Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 41.Bagai Pungguk merindukan Bulan.


__ADS_3

Karena tidak konsentrasi saat mengejar Mira,Ardhan berlari tanpa memikirkan dulu kemana seharusnya.Sampai di parkiran khusus mobil,matanya langsung celingak-celinguk mencari sosok yang dicarinya.


"Sial,bodoh!bagaimana bisa aku lupa."Umpat kepada diri sendiri.


Dia melupakan jika Mira datang ke Sentra Kuliner menggunakan motor Siti bukannya mobil.Sejurus kemudian Ardhan langsung putar balik menuju parkiran khusus Motor.


Namun naas,Mira beserta Siti sudah tidak ada ditempat itu,Mungkin sudah pergi saat Ardhan nyasar ke parkiran khusus Mobil.


"Maaf Mira,maafkan aku."Ardhan menyalahkan diri sendiri.Nafasnya tersengal-sengal karena berlari ke sana kemari.


Jika memang ditanya lelah kah dia,pasti jawabannya sangat lelah.Karena semenjak kecil hanya kekosongan yang dia rasakan.Namun hidupnya sedikit terisi saat mengenal Mira.


Kedua tangan Ardhan memegang kepalanya sendiri,sejak tadi di gerai Soto kepalanya sudah merasakan nyut-nyutan.Baru merasakan kerinduan yang terobati,ini malah dapat masalah lagi karena kedatangan mantan.


Lagi-lagi dia merasa tidak bisa melindungi Mira,padahal dia juga tidak tau tentang kedatangan Jessica ketempat itu.


Ditengah keramaian Ardhan seperti orang linglung,pikirannya saat ini hanya tertuju pada Mira.Dia ingin menyusulnya,tapi dia juga tidak tau harus mencari Mira dimana.


Ponsel Mira dihubungi juga tidak ada jawaban,entah tak terdengar karena sedang naik motor atau karena sengaja.


"Non Mira nya dimana Bos?" tanya Dany menyentak Ardhan yang tengah fokus menatap ponselnya.Tanpa permisi dia muncul mengagetkan begitu saja dibelakang Ardhan.


Dia merasa bingung karena melihat Ardhan berdiri sendirian di tengah-tengah motor yang berjejer rapi.


"Kamu tau alamat Office girl itu Dan?"bukannya marah seperti biasa,Ardhan malah bertanya hal lain.


"Siapa?"tanya Dany malah ikutan linglung.Tanpa berdosa menatap polos wajah Ardhan seperti menahan amarah.


"Gadis yang bersama Mira."Jawab Ardhan masih sabar.karena memang dirinya tidak mengenal sosok gadis bertubuh mungil itu.


"Ohh,gadis kerdil itu."mengangguk-angguk mengerti.Dany lebih mengenal dengan julukan itu.Karena sesuai dengan postur tubuhnya."Tapi untuk apa tanya alamatnya Ard?"Lagi-lagi Dany bertanya yang bikin Ardhan kesel.Mungkin karena kekenyangan,jadi otak Dany lambat mikirnya.

__ADS_1


"Tentu saja mencari Mira bodoh."Geram Ardhan.Kepala yang tadi hanya nyut-nyutan kini rasa seperti mau pecah.


"Maaf Ard,aku sama sekali tidak tau.Mungkin kalau staf HRD yang tau."Dany menjelaskan,karena selain bukan tugasnya.


Dia juga sama sekali tak memiliki alasan untuk tau dimana Siti tinggal.Karena selama ini dia hanya berkomunikasi lewat ponsel saja.


Di Mobil Kali ini Ardhan memilih menyetir sendiri.Dia tidak mau jika terus tanya jawab dengan sekretarisnya.Dia pikir ini acara kuis apa? bisa-bisanya bukan hanya kepala sendiri yang pecah,melainkan kepala yang lain juga.


Karena hari ini Ardhan sudah capek badan dan pikiran.Tidak mau ditambah hal yang lain lagi.


"Ard,kau mau kemana?"tanya Dany bingung saat Mobil mereka melaju tidak sesuai jalur arah Apartemen Ardhan.


"Kantor."Jawabnya Ardhan Ketus.Dia sudah berniat mengunci rapat mulutnya.Tapi entah kenapa dijawab begitu saja.


"Ini sudah malam Ard,mau ngapain kamu?"Hardik Dany,karena biasanya jika Ardhan sedang banyak masalah dia akan berubah menjadi sosok penggila kerja.


