Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 50.Dia putri kandungmu


__ADS_3

"Mira,Siti!"Bu Fatimah terperanjat.


"Ngapain kamu kesini?"tanya Fatimah yang heran.Dirinya yang hendak keluar kaget karena berpapasan dengan kedua wanita ini.Mira dan Siti.


"Aku mau nyusul Ibu,sekalian mau bilang jika kedatangan Ibu kesini mau menuntut sebaiknya jangan.Mira sudah ikhlas Bu."Ucapnya tulus.


Mereka masih di pintu ruangan, sebenarnya Mira dan Siti bisa masuk karena mengelabuhi satpam yang di luar.Karena jam kantor sudah usai,hanya beberapa orang yang masih bekerja karena lembur.


"Tidak,Ibu tidak ada niatan untuk itu.Tapi ada hal lain yang ingin Ibu sampaikan kepadanya.Sebaiknya kamu ikut Ibu kedalam."


Bu Fatimah pun urung untuk pergi,meskipun sebenarnya dia cukup kecewa dengan tuduhan yang tunjukan untuk Brenda.


Tapi dia berpikir saat berpapasan dengan Mira.Mungkin ini adalah waktunya, semua rahasia secepatnya harus ia ungkapkan.


"Ibu kita pulang saja seka_."Cegahnya Mira terhenti karena terkejut ternyata bukan Bu Fatimah saja yang menemui Ayah Jessica,melainkan Ardhan dan juga Sekretarisnya Dany.


Sama halnya dengan Ardhan,dia langsung berdiri menghampiri kekasihnya.


"Apa-apaan ini!"Seru Jhon marah,sebab ruangannya mendadak ramai karena kedatangan tamu yang tak pernah diundangnya.


"Dan kenapa wanita ini bisa ada disini?keluarkan dia!"tunjuk nya pada Mira,matanya berubah tajam saat melihatnya.


Seketika Mira langsung takut,Ardhan langsung menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.


"Cukup paman!kau menakuti nya."


"Cih,untung saja putriku tidak berada disini.Jika tidak dia pasti akan terluka karena laki-laki yang dicintainya menjadi dewa penolong untuk kekasih ****** nya."Ucapnya muak.


"Berhenti menyebut putri kandungmu sendiri dengan sebutan ****** Jhon!"teriak Bu Fatimah.


Dirinya sudah tidak bisa menahannya lagi.Karena baginya Jhon sudah sangat keterlaluan sekarang.


"Apa Maksudmu mba?siapa yang mba sebut putri kandungku?"


Jhon masih belum paham,dia merasa tidak percaya atas apa diucapkan Fatimah padanya.

__ADS_1


Begitupun dengan Mira,dia yang sama terkejutnya langsung mendongakkan kepalanya yang sejak tadi berlindung dipunggung Ardhan.


Dia menatap wajah Bu Fatimah,seakan meminta penjelasan.Beralih ke Ardhan karena laki-laki hanya diam.


Apa Anda juga sudah tau tuan?ucap Mira dalam hati.


"Apa kamu masih berpikir bayi yang dikandung Brenda dulu bukan darah daging kamu?jangan bodoh Jhon,asal kamu tau saat kamu menikah dengan istri atasanmu Brenda saat itu sudah hamil anakmu."Ucap Fatimah begitu marah,dia terus berjalan mendekati Jhon yang terpaku ditempatnya.


Mira masih diam,dia begitu syok saat tau kebenarannya.Kini Ardhan memeluknya dengan erat karena tubuh Mira bergetar menahan sesak.


"Tapi Brenda sama sekali tidak pernah memberitahu tentang kehamilannya."Jhon masih mengelak bahwa apa yang dia dengar masih abu-abu menurutnya.


"Itu karena dia ingin melindungi pernikahan kalian.Mungkin saat Brenda melahirkan putrinya,saat itu juga kamu menikahi wanita itu."Ucap Fatimah menahan sesak.


Seketika Jhon membisu,dia tidak bisa berkata-kata.Dia mencoba memikirkan saat dulu pertama kali mengetahui jika Brenda memiliki seorang putri.Dia juga mengingat saat pertama kali melihat Brenda bersama seorang laki-laki di hotel,yang menyebabkan dirinya salah menilai mantan kekasihnya dulu.


