Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 22.Tabur bunga


__ADS_3

Begitu banyak arti seseorang jika memberikan sesuatu yang indah dan harum, entah itu untuk kebahagian atau bahkan kesedihan.


Terkadang ada saatnya kita harus melepaskan dan mengikhlaskan sesuatu yang berharga pada diri kita,tapi yakinlah jika di balik tersebut akan ada yang lebih indah yang akan kita dapatkan.


Hari ini Ardhan melakukan prosesi tabur bunga di tempat kejadian kecelakaan Mira, bersama Dany,Bu Fatimah dan siti beserta satu orang sopir.


Ardhan juga mengundang seorang ustadz untuk memimpin doanya.


Disertai dengan doa dan tentunya Isak tangis mereka memanjatkan doa supaya arwah Mira bisa di terima di tempat yang nyaman.


Hingga beberapa waktu setelah mereka selesai dengan acaranya.Kini mereka memasuki mobil masing-masing.Bu Fatimah ,siti dan ustadz yang di kemudikan supir.


"Apa jadwal selanjutnya?" tanya ardhan ketika sudah berada di dalam mobil serta Dany yang di balik kemudi.


"Besok Anda mempunya janji makan siang dengan tuan Jhon."mobil pun mulai melaju


Dany berbicara sambil sesekali melirik ke arah kaca spion,melihat tuannya yang hanya diam memandang ke arah luar.


Terdengar helaan nafas,pikirnya mengapa kebanyakan orang kaya selalu mencampurkan urusan bisnis dengan perasaan.Apa mereka yang terlibat perjodohan lewat bisnis akan menjalani hubungan setiap harinya akan membahas soal pekerjaan? bukankah akan membosankan?entahlah Dany tak ingin memikirkan soal itu.


Dia memang cukup tau hubungan Ardhan dengan ayah Jessica terjalin sangat baik soal pekerjaan.


Tapi belakangan ini semenjak terakhir ardhan menolak anaknya, tuan Jhon sedikit kecewa padahal dia tipe orang yang tidak terlalu suka mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan.


Saat perusahaan ardhan mengalami masalah, perusahaan keluarga Miller dengan tangan terbuka kembali membantunya.Namun dengan syarat dan itu membuat Ardhan cukup pusing dan di lema besar.


"Katakan pada mereka jika aku menerima tawarannya."


Apa yang di takutkan Dany telah terucap dari bibir Ardhan .


"Maaf tuan,apa anda yakin?lalu bagaimana dengan perasaan tuan?maaf jika saya terlalu ikut campur."


Bertahun-tahun mengenal Ardhan, Dany cukup tau karakternya. dia sangat berhati-hati jika akan mengambil keputusan,apalagi menyangkut soal perasaan dan perusahaannya.


Oleh karena itu,saat Ardhan menerima tawaran itu Dany merasa ada sedikit rencana di balik keputusannya.


"Kau pasti tau apa yang sedang aku pikirkan, Dany?"


Di balik kemudinya Dany tersenyum ,lalu menganggukkan kepalanya,membenarkan apa yang di katakan tuannya.

__ADS_1


Mereka seperti memiliki telepati ,mungkin karena biasa bersama.sehingga selalu saling melibatkan jika ada sesuatu di kehidupan mereka.


"Lalu bagaimana soal perasaan anda terhadap nona tuan?"


tidak mungkinkan secepat itu ardhan melupakan Mira,Dany tau sebesar apa dia mencintai wanita itu.Melihat bagaimana terpukulnya laki-laki ini.


"Tenang saja ,kau pun tau bagaimana sifat ku jika berurusan dengan perasaan."


"Mungkin pikiranku bisa menerima jika Mira sudah tiada,tapi tidak dengan hatiku Dany bahwa hatiku masih percaya jika dia masih hidup." lanjut ardhan dengan tegas.


"Dan anggaplah jika dia sedang istirahat,mungkin TUHAN juga merasa kasihan jika Mira mulai lelah di hidupnya."ucapnya dalam hati.


Sempat hening beberapa saat dalam perjalanan hingga suara Dany mulai terdengar.


"Lalu apa rencana anda tuan?"


"Tetaplah terus mencari siapa dalangnya,dan lakukan secara diam-diam.Aku hanya sedikit mencurigainya dan aku harap apa yang khawatirkan tidak benar."


