Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 40.Melabrak


__ADS_3

"Nona Jess,apa yang anda lakukan disini?" tanya Dany penasaran.Dia sudah lebih dulu ketar-ketir melihat mantan tunangan Bos besarnya datang,mendadak perutnya jadi mual.


Karena tidak mungkin jika Jessica datang ke Sentra kuliner ini karena hanya ingin makan kalau bukan karena ada hal lain.


"Tentu ingin makan dong Dany,tidak mungkin kan aku kesini karena mau shopping."Jawabnya yang diselingi kekehan.Namun dalam hati dia berkata lain.


Jessica melihat kearah Mira yang menunduk,tatapan sinis seperti ingin mengatakan dan membuatnya sadar dimana tempat seharusnya.


"Jadi ini wanita yang membuat Kak Ardhan memutuskan ku secara sepihak."geram Jessica.


Sedangkan Ardhan sendiri juga kaget dengan kehadiran Jessica,sama sekali tidak percaya dengan alasan Jessica datang ke tempat seperti itu.


Dia sudah mengenal Jessica puluhan tahun,masalah makanan dia suka pilih-pilih,apalagi datang ketempat yang terbilang merakyat seperti Sentra Kuliner ini.


Saat ini Ardhan lebih lebih khawatir dengan keadaan Mira.Melihat raut wajah Mira yang berubah pias,dia semakin merasa bersalah.


Tapi dia bingung harus berbuat apa, karena Jessica masih dalam batas aman.


"A**ku gak percaya dengan omongannya, sepertinya palsu."Siti ikut memberi komentar.Namun dia hanya berani mengucapkannya dalam hati.


Semenjak kehadiran Jessica,Mira merasa gelisah.Dia tau siapa Jessica,dia pun tau alasan Ardhan memutuskan hubungannya dengan wanita itu.


Tubuhnya mendadak gemetaran,keringat dingin sudah muncul di dahinya,padahal malam semakin larut,udara juga semakin dingin.


Mungkin karena kehadiran sosok wanita cantik yang tengah duduk di samping Ardhan membawa hawa panas disekitarnya.


Tiba-tiba di bawah meja,tangan Ardhan menggenggam erat tangan Mira.Seperti obat Mira merasa lebih baik,dia sedikit percaya diri dengan adanya Ardhan yang seperti memberinya kekuatan.


Pemandangan itu tak luput dari Jessica,meski tidak melihat jelas.Namun dia tau kemana arah tangan Ardhan yang dibawah meja.


Wajahnya berubah,namun sekuat tenaga Jessica menahan gejolak rasa cemburunya.Dia sekarang bukan Jessica yang dulu.Yang hanya diam saja saat cintanya dicampakkan begitu saja.


baginya saat ini wanita yang tengah digenggam tangannya sama Ardhan tidak ada apa-apanya dibanding dengannya.

__ADS_1


Dia mengangkat tangannya seperti hendak bersalaman dengan Mira.


"Kenalkan,aku Jessica teman masa kecil Kak Ardhan sekaligus mantan tunangannya."Jessica sengaja menekan kalimat terakhir.Dia ingin tau bagaimana ekspresi Mira saat tau siapa dirinya.


"Jess!"sela Ardhan,karena dia sudah merasakan ada yang berbeda dengan Jessica saat ini.


"Kenapa kak,memang benar kan aku mantan tunangan kakak."


Fakta yang memang tidak bisa di bantah Ardhan.Bagaimanapun dia juga sadar siapa Jessica.


"Dan semua orang juga tau,kalau kita pernah bertunangan.Sampai seseorang dengan teganya merebut kakak dari aku."Lanjutnya lagi mematik api kemarahan.Dia ingin menunjukan dimana letak seharusnya Mira berada.


Deg,Mira langsung menarik tangannya dari Ardhan,dia mendongak menatap wajah Jessica,dia merasa bersalah karenanya hubungan seseorang bisa putus.


