Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 32.Nostalgia membawa petaka


__ADS_3

Bangunannya tampak asri karena terdapat banyak pepohonan dan tanaman bunga di sekitar bangunan.Di kelilingi pagar batu bata yang tingginya hanya sepinggang orang dewasa.


Setiap orang yang hendak memasukinya akan di sambut gerbang besi cukup tinggi berwarna hijau cerah.Dengan Papan nama bertuliskan YAYASAN PANTI ASUHAN KASIH IBU.


Cuaca hari ini begitu cerah.Matahari sudah nampak sedikit menunjukkan kehebatannya seperti biasa.Cahayanya yang memberikan rasa hangat sekaligus memberikan banyak manfaat untuk manusia yang merasakannya.


Begitu juga dengan penghuni Rumah Panti,sedari pagi mereka sudah di sibukkan dengan semua aktifitas sehari-hari.


Keceriaan senantiasa hadir di setiap kebersamaan mereka setiap hari.


Sama halnya dengan Mira saat ini,dia memilih membantu mengurus salah satu balita.Jiwa keibuannya seketika muncul ketika dirinya berdekatan dengan bayi.


Anak tersebut di temukan Bu Fatimah dua tahun lalu di depan gerbang Panti di dalam keranjang rotan Lengkap dengan Ari-ari yang diletakkan di kendi tanah, Saat itu Beliau yang hendak pergi ke pasar tak sengaja mendengar tangisan bayi.


Semenjak itu dengan tulus Bu Fatimah merawatnya sampai sekarang dan di beri Nama


ADYARIZKI ,sesuai dengan arti namanya,mereka berharap anak itu bisa membawa berkah untuk Panti.


Dihalaman depan Rumah panti,sambil mereka berjemur,Terlihat Mira yang sedang mencoba menyuapinya,sesekali bibir tipisnya tersenyum saat melihat Ady membuka mulutnya dan melahap makanannya.


"Ayo mam lagi Aaa_."Ucap Mira ikut membuka mulutnya lebar.


Sesekali juga dirinya mengelap mulut Ady yang belepotan dengan tissue.


Rasa bangga dan senang menjalar di dirinya,seperti itukah jika menjadi seorang ibu?manakala melihat buah hatinya makan dengan lahapnya.Sesuatu yang terlihat kecil namun sangat besar dampak kebahagiaan yang di ciptakan nya.


Bahkan tak tanggung-tanggung banyak para ibu yang rela mencari obat atau jamu, sekedar agar buah hatinya bisa mempunyai nafsu makannya bertambah.


Maka dari itu,cukup bersyukur lah jika memiliki buah hati yang nafsu makannya stabil.


Sementara saat Mira sedang bahagia dengan perannya menjadi ibu ,tak jauh dari tempat mereka.Sebuah mobil taksi online terlihat berhenti di depan gerbang.


Mendengar suaranya Mira berhenti sejenak dan melihat siapa yang di dalam.Seketika senyumannya merekah indah saat tau siapa sosok itu.

__ADS_1


Terlihat seorang perempuan berhijab bertubuh mungil turun dari mobil tersebut.


Dengan sedikit tergesa-gesa dirinya langsung masuk melewati gerbang utama.


Langkahnya terhenti manakala melihat wanita yang tengah berdiri di samping anak balita yang tengah duduk di sepeda kecilnya.


Rasanya tak percaya dengan apa yang kini di lihatnya,mantan bosnya sekaligus temannya yang sudah dinyatakan meninggal kini berdiri tegak,dengan keadaan utuh dan sehat.


Bruk!


"Ya ampun Siti."Ucap Mira yang terkejut dengan tindakan perempuan bertubuh mungil itu,karena tidak menyangka dirinya akan mendapatkan sambutan sedramatis itu.


Alih-alih mendapatkan salam,Siti datang mendekatinya dengan langsung menubruk tubuh Mira,hampir saja mangkuk yang dia pegang jatuh menimpa balita yang menatap mereka mungkin dengan penuh kebingungan.


"Mba jahat!kenapa bisa membodohi kami setega itu?"ucap Siti saat dirinya masih di pelukan tubuh Mira.Detik itu juga terdengar Isak kecil dari bibirnya yang menandakan Siti terharu dengan pertemuan mereka.


