Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 13


__ADS_3

Perjalanan terasa hening.Bayu dan Mitha sama2 terdiam.Sesekali Bayu mengumpat saat motor menyalipnya dengan ugal2an.


Mitha melirik suaminya, lalu kembali fokus ke layar hp nya.


Sebuah pesan masuk.Dari Tantri.Dia akan menikah hari Sabtu depan dan mengundang Mitha untuk datang ke resepsi pernikahannya.


Dengan segera Mitha membalas pesan Tantri, mengatakan ia pasti akan hadir besok.


Bayu melirik istrinya yang senyum2 menatap layar ponselnya, seperti tak peduli dengan dirinya.


Begitu saja Bayu merebut ponsel istrinya saat mobil berhenti di lampu merah.


"kembalikan!" protes Mitha.


Bayu tak peduli protes istrinya, sibuk melihat semua pesan di ponsel istrinya itu.


"siapa Tantri?" tanya Bayu dingin


"temanku, kembalikan ponselku!" jawab Mitha marah


"apa aku sudah memberimu ijin untuk pergi?"


"aku tak peduli!" jerit Mitha emosi


"awas ya sampai rumah, kuhukum sampai pagi!"


Bayu menyeringai jahat saat istrinya berhasil merebut ponselnya kembali dan mencubit lengannya jengkel.


Bayu kembali menjalankan mobil saat lampu trafficlight berubah warna hijau.


Bayu mengemudikan mobilnya memasuki halaman resto, karena perutnya terasa keroncongan.


Sejak siang dia belum makan, ditambah lagi tenaganya terkuras saat menghukum istrinya sore tadi.


Bayu bergegas turun tanpa menunggu istrinya.


Beberapa pengunjung resto, terutama para wanita menatap ke arah Bayu yang memasuki resto.


Bayu tampak tampan meski hanya memakai celana jeans pendek dan kaos hitam, serta topi hitam.Persis seperti setan, batin Mitha merasa cemburu beberapa wanita melirik suaminya dengan terpesona.


Mitha memakai celana pendek jeans yang memamerkan pahanya, sementara atasannya memakai kemeja Bayu berwarna putih yang kebesaran, rambutnya dibiarkan tergerai, menutupi lehernya yang penuh bekas hukuman suaminya.


Mitha berjalan santai dengan sandalnya mengikuti Bayu menuju salah satu meja.


"aku mau makan yang enak dan mahal!" batin Mitha menerima buku menu dari pelayan resto yang menghampiri meja mereka.


Bayu kembali menyeringai mendengar istrinya itu memilih menu makanan yang paling enak dan mahal.


"makan yang banyak, biar bisa mengimbangiku nanti di ranjang!"


Mitha melotot ke arah suaminya yang semakin menyeringai menyebalkan.Ingin rasanya ia memukuli wajah tampan suaminya itu.


"rasanya kita memang berjodoh ya?"


Mitha dan Bayu serentak menoleh ke arah asal suara.


"Nadia ?" Mitha menyebut nama wanita dihadapannya.


Nadia tampak cantik dengan hotpants dan kaos longgar berwarna merah menyala.Rambut coklatnya dikuncir ke atas memamerkan leher putih mulusnya.Tangannya menenteng tas bermerk yang harga nya selangit.


"apa kabar Mith? lama nggak ketemu?"


"baik... dengan siapa?" tanya Mitha


"sendiri, suami dan anakku masih di Belanda,,"


waaaooooww,, pekik Mitha dalam hati.Diliriknya Bayu yang tak peduli, sibuk dengan ponselnya.


Suamiku yang kaya ini belum pernah sekalipun mengajakku keluar negeri! gerutu Mitha dalam hati


"apa kau sudah makan? kita makan bersama?"

__ADS_1


"nanti aku mengganggu kalian..." kata Nadia geli


"aahh..tidak apa2..kita biasa diganggu.."


Sepersekian detik Mitha sadar salah bicara melihat wajah Nadia yang tertegun.


"maksudku biasa diganggu Dimas dan Sherly.."


Mitha menjelaskan dengan salah tingkah, Nadia tersenyum.


" mungkin lain waktu, aku ada perlu.. baiklah, aku mau ke toilet,, bye.." pamit Nadia


" aku juga mau ke toilet," kata Mitha beranjak berdiri


" ayo barengan.." ajak Nadia


" ke toilet dulu ya sayang.." ijin Mitha


Bayu kaget mendengar panggilan Mitha kepadanya.


"Ya sayang..." angguk Bayu yang kini membuat Nadia tertegun melihat mereka.Panas hatinya.


Mitha dan Nadia masuk ke toilet bersamaan, selesai dengan urusan kecil, mereka sama2 bersolek sebentar di depan cermin yang berada di toilet.


Nadia tampak memoles lipstik berwarna merah menyala seperti warna kaosnya, setelah di rasa cukup ia pun mengeluarkan parfum dan menyemprot ke tubuhnya yang ramping.