Jhon menatap intens wanita yang tengah menunduk di bahu Ardhan.


Mata dan hidungnya mirip denganku,benarkah dia putriku,putri kita Brenda?jika iya,akan sangat berdosa karena aku hampir membunuh anak kandungku sendiri.


Seakan mendapatkan jawaban dari pertanyaan dihatinya,mata Jhon terlihat berkaca-kaca.Dia mulai menghampiri Mira,sesaat ada rasa penyesalan karena dulu tidak menyelidiki tentang putri Brenda.Karena dia berpikir tidak mungkin jika dirinya dan Brenda tidur bersama sekali bisa membuahkan hasil.


"Benarkah kamu putriku?"tanya Jhon memastikan entah pada siapa,tangannya terulur ingin menyentuh Mira.Namun karena Mira masih tidak percaya sekaligus takut,dia menghindar dari tangan itu.


Ada rasa kecewa saat Jhon menerima penolakan itu.Tangannya menggenggam udara,wajahnya berubah sendu.


Kamu pantas mendapatkan penolakannya Jhon,itu karena ulah mu sendiri.


Mira tidak bisa berkata-kata,dia masih tidak percaya bahwa dirinya masih mempunyai seorang Ayah.Matanya mulai memanas saat menatap Bu Fatimah yang tengah dirangkul Siti.Seolah mencari kebenaran di diri wanita paruh baya itu.


Bu Fatimah mengangguk,dengan lelehan air mata tanpa suara.Dia merasa lega bisa mengungkapkan rahasia meskipun ada rasa bersalah karena janjinya dulu ia ingkari.


"Jika paman masih ragu,paman bisa melakukan tes DNA ulang."Ucap Ardhan kesal menatap Jhon tajam.


Dia berpikir jika Jhon masih tidak percaya,bahwa Mira adalah putrinya.

__ADS_1


"Ulang?"dahi Jhon mengkerut,kata Ulang menjadi aneh buatnya.Dia pikir darimana Ardhan tau jika dulu ia pernah melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Brenda.


"Sepertinya paman telah dibodohi orang kepercayaan paman sendiri."Ucap Ardhan.


"Maksud kamu?"Jhon mengangkat sebelah alisnya.


Dany yang sedari tadi diam kini mendekat,dia menyerahkan ponselnya yang berisi bukti-bukti bahwa Ben sekretarisnya mengenal dekat dengan Samuel.


"Bagaimana kau_?"Jhon terperanjat.


Seketika semua ucapan Ben yang mengenai masa lalunya terlintas.Bagaimana dulu dia mempercayai.


"Dan paman tau siapa Samuel sebenarnya?dia anak terakhir keluarga Smith.Keluarga yang membunuh orang tuaku dan Ayah Jessica.


Tambah terkejutnya Jhon saat tau siapa Samuel sebenarnya.Dia hampir limbung untung saja dia berdiri dekat sofa jadi jatuhnya aman.


"Bu,sebaiknya Ibu bawa pulang Mira.Dia pasti syok,Biar nanti Dany yang akan mengantar kalian."Ucap Ardhan meminta Pada Bu Fatimah.


Setelahnya Bu Fatimah dan lainnya keluar begitu saja,hanya meninggalkan Ardhan dan Jhon saja.


Karena dia ingin berbicara empat mata dengan Jhon.Sementara Jhon masih terduduk,sekilas dia melirik Mira yang hendak keluar.


Dia kini tengah memegang ponselnya.


Mungkin sedang berusaha menghubungi Sekretarisnya yang selama ini sangat dipercayainya ternyata mengkhianatinya.


"Ck,brengsek!"


Terdengar umpatan pelan dari mulut Jhon,mungkin nomornya tidak aktif.


...****************...


Merasa tidak percaya diri dengan awal bab,tapi karena udah terlanjur nyampe bab ini jadi di terusin aja dech.


Author mohon dukungannya,supaya lebih percaya diri dalam belajar membuat karya.

__ADS_1


Terima kasih sekampung Jawa tengah❤️❤️❤️❤️🙏🙏🙏 yang udah dukung Author.


__ADS_2