Namun Mira hanya diam,dirinya hanya mengelus punggungnya saja,karena dia tau perempuan yang berada di pelukannya sekarang sebenarnya sedang menunjukkan kerinduannya.


Mira tidak menyangka jika kejadian yang menimpanya akan membuat orang yang di sekitarnya merasa sangat kehilangan.


"Sudah?"ucap Mira saat Siti melepaskan rengkuhannya,tak dipungkiri jika Mira juga merasakan kerinduannya terhadap gadis mungil itu.


"Jahat,kenapa mba nggak menghubungiku jika mba selamat?"bicara dengan nada sedikit kesal karena kecewa."Jangan katakan kalau alasannya tidak ada alat komunikasi,tidak hafal nomor kecuali jika kamu hilang di tengah lautan."Tambahnya lagi, memberondong.


Tetapi sebenarnya Siti sangat bersyukur jika wanita yang di depannya masih hidup.Beruntung Bu Fatimah menghubunginya jika Mira masih hidup dan sekarang berada di Rumah Panti Asuhan tersebut.


"Maaf."hanya itu yang bisa Mira katakan saat ini.Dirinya tidak mungkin menjabarkan semua alasan mengapa dirinya tidak menghubungi mereka.Akan butuh banyak beberapa episode,mungkin.


"Bagaimana kabarmu? sepertinya tambah kerdil?"ucap Mira tergelak sendiri dengan ucapannya.


"Jangan meledekku,sama sekali nggak mempan."Siti merasa geram jika mengingat kata panggilan itu.Karena mengingatkan dirinya dengan pria yang menurutnya kelewat tinggi.


"Kamu tau? banyak yang kamu lewati semenjak kamu pergi."

__ADS_1


"Benarkah?apa mereka masih mencari ku?"tanya Mira mengarah pada orang-orang yang menghinanya.


"Bukan,mereka semua sudah tidak berani lagi."ucap Siti "Toko sudah di tutup,karena tidak ada yang mengurusnya.Lagian kan chef nya saja menghilang,lalu bagaimana membuatnya?"tambah Siti lagi.


"Terus sekarang kamu bekerja dimana?"tanya Mira,dirinya merasa bersalah waktu mengatakannya.Karena setau dirinya Siti saat ini sangat membutuhkan pekerjaan untuk membiayai ibunya di kampung yang sering sakit-sakitan.


"Gampang,nanti aku ceritain,yang pasti aku masih punya pekerjaan.Pokoknya banyak deh,termasuk kabar dari mas Mu."jawab Siti santainya.


Mereka masih mengobrol panjang kali lebar membicarakan tentang apa saja yang Mira lewatkan semenjak kasus penculikan yang di alaminya.


Karena terlalu asyik,mereka tidak menyadari jika ada yang menghilang di antara mereka.


"Loh Mir,Ady mana?bukannya tadi lagi disuapin sama kamu?terus bocah nya mana?" tanya Bu Fatimah,saat beliau yang hendak mengambil Ady untuk dimandikan,karena sudah cukup lama berjemur.


Namun dirinya heran saat keluar hanya ada sepedanya, Mira dan Siti yang berada di tempat.


"Eh,lah iya mba.Kemana tuh bocah?"ucap Siti ikutan heran,kepalanya celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.Karena saat dirinya berbicara dengan Mira,dia melihat anak laki-laki itu masih duduk di sepedanya sambil memainkan tombol lagu.


"Mana Mir?"tanya Bu Fatimah lagi khawatir karena takut terjadi apa-apa.Beliau tau anak laki-laki itu sangat aktif.Mengingat Ady yang belum lama baru bisa berjalan.


Seketika Mira merasa bersalah,seharusnya dirinya tidak terlalu fokus dengan Siti saja.


"Nostalgia membawa petaka."batin Mira.


Mereka terus mencari di halaman,dan untungnya gerbang sudah di tutup kembali saat Siti masuk.


Saat Siti mencari sampai di halaman samping tempat menaruh ternak unggas,dirinya kaget manakala sesuatu yang di dalam salah satu kurungan ayam.


Bukan Ayam peliharaan yang di dalam,melainkan anak laki-laki yang sejak tadi mereka cari-cari.


"Ibuuuu,Miraaa!"Teriakan panjang Siti.


...****************...

__ADS_1


hayo,.??siapa yang pernah anaknya ilang karena keasikan ngrumpi??🤭🤭


__ADS_2