Wangi parfum ini! Mitha terhenyak kaget.


Wangi parfum ini sama dengan wangi parfum yang menempel di kemeja Bayu malam itu! apa mungkin mereka bersama malam itu??


Hati Mitha mencelos menyadari semua itu.


''aku duluan ya.." pamit Nadia


" iya.."


Mitha menatap nanar penampilan Nadia yang cantik tapi seperti wanita nakal.


Ada hubungan apa kalian berdua dibelakangku?


*****


Mitha duduk dihadapan Bayu tanpa bicara.Sesak sekali dadanya ingin memuntahkan semua pertanyaan di dada nya.


Dengan jengkel Mitha menguncir rambutnya ke atas tak peduli lagi bekas percintaan suaminya yang panas dileher, membuat Bayu membulatkan mata menatapnya.


"tutupi," titah Bayu saat beberapa orang yang melewati meja mereka tampak berbisik melihat leher Mitha


"ogah," tolak Mitha asyik minum jus nya dengan sedotan, Bayu meradang.


Benar2 cuma wanita ini yang berani melawan perintahnya!


Mitha menikmati kemarahan suaminya.Wajah tampannya tampak cemberut.


"Rasain, emang cuma kamu yang bisa membuatku marah? aku juga bisa 'bung !" batin Mitha senang


*****


Sabtu pagi, Mitha menemani sarapan suaminya.


"apa acaramu hari ini ?" tanya Bayu menyuap roti


"aku mau ke butik Yuri, lalu ke resepsi Tantri," jawab Mitha menuang jus jeruk ke gelas suaminya itu


"nanti Pak Saleh akan mengantarmu,"


" tak perlu, aku bisa naik taxi online,"


Bayu menatap tajam istrinya


" aku tidak menerima penolakan,"

__ADS_1


Mitha menghembuskan napasnya berat.


"aku cuma sebentar," ucap Mitha pelan


"baiklah aku yang akan mengantarmu,"


"malah dia ikut !" jerit Mitha dalam hati.


Bayangannya bebas untuk sementara sirna sudah.


"cepat bersiap, kita berangkat ke Yuri,"


Bayu melap mulutnya dengan serbet dan beranjak berdiri, berjalan memasuki ruang kerjanya.


Mitha segera membereskan meja makan, dan masuk ke kamar untuk bersiap.


Mitha memilih gaun terusan selutut berwarna coklat muda dengan pola polkadot putih.


Dipilihnya tas tangan berwarna senada.


"ayo," ajak Mitha melihat suaminya yang tampak serius menatap laptop sambil menelepon


"aku mau ke kantor, nanti Pak Saleh yang akan mengantarmu ke resepsi," kata Bayu beranjak keluar ruang kerjanya.


"kenapa? ada pekerjaan mendadak lagi?"


Mitha menatap suaminya curiga.


"Sam menelponku, area managerku ternyata korupsi uangku," jawab Bayu menahan emosi


"Oooww..." Mitha mengerucutkan bibirnya


Diikutinya Bayu keluar dari apartemen, menuju lift yang akan membawa mereka ke basement dimana mobil Bayu terparkir bersama penghuni apartemen yang lain.


*****


Mitha meminta Yuri gaun yang sederhana saja, supaya tidak mencolok,menjadi pusat perhatian saat diresepsi nanti.


Bukan maksud menghina Tantri yang mengadakan acara resepsi dirumah yang berada di tengah perkampungan seperti rumah orang tua Mitha dulu.


"kamu itu mau resepsi apa belanja sih??"


Yuri memprotes Mitha yang memilih flatshoes, kemudian bercermin untuk memantas dengan gaunnya yang berwarna biru muda dengan hiasan pita dibawah dada.


"capek pakai heels," kata Mitha sambil berputar di depan cermin


" kalau pakai kebayamu itu, aku bisa sesak napas,''


"kamu sih sekarang gemukan!" dumal Yuri


Tak terima koleksi kebaya nya dikatakan membuat sesak napas.Ditatapnya dada Mitha yang tampak menyembul sedikit memamerkan kulit yang halus


"apa iya? apa karena akhir2 aku mudah lapar ya?"


"jangan2 kamu hamil Hendra Junior?" selidik Yuri


"mana mungkin..aku kan nggak mual2??"


Mitha melotot ke arah Yuri yang masih menatapnya penuh selidik


"kan tidak semua ibu hamil harus mual muntah?"


"kamu ini, seperti dukun beranak saja!" tawa Mitha


Tiintiintiin


Suara klakson mobil, tanda Pak Saleh sudah datang.


"Bye Yuri, emmuuuaaacchhh," pamit Mitha melempar ciuman jauh sebelum keluar butik


"sana mampir dokter periksa!" seru Yuri sebelum Mitha masuk ke mobil

__ADS_1


"sok tahu!" Mitha tertawa dan masuk ke mobil.


****


__ADS_2