Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
#part 20


__ADS_3

Mitha terjaga merasakan silau mentari pagi yang menembus tirai jendela besar kamarnya.


Dengan perlahan membuka kelopak mata, mengamati keadaan sekitar.


Hembusan napas yang teratur menghangati sisi wajahnya, dan perut buncitnya terasa berat karena dipeluk lengan yang kokoh.


Mitha memalingkan wajahnya, menatap wajah tampan yang masih tampak pulas tidur di sampingnya.


Wajahnya terasa panas saat ingatan tadi malam menyerbunya.


Mitha tersenyum, mengingat semalaman pria ini terus menyebut namanya, mengatakan betapa ia mencintainya.


"sudah puas lihat wajah tampanku?"


Mitha terkejut saat bibir yang tak puas dikecupnya tadi malam itu menyeringai.Tampan.


"kamu mengerjaiku!" dumal Mitha malu mendorong dada telanjang suaminya itu.


"aku senang ditatap kamu.."


Bayu semakin mempererat pelukannya.Tertawa senang saat merasakan tendangan dari perut Mitha.


"morning boy.." Bayu mengelus lembut.


"apa dia lapar ya?" Bayu tertawa merasakan tendangan yang kuat.


"mungkin .." ucap Mitha meringis dan beranjak bangun, diraihnya selimut menutupi tubuhnya yang polos.


"terimakasih tadi malam..aku suka.." Bayu memeluk Mitha dari belakang, mengecup lehernya lembut.


"isshhh...apaan sih," Mitha tak kuasa lagi menahan malunya, membuatnya salah tingkah saat meraih gaun tidurnya.


Bergegas Mitha masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


Pagi yang cerah, membuat Mitha dan Sherly menikmati sarapan dihalaman belakang rumah.


Mereka hanya berdua, karena ayah dan ibu sudah pergi pagi2 sekali ke rumah saudara, sementara Dimas sudah menghilang entah kemana.


Bayu masih mandi saat Mitha meninggalkan kamar tadi.


"kamu pacaran dengan Fahri?"


uhuk! Sherly langsung tersedak salad yang sedang dilahapnya mendengar pertanyaan Mitha.


"apaan sih Mba ??" omel Sherly menepuk2 dadanya setelah meminum segelas jus jeruk


"aku tanya, apa benar kamu pacaran sama Fahri?"


selidik Mitha menatap tajam ke arah Sherly yang tampak gelagapan.


"Mas Fahri menyukaiku karena aku mirip dengan cewek yang disukainya dulu.."


"apa?" Mitha menaikkan alisnya


"aku cuma pemeran pengganti kasarnya.."


Mitha menatap Sherly.Fahri menyukai seseorang yang mirip dengan Sherly? kenapa seleranya berubah lagi?


Dulu ia mengajak gadis norak ke acara resepsi, dan ternyata lagi Fahri pernah menyukai gadis yang ceplas ceplos seperti Sherly ??


"lalu kamu mau cuma jadi pemeran pengganti?"


"tidak tahu.." Sherly mengangkat bahunya


"kok tidak tahu??" Mitha mencubit gemas lengan Sherly yang putih itu

__ADS_1


"aooww...aku cuma menjalani..lagipula ibu juga suka sama Mas Fahri..isshhh sakiit tahu 'Mba!"


Mitha tak mengalihkan perhatiannya sedikit pun dari Sherly yang masih mengusap lengannya yang memerah karena dicubit Mitha sambil menggerutu.


Mitha ingin sekali bertemu dan menanyakan hal yang mengganjal hatinya ini pada Fahri langsung.


Apalagi Sherly adalah anak perempuan satu2nya dikeluarga yang pasti akan sangat dilindungi oleh para lelaki anggota keluarga ini.


Mitha menghela napas berat, bagaimana caranya bisa bertemu Fahri tanpa diketahui Bayu?


Pasti bisa perang dunia jika mereka berdua bertemu.


"kalian sedang apa?"


Sherly dan Mitha sama2 terlonjak kaget.


Bayu muncul dengan pakaian santai, kaos berkerah berwarna hitam dan celana jeans.


"ada pengganggu," bisik Sherly membuat Mitha mendelik.


Bayu menjatuhkan dirinya dikursi sebelah Mitha duduk menikmati sarapan salad dan jus.


"kalian membicarakanku ya?" tanya Bayu curiga


"idiiihhh Pede banget jadi cowok!" cibir Sherly


"oow harus itu!" Bayu meraih gelas berisi jus milik Mitha dan meminumnya.


"ayo pulang..." ajak Bayu menatap istrinya asyik menikmati salad


"ini kan sudah dirumah.." ucap Mitha menatap suaminya yang tampak tampan sekali pagi ini.


"ke apartemen.." kata Bayu tak sabar


"aku mau disini.." geleng Mitha


Sherly menatap pasangan didepannya ini geli.Kapan bisa melihat mereka melewati hari tanpa berdebat.


