Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 29.Pulang


__ADS_3

Menjelang Magrib Mira baru sampai di Panti Asuhan, berjam-jam di perjalanan membuat tubuhnya berasa hampir remuk.Meskipun terkadang berhenti di Rest Area namun tetap saja terasa. karena baru pertama kali Mira melakukan perjalanan jauh.


Mira terlihat berbaring di ranjang yang biasa Mira pakai dulu jika dirinya berkunjung ke Panti.Menatap langit-langit kamar,sesekali bibirnya tersenyum tipis mengingat kejadian sewaktu kedatangannya.


Beberapa saat kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu kamar.Muncul Bu Fatimah dari balik pintu dengan membawa nampan berisi satu piring makanan beserta satu gelas air putih,membuatnya langsung bangun.


"Makan dulu ya Mir, belum makan malam kan?"tanyanya Beliau masih berdiri menghadap Mira.


"Belum Bu."Jawabnya Mira membenarkan.


Bu Fatimah Duduk di bibir ranjang berhadapan dengan Mira,lantas menyerahkan nampan tersebut.


"Makanlah dulu,kamu pasti lelah."


Mira makan dengan dengan lahapnya,meskipun dengan menu seadanya.Dirinya merasa bersyukur masih di berikan rasa nikmat setelah apa yang pernah dia lakukan dulu.


"Makan pelan-pelan Mira,tidak usah terburu-buru."ucap Bu Fatimah mengingatkan.Melihat Mira seperti itu membuat rasa bersalahnya masih membekas di hatinya.


Haruskah ia mengatakan jika ayahnya masih hidup,Bu Fatimah pikir Mira juga berhak tau siapa ayahnya.karena kelak seorang perempuan jika akan menikah dirinya sangat membutuhkan Figur seorang Ayah.


Sesaat setelah Mira menghabiskan makanannya.Mereka tengah berbincang,tak menyangka jika wanita yang di anggap sudah mati kini duduk di depannya.


Sebelumnya Bu Fatimah hanya bisa mencurahkan kerinduannya lewat doa,tapi kini akhirnya mereka bisa bertemu sesungguhnya setelah sekian lama.


"Ibu takut loh Mir,waktu kamu muncul depan pintu."Tergelak sendiri saat ingat kejadian waktu Mira baru pulang.


"Emang ibu takut kenapa?"tanya Mira pura-pura polos.


"Kirain Ibu kamu itu hantu."lagi-lagi Bu Fatimah tergelak sendiri,betapa malunya dirinya jika ingat itu.


Saat itu waktu ba'da Magrib, Mira yang baru sampai di panti asuhan dengan kondisi dirinya yang berantakan karena lelah,serta di temani hujan rintik yang memang membawa kesan horor di dalamnya.Oleh karena itu Bu Fatimah sempat meneriakkan kata Hantu sampai terjatuh karena kaget saat membuka pintu depan,jelas saja anak-anak panti yang tengah sibuk di ruang belajar berbondong-bondong ikut keluar karena penasaran.


"Jadi ibu menganggap aku sudah mati?Jahat!"jawab Mira pura-pura kesel,


Namun itu justru membawa mereka kedalam suana bahagia.

__ADS_1


Bu Fatimah kini merasa sedikit lega,Beliau bertekad kali ini dirinya tidak ingin egois.Jika dulu kehamilan Brenda dia anggap sebagai aib ,sekarang kini dirinya akan menganggap Mira sebagai sesuatu yang membawa berkah untuk mereka.


'Jika dirimu menemukan seseorang yang mempunyai kehidupan yang kelam,janganlah engkau mengusirnya.Melainkan engkau Ajaklah,Rangkul lah dan Bimbinglah dirinya untuk menuju ke jalan yang lebih terang.Karena sesungguhnya mereka sangatlah membutuh orang seperti kita yang mau mengerti keadaannya.'


Malam semakin larut,rintik gerimis kini berubah hujan deras.Jika orang lain suana seperti ini menjadikan tidurnya semakin terlelap.


berbeda dengan wanita yang kini tengah merenung,berdiri menghadap luar lewat jendela kaca kamarnya.terlintas kenangan indah dengan laki-laki yang namanya masih terpatri indah dihatinya.


Flashback.


Kejadian itu bermula saat Mira baru selesai mendatangi ruko yang tidak lama lagi akan dia tempati.Dirinya juga sekalian menaruh sebagian pakaiannya,Karena terlalu sibuk membereskan barang milik pemilik ruko lama yang masih tertinggal.Mira tidak sadar jika di luar sudah mulai gelap.


