Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 7. Honeymoon 2


__ADS_3

Hari berganti, meskipun panas matahari mulai menyengat namun karena di daerah pegunungan yang memiliki suhu rendah mengakibatkan tidak terlalu terasa panas, udara juga masih terasa dingin.


Sesuai apa yang Ardhan katakan semalam, jika dia sama sekali tidak melepaskan Mira barang sedetikpun. Ardhan selalu mengurung Istrinya di pelukan hangatnya.


Dan Mira sama sekali tidak bisa lepas dari jeratan suaminya, apalagi didukung dengan suasana romantis yang di suguhkan pihak hotel juga hawa dingin yang membuat Mira urung untuk menolak.


Kini Mereka masih bergelung di bawah selimut yang tebal, karena semalam berkali-kali melakukan olahraga malam yang mampu menguras keringat mereka.


"Sayang." gumam Mira dengan suara seraknya, matanya mulai mengerjap-ngerjap berusaha bangun dari tidurnya.


Udara dingin membuat mereka enggan untuk bangun. Namun Mira ingat jika hari ini akan mengunjungi keluarga Abah Ruslan. Karena itu dia berusaha mengumpulkan kesadarannya dan membangunkan suaminya.


Ardhan sama sekali tidak menjawab malahan semakin mengeratkan tubuh Mira ke dalam pelukannya.


"Sayang,,ayo bangun , kau kan sudah janji kalau kita akan mengunjungi rumah mbok Darmi." Mira berkali-kali menepuk pipi Ardhan pelan berharap suaminya bangun karenanya.


Melihat wajah tenang suaminya Mira menjadi gemas sendiri terlebih mengingat apa yang di lakukan suaminya semalam membuat wajahnya kembali hangat, malu karena dia juga berkali mendesah karena ulah suaminya yang membuat tubuhnya terus melayang.


Tangannya refleks memencet hidung mancung suaminya gemas, dia juga goyang-goyang kan mengakibatkan kepalanya ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri.


Tersenyum sambil mencium bibir suaminya berulangkali, bibir yang semalam sudah membuatnya mendesah berkali-kali. Tapi tetap saja apa yang dilakukan Mira sangat percuma sebab Ardhan sama sekali tidak beraksi.


Mira sama sekali tidak sadar jika apa yang dilakukannya bisa membuat sesuatu yang lain bisa terbangun.


Sampai akhirnya Mira kesal sendiri dengan suaminya itu, diapun berusaha mengangkat tangan Ardhan yang memeluk pinggangnya.


"Sayang,,,Kau harus bertanggung jawab."


Suara lirih Ardhan mengagetkan Mira, ternyata suaminya sejak tadi sudah bangun hanya saja matanya masih terpejam.


Benar-benar dia, ternyata mengerjai ku.

__ADS_1


"haa,,sayang ternyata kau sudah bangun ya."


Mira tau apa maksud suaminya oleh karena itu dia mencoba mengalihkan pembicaraan. sebenarnya Mira hanya takut jika apa yang barusan dilakukannya akan membuat mereka mengulang seperti yang semalam dan dirinya tidak mau itu terjadi.


Niatnya kan cuma ingin suaminya yang bangun bukan adiknya.


Sebab dia sudah ingin keluar dari kamar dan bertemu dengan Mbok Darmi. Itu yang semalam dia rencanakan sebelum Ardhan membuatnya berkeringat.


" Ayo tanggung jawab." Ardhan sudah membuka matanya dan sekarang dia masih mengunci tubuh istrinya.


"Maksud kamu sih sayang, aku tidak mengerti." Mira menggeliat berusaha lepas dari kuncian suaminya. Dia paham apa yang di ucapkan Ardhan, hanya saja dia pura-pura tidak tau.


"Sayang,,apa kamu tau? yang kau lakukan tadi sudah membangunkan junior dan dia minta di tidurkan lagi sekarang." Ucap Ardhan berbisik di telinga Mira, Ardhan tetap tidak membiarkan istrinya lepas.


"Kamu apaan sih Bee." Mira sampai memalingkan wajahnya karena malu dengan kata-kata mesum suaminya.


Ardhan terkekeh geli melihat wajah istrinya yang bersemu merah, dan dia menyukai itu membuatnya merasa gemas, yang akhirnya dia menjadi tidak tega menggoda istrinya.


