Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 21.Akhir pencarian


__ADS_3

Setelah menepikan mobil,Ardhan langsung keluar karena menyaksikan mobil yang di tumpangi Mira masuk ke jurang dan terbakar


Seketika tubuh ardhan merosot jatuh ke tanah . jantungnya seakan berhenti berdetak, tubuhnya lemas seperti tak bertulang.


Ardhan begitu terpukul belum juga melihat bagaimana keadaanya, kini Tuhan malah memisahkan mereka.


Ardhan meraung-raung menangisinya, tangannya memukul-mukul dadanya yang sesak.


"Argh!!!!! kamu jahat Mira,jahat.


kamu belum menjawabnya ."


"jika menolakku cukup katakan saja.Kenapa kamu malah pergi ?"


"huuuuuu.....huuuuuu"


Kesan laki-laki dingin dan pendiam, tidak nampak pada diri ardhan saat ini.


Belum juga cintanya bersemi kini malah layu ,karena sang pemilik hati yang bertahta kini pergi entah kemana.


Meskipun raganya pergi meninggalkan tapi senyum dan keindahan matanya masih bertahan di hati dan pikiran Ardhan.


Hingga tak lama setelah kejadian itu beberapa mobil polisi mulai berdatangan,mobil Ambulance, bahkan mobil tim SAR di kerahkan berharap ada nyawa yang dapat di selamatkan meskipun kemungkinannya nihil.Melihat bagaimana api melahap habis mobil itu tanpa sisa.


Bersamaan itu satu mobil berhenti tak jauh dari posisi ardhan ,Dany ,Siti dan Bu Fatimah.


Mereka langsung keluar menghampiri Ardhan.


Semenjak hilangnya Mira Bu Fatimah tinggal di tempat Mira bersama Siti,


Toko dan cafe masih tetap berjalan karena Ardhan yang memerintahkannya.


Bu Fatimah menangis sesenggukan saling merangkul dengan Siti,melihat dimana mobil yang membawa Mira jatuh dan terbakar,hanya kepulan asap dan sisa kebakaran yang mereka lihat.


"Ya Allah nak." Beliau merasa iba dengan nasib Mira yang sejak dalam kandungan selalu di uji.


Lagi-lagi Bu Fatimah merasa sangat bersalah,jika saja waktu bisa terulang mungkin ada sedikit yang berbeda.


Mereka akhirnya pulang dengan membawa tangis dan kesedihan tentang kepergian Mira.


Meskipun harus di awali sedikit drama melow , Siti yang meraung-raung ,merengek pada petugas tim SAR dan polisi memintanya untuk terus mencari Mira,karena mereka masih yakin Mira masih hidup.


"Tuan, apa sebaiknya anda pulang saja dan biarkan petugas yang melakukan pemeriksaan."Dany mencoba menawarkan ,melihat kondisi tuannya yang kacau .


"Tidak,aku akan menunggu hasil kerja mereka."

__ADS_1


Sedangkan ardhan menolak ajakan Dany untuk pulang karena dia ingin ikut mencari bahkan menyuruh Dany ikut bermalam di lokasi tersebut.


Di samping karena dia juga ikut bersedih karena kehilangan wanita yang di cintai bosnya.


Untungnya karena nasehat Bu Fatimah kini mereka setuju untuk pulang.


Keheningan terjadi di mobil ardhan yang di kemudi dany, karena supir membawa Bu Fatimah bersama Siti di mobil yang lain.


Sepanjang perjalanan mata ardhan terus memandang ke samping ke arah luar.Tak henti -hentinya air asin keluar dari bola matanya.


"Baru saja aku bisa merasakan mencintai seseorang walaupun belum terbalaskan, tapi setidaknya bisa membuat aku bahagia ."T**erima kasih Mira."


...----------------...


Lima bulan setelah kecelakaan Mira.


Karena kecelakaan mobil yang Mira alami cukup parah, di tambah mobil yang sempet meledak sebelum terbakar.


Kemungkinan penumpangnya bisa selamat sangatlah nihil,melihat kondisi mobil yang hancur otomatis jika tubuh mereka ikut hancur.


Untuk itu pihak kepolisian yang menangani kecelakaan itu menyatakan jika penyelidikan di hentikan dan Mira beserta lainnya tidak selamat.


Awalnya ardhan masih merasa yakin jika Mira masih hidup, dia menyakini bahwa sebelum menemukan jasadnya atau bukti tentang Mira yang menyatakan sudah meninggal belum ada. Oleh karena itu dia masih mempercayai bahwa Mira masih hidup.