Padahal dia juga tau,semua orang pasti memberi restu terhadap hubungan mereka.Sama-sama sebagai pewaris perusahaan besar yang sangat serasi Dimata mereka.Berbeda jika bersanding dengan dirinya yang bukan siapa-siapa.


Ardhan yang kaget dengan omongan Jessica,seketika langsung memberikan tatapan tajamnya.


"Hentikan Jess,atau aku akan semakin marah sama kamu."Ucapnya memberi peringatan.


"Kamu membentak aku Kak?sekarang kakak berubah setelah mengenal wanita ini."Ucapnya Sinis melirik Mira.


"Maaf."Karena dirinya merasa salah dengan Jessica,Mira hanya mampu mengucapkan kata maaf.


"Apa!maaf kamu bilang?kamu tentu tau wanita yang sudah merebut tunangan orang lain di sebut apa?DASAR PELAKOR.!"Desis Jessica tak kalah berang,dia bertingkah seperti wanita yang melabrak wanita lain.


Seketika itu juga mata Mira berubah panas,air matanya sudah mulai menetes.Ini yang selalu ia takutkan jika menerima cinta Ardhan.Tapi dia juga tidak bisa berbohong jika dirinya mempunyai perasaan yang sama.


"JESSICA HENTIKAN!!!


Ardhan sudah tidak bisa menahan emosinya lagi,dia takut kondisi Mira yang sempet trauma.Rasanya Ardhan sudah sangat kecewa dengan wanita yang dikenalnya sedari kecil berubah.


Hanya karena obsesi cintanya,yang membuatnya Semakin menjauhi Jessica.

__ADS_1


Malam itu semakin menegangkan


Dua orang yang semenjak tadi hanya diam Karena merasa tidak ada hubungannya,alhasil mereka hanya menjadi penonton saja.


Tapi perlahan Siti mulai kesal dengan sikap Jessica,kini dia melihat kearah Mira.Dia tau saat ini Mira sedang tidak baik-baik saja.


Perdebatan mereka terpaksa dihentikan karena pesanan Jessica datang.


"Maaf sudah larut malam,sebaiknya aku pergi.Ayo mba Siti kita pulang."Ajaknya bersamaan Mira yang langsung beranjak dan menarik tangan Siti.


Mira memilih pergi dari tempat itu,dia sudah tidak tahan lagi,dia takut akan semakin panas situasinya dan semakin menyudutkan nya.


Apalagi tatapan pengunjung semakin mengintimidasi dirinya,menjadi teringat dengan kejadian dimana semua orang mencaci dirinya dengan tega.


Jessica pun merasa menang,dia menyeringai melihat Mira yang sepertinya termakan omongannya.


Dia merasa puas melakukannya dengan terang-terangan seperti ini,berbeda dengan dulu yang hanya mengandalkan orang suruhannya untuk menjatuhkan Mira.


Melihat Mira beranjak pergi,Ardhan ingin segera menyusulnya,namun lagi-lagi Jessica membuatnya marah dengan menahan lengannya.


"Kak tunggu!temani aku makan.Aku belum terbiasa makan ditempat seperti ini."Jessica mencoba mengalihkan.Seperti tidak sadar memiliki kesalahan dengan Ardhan.


"Aku kecewa denganmu Jess."Setelah mengatakan itu,Ardhan melepaskan tangan Jessica yang mulai mengendur dan langsung melenggang pergi menyusul Mira.


Jessica terpaku dengan perkataan Ardhan barusan,dia merasa terluka jika Ardhan sampai kecewa dengannya.


Jessica berpikir itu wajar,dia hanya ingin membela dirinya sendiri.Lamunannya terputus karena suara seseorang.


"Aku temani makan ya Nona Jess."Tanya Dany.


dia merasa kasihan dengan wanita yang lagi-lagi terus dicampakkan Bosnya.


Sekalian menahan Jessica untuk tidak menyusul Ardhan,karena dia paham saat ini Ardhan pasti akan menenangkan kekasihnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2