
Esok malamnya.Saat cahaya senja mulai tenggelam tak terlihat.
Malam itu ombak semakin tinggi,angin laut semilir semakin dingin menerpa sampai ke tulang.
Tidak ada yang lebih indah daripada melihat kegigihan laut yang menolak berhenti mencumbui bibir pantai,meski berkali-kali harus menjauh terbawa arus.
Mungkin seperti itu kiranya Ardhan yang ingin terus memperjuangkan cintanya.Tak peduli dengan halangan yang berkali-kali terus mendekatinya.
Kini tugasnya sekarang ialah menyakinkan Mira akan cintanya,membuatnya hanya fokus terhadapnya,menghilangkan ketakutan Mira soal masa lalunya yang menjadi salah satu penyebab.
"Dan,apa dia akan datang?"tanya Ardhan kesepuluh kalinya,dia mengatakan sedikit lesu,karena sudah hampir satu jam menunggu kedatangan Mira,namun sampai sekarang,aroma tubuhnya pun tak tercium.
Mereka berada didalam mobil,Ardhan bertopang tangan.Semangatnya mulai berkurang,berbeda saat dirinya baru sampai.Padahal sudah beribu keyakinan dan persiapan hanya untuk berhadapan dengan Mira.
Kali ini Ardhan sama sekali tidak menyiapkan suasana romantis seperti dinner di tepi pantai,Atau bahkan merangkai kata-kata romantis.Ardhan hanya akan mengutarakan apa yang berada dihatinya.
"Sabar Ard,mungkin macet di jalan."ucap Dany asal,karena sebelumnya Siti menghubungi jika dirinya dan Mira sudah berangkat.
Dany berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari Smartphone miliknya,karena bosan,Dany lebih memilih bermain game.
"Kena kau,haa."serunya Karena berhasil mengalahkan musuh,merasa bangga dengan permainannya.
Ardhan yang sangat geram dengan kelakuan sekretarisnya.Merasa di abaikan,Bukannya menghubungi atau mencari tau keberadaan Mira,malah asik dengan dunianya sendiri.
"Aww..!"Dany mengaduh saat botol air mineral yang kosong mendarat di kepala Dany.Seketika membeku hanya nyengir, melihat sorot mata tajam dan wajah berang Ardhan.
Bertepatan itu sebuah sepeda motor matic terlihat berhenti dibelakang mobil mereka.
"Apanya yang ramai,dasar tiang beraninya membodohi ku.Aku bahkan sampai takut waktu mau mengatakan sama Mira."Siti langsung kesal saat mengetahui lokasi pantai yang malah sudah sepi.
Padahal kalau dirinya yang bisa berpikir jernih tentu tau kalau di jam seperti itu biasanya pantai mulai sepi pengunjung.
Kembali ke dua orang laki-laki yang di dalam mobil.Mengetahui siapa yang datang dari kaca spion samping.Buru-buru Ardhan langsung mengusir Sekretarisnya.
"Cepat keluar!"Serunya Ardhan.
__ADS_1
Dengan cepat,Dany keluar dari dalam mobil,ia tidak mau lagi terkena sasaran kemarahan laki-laki yang dimabuk cinta.
"Selamat malam Nona."Sapanya Dany pada Mira saat sudah di luar,dia tidak terlalu perduli dengan gadis yang masih duduk di atas motornya.
"Dia sama sekali tidak menyapaku,keterlaluan.Aaa,,,setidaknya kan bisa tanyakan kenapa kami terlambat."geramnya Siti.
"Masuklah Nona,Tuan Ardhan sudah menunggu."Ucapnya dengan membukakan pintu mobil.
"Terimakasih tuan,maafkan saya karena terlambat."Ucap Mira merasa bersalah.
Dany hanya tersenyum,tidak terlalu ingin tau alasan mereka sampai terlambat.setelahnya berjalan pergi saat Mira sudah masuk dan menutup pintunya kembali.
Didalam mobil.
Dua orang itu sama-sama membeku,diam seribu bahasa.Padahal di hati mereka dipenuhi rasa rindu masing-masing yang sudah membeludak.
