Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 33.Jessica


__ADS_3

Jessica Miller,Gadis ramah, muda dan cantik.Dia adalah pewaris perusahaan besar yang bergerak di bidang Real Estate.


Sebenarnya dia gadis yang manja,hanya saja karena tak ingin jika laki-laki yang dicintainya menjauhinya.Dia berusaha berubah menjadi gadis yang mandiri.


Berharap laki-laki yang dia cintai menatapnya,namun harapannya pupus setelah bertahun-tahun menantikan sesuatu yang kini sudah tak mungkin untuk di dapatkannya.


Pranggg!


Pranggg!


Terdengar dari kamar lantai atas, suara seperti benda-benda yang terlempar.Tepatnya di kamar Jessica.Saat ini gadis cantik itu hatinya tengah hancur.


Dirinya yang sudah merasa bahagia karena bisa bertunangan dengan laki-laki yang sudah terpahat indah dihatinya.


Namun kini dirinya harus terpaksa merelakan cintanya pergi.Dengan alasan laki-laki itu lebih memilih wanita lain untuk hidupnya.


Jessica yang selama ini terus menyakinkan dirinya bahwa kebahagiaannya hanya tentang Ardhan,tujuan hidupnya hanya Ardhan.oleh karena nama itu juga kini hidup Jessica malah hancur berkeping-keping tak berbentuk.


Dilantai bawah,tiga pelayan hanya diam mendengarkan,mereka tidak ada yang berani mendekat untuk sekedar menenangkan Nona mereka.


Hanya salah satu dari mereka yang berani mendekati,dia mengurus Jessica dari kecil,Dia Bibi Salma yang paling lama berkerja di keluarga Miller.


Tap tap tap.


Langkah kakinya yang tertatih terdengar saat berjalan naik di tangga,dengan membawa minuman hangat di tangannya.


Namun tidak dengan lantai atas,sudah tidak ada lagi suara gaduh,hanya ada suara tangisan yang terdengar.


klek.


Pintu terbuka,kamar yang biasanya sangat rapi membuat orang yang memasukinya pasti akan merasa betah.Namun kini sudah tak berbentuk lagi,semua yang berada di dalamnya menjadi pelampiasan kemarahan Jessica.


Gadis itu terlihat duduk meringkuk di atas ranjangnya,Sprei putih bercorak bunga mawar kesukaannya terlihat berserakan bersama bantalnya di lantai.


Bibi Salma merasa iba melihat tubuh langsing gadis itu yang terlihat bergetar.Sekelabat dia teringat saat gadis didepannya baru kehilangan seseorang yang seharusnya jadi tumpuan terakhir di hidupnya.


Anak perempuan yang seharusnya masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu,harus rela menerima takdir yang mengharuskannya berpisah dengan orang tercintanya.


Beruntung dirinya masih mendapatkan kasih sayang,meskipun itu hanya dari seorang ayah tirinya.

__ADS_1


Sifat manjanya yang biasa ditunjukkan nya, semata-mata hanya ingin diperhatikan.


Namun demi orang yang dicintainya,dia rela menjadi orang lain meskipun hanya untuk membahagiakan diri sendiri.


Sungguh malang gadis itu,mempunyai harta yang melimpah tidak menjamin mempunyai kebahagiaan yang melimpah juga.


"Non."Bibi Salma yang berusia hampir lima puluh tahun itu terlihat mendekati.


Jessica sama sekali tidak bergeming,hanya deru nafasnya yang terdengar mulai teratur.


"Minumlah dulu Non,supaya Non Jessica lebih tenang."Ucap Bibi sambil memberikan air putih hangat.


Menatap wajah perempuan yang mulai di tumbuhi keriput,dia ikut tersenyum.Seakan membawa ketenangan melihat wajah yang tak muda lagi itu.


Setelah sedikit berkurang air yang ia minum.Bukannya mereda, Jessica kembali terdengar sesenggukan.


"Kenapa hidupku seperti ini Bi?"suara sesenggukan terdengar lebih miris,dia teringat kembali akan kesedihannya.Jessica kini beralih memeluk tubuh wanita renta itu.


