
Bayu Mahendra.
Anak kedua dari 4 bersaudara, 3 lelaki dan 1 perempuan, anak dari Bapak Surya Dimedja,seseorang yang memiliki pengaruh besar di kota S.
Semua orang segan kepadanya, seorang pria paruh baya yang tak kehilangan aura wibawanya.
Tidak ada orang yang tak mengenalnya, ditambah beliau memiliki istri yang masih cantik diusianya yang memasuki setengah abad yang terkenal dengan keramahan dan kebaikan hatinya dalam menolong sesama, semakin membuat keluarga Surya Dimedja dikenal di masyarakat luas.
Hari ini, semua anggota keluarga berkumpul untuk makan malam.
Sang ayah duduk di kursi utama ditemani istrinya disamping kanannya.
Disamping kirinya duduk Bagas, anak lelaki sulungnya bersama istrinya,Rina yang sedang mengandung, bersebelahan dengan Sherly, putri bungsu satu2nya keluarga Dimedja yang masih duduk dibangku kuliah semester pertama.
Dimas anak lelaki nomer 3 duduk berhadapan dengan Sherly, sementara Bayu duduk dikursi paling ujung berhadapan dengan ayahnya.
Anak lelaki kedua yang sulit diatur, tak mau mendengar orangtua hanya mendengar kata hatinya sendiri.
"apa kegiatan kalian hari ini ?" Bapak Surya membuka percakapan disela makan malam
"tidak ada yang istimewa 'yah seperti biasa.." kata Dimas sambil menyuap nasi ke mulutnya
"apa sudah kontrol ke dokter hari ini ?" tanya Bapak Surya kepada Bagas
"sudah tadi siang, bayi dan ibunya sehat.." jawab Bagas tersenyum menatap istrinya sambil mengelus perut istrinya yang mulai buncit
"ayah, boleh aku meminta sesuatu ?" Sherly bertanya penuh semangat
"katakanlah.." ayahnya menatap penuh sayang
"bolehkah aku pergi kuliah membawa mobil sendiri?" tanya Sherly antusias
"tidak !" jawab ayahnya tegas
Sherly langsung tampak lemas
"aku sudah besar ayah... aku malu selalu diantar sopir, semua temanku menyetir sendiri..."
"bagiku kau tetap putri kecil ayah..."
Bapak Surya menatap putrinya dengan penuh kasih, sementara yang ditatap mendengus kesal
"biar mas antar ya 'dek.. pasti teman2mu iri kamu naik mobil mewah kakakmu ini.."
Bayu mencoba menghibur adik perempuan semata wayangnya
"nggak mau ah,, dikirain aku pacaran sama oom2 ga jelas !" tolak Sherly mentah2
Bagas dan Dimas tertawa mendengar penolakan adik mereka, sementara Bayu tersedak mendengarnya.
"sialan.." umpat Bayu yang langsung mendapat lirikan tajam ayahnya
"sudah.. ayo makan," ucap Ibu Surya menengahi
Mereka melanjutkan makan malam dengan tenang
Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga yang besar dan nyaman.
"kami pamit ya 'yah.. takut bumil kecapekan" pamit Bagas sambil membantu Rina berdiri dari sofa
"tidur saja disini besok baru pulang.." ucap Bu Surya melihat anak lelaki dan menantunya bersiap pulang
"lebih enak dirumah sendiri bu.." cengir Bagas
"pacaaaraaan trusss.." goda Sherly
"kenapa? situ ngiri yaa.. " goda Rina membuat Sherly cemberut
Bayu tertawa paling keras, membuat adiknya semakin cemberut
"Mas Bayu tuh,, nggak laku2, jomblo akut !"
"apa kamu bilang ?"
