
Inilah Sentra Kuliner Daerah,yang di selenggarakan dipusat kota.Buka hanya dua hari dalam seminggu,Sabtu dan Minggu malam.
Ada beberapa makanan daerah yang di sajikan di gerai-gerai yang tersedia.Untuk memeriahkan sekaligus mengenalkan jika Indonesia mempunyai Ragam budaya tentang kulinernya.
Sekaligus mengobati rasa rindu akan cita rasa masakan daerah asal mereka masing-masing,karena sebagian besar penduduk adalah para perantau yang mengadu nasibnya di ibu kota.
Ada berbagai gerai makanan yang di sediakan,dari makanan berat hingga cemilan khas daerah.Seperti makanan yang memiliki ciri khas rasa manis, Gudeg yang berasal dari kota istimewa Yogyakarta,Soto Tauco yang berasal dari Pekalongan atau jajanan seperti empek-empek yang berasal dari Palembang.Dan masih banyak lagi makanan-makanan lainya yang tentunya sangat lezat.
Kepulan asap terlihat mengepul di gerai bebakaran,mengeluarkan aroma asap yang menggugah selera.Belum lagi aroma masakan lainnya yang tak kalah menggoda Indra penciuman para pengunjung.
"Ayo cepat Ard! Seru,Dany pada Ardhan meminta cepat untuk keluar dari mobil.Karena saat Baru saja sampai diparkiran bau harum bumbu masakan sudah membuat Dany menelan ludahnya berkali-kali.
Mereka akhirnya mengakhiri adu mulut yang tidak berfaedah.Memilih datang ke Sentra Kuliner itu,karena pas Ardhan belum melakukan makan malamnya.
"Sebentar!kamu tidak lihat tali sepatuku lepas."Kesal Ardhan sambil membetulkan tali sepatunya,yang masih duduk di jok depan.
Kali ini Ardhan menanggalkan semua setelan Jaz miliknya,yang di ganti dengan setelan casualnya,menambah nilai untuk ketampanannya.
Ketika masuk,mereka langsung disuguhkan dengan banyaknya pengunjung.Dengan banyaknya gerai-gerai aneka makanan yang berjejer, lampu-lampu hias turut menerangi malam itu.
Banner-banner terpasang didepan gerai mereka ,memudahkan pengunjung untuk memilih makanan khas daerah mana yang akan mereka makan.Bahkan tak jarang pengunjung yang hendak memesan makanan khas kampung halaman menggunakan bahasa mereka sendiri.
Ada nilai tersendiri jika sampai bertemu dengan orang yang satu kampung.Merasa terobati saat kerinduan akan kampung halaman yang mungkin jarang dijumpai karena terlalu sibuk mencari uang di Ibu Kota.
"Kamu lihat,ternyata banyak makanan kesukaanku disini."Dany mengucapkan dengan girang, sejak masuk matanya terus saja celingak-celinguk.Rasanya seperti ingin memakan semua makanan yang ia lihat.
"Semua makanan juga pasti kamu menyukainya."
"Ayo Ard,aku sudah lapar."Ucap Dany sudah tidak sabar,bukan hanya lapar saja tapi karena dia sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan khas daerah.
Ardhan semenjak masuk, sebenarnya merasa risih.Pasalnya pengunjung yang mengenalinya terus saja melirik kearahnya.
Menjadi berpikir jika Mira yang berada disampingnya mungkin akan merasakan yang sama atau bahkan lebih.
__ADS_1
Oleh karena itu,dia akan bersabar dengan hubungannya yang harus berpacaran diam-diam.
"Aku jadi kangen kamu."(Ardhan)
Mereka terus menyusuri tiap gerai,hingga pilihan Dany jatuh pada Soto Tauco khas Pekalongan,makanan yang berkuah merah dengan aroma yang wangi sedap,dilengkapi mi soun dan potongan daging juga taburan daun bawang dan seledri sebagai pemanis,tak lupa taburan bawang goreng yang membuat semakin menggugah selera.
Dengan semangat,Dany langsung memesan dua mangkuk Soto yang sejak datang diincarnya.