Karena alasan rasa canggung,jadilah mereka seperti itu.Hanya bisa memendam dalam angan-angan mereka saja.
Kalau saja aku bisa memeluknya,hiks.(Ardhan)
Otak,,kenapa kamu malah berpikir ingin dia memelukku.(Mira)
"Iya tuan."
"Maaf jika suasananya seperti ini."Berpikir jika mungkin Mira tidak menyukai tempat pertemuan mereka.
Mira hanya tersenyum,merasa tak mengerti maksud perkataan Ardhan.
"Tuan,boleh aku tanya sesuatu?"Tanya Mira,tak ingin terus penasaran,namun dia sedikit takut saat menanyakannya.
"Tanyalah apa yang ingin kamu tau."jawabnya dengan suara yang lembut
"Apa karena aku?"
Kenapa aku bisa sangat percaya diri saat menanyakan itu sih.
__ADS_1
Ardhan hanya mengernyitkan dahinya,mereka saling menatap sebentar tetapi Ardhan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.Dia belum berani menatap lama wajah manis Mira.
"Apa maksudmu?"tanya Ardhan yang tampak kebingungan.
"Tentang putusnya hubungan Tuan."Ucapnya pelan harap-harap cemas.
Mendengar itu,Ardhan menghela nafasnya.Memang benar jika putusnya pertunangan dirinya dan Jessica karena dia mencintai Mira tapi yang jadi alasan utamanya karena Ardhan sama sekali tidak mempunyai perasaan sedikitpun untuk Jessica.
"Iya,itu karena kamu.Sekali lagi karena aku masih mencintaimu.Aku tidak bisa memaksa hati ini untuk mencintai Jessica."Ucapnya langsung dengan jujur.
"Maaf aku tidak bisa menghapus perasaan ini Mira.Jadi aku mohon jadilah kekasihku atau bahkan jika kamu mau kita bisa langsung menikah."Ucap Ardhan bersungguh-sungguh,selama ini memang Ardhan tidak bisa melupakan sosok Mira.
Jika Mira tidak pernah kembali sekalipun,mungkin Ardhan tetap akan menaruh nama Mira dihatinya.
Karena Mira wanita kedua yang selama ini selalu ada dipikiran Ardhan setelah ibunya.
Mira yang sejak tadi hanya diam,langsung mendongak.Dia begitu kaget saat Ardhan berbicara soal pernikahan.
"Apa tuan sadar saat berbicara,atau tuan lupa bahwa baru satu hari hubungan pertunangan Anda batal."suara Mira yang mulai serak.
"Lalu apa tanggapan masyarakat jika mengetahui anda menjalin hubungan dengan saya sekarang."Ucap Mira kali ini matanya mulai berkaca-kaca.
Namun dalam hati mengaku bahwa dirinya juga belum bisa melupakan Ardhan.Tapi entah kenapa lidahnya seakan kelu,rasanya sangat sulit untuk mengaku.
Ada rasa gemuruh di hati Mira saat ini,entah kenapa rasanya sangat berbeda dengan yang dulu sewaktu Ardhan mengungkapkan cintanya untuk pertama kali.
"Anda pasti tau apa yang akan terjadi nanti.Aku pasti akan dianggap wanita murahan lagi."Kali ini tangisan Mira pecah.Dia trauma dengan kata hinaan itu.
"Maafkan aku Mir,bukan maksudku begitu."Ardhan meraih tangan Mira yang gemetaran, menggenggamnya erat.Lagi-lagi masa lalu Mira yang menjadi batu sandungannya.
"Tolonglah Mir,lihatlah hanya aku.Aku yang mencintaimu.Aku tak perduli masa lalumu."Ucap Ardhan mengiba,dirinya benar-benar sudah tidak tau lagi untuk menyakinkan Mira.
Sampai ide itu muncul begitu saja dari otaknya,ide yang justru merugikan diri sendiri.
"Baiklah jika memang ini yang terbaik_."
__ADS_1
Bersambung...
...****************...