"iya..kapan kamu menikah 'yu ? umurmu sudah cukup jadi bapak.." tukas Bagas menatap adik lelakinya
"sana pulang berisik ,," usir Bayu
"sopan sedikit dengan kakakmu !" hardik Pak Surya
"pergi saja lah.." Bayu bangkit dari duduknya
__ADS_1
"mau kemana ?" Bu Surya menatap anak lelakinya yang paling sulit di atur itu
"pulang ke apartemen " jawab Bayu sekenanya
" tidur sini saja, kenapa juga ke apartemen.." keluh Bu Surya menggelengkan kepalanya
"malas ketemu orang alot .." Bayu menyeringai dan langsung melarikan diri setelah mengambil kunci mobilnya
Bapak dan Ibu Surya cuma menghembuskan napasnya berat melihat kelakuan anak lelaki kedua mereka yang suka seenaknya sendiri.
***
tiit tiit tiit tiit
Mitha meraih ponselnya yang berbunyi, tanda sebuah pesan masuk
"ayo nongkrong" sebuah pesan dari Fahri, sahabat Mitha yang mungkin lebih cocok menjadi adiknya karena umur mereka selisih 3tahun.
"malas.." Mitha membalas pesan dengan cepat
"ayolah...sudah lama kita nggak kumpul teman2.."
tidak ada semenit Fahri sudah membalasnya.
Mitha menghembuskan nafasnya sambil merenggangkan tubuhnya yang penat.
"mungkin ada baiknya keluar sebentar.." batin Mitha
"okelah..jemput setengah jam lagi brooo.."
"okeeeehhh !!" Fahri membalas lagi dengan cepat
Mitha bergegas bangun dan berganti pakaian.
***
Sementara itu, sebuah mobil jenis sedan mewah tampak membelah jalan raya yang tak begitu padat.Seorang pria tampan tampak fokus mengemudi dengan sesekali melirik ponselnya yang terus berbunyi.
Layarnya berkedip menampilkan nama Amara.
Bayu tampak tak memedulikan ponselnya hingga ponselnya pun berhenti berbunyi.
Ponsel kembali berbunyi, muncul nama Indra yang tampak berkedip di layarnya, Bayu pun bergegas menjawab panggilan Indra.
"dimana bro ..?" tanya Indra dari seberang
"lagi dijalan mau pulang ke apartemen, ada apa?"
Bayu menjawab malas2an
"gabung kita gih.. lagi ngopi di 70's.."
Indra mengajak dengan setengah berteriak karena bersaing dengan suara penyanyi Live music di sebuah kedai kopi di pinggir jalan batas kota.
"oke tapi cuma sebentar,, besok ada meeting bro.."
Bayu menjawab sekenanya kemudian memutar balik kemudinya menuju batas kota.
"oke ditungguu..." putus Indra
****
"nongkrong ditempat ini ? nggak salah ?"
Mitha menatap sekelilingnya.
Kedai kopi tampak ramai dengan pengunjung yang minum kopi sambil menikmati Live music yang tengah berlangsung.Penyanyi wanita yang bertubuh mungil dan bersuara merdu itu menyanyikan lagu yang tengah hits dikalangan anak muda sekarang.
"sekali2 laahhh... gabung sama orang kaya..."
Fahri meringis melihat parkiran yang mayoritas berisi kendaraan roda 4, ia memarkir motor lelakinya tak jauh dari halaman kedai bergabung dengan motor2 pengunjung yang lain.
"ayo masuk," ajak Fahri semangat
Mitha pun mengikuti Fahri masuk ke dalam kedai kopi yang tampak ramai.
Kedai kopi ini di desain terbuka dengan alam, dengan banyak hiasan lampu2 yang digantung, sehingga tampak begitu menarik di suasana malam yang penuh bintang seperti ini.
"Fahri,, sini !" seorang pria tampak melambaikan tangannya memanggil Fahri
Fahri pun mengajak Mitha bergabung bersama temannya.Untungnya disana ada Tantri, gadis hitam manis yang Mitha kenal, sehingga tak perlu canggung untuk bergabung bersama mereka.
