Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 49.Kecewa


__ADS_3

Di dalam salah satu private room di sebuah klub.Lebih memilih menyingkir dari suara hingar-bingar musik yang keras.


Terlihat seorang laki-laki tengah menyesap minumannya dari tangan wanita disampingnya yang berpakaian minim.


"Ben,kau itu termasuk salah satu bawahan yang kurang ajar?" ucap laki-laki lain yang diselingi kekehannya.


Dirinya juga tak kalah,wanita seksi juga tengah bergelayut mesra ditubuhnya.Sambil melakukan hal yang sama seperti Wanita yang bersama Sekretaris Jhon itu.


"Ck,,Tuan Samuel!kau salah besar,bukan aku yang kurang ajar tapi Bos ku lah yang kelewat bodoh."Umpatnya pada atasannya sendiri.Mengingat perbuatannya selama ini yang menusuk dari belakang.Menghianati Presdir Miller Crop Real Estate.


Ben dan Samuel seketika tertawa lepas,mereka sama-sama puas.Karena usaha mereka untuk menipu Presdir Miller Crop yang tak lain Jhon itu hampir berhasil.


"Kalian keluarlah!" tunjuk nya pada dua wanita penghibur,sambil menyodorkan sejumlah uang tips menyuruh mereka keluar.


Meskipun dua wanita itu tidak ada sangkut paut apalagi tidak berpengaruh,tetap saja dia hanya tidak ingin ada orang lain mendengar pembicaraan yang menurut mereka penting.


Dengan terpaksa salah satu wanita penghibur itu mengambil tips yang diberikan untuk mereka berdua,padahal mereka berharap akan melakukan servis lebih terhadap dua pelanggannya.Karena jelas bayaran yang akan mereka terima akan lebih besar tentunya.


"Kau tau Tuan,bagaimana tampangnya saat menandatangani surat pengalihan saham?benar-benar kasihan."Ucapnya sambil tertawa.Setelah dua wanita itu keluar dari ruangan.


Samuel hanya menyeringai puas,menatap surat perjanjian yang ditangannya telah dibubuhi tanda tangan Jhon.


Bersabarlah Ayah,apa yang seharusnya menjadi milikmu sebentar lagi akan jatuh ke tangan kita.


Yah karena proyek dulu yang di menangkan Mendiang ayahnya Jessica,membuat Tuan Smith tidak terima.Beranggapan jika perusahaan dirinyalah yang berhak dan pantas mendapatkan nya.


Hingga membuahkan dendam diantara tiga persahabatan yang sudah terjalin cukup lama terjadi.


"Setelah ini pasti aku akan ketahuan,jika selama ini aku membantumu."Lanjut Ben lesu,menggerus Putung rokoknya yang masih tersisa.Rasanya sudah tak berselera untuk menghirup nya.


Bagaimanapun dia hanya manusia biasa yang mempunyai rasa takut,meskipun selama ini perbuatannya aman.Tapi tetap saja dirinya mempunyai rasa khawatir untuk dirinya sendiri.


"Cih,kau takut masuk penjara?"tanya Samuel yang heran dengan kelakuan bawahannya."Jika memang takut masuk penjara,kenapa dari awal setuju membantuku bodoh!"


"Entahlah."Ben mengedikkan bahunya.


"Sudahlah,toh semua sudah terlanjur.Bukankah sekarang kita hampir berhasil?" Ucap Samuel,mengibaskan surat perjanjian yang ada di tangannya.


Melihat itu Ben hanya tersenyum tipis,lalu dia mulai menghabis minumannya kembali.Mengabaikan rasa penyesalan yang sedikit muncul dibenaknya.

__ADS_1


Yah,semua sudah terlambat.


*


*


Sebelumnya..


Mobil Ardhan sudah sampai sejak tadi,Hanya saja masih terparkir di seberang perusahaan.Dia masih ragu,antara masuk atau tidaknya ke perusahaan tersebut.


Alasan Ardhan mendatangi perusahaan Ayah Jessica masih abu-abu,sebenarnya jika menurut hukum dia patut diadili.


Namun lagi-lagi karena fakta baru tentang hubungan Jhon dan Mira.Menjadikannya sedikit ragu,bagaimana jika nanti Mira sudah mengetahui hubungan mereka.Dan Ayahnya mendekam dipenjara karena tuntutan nya.


Ditambah barusan orang suruhan Dany menghubungi,bahwa mereka sudah mendapatkan informasi,jika Samuel bisa bebas karena mendapatkan jaminan dari pihak berpangkat yang lebih tinggi.


Dia juga ternyata mengenal sekretaris Ben, beberapa kali orang suruhannya melihat Ben di mansion keluarga Smith.


