
Sudah 5 bulan berlalu , sejak Mitha menemui Bayu, namun sampai sekarang masih belum ada perubahan.
Statusnya masih tergantung.Bayu tidak akan pernah melepasnya, dan tidak mau juga Mitha melepaskan dirinya.
Sungguh egois pria bar2 satu itu.
Sore hari ini semua keluarga Dimedja tampak sibuk untuk mempersiapkan pengajian persiapan pernikahan Dimas dan Arin.
Mitha hanya mengawasi kesibukan orang2 dihadapannya sambil menggendong Daniel yang sudah tumbuh menjadi bayi yang montok dan menggemaskan.
Pipi yang gembul dan selalu tertawa pada setiap orang yang mengajaknya bercanda, membuat Daniel jadi primadona.
"ibu yang membawamu susah payah selama 9 bulan, tapi kenapa kamu mewarisi semua milik ayahmu?" kata Mitha menatap wajah Daniel yang seperti fotokopi Bayu.
Daniel mengulurkan tangannya yang gemuk mengelus pipi Mitha sambil tersenyum memamerkan gusinya yang masih ompong.
Senyum milik Ayahnya, hidung Ayahnya, mata Ayahnya.
Mitha pun menciumi anaknya gemas, membuat si bayi tertawa menjerit2 geli.
"isshhh cucu oma kenapa teriak2!" omel si nenek mendekat ke arah mereka duduk.
Daniel langsung mengulurkan tangannya meminta gendong pada neneknya, orang terfavorit setelah kakeknya.
Bu Surya tertawa senang, sambil mencium pipi gembul Daniel, menggendongnya dan berjalan ke arah saudara2 lain yang berkumpul.
Mitha pun bergabung bersama Sherly dan Bik Minah mengatur makanan ringan yang akan diberikan kepada para tamu pengajian.
"sebentar lagi Sherly yang akan menyusul.." ucap Mitha melirik adik iparnya itu sambil tersenyum
"menyusul kemana?" tanya Sherly bingung
"menyusul menikah lah.." goda Mitha
"haiisshh masih lama kali Mba..masih juga sekolah, Ayah bisa ngamuk!" dumal Sherly sambil tertawa terkikik.
Bik Minah tersenyum melihat keakraban Mitha dan Sherly, sejak Mitha tinggal bersama mereka, hubungan Sherly dan Mitha sudah seperti saudara kandung bukan ipar lagi.
"ciwi2 lagi ngapain?" Dimas yang baru turun langsung bergabung dengan Mitha dan Sherly.
Mereka jadi trio solid pembuat onar di rumah dengan sifat mereka yang suka bercanda.
"lagi di repotin acara kamu nih," jawab Mitha jutek
"emak satu anak judes amat!" ejek Dimas
Sherly tertawa geli melihat Mitha yang cemberut.
Dan perhatian mereka teralih saat melihat sebuah mobil besar dan hitam yang tak asing berhenti di depan rumah.
"Ngapain si pria bar2 datang!" gerutu Sherly melihat Samuel turun dari kursi kemudi
Mitha tampak tertegun melihat pintu mobil yang bergeser membuka dan terlihat Bayu turun dari bangku penumpang.
Tampan, dengan kemeja berwarna putih dan celana jeans biru gelap.Rambutnya tersisir rapi seperti biasa.
Tubuhnya tampak lebih kurus dibanding 5 bulan lalu saat Mitha menemuinya.
__ADS_1
"jangan gitu lah 'dek...Mas kan juga butuh doa restu Mas Bayu..." kata Dimas
Benar, Dimas merasa tak tega dengan Bayu yang begitu dimusuhi oleh Ayah dan Ibu mereka.
"bisa dihajar Ayah kamu!" pekik Sherly takut
"Aku sudah minta ijin ," senyum Dimas dan berlalu mendekati Bayu.
"Mba Mitha nggak apa2 'kan..?" tanya Sherly menatap Mitha yang tampak memandang Dimas dan Bayu dengan mata berkaca2.
Mitha menggeleng sambil tersenyum.
"nggak apa2 kok..." ucap Mitha terbata.
Bayu berjalan memasuki rumah, melihat Sherly dan Mitha yang bersama Bik Minah menata kue dan buah di piring saji.
"sayang.." ucap Bayu menyentuh bahu Mitha membuat Mitha menoleh ke arahnya.
Sherly membulatkan matanya mendengar panggilan Bayu pada Mitha.
Sherly mendengus sebal dan pergi meninggalkan kakak2nya itu.