"Satu lagi tetap pantau gerak -gerik Samuel."


mengingat nama itu membuat hati Ardhan geram."


Mobil mereka pun akhirnya langsung pulang ,awalnya rencana mereka akan beristirahat sejenak di hotel terdekat. Menikmati hawa sejuk pegunungan ,dan berendam air panas belerang yang merilekskan pikiran mereka.


Mengingat banyaknya masalah yang mereka hadapi, dan itu cukup melelahkan pikiran serta tubuh mereka.


Dany pun sempat kecewa namun dia juga ingin jika masalah-masalah saat ini cepat terselesaikan.Hanya bisa memasukan dalam daftar cita-cita nya saja .


Bagi Dany cukup berat memang yang hanya seorang bawahan.


"aku menginginkan berendam air panas." suara hati dany. karena tidak mungkin kan ngomong langsung bisa gawat kalo sampai potong gaji. kan lagi nyicil bikin rumah mewah buat calon. pikir Dany lagi.


...----------------...


Di tempat lain,di ruangan sebuah perusahaan besar.


Setelah menutup pintu ruangan,wanita cantik dengan bawaan yang tampak elegan langsung mendekati laki-laki yang terlihat duduk tengah fokus menatap layar laptop di atas meja kerjanya.


"Apa ayah yakin dengan keputusan nya?" Jessica langsung mengutarakan niatnya mendatangi sang ayah.Dia kaget saat membaca pesan dari ayahnya bahwa beliau merencanakan pertunangannya dengan laki-laki idamannya.

__ADS_1


Padahal menurutnya ayahnya pasti tau bagaimana sebenarnya perasaan laki-laki itu terhadapnya. bertahun-tahun perasaannya tidak pernah terbalaskan, yang lebih menyakitkan laki -laki itu hanya menganggapnya sebagai adik.


Lalu bagaimana bisa sekarang ayahnya mulai mengatur rencana pertunangan mereka?


Bolehkah dia sejenak berpikir bahagia jika laki-laki itu mulai memiliki rasa untuknya?atau mungkin laki -laki itu mulai lelah menolaknya dan berfikir untuk menerimanya saja namun nyatanya itu semua seperti tidak mungkin.


"Apa kamu tidak setuju dengan keputusan ayah?"Jhon berbicara setelah menutup laptopnya dan mulai beranjak dari kursinya lalu melangkah ke sofa untuk duduk serta mengajak Jessica untuk mengikutinya.


"Bukannya tidak setuju ,ayah pasti tau cita-citaku."Seperti biasa jika berbicara dengan ayahnya,sosok Jessica yang anggun akan berubah lebih manja.


Meskipun hanya sebatas status tiri, tapi kedekatan mereka seperti hubungan antara ayah dengan anak kandung.


Jhon begitu menyayangi Jessica seperti putri kandungnya sendiri.Baginya kebahagiannya adalah kebahagiaan nya juga.


Dia rela melakukan apapun untuk putrinya tersebut.Mengingat bagaimana keluarga kandung Jessica memperlakukannya seperti keluarga sesungguhnya.


Dan dia cukup heran dengan putrinya yang memiliki cita-cita bisa menikah dengan laki-laki pendiam itu.


Untuk itu dia ingin menekan ardhan untuk menikahi Jessica dengan menawarkan bantuan kepadanya.


Dan dia yakin ardhan tidak akan menolaknya karena dia tau bagaimana awal perusahaan yang di bangun kakek dan ayahnya tersebut bisa berdiri kokoh.


Dan tentu karena banyak karyawan yang hidupnya bergantung dengan perusahaannya.


"Kau percaya ayah bukan?"


"Yah,percaya."Jessica hanya menganggukkan kepalanya membenarkan jika memang dia mempercayai sosok laki-laki di depannya.


"Persiapkan dirimu besok,ayah sudah mengatur pertemuan makan siang kita."


" Apa secepat itu?"


Jessica sedikit ragu, bagaimana ayahnya bergerak lebih cepat padahal dirinya menggunakan berbagai macam trik,tapi selalu gagal.


"Kau meragukan ayah?"


"Baiklah,aku akan berpenampilan lebih menarik besok."Jessica akhirnya setuju dengan rencana ayahnya.Tidak di pungkiri jika dia juga menginginkan ini bisa bertunangan dan menikah dengan laki-laki yang dicintainya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2