"Sial!"umpat Ardhan,dia begitu marah mendengar informasi yang didengarnya.


Kini dia semakin yakin jika semua ada sangkut-pautnya dengan Samuel.Kini dia harus mengoreksi alasan apa yang membuat Jhon begitu membenci Mira.


Karena menurutnya jika alasannya tentang cinta segitiga antara Jessica,Mira dan dirinya.Baginya kurang kuat karena yang dia tau orang yang sudah dia anggap paman itu tidak begitu setuju dengan perasaan yang dipaksakan.


"Bagaimana tuan,apa kita masuk sekarang?"tanya Dany untuk kesekian kali,sudah cukup lama semenjak dirinya menerima kabar dari orang suruhannya.


"Tunggu!"seru Ardhan.


Saat dirinya hendak keluar,dirinya melihat seorang wanita yang dikenalnya baru turun dari motor.


"Ada apa?"Dany bertanya,dia menengok kebelakang menatap ke Ardhan.


"Bukankah itu Bu Fatimah?"


Bu Fatimah berjalan Dengan tergesa-gesa,saat dirinya sudah sampai dilobi.


"Tolong nona ini penting,saya mengenal Tuan Jhon begitupun dia juga sudah mengenal siapa saya."Bu Fatimah terus memohon pada Nessa,salah staf di kantor Jhon.


"Maafkan saya Bu,saya hanya menjalankan prosedur di perusahaan ini.Jika ingin bertemu dengan beliau harus membuat janji terlebih dahulu." jelas Nessa sopan.

__ADS_1


Bu Fatimah menghela nafasnya,mengapa susah sekali hanya untuk bertemu dengannya.Orang kaya memang ribet,pikirnya.


Di tengah kebingungannya,Ardhan Dan Dany terlihat mendekati mereka.


"Biarkan beliau masuk,karena beliau datang bersamaku."Ucap Ardhan begitu sampai didepan Bu Fatimah.


Karena Nessa sudah mengenal siapa Ardhan,akhirnya mereka pun diantar menuju Lift yang akan membawa kelantai atas,dimana ruangan Presdir itu berada.


"Apa Ibu akan memberitahunya?"Tanya Ardhan pada Wanita paruh baya itu.Kini mereka berada didalam Lift.Adhan berdiri di samping Bu Fatimah.Sedangkan Dany hanya diam mendengarkan dibelakang mereka.


"Tentu,dan itu harus Nak.Karena Ibu mengkhawatirkan keselamatan Mira."Bu Fatimah mengingat bagaimana saat mengancam Mira.


"Baiklah jika itu keputusan Ibu dan maaf jika jika nanti aku tidak bisa mengontrol emosiku."


Bu Fatimah hanya diam memaklumi perasaan Ardhan jika memang dia sampai marah.Karena setiap orang pasti marah jika kekasihnya tersakiti.


Mereka kini sudah sampai di ruangan Presdir,awalnya Jhon kaget dengan kedatangan mereka.Namun dia sadar,saat mengingat kesalahan apa yang di perbuatanya.


Mungkin kedatangan mereka akan menuntut ku.Dan aku akan pasrah sekarang.


Saat ini Jhon tengah sendirian di ruangannya,selain Tidak ada Ben yang sedang entah kemana,dirinya juga sedang merasa gelisah karena memikirkan tawaran Samuel.


"Paman pasti sudah tau alasan kedatangan kami."Ardhan mengawali,kini mereka berempat duduk sofa.


"Apa alasan kamu sampai menculik Mira Jhon?"kini suara Bu Fatimah yang terdengar.


Jhon tersenyum sinis,seketika luka masa lalu teringat dibenaknya.


"Tidak mungkin jika itu hanya masalah Jessica dan aku."Tebak Ardhan.


"yah kau benar,dan apa yang akan kau lakukan jika tau kekasihmu hamil karena laki-laki lain?"tanya Jhon,membuat Ardhan mengerutkan keningnya,begitupun Bu Fatimah yang merasa aneh dengan pertanyaan Jhon.


"Apa maksud kamu Jhon?"tanya Bu Fatimah yang sangat penasaran.


"Mungkin Ibu tau,siapa laki-laki lain yang dekat dengan Brenda selain denganku."


"Apa?jadi kamu berpikir waktu itu Brenda hamil dengan laki-laki lain?serendah itukah kau menilainya?"ucap Bu Fatimah menahan sesak karena kecewa."Jadi karena itu kau tega menculik bahkan hampir membunuh darah daging mu sendiri."Setelah mengucapkan itu Bu Fatimah berdiri dan keluar.


Meninggalkan Jhon dengan wajah terkejutnya sekaligus bingung itu.

__ADS_1


Di pintu dia berpapasan dengan Mira dan Siti.


...****************...


__ADS_2