Dany langsung menegur Ardhan,dia khawatir karena dulu saat Ardhan kehilangan Mira.Ardhan menjadi Bos yang gila pekerjaan, sampai-sampai dia jatuh sakit.


Ardhan langsung banting setir ke kiri,berhenti mendadak dipinggiran jalan.Untung saja tubuhnya bisa mengimbangi,padahal mobil sedang melaju lumayan kencang.


"Ada apa,kenapa aku sampai di usir?"Dany kaget karena masih belum paham.Dia pikir kenapa lagi Bosnya?bukankah seharusnya mencari Mira.Tapi kenapa malah datang kekantor, padahal ini masih hari libur,malam lagi.


"Kamu sadar,mulutmu sejak tadi membuatku tambah sakit kepala.Aku harus menemui Mira sekarang.Aku khawatir dengannya,kau tau!"Ucap geram Ardhan,padahal dia tidak ada niatan untuk marah dengan Dany."Karena itu aku harus kekantor mencari alamat teman Mira sekarang."Tambahnya lagi,karena saat ini pikirannya sedang kalut.


"Aku hanya tidak ingin kehilangannya lagi Dany,kau tau itu."Ucap Ardhan lirih setelah sempat ada keheningan.Hanya deru nafas mereka yang terdengar di mobil.


"Maaf Ard,aku tidak peka dengan hal itu."Dany merasa bersalah."Tapi sebaiknya kita datangi besok saja.Ini sudah malam Ard,biarkan Mira sendiri dulu.Bukankah ada gadis kerdil itu?dia pasti bisa menghibur Nona Mira."Ucap Dany panjang lebar,dia mencoba memberi pendapat.Karena tidak mungkin malam-malam mendatangi tempat tinggal seorang wanita.


Menghela nafas,Ardhan berpikir apa yang dikatakan sekretarisnya memang benar.Tidak mungkin juga Mira pulang ke Panti,untuk itu dia sedikit lega sekarang.Karena ada Siti di samping Mira saat ini.


Mobil Ardhan pun akhirnya kembali melaju dengan kecepatan normal,menuju Apartemennya.

__ADS_1


Tidur yang nyenyak ya Bang Ard.


*


Dikamar kontrakan Siti,sejak kepulangan dari Sentra.Mira terus saja menangis, kata-kata Jessica yang menunjuk dirinya sebagai PELAKOR sangat menyakitkan.


Berbeda jika dia hanya dihina sebagai wanita kotor.Mira masih bisa menerima karena memang itu kenyataanya.


"Sudah Mira,tenangkan dirimu.Mungkin dia seperti itu karena merasa cemburu dengan kedekatan kamu sama Tuan Ardhan."Siti mencoba menenangkan Mira.Padahal kalo ingat kata-kata pedas Jessica,dia juga sebenarnya merasa geram.


Kalo tidak ingat tempat dan situasi,mungkin Siti sudah merobek mulut pedas Jessica.


"Disini aku memang salah,karena aku hubungan mereka hancur.Aku pantas mendapatkan caciannya."Mira terus menyalahkan sendiri.Padahal saat ini hatinya lebih sakit,mendapatkan cacian yang sedemikian fatal.


"Aku salah,seharusnya aku menolak cintanya."Ucap Mira di selingi lelehan air mata.


Baginya mencintai Ardhan seperti Pungguk Merindukan Bulan.Sangat susah menggapai bahagia jika bersamanya.


Mengingat Ardhan,Mira bertambah sedih.Sejujurnya dia sangat menginginkan sosok itu berada di sampingnya saat menggenggam tangannya menguatkan dirinya.


Siti tau siapa yang dimaksud Mira.Dia begitu menyayangkan sikap Mira yang terlalu takut menghadapi masalahnya.


"Kamu mencintai Tuan Ardhan kan Mir?"Ucap Siti menatap mata Mira yang penuh air mata.


Seketika Mira terdiam mendengar pertanyaan Siti.Menelaah maksud pertanyaan nya.


"Aku tau kamu mencintainya,karena itu kamu benar jika menerima cintanya Mira.Kalian saling mencintai,jadi aku mohon berhenti untuk menyalahkan diri sendiri."


"Satu hal lagi,perjuangkan cinta kalian.Terlepas dari masa lalu mu tunjukan kalau kamu memang pantas untuknya."


Setelah mengatakan itu Siti merengkuh tubuh Mira kepelukannya.Menjadikan Mira semakin terisak di bahu kecilnya.

__ADS_1


Malam semakin larut dan dingin.teruntuk kedua wanita yang sangat merindukan kehangatan.


...****************...


__ADS_2