"Aku hanya bercanda sayang, okeh! sebaiknya kita mandi sekarang." Ardhan langsung beranjak, dia hanya memakai bawahannya saja memperlihatkan otot dadanya yang bidang, dan Mira selalu dibuatnya kagum dengan apa yang ada pada suaminya.


Mira berteriak kaget karena Ardhan langsung membopongnya begitu saja. Padahal tubuhnya dalam keadaan masih polos, hanya selimut itu yang menutupi tubuh indahnya.


"Sepertinya kita belum pernah melakukannya di kamar mandi." Ardhan menggoda istrinya lagi. Dia selalu ketagihan mendengar suara kesal sang istri, menurutnya itu sangat menggemaskan baginya.


"Sayang!!"


Sekar memukul bahu suaminya karena kesal, tapi dia juga bahagia karena itu membuat mereka semakin terlihat mesra.


"Kau itu semakin menggemaskan kalau marah" lagi-lagi Ardhan terus menggoda istrinya, kini mereka sudah di kamar mandi. Dia mendudukkan tubuh Mira di kloset.


Mira terus menatap, memperhatikan suaminya yang sedang mengisi air di bathtub yang di beri sabun aroma mawar kesukaan istrinya. Ardhan juga menambahkan kelopak bunga mawar yang ia pesan pada pihak hotel semalam.

__ADS_1


"Sayang." Ardhan memanggil Mira sambil tangannya terus menggosok punggung istrinya.


"Hmm," Mira hanya menjawab singkat, dia begitu nyaman dengan apa yang Ardhan lakukan. Dia benar-benar merasa dimanjakan suaminya.


"Apa kamu yakin akan ke sana?" tanya Ardhan pelan, pikirannya mendadak tidak terlalu bersemangat saat akan mengunjungi dimana Mira pernah mengalami kecelakaan dan terdampar di desa terpencil. Tangannya masih menggosok semakin pelan.


Bukannya dia tidak suka Mira menemui orang-orang yang menolongnya, hanya saja dia sedikit khawatir jika tempat itu akan membuka kembali luka yang pernah Mira alami, apalagi sekarang istrinya sudah tau jika dalang penculikan itu ialah Ayah kandungnya sendiri.


"Kenapa tiba-tiba tanya seperti itu Bee?" Mira membalikkan badannya, dia menatap wajah suaminya. Menelisik keanehan yang diperlihatkan suaminya.


"Tidak apa-apa, berbalik lah lagi." Jawabnya sambil membalikkan tubuh istrinya menghadap kedepan.


Ardhan terdengar menghela nafas, dan itu cukup menyakinkan Mira bahwa suaminya tengah memikirkan sesuatu.


" Tidak ada yang perlu di khawatirkan Bee, aku sudah baik-baik saja sekarang." Mira berkata Seakan tau kegelisahan suaminya. Dia membalikkan lagi tubuhnya, menggenggam tangan dingin suaminya dan menempelkan di pipinya.


" Sayang,,kamu percaya bukan kalau aku sudah memaafkan mereka?"


Ardhan menjawab dengan anggukan.


"Jadi apa yang kamu takutkan? aku sudah mencoba melupakan semua rasa benci pada mereka dan menggantinya dengan kasih sayang yang mereka berikan.Semua ketakutan ku dulu sudah aku ganti dengan hal yang baru saja aku lewati bersama mereka. Jadi Bee,,,I'm ok. Aku baik-baik saja sekarang dan yang paling penting aku sudah mempunyai suami sepertimu."


Mereka sama-sama terhanyut dalam pandangan mereka. Kini Ardhan yakin bahwa istrinya memang baik-baik saja.


Ardhan sudah tidak tahan saat melihat bibir yang sudah membuatnya candu.Mira juga tidak menolak saat bibirnya dilumat lembut sang suami. Dia juga merasakan ketenangan setiap suaminya menyentuhnya, memberikan rasa yang tak pernah dia dapatkan dulu saat masih berada di dunia kelam.


Air dalam bathtub semakin sedikit karena goncangan yang begitu besar, suara-suara aneh juga terdengar sangat indah.


Kali ini mereka melakukannya lagi dengan suasana baru yang menurutnya lebih menantang. Melupakan sejenak agenda yang sudah mereka rencanakan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2