Sebenarnya dia sangat merindukan tubuh wanita yang melahirkannya kedalam pelukannya, menenangkan kesedihannya saat ini.


Namun tak apalah,jika Tuhan lebih menginginkan tubuh ibunya saat itu.Karena sejatinya dirinya memang tidak berhak.


Bibi pelayan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali,dia hanya mengusap punggung Jessica,berharap apa yang dilakukannya bisa menenangkan lebih ampuh dari pada air yang diberikannya tadi.


Mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan energi negatif,membuatnya langsung tertidur pulas.Setelahnya Bibi Salma membaringkan tubuhnya.


Seorang laki-laki terlihat memasuki kamar Jessica,dirinya berpapasan dengan Bibi Salma yang hendak keluar.


"Bagaimana keadaannya Bi?"Ucap Jhon khawatir, sebenarnya ada rasa ragu saat dirinya memberitahu keputusan Ardhan.


Namun dirinya juga tidak mungkin hanya diam,dan lagi ancaman Ardhan cukup membuatnya bungkam.


"Nona sudah cukup tenang Tuan."jawabnya Bibi Salma,Lalu dirinya mempersilakan Jhon untuk masuk.


Dilihatnya wajah putrinya yang sudah tenang di tidurnya.


"Benarkah dia masih hidup?"ucap Jhon dalam hati.Dirinya merasa terusik dengan kata-kata Jessica.


Saat Ardhan yang baru saja memutuskan ikatan dengan Jessica.

__ADS_1


"Dia masih hidup ayah."Dengan sesenggukan Jessica mendatangi Jhon di kantornya.Cukup kekanakan memang,mengingat usianya yang sudah dewasa.


"Siapa yang kamu maksud sayang?dan ada apa denganmu?"tanya Jhon heran saat melihat wajah dan mata Jessica yang sembab.


"Wanita yang dicintai Kakak ayah,dia masih hidup."ucap Jessica meyakinkan ayahnya.


Pernyataan Jessica kala itu cukup mengusik pikiran Jhon.Dia tidak menyangka jika wanita yang dia culik masih hidup.


Ada timbul rasa ingin mengulang menyakitinya,Namun dirinya tahan mengingat bagaimana Ardhan mengancamnya.


...----------------...


Dan di tempat lainnya, di sebuah Rumah mewah,


namun yang terlihat tidaklah sama melainkan kesan seram yang di tunjukkan.


Rumah besar bertingkat tiga lantai,warna cat sudah terlihat sedikit memudar dan mengelupas.Menandakan jika sang pemiliknya tidak pernah mengurusnya.


Terlihat sebuah mobil berwarna Hitam terparkir di halaman yang cukup luas.Rumput liar terlihat menjulang tinggi di sekitarnya.


Didalam bangunan tersebut,di salah satu ruangan.Seorang laki-laki muda berdiri tegak dengan kedua tangannya yang dimasukkan disaku celananya.


Matanya menatap lurus ke arah pigura besar yang terpajang indah di antara pigura kecil lainnya.


Sebuah foto keluarga,yang menyisakan sedikit kenangan tentang keluarganya.


Karena sesuatu hal,dirinya harus kehilangan semua anggota keluarganya.Hanya Rumah megah itu yang menjadi pelipur lara nya selama ini.


"Katakan padaku,berita apa yang kamu bawa Ben?"ucap Samuel terhadap Ben,dia masih menatap foto keluarganya.


Samuel Smith,dirinya sudah keluar dari masa tahanan.Kini dia dikenakan pembebasan bersyarat,setelah hanya beberapa bulan mendekam di penjara.


"Hubungan mereka kali ini cukup memanas tuan."Ucap Ben melaporkan hasil kerjanya.


Setelah mendengar itu, Samuel terlihat berbalik badan,Dia hanya diam dan berjalan kearah meja bar mini.


Meraih botol minuman berwarna merah dan menuangkannya ke gelas lalu menyesapnya.


Ben masih setia berdiri,hanya sesekali memperhatikan sikap dan ekspresi Samuel.

__ADS_1


Tak lama sebuah perintah terucap dari bibirnya.


...****************...


__ADS_2