"Beli saja rumah, wanita hamil pasti repot tinggal di apartemen .." decak Sherly tertawa.


Bayu menatap adiknya.Benar juga! Mungkin istrinya ini bosan tinggal di apartemen, mungkin juga malas harus naik turun lift karena apartemen mereka dilantai teratas.


Bayu menggerutu dalam hati, kenapa tak pernah terpikir untuk membeli rumah saja?


"ayo ikut.." ajak Bayu


"ke mana?" tanya Mitha bingung


"beli rumah," jawab Bayu menghabiskan jus dan beranjak berdiri


"ceillaahh...beli rumah kayak mau beli permen aja, sultan mah bebaas!" cibir Sherly


"diam kamu! anak kecil tahu apa!" bentak Bayu meraih tangan Mitha supaya berdiri dari kursinya.


Tiba2 Bayu terdiam, mengingat sesuatu yang lupa di tanyakannya pada adiknya ini.


"Ooh ya, aku lupa mau bertanya tadi malam.."


"ayo kita pergi!" potong Mitha


Bahaya sekali kalau Sherly menceritakan semua tentang Fahri! Adik iparnya itu kan belum bisa memilah mana yang perlu dan tidak perlu untuk diceritakan.


"aku ikut yaa??" rengek Sherly


Malah dia ikut !! batin Mitha gemas


"ayo!" angguk Bayu menggandeng Mitha berjalan menuju kembali ke dalam rumah sambil menelepon Samuel untuk menjemputnya.

__ADS_1


*****


"suka yang mana?" tanya Bayu saat mereka berkeliling melihat rumah contoh kompleks perumahan elit di temani marketing yang terus saja menerangkan kelebihan2 rumah berlantai 2 yang besarnya hampir sama dengan rumah orangtuanya.


"aku suka rumah ibu.." jawab Mitha tersenyum hangat.


Bayu menghela napasnya berat, sabar !


"ini loh Mba..bagus!" seru Sherly menunjuk rumah 2 lantai ber cat krem yang benar2 mewah.


"pilihan yang tepat kakaknya ini!" angguk sang marketing penuh senyum.


"berapa harga nya?" tanya Mitha iseng, penasaran dengan harga perumahan ini.


"apa???" pekik Mitha saat si marketing menyebut nominal 9 digit angka.Bayu, Samuel dan Sherly terlonjak kaget.


"isshh..Mba Mitha ini!" dumal Sherly kaget mendengar teriakan Mitha.


"ayo pulang..rumah disini mahal sekali!" bisik Mitha ditelinga Bayu.


Samuel yang mendengarnya tersenyum, betapa istri tuannya ini lain daripada yang lain.


Saat wanita yang lain bertekuk lutut bahagia akan dibelikan rumah mewah, malah wanita ini mengajak pulang begitu tahu harga nya mahal!


Ingin rasanya Samuel tertawa, tapi takut gajinya dipotong Tuannya lagi.


"kamu ini !" desis Bayu tak bisa menahan marahnya lagi.


"bagaimana Bapak,Ibu ?" tanya si marketing tak pernah berhenti tersenyum seharga 9 digit angka.


"boleh minta kartu namanya? kami akan berpikir dulu..." ucap Mitha


"baik ibu..silahkan, saya tunggu kabar baiknya.." angguk si marketing menyerahkan kartu namanya.


Samuel bergegas menuju mobil untuk menjemput tuan dan nyonya nya yang masih di halaman rumah contoh.


"kamu ini malu2in!" omel Bayu saat mereka sudah berada dalam mobil menuju restoran untuk makan siang.


"kenapa?" tanya Mitha tanpa dosa


"baru kali ini aku batal membeli sesuatu!"


"rumah itu mahal sekali! sayang uangnya, sebentar lagi aku melahirkan, kita pikirkan biaya nya dulu buat anakmu!"


"Ya Tuhan....kamu pikir suamimu ini tidak mampu bayar rumah sakit sambil beli rumah??!"


Bayu sudah tak mampu menahan emosinya lagi, sementara dua penumpang didepan menahan tawa setengah mati.


"kalau kamu mau suamimu ini bisa beli rumah sakit tempatmu melahirkan nanti!!"


"cih..sombong sekali!" dumal Mitha tak peduli teriakan suaminya.


Sherly mencubit pinggang Samuel yang sudah hampir kelepasan menahan tawa nya.


Bayu menatap istrinya yang membuang muka dengan gemas.Baru kali ini ada wanita yang menolak pemberiannya.


"aku lapar ! aku mau makan enak!"


"apa?" Bayu menaikkan sebelah alisnya


"aku bilang aku lapar!" bentak Mitha galak.


Bayu terlonjak kaget.


"ayo Sam kita ke restoran, Nyonya besarmu ini lapar !" titah Bayu menatap tajam istrinya itu.


"Baik 'Pak.." angguk Samuel masih berusaha keras menahan tawanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2