Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 62.Mulut kotor.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,hari dimana dua orang yang saling mencintai dipersatukan dengan ikatan pernikahan.


Setelah acara sakral pengucapan janji sampai terdengar kata SAH selesai,kini hanya isak tangis bahagia yang terdengar.Jhon memeluk erat tubuh Ardhan dan Mira,dia bahagia sekaligus merasa bersalah dengan putri yang baru di ketahui nya.


Karena dihari pernikahan anaknya,Brenda wanita yang ia cintai sekaligus ibu dari anaknya yang baru ia ketahui.tidak bisa menyaksikan kebahagiaan mereka.


Ada sedikit rasa menyesal dihatinya ketika mengingat jika Brenda ternyata mengandung anaknya.Jika saja dia tau dari awal,mungkin saat ini kehidupan putrinya dulu tidak kelam seperti dulu.


"Maafkan Ayah nak,,,maafkan Ayah."Jhon menangis di pelukan putrinya.Mira hanya menepuk pundak ayahnya,berusaha menahan tangisnya karena ini adalah hari bahagianya.


Karena tidak ingin merusak hari bahagia putrinya,Jhon menyudahi Isak tangisnya dengan berganti dengan senyum kebahagian.


Momen bahagia dihari pernikahan terlihat di wajah mereka,namun tak sedikit juga yang memperlihatkan wajah tak suka pada pengantin wanita.


"Kok bisa yah,Tuan Ardhan lebih memilih wanita itu daripada Jessica.Yang jelas-jelas lebih pantas dibanding wanita kotor itu."Kata-kata pedas dari salah satu tamu undangan,wanita dengan gaya rambut yang dicat melirik sinis pada Mira.


Dia masih mengenali wajah Mira,karena dulu dia menjadi salah satu dari kerumunan ibu-ibu pendemo yang mendatangi ruko Mira.Anaknya menjadi salah satu mahasiswa di Unversitas yang tak jauh dari ruko.


"Mungkin karena servis nya lebih berpengalaman kali jeng,biasa laki-laki! hihihi."Tamu yang satunya menyahuti.Mereka berbisik diantara tamu undangan yang lain,tak jauh dari pengantin dimana Ardhan dan Mira tengah menyambut tamu bisnisnya.


Di samping Ardhan,Mira sejak tadi hanya tersenyum tipis,dia merasa tidak nyaman karena tengah ditatap beberapa tamu dengan tatapan tak mengenakan.


Dua wanita itu tak menyadari jika Jessica yang saat itu melintas dibelakang mereka masih bisa mendengar semuanya. Jessica tidak bisa menahan amarahnya lagi,tidak terima jika wanita yang kini menjadi adiknya dihina seperti itu.

__ADS_1


Dasar wanita-wanita sundel,sebenarnya siapa kalian ? berani-beraninya membicarakan orang seperti itu.Gumam Jessica menahan geram.


Karena penasaran dengan dua wanita itu, Jessica pun menghampiri.Jessica langsung kaget menatap wajah mereka,karena baru saja dia berkenalan dengan mereka, istri-istri dari divisi keuangan dan pemasaran di perusahaannya.


Sedangkan wajah mereka langsung pucat,Mungkin karena tidak menyangka jika orang yang tengah mereka bicarakan ternyata mendengar obrolan mereka.


"No_nona." wanita dengan rambut yang dicat warna coklat bergetar saat berbicara,dia mencengkram tangan dingin temennya.


Sedangkan wanita satunya hanya memaksa tersenyum meskipun dia tau percuma saja.


"Kalian bicara apa tadi?"tanya Jessica mengintimidasi.


Dua wanita itu belum menjawab,mereka hanya saling lirik seperti tengah berpikir mau menjawab apa.


Karena jaraknya yang tak jauh dari Mira,bisa ia lihat jika Jessica seperti tengah memarahi dua orang wanita.Lalu Mira menyentuh pundak Ardhan agar dia menatapnya.Berbicara lewat mata menyuruh Ardhan untuk melihat dimana Jessica sekarang membalikkan mulut pedas mereka.


Lagi-lagi dia wanita itu tidak berani berbicara,mereka menundukkan kepalanya menahan malu,karena sebagian tamu tengah menatap kearah mereka.Begitu juga suami mereka yang hanya diam berdiri tidak berani mendekati karena merasa malu atas kelakuan istri mereka.


Mira yang merasa tak tega ingin menghampirinya tapi langsung ditahan Ardhan.


"Biarkan saja mereka Honey,karena Meraka memang pantas mendapatkannya."


"Tapi Bee, kasihan mereka sebaiknya kamu suruh kak Jessica untuk memaafkan mereka,mereka pasti malu."

__ADS_1


Ardhan malah tersenyum mendengar jawaban istrinya,dia tidak salah menjadikan Mira sebagai istrinya.


Bukannya menuruti permintaan Mira Ardhan malah mengajak Mira untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk pengantin.Seharian berdiri membuat kakinya merasa lelah.


Mira yang tak bisa membantah, akhirnya menuruti kemauan laki-laki yang sudah menjadi istrinya.Mereka pergi setelah berpamitan dengan tamu yang sejak tadi berbincang dengannya.


Kembali ke Jessica dia masih saja memberikan peringatan terhadap dua orang wanita tersebut.


"Kalian dengar,meskipun umur kalian lebih tua dariku tapi bukan berarti aku akan mudah memaafkan kalian.Kalian pasti tau bukan apa pekerjaan suami kalian?"Jessica berbicara dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Dan asal kalian tau,wanita yang kalian hina itu adalah adikku."Lanjutnya kemudian.


Membuat wajah dua wanita itu semakin pucat,tapi mereka juga belum sepenuhnya percaya.


"Tidak mungkin wanita itu adalah adik Nona."Elak salah satu wanita itu.Tidak percaya apa yang Jessica katakan,melihat kedua wajahnya saja tidak ada kemiripan sama sekali,pikirnya.


"Jadi kalian tidak percaya?!"pekik Jessica merasa tak habis pikir, bisa-bisanya kedua wanita itu masih saja bersikap angkuh.


"Dengar! sekali lagi aku mendengar kalian membicarakan_."


Belum selesai berbicara,tangan seseorang menyentuh pundak Jessica.Membuat Jessica kaget dan langsung mendongak menatapnya.


"Tak bisakah berbicara lebih sopan sedikit!"

__ADS_1


Seorang laki-laki berkulit sawo matang datang dibelakangnya.


...****************...


__ADS_2