Saat hendak bersiap untuk pulang, tiba-tiba saja langit menurunkan hujannya cukup deras.


Karena alasan itulah taksi yang sudah Mira pesan tiba-tiba membatalkannya begitu saja.


"Sekarang aku pulang naik apa?"bingung.Melihat kondisi jalan yang sudah sepi,hanya beberapa mobil pribadi dan truk saja yang lewat.


Mira yang tengah kebingungan, dikagetkan dengan suara nada dering ponselnya sendiri.


"Ada apa dia menelpon?tumben."gumamnya kemudian.


Karena penasaran dan tidak ingin membuat yang bersangkutan menunggu,Mira akhirnya langsung mengangkatnya.


"Hallo tuan?" tanya Mira begitu sudah menggeser Icon hijau di ponselnya.


"Dimana kamu?"bertanya setengah berteriak,Ardhan cukup kesal saat tau Mira tidak ada di tempatnya.Awalnya Ardhan yang mendatangi Apartemennya karena akan mengambil sesuatu.Namun yang justru dia dapatkan,tempat itu kosong tidak berpenghuni,dan saat dia tau sebagian pakaian Mira tidak ada,,Ardhan mulai kesal dan marah.


"saya di ruko tuan,saya hanya ingin_."jawaban Mira terpotong sebelum menyelesaikan nya.Sebab Ardhan langsung menyela.


"kenapa tidak memberitahu jika akan keluar?kau bebas menginap di Apartemen ku,tapi bukan berarti kau bebas keluar masuk,kau mengerti?!" tanya memberondong.Kesal,Namun sebenarnya Ardhan merasa cemas karena waktu sudah cukup larut,di tambah cuaca yang hujan deras malam itu.


"hei,aku memang tinggal di tempat Anda.Tapi bukan berarti aku harus melaporkan semua kegiatanku.Memang aku siapanya Anda?"


"Maaf Tuan," hanya itu keluar dari mulut Mira.

__ADS_1


Semua kalimat yang ingin dia ucapkan seakan lenyap begitu saja,tidak ada keberanian, bagaimanapun juga dirinya seperti sekarang karena bantuan Ardhan.Dan dia sadar itu.


"Sebentar lagi aku sampai,jadi jangan kemana-mana." pesannya langsung mematikan panggilannya.


"Ada apa dengannya?melihat layar ponsel yang masih menyala." Cih,aneh!"


Beberapa menit kemudian sesuai yang di katakan Ardhan,mobilnya tak lama sudah sampai.Melihat Mira yang duduk berjongkok di pinggiran Ruko.


"Dasar bodoh."kesal,menekan


Melihat itu Mira langsung bangun dan masuk,setelah Ardhan menyuruhnya.


Sempat hening setelahnya,namun saat sudah sampai di tengah jalan mobil Ardhan tiba-tiba berhenti.


"Apa lagi ini?"Ucapnya dengan nada kesal,belum reda kekesalannya pada Mira sekarang di tambah mobilnya yang tau-tau berhenti.


"Sepertinya ban mobil ini bocor, aku akan keluar."


Tanpa menunggu jawaban Mira,dirinya langsung keluar menuju bagasi belakang.


Kondisi yang hujan deras dan tidak mungkin menghubungi orang bengkel karena sudah larut,dengan kemampuan seadanya terpaksa Ardhan mengganti ban mobilnya sendiri.


Melihat Ardhan yang kehujanan Mira keluar dengan payung yang dia temukan di jok belakang mobil.


"Apa masih lama tuan?"tanya Mira cemas.Mengingat mereka masih berada di jalan,dirinya tengah memayungi tubuh Ardhan dari derasnya air hujan.


"Kalau kau masih cerewet sebaiknya masuklah kedalam."Kesal Ardhan,karena sudah beberapa kali Mira menanyakan hal tersebut.


"Apa,dia mengatai ku cerewet?cih,aku kan cuma tanya,apa salahnya?lagian siapa yang menyuruhnya menjemput? itu kan mau mu sendiri.Dasar tuan Arogan."hanya bisa mengatakan dalam hati.


Tak lama pekerjaan Ardhan selesai,meskipun dirinya dan Mira berlindung di payung yang sama,tetap saja pakaian mereka basah oleh karenanya.


Mengakibatkan besoknya mereka sama-sama mengalami demam selama dua hari.Oleh karena itu pekerjaan Dany bertambah berlipat-lipat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2