__ADS_1
"lama nggak ketemu Mith.." seru Tantri memeluk Mitha dengan senang
" iya Tan...gimana kabarmu..?" senyum Mitha
"baik...kamu ? tambah cantik sekarang.."
kedua gadis itu pun saling bertukar cerita tak peduli lagi dengan 3 orang pria yang bergabung dengan mereka.Mereka tampak asyik mengobrol sambil meminum kopi yang masih mengepul panas untuk mengusir udara dingin di malam yang semakin larut.
Sebuah mobil mewah tampak memasuki area parkir, dan berhenti sesuai komando tukang parkir yang bertugas mengatur kendaraan pengunjung
Mitha mengawasi Tantri yang tampak serius menatap ke arah tempat parkir, kebetulan meja mereka tak jauh dari area parkir.
"lihat apaan sih 'Tan ..?" tanya Mitha mengernyit
"itu..mobil mewah yang baru parkir, pasti pengemudinya cowok cakep deh.." jawab Tantri senyum2 sendiri
" aahh..sok tau.." decak Mitha mengikuti arah pandang Tantri.Mitha mengernyitkan dahi nya menatap mobil mewah itu.Rasanya tidak asing, seperti pernah melihatnya.
Dan benar saja, begitu pengemudinya turun, Mitha langsung tercengang,
"itu kan Bayu..." batin Mitha
Entah jodoh atau apa, mereka kembali bertemu tanpa sengaja.
Beberapa wanita yang berada di kedai tampak memalingkan wajah mencuri pandang pada sosok pria tampan yang berjalan memasuki kedai.
Sosok tampan yang tampak kaya raya, impian para wanita.
Bayu berjalan ke arah meja yang berada tak jauh dari meja Mitha bersama Tantri dan teman2.
Bayu bergabung bersama teman2nya yang berisi pria2 tampan dan mapan dari keluarga kaya raya.
" tuh kaaann... apa aku bilang ???" bisik Tantri
Mitha belum mengalihkan pandangannya pada Bayu yang duduk di sana, dan seperti perasaan yang bertaut, Bayu pun menyipitkan pandangannya ke sekeliling kedai dan berhenti ke arah gadis yang juga tengah menatapnya,,ya,,gadis itu adalah Mitha!
Mereka berdua tampak berpandangan,selama sepersekian detik tampak terpaku satu sama lain, sebelum akhirnya Bayu tampak menyeringai tampan memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih.
"ada apa broo..?"
Indra menatap bingung Bayu.Yang ditatap malah asyik tersenyum sendiri.
" nggak apa bro.. traktir kopi ya ?" tukas Bayu
"enteng kalo cuma kopii maahh..." geli Indra
"apa belikan kedai ini sekalian ?" tantang Bayu
"dasar ngelunjak !" gerutu Indra
mereka tertawa bersama, menarik perhatian wanita2 yang haus lelaki tampan.
"kamu kenal mereka 'Mith ?" tanya Tantri
" mana mungkin.. aku kan orang miskin," jawab Mitha menunduk lesu
Pura2 saja tidak kenal daripada mengundang hal2 yang memalukan.Mitha bisa mengenal Bayu juga karena mendapat beasiswa bisa bersekolah di sekolah anak2 orang kaya.
Tiba2 seorang pelayan mendekati meja Mitha sambil membawa segelas besar berisi coklat hangat, salah satu menu di kedai itu.
"maaf mba Mitha yang mana ?" tanya pelayan
"saya mas..ada apa ?" jawab Mitha balik bertanya
"ini mba coklat hangat nya.." kata pelayan meletakkan gelas ke meja hadapan Mitha
" tapi saya nggak pesen mas.." tolak Mitha
" ini dari mas nya dimeja seberang mba,," jelas pelayan menunjuk dengan ibu jarinya sopan
Mitha mengalihkan pandangnya searah pelayan kedai yang menunjuk ke meja tempat Bayu dan teman2nya berada.
Mitha menelan ludah gugup, membuat teman2 semejanya ikut memandang ke arah pandang Mitha.
"waahhh ... kamu kenal mereka.." seru Tantri
" siapa itu 'Mith ?" tanya Fahri penasaran
"cuma teman..teman masa lalu.."
****
__ADS_1