Aku Atau Dia

Aku Atau Dia
Autumn with Bima


__ADS_3

*satu bulan kemudian*


sudah satu bulan putri tinggal di jepang dan ia sudah beraktivitas menjadi seorang mahasiswi di Jepang, untuk berkomunikasi putri menggunakan bahasa Inggris karena memang dia belum mahir berbahasa Jepang. sesekali ia berkumpul dengan kumpulan mahasiswa Jepang yang berasal dari Indonesia.


putri menjalani hari hari dengan rasa bersyukur karena ia dikelilingi oleh orang orang Yang baik.


bulan ini adalah bulan Oktober dimana di Jepang sedang musim gugur musim gugur merupakan musim yang bersuhu sedang dan membuat suasana hati terasa nyaman. selepas kuliah putri bergegas mengunjungi taman Rekugien yang letak nya masih di daerah Benkyo Tokyo. dengan mengenakan pakaian kaos panjang berwarna hitam dan di padukan dengan cardigan berwarna cream yang senada dengan celana panjang nya berwarna cream. putri berjalan menyusuri teman Rekugien dimana banyak orang yang berkunjung untuk menikmati momen musim gugur ia menengok ke kiri dan ke kanan ada beberapa pasangan kekasih yang sedang ber swapoto.


putri tersenyum getir ia masih mengingat sosok Raga walaupun pikirannya selalu melawan bayang bayang Raga namun hati nya selalu memanggil nama nya.


kemudian putri duduk di kursi taman tersebut ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan melakukan Selfi kemudian mengirimkan kepada ayah dan ibu nya beserta para sahabat nya. putri mengirim Poto Selfi nya dengan caption "the first Autumn".


ketika Putri masih sibuk dengan ponselnya karena berbalas pesan dengan orang-orang terdekat nya tiba tiba ada seseorang yang duduk di kursi itu, seorang laki-laki bertubuh tinggi dan manis, laki laki itu berucap

__ADS_1


" Jika saya adalah seekor burung saya akan terbang ke seluruh bumi mencari mesin gugur yang berurutan."


putri yang mendengar seseorang yang berucap menggunakan bahasa Indonesia dan suaranya seperti tidak asing baginya lalu putri menenggak kepalanya ia terdiam kaget melihat sosok yang ada sampingnya, sedangkan laki laki tersebut mengulas senyum dan mengangkat tangannya untuk menyapa


" hai apa kabarmu putri" sedangkan putri membalas senyuman manis nya dan menyambut tangan laki laki tersebut


" ka..kabar aku baik ka. ka Bima kok bisa ada disini?" dengan terus menggenggam tangan Bima saking kagetnya.


Bima menggeser tubuhnya mendekati putri, walaupun tangannya masih putri genggam. putri baru menyadari tangannya masih menggenggam tangan Bima ia pun melepaskan tangannya. Bima kembali tersenyum.


"oh..jadi ka Bima suka kesini pas pertama musim semi, tapi gimana dengan kuliah ka Bima?" putri bertanya dengan gugup


"mulai sekarang aku akan tinggal disini put aku pindah kuliah sekalian bantu ngurusin perusahaan paman kamu sendiri kenapa tiba tiba ada disini terus kuliah kamu gimna?"

__ADS_1


Bima bertanya pura pura tidak tahu tentang apa yang di alami putri sekarang.


dari awal pertemuan putri dan Agnes saat itu Bima terus membuntuti sekaligus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai ketika Putri hendak pergi ke bandara Bima sengaja mengikuti Putri dan mendengar percakapan putri beserta teman-temannya sebelum take off. Bima mendengar kan penuturan putri kepada teman teman nya saat itu ia langsung geram terhadap Raga dan mengepalkan tangannya. ia berjanji akan menyusul dan melindungi melindungi putri sampai semua urusan di Indonesia selesai dan pada akhirnya di taman Rekugien Benkyo Tokyo Jepang ia bertemu kembali dengan pujaan hati nya.


"sudah satu bulan aku tingal disini kak aku sengaja memutuskan untuk mencari ilmu disini kebetulan juga kakak aku minta aku kuliah disini." putri menjawab dengan alasan seperti itu dia tidak mau menyatakan bahwa yang membuat nya pindah kesini adalah Raga.


Bima mengetahui putri mencari alasan yang lain ia mengangguk dan mengulas senyum.


"oh ya terus bagaimana kisah cinta kamu sama tuan RAGA" Bima sengaja mengucap mempertegas nama Raga


putri tersenyum kecut


"aku sama Raga sudah tidak memiliki hubungan apapun kak." setelah berucap putri sedikit menunduk

__ADS_1


Bima melihat mata putri terdapat genangan air mata yang akan mengalir, Bima meraih tangan putri untuk ia genggam.


"jangan menangisi orang yang sudah mengkhianati kepercayaan kamu, aku akan selalu ada disamping kamu putri." Bima berucap dan menyeka air mata yang sudah mengalir di pipi putri


__ADS_2