"mau minum apa Mas Bayu, bibik ambilkan..?"
"nanti saja, aku mau bicara dengan istriku dulu.."
"ya sudah, bibik tinggal ke belakang dulu..."
Bik Minah pun berlalu meninggalkan mereka, suasana menjadi hening.
Mitha hanya mengangguk tak menjawab Bayu.
Bayu menatap istrinya yang cantik sore ini.Dengan gaun terusan berwarna putih, dengan kancing2 di bagian depan yang memudahkannya untuk menyusui.Rambut panjangnya dikuncir kuda.
"Daniel haus sepertinya.." Bu Surya menghentikan bicaranya saat melihat Bayu dan Mitha.
"Papapa.." riang Daniel melihat Bayu.
Bayu tersenyum menatap putranya, sementara Mitha terkejut melihat interaksi Daniel terhadap Bayu.
"maaf Mba...aku yang sering mengajak Daniel videocall dengan papanya.." kata Dimas.
Pantas saja, Daniel bisa mengenali Bayu, batin Mitha.
"mau *****?" tanya Mitha meraih Daniel dari gendongan neneknya.
Daniel menolak dan mengulurkan tangan gemuknya pada Bayu.
"Papapapa..." celotehnya
Bayu menatap takut istri dan ibunya, sementara anaknya terus memanggil2nya.
"mau ikut papa?" tanya Mitha lagi mendapat tatapan tajam dari Bu Surya.
"papapapa..." teriak Daniel menjerit2
Bayu mengulurkan tangannya.Daniel langsung berhambur ke pelukannya.
__ADS_1
"hai boy.." Bayu mencium pipi gembul anaknya.
Mitha menggeleng pelan saat Bu Surya hendak merebut kembali Daniel dari pelukan Ayahnya.
Bayu tampak senang seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
Bayu bergegas menuju kursi yang tertata rapi di depan rumah untuk para tamu.
Bersama Samuel, mereka terlihat asyik menggoda Daniel yang terus saja menjerit2 tertawa.
"lihat itu anakmu senang sekali bertemu ayahnya, bagaimana kalau ia tidak mau berpisah?" tanya Bu Surya membuat Mitha merinding mendengarnya.
Dimas pun bergabung bersama Bayu dan Samuel ikut menggoda Daniel, menggelitik perut gendut si bayi.
"pikirkan lagi keputusan kalian.." kata Pak Surya yang berdiri disamping istri dan anak menantunya itu.
"jika kalian ingin kembali bersama, biar Ayah yang mengurus wanita itu," kata Pak Surya lagi.
"Ayah..."
*****
Acara pengajian berakhir dengan lancar, acara pernikahan akan diadakan seminggu dari sekarang.
Daniel yang sudah nyaman dipelukan ayahnya sambil minum susu dari botol langsung mengamuk saat hendak diserahkan ke ibunya.
Langsung saja menangis keras seperti protes kepada ibunya yang memeluknya erat.
"sudah malam, Daniel bobok yuk.." bujuk Mitha pada bayi gembulnya yang terus menangis dan meronta menggapai2 tangannya pada Ayahnya.
"papapa.." jeritnya mengamuk
"biar aku gendong dulu sampai tidur, baru aku akan pulang..." putus Bayu meraih kembali putranya.
Mitha hanya menghela napas, inilah ketakutannya selama ini, anaknya tidak bisa jauh dari ayahnya, membuatnya kesulitan jika memutuskan untuk berpisah dari Bayu nanti.
Daniel langsung menyusupkan wajah ke dada ayahnya, membuat si ayah tertawa.
Mitha duduk di kursi, mengawasi Bayu yang berdiri sambil menggendong Daniel yang mulai terlelap.
"ayo aku tidurkan dikamar..." bisik Bayu
Mitha mengangguk dan berjalan mendahului Bayu menuju kamarnya bersama Daniel.
Bayu mengikuti Mitha dan tersenyum melihat kamarnya yang sudah direnovasi.
Ranjang besarnya masih tampak berantakan dengan mainan yang tersebar hingga ke karpet.
Bayu membaringkan putranya di boks, menyelimutinya sebelum menunduk mencium dahinya.
"selamat malam," pamit Bayu dan Mitha pun meraih tangannya.
"tolong...berikan aku kepastian, jangan menggantungku seperti ini.." ucap Mitha menatap Bayu.
"aku sudah bilang padamu, aku tidak akan pernah melepasmu dan anakku.."
*****
__ADS_1