Semenjak kepergiannya, hari-harinya di pergunakan hanya menyendiri dan terus mencari informasi tentang Mira.


Bahkan sering kali Dany yang harus turun tangan menangani clientnya.


Dalam keremangan lampu di ruangan kantor,seorang laki-laki terlihat matanya mulai berkaca-kaca, raut wajah yang memancarkan kesedihan yang mendalam setelah melihat tayangan berita di televisi.


Di taruhnya remote tv di meja kerjanya setelah mematikan tv-nya menatap kosong ke depan


Berita itu cukup meruntuhkan sebagian kebahagiannya.


Helaan nafas berat terdengar keluar dari mulutnya.


brak.


"Tuan." buru -buru Dany masuk ke ruangan dengan nafas masih berkejaran.Dia lupa mengetuk terlebih dahulu atau mungkin karena berita yang akan ia sampaikan cukup membuat konsentrasinya tak fokus.


"nona Mira-."


"Aku sudah tau." belum kelar kalimat yang akan di sampaikan,Ardhan sudah lebih dulu menjawabnya.


Melihat raut wajah ardhan kini Dany tau bahwa mungkin benar ardhan sudah mengetahui informasi,jika penyelidikan kecelakaan Mira di hentikan dan di nyatakan bahwa di kecelakaan tersebut tidak ada yang selamat.

__ADS_1


"Siapkan semuanya, dan jangan lupa lakukanlah secara tertutup."begitu Ardhan mengucapkan kemauannya.


Dany berjalan mundur kemudian keluar serta membawa amanat yang di berikan padanya.


Di saat Dany berjalan di koridor,terdengar handphone yang di saku celananya berdering, kemudian langsung mengangkatnya.


Karena terlalu fokus membahas tentang proyek kerja sama di telepon,Dany tidak menyadari jika didepannya seorang office girl sedang mengepel lantai membungkuk memunggunginya.


Begitu juga dengan office girl tersebut, karena terlalu asik mendengarkan musik lewat pengeras suara di kedua telinganya.Alhasil dia sama sekali tidak mendengar suara Dany yang di belakangnya.


Hingga jarak mereka semakin dekat, dan bruk.!


"Astaghfirullah." mereka sama -sama terkejut.


"kerdil?"


"K**enapa betina aneh ini bisa ada di sini?"Dany ucapnya dalam hati


Dany kaget,perempuan yang menurutnya di anggap aneh karena tingkahnya yang tak sesuai dengan penampilannya.


"Haiz, kenapa harus ketemu sih! bikin gak semangat." batin Siti.


Sekarang Siti bekerja di kantor ardhan sebagai office girl dengan bantuan Ardhan,karena semenjak hilangnya Mira.Bu Fatimah lah yang membuat kue dagangannya.Namun karena panti asuhan lebih membutuhkan beliau, jadi terpaksa toko Mira sementara di tutup, berharap hingga Mira kembali.


"ekhm,Ngapain kamu?" hanya untuk sekedar berbasa-basi Dany mengatakannya, namun justru pertanyaan itu terlihat bodoh di mata Siti.


"gak liat aku pakai seragam apa? terus juga tanganku kan lagi pegang alat pel, ngapain masih tanya? Siti


"Maaf pak, saya lagi ngepel lantai, maaf lagi kalo pekerjaan saya bikin berantakan."


"Kalo saja aku lagi gak butuh pekerjaan, ogah aku kalo satu habitat dengannya.dasar tiang eh, Astagfirullah."


"Ya sudah lanjutkan lagi."ketika Dany hendak mau pergi tak sengaja dia melihat sesuatu di balik kerudung siti yang tersingkap sedikit.Oleh karena itu Dany mengurungkan niatnya.


"Apa itu?"


"maaf ,maksud bapak apa?"siti belum menyadari jika ada tanda bahaya,jika sesuatu yang ia gunakan sedikit keluar di balik kerudungnya.


Mata Dany seakan berbicara ,mengarahkan sedikit lebih menunduk menatap siti karena perbedaan tinggi badan mereka yang terlalu jauh.


"Kok aku deg degan sih?kenapa juga tiang listrik menatap seperti itu? ucapnya dalam hati.


"Atau,hah!"seketika tangan siti langsung menyilang di bagian dada, otaknya traveling memikirkan sesuatu yang di anggapnya mesum.


Detik berikutnya Dany langsung menarik sesuatu di diri siti,karena menganggapnya terlalu lama .

__ADS_1


"akh" seketika siti terkejut.


...****************...


__ADS_2