja.
"tidak apa2.. kenapa tidak mengabari tadi..."
Bayu mengecup bibir istrinya gemas karena terus bertanya yang membuatnya kelimpungan mencari alasan.
"lowbatt tadi.."
bibir ini pun terasa lain, batin Mitha sedih merasakan ciuman suaminya yang berbeda.
Sebenarnya apa yang kamu lakukan tadi? kenapa aku merasa kamu pergi dengan wanita lain?
pernikahan yang masih seusia jagung dan kamu sudah selingkuh?
Berbagai pertanyaan berputar di kepala Mitha.
"ayo pulang... aku ingin..." bisik Bayu parau menahan gairahnya yang memuncak saat menyibak selimut dan melihat tubuh istrinya yang hanya memakai kaos miliknya yang kebesaran.
"ingin apa ?" tanya Mitha pura2 bodoh padahal jelas2 sorot mata Bayu yang berkilat penuh gairah
menatap tajam ke arahnya
"aku ingin..." Bayu tak melanjutkan ucapannya, ia mengerang saat menyusupkan tangannya ke balik kaos dan mendapati istrinya tak mengenakan bra.
Mitha mendorong Bayu hingga terguling dan tidur terlentang di ranjang.
"Mitha..?" Bayu menaikkan alisnya saat istrinya itu naik ke atas tubuhnya, dengan cepat melepas kaos yang dipakainya.
Bayu menelan saliva nya melihat bukit kembar istrinya yang tegak menantangnya.
"ingin apa ?" tanya Mitha tersenyum menggodanya
Susah payah Bayu mencoba menahan tubuhnya yang panas membara.
Benar2 istrinya sekarang sudah berani menggodanya!
Mitha menunduk mencium Bayu lembut, yang membuat Bayu semakin panas dingin.
Dan malam itu, Bayu membiarkan istrinya memimpin permainan cinta mereka yang membuat mereka tak ingin mengakhirinya.
__ADS_1
*****