Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 46.Semakin mendekati.


__ADS_3

Ditempat lain dimana dua orang sebagai Ayah dan putrinya menghabiskan waktu bersama yang sudah lama tidak dilakukannya.


"Selamat siang tuan Jhon."Ucapnya setelah masuk.Seorang laki-laki berpakaian setelan jaz serba Hitam terlihat masuk ke ruangan Presdir dibelakang Ben.


Jhon yang saat itu sedang bergurau dengan putrinya seketika menyudahi kegiatan yang lama tidak mereka lakukan.


Cih, ternyata kalian masih saja terlihat bahagia.Tapi aku yakin itu tidak akan lama.Karena sebentar lagi tawa kalian akan berubah tangisan.gumamnya dalam hati.


laki-laki berperawakan tinggi besar itu,terus menatap kearah mereka.Seringai tipis tersungging di bibirnya.


Karena tak ingin menganggu pekerjaan Ayahnya sekaligus merasa cukup pertemuannya, Jessica undur diri."Ayah,sebaiknya Jess pulang."Ucapnya sembari bangun dari duduknya.Melakukan cium pipi kanan kiri Ayahnya, Jess berpamitan.


Sedikit membungkuk sopan terhadap tamu yang baru saja datang dan langsung berlalu di melewatinya keluar.


Jhon menautkan kedua alisnya,menatap ke arah sekretarisnya,seakan bertanya siapa laki-laki yang tidak dikenalnya,masuk begitu saja keruangan nya dan duduk tanpa dipersilakan dahulu.


"Dia adalah Tuan Samuel.Presdir dari Group Company dari bidang konstruksi."Ucap Ben memperkenalkan tamunya.


Seperti tengah merencanakan sesuatu, Samuel dan Ben terlihat saling menatap.Dan Jhon tidak menyadari itu karena dirinya memunggungi mereka sedang meletakkan kotak bekal Jessica yang tertinggal di meja.


Lalu dia kembali ke sofa duduk di depan dimana tamunya duduk.


"Ada urusan apa Anda kemari, seingat ku perusahaan saya tidak ada hubungan dengan perusahaan Anda."Ucap Jhon ketus,karena merasa tidak menyukai dengan tamunya yang tidak mempunyai etika dalam bertamu.


Samuel terkekeh mendengar pertanyaan Jhon.Ben masih setia berdiri dibelakang Jhon.


"Tenang tuan,Aku datang kemari karena ingin menawarkan sebuah perjanjian."Ucap Samuel dengan nada santai."Aku akan melindungi Anda dari jerat hukum dengan syarat Aku ingin menginginkan sebagian saham Anda."Lanjutnya kemudian,lalu menyulutkan rokok yang diapit kedua jarinya.


Jhon mengernyitkan keningnya,tidak mengerti dengan maksud perkataan laki-laki yang didepannya.


"Hukum,apa maksudnya?tidak mungkin dia tau ,memangnya siapa dia?"gumam-gumam hati Jhon.

__ADS_1


"Apa maksudmu."Tanya Jhon bingung.


Ben tengah menahan senyumnya,dia terlihat terhibur dengan kebodohan tuannya.


"Langsung saja apa maksudnya,karena aku tidak terlalu menyukai basa-basi."Lanjut Jhon lagi,kali ini dia terlihat sudah kesal karena Samuel hanya tersenyum.


Samuel tidak menjawab,melainkan mengambil sesuatu dibalik kantong jaz nya.


Sebuah ponsel tengah dia pegang,mencari sesuatu yang tersimpan dan melemparkannya di meja tepat didepan Jhon.


Ponsel yang menyala,menampilkan sesuatu yang pernah ia lihat sewaktu pertemuannya dengan mantan calon menantunya.Bedanya ini berupa gambar digital.


Jhon terlihat geram,mengapa kejahatannya bisa terbongkar.Padahal dia sudah cukup rapi dalam aksinya.


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Kau ingin tau dari mana aku mendapatkan itu semua?bukankah seperti itu seharusnya?"ucap Samuel nada mengejek.


Tapi tetap saja jika berurusan dengan hukum dia sedikit khawatir.karena masa depan Jessica pasti ikut terpengaruh.


"Itu sudah tidak penting lagi,karena bocah ingusan itu juga sudah mengetahui kebusukan mu."


"jadi kau yang mengirimkannya foto-foto itu,brengsek!"Ucap Jhon marah,dia berdiri dan menunjukkan jarinya ke arah Samuel.


Ben yang sejak tadi siap dengan kemarahan tuannya langsung mencegah,memegang lengan Jhon agar tidak bertindak berlebihan.Dia tersenyum puas,saling lempar pandangan dengan sekutunya Samuel.


Samuel tertawa,sama sekali tidak takut dengan kemarahan Presdir Real Estate tersebut.


"Yah,benar sekali."Ucapnya diselingi kekehannya.


"Siapa kau sebenarnya brengsek?"ulangnya lagi bertanya,Jhon sangat marah kala itu.

__ADS_1


Seketika ruangan yang tadi terasa damai ketika kedatangan putrinya,kini berubah panas.Padahal AC ruangan tengah menyala di suhu tertentu.


Dia bertanya dalam hati siapa orang ini dan kenapa bisa tau semuanya,mungkinkah ada seseorang yang menghianati nya?tapi siapa?


Jhon belum tau jika orang kepercayaannya,sudah menghianati nya habis-habisan.Entah mengapa Ben melakukan itu semua.


"Seperti yang aku tawarkan barusan,kau cukup membagi milikmu.Lantas kau akan terbebas dari jerat hukum karena aku mempunyai kenalan petinggi di kota ini."


"Kau tidak ingin masa depan putri cantikmu hancur karena Ayahnya dipenjara bukan?"lanjutnya kemudian.


Mendengar putrinya disebut seketika Jhon terlihat takut,karena ambisi akan dendam masa lalunya masa depan Jessica menjadi taruhannya.


"Penjara?kejahatan apa yang Ayah lakukan sampai akan dipenjara?"


Jessica tak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat akan masuk,dia yang kembali lagi karena kotak bekalnya tertinggal di ruangan Ayahnya.Sebenarnya Jessica tidak usah berbalik lagi,tapi entah kenapa dirinya ingin menemui Ayahnya kembali.


Kembali keruangan Jhon terlihat lebih tenang,Ben sudah menuntunnya duduk kembali.


"Sekarang Anda bisa pikirkan dahulu,sebelum bocah ingusan itu melaporkan Anda terlebih dulu."


"Sampai jumpa lagi Tuan Jhon."Setelah berbicara seperti itu,Samuel pergi membawa kebahagiannya.Karena berpikir rencananya semakin mendekati kata sukses.


Bukan hanya dendamnya saja yang terbalas,karena ingin menghancurkan tali persahabatan penerusnya.Tetapi juga akan mendapatkan sebagian harta keluarga Miller crop Real Estate yang melimpah.


Mendengar seseorang akan keluar ruangan.Jessica buru-buru pergi dari tempat itu,dia bersembunyi di pojokan di samping ruangan Presdir.


Jessica terus menatap punggung laki-laki yang baru saja keluar dari ruangan Ayahnya,dia masih memikirkan kata-kata laki-laki itu.


Jessica pun urung masuk,dia lebih memilih pergi dari tempat itu.Karena dia merasa Ayahnya saat ini sedang terbawa emosi.Percuma saja jika dia menanyakan keinginan tahuannya,takutnya yang ada nanti bakal menambah emosi Ayahnya saja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2