Alasannya hanya Dany lah yang tau.
Mereka duduk lesehan,berhadapan dengan meja sebagai penengah.Tak lama pesanan mereka datang,aroma sedap uap yang masih mengepul menambah nafsu makan.
"Harusnya aku makan bersama Mira Sekarang."Ucap Ardhan sedikit tak bersemangat,namun perutnya yang meminta diisi mau tidak mau ia harus makan.
Dany hanya diam melihat Bosnya,ia mengambil kerupuk di keranjang sebelah kanannya yang dibungkus plastik.Memang paling nikmat jika makan Soto di lengkapi dengan nasi dan kerupuk.
"Ini Ard,kamu pasti ketagihan."Mengalihkan suasana yang sedikit sendu untuk ukuran orang yang baru kasmaran.
Dengan percaya diri menyuruh Ardhan untuk makan dan menyodorkan kerupuk yang tadi diambilnya.
Berbeda dengan Dany yang lebih suka mencampur langsung nasi dan sotonya, menurutnya itu lebih nikmat.
Saat suapan ketiga,mata Ardhan mengerjap-ngerjap,Memastikan jika apa yang dilihatnya memang benar.Di antara pengunjung lain Ardhan melihat dua wanita yang tingginya berbeda,satu berhijab dan satu lagi rambut hitamnya dibiarkan.
"Apa aku berhalusinasi karena terlalu merindukannya."
Mereka terlihat sedang melihat-lihat menu makanan.Mira memakai baju terusan yang di balut lagi dengan Hoodie,dia masih tidak percaya diri,jalannya selalu menunduk jika berpapasan dengan orang lain.
Meski begitu Ardhan masih mengenalinya jika Mira terlihat cantik dengan dandanannya yang sederhana.
"Ard,kenapa bengong?terlalu enak yah,kamu sampai segitunya."Dany tidak menyadari jika Bosnya yang diam saja karena melihat sesuatu diseberang jalan.
"Yey,ditanya malah masih bengong.Dimakan Ard nanti keburu dingin tidak enak."Lalu Dany mengikuti kemana mata Ardhan melihat.
__ADS_1
Seketika mulut Dany terbuka,kerupuk yang hendak ia gigit jatuh menimpa Soto yang tinggal setengah.
"Itu beneran Non Mira kan Ard?"mastikan jika yang di lihatnya benar.
"Aku tidak tau,apa aku sedang berhalusinasi sekarang?!"Ardhan masih tidak percaya jika yang dilihatnya memang benar Mira.
Sampai saat Siti menengok,dia juga bertingkah aneh.Sepertinya Siti juga langsung mengenali siapa yang ia lihat.
Mau tidak mau Siti memberitahu Mira tentang keberadaan Ardhan dan juga Dany.
Disinilah mereka duduk berempat,saling berhadapan dengan meja yang digabung menjadi satu.
Pasangan baru nampak canggung saat tak sengaja mata mereka bertemu,Mira terus saja gelisah,dia terus menunduk merasa takut jika kejadian dulu terulang lagi.
Fotonya yang bersama Ardhan tersebar luas.
Berbeda dengan dua sejoli yang mempunyai julukan masing-masing.
"Apa."Mata Siti melotot.
"Kita pergi dari sini."Menunjuk ke arah lain.
"Biarkan mereka berdua."melipat tiga jari,membentuk huruf V
Dany dan Siti terus berbicara tanpa suara,saling memberi kode.Namun Siti enggan untuk pergi dari tempat itu.
Dia merasa jika kehadirannya akan berguna,menghalau jika ada seseorang yang akan berbuat diluar nalar.
"Biarkan dia tetap disini DAN! Ucap Ardhan,dia seakan tau maksud Siti.Karena melihat tingkah Mira yang terus gelisah.Mungkin trauma yang dulu masih melekat di diri Mira.
Akhirnya mereka pun meneruskan makan malamnya,namun Mira dan Siti makan menu yang berbeda yang sudah di pesan tadi.
"Permisi,boleh aku gabung?"Ucap wanita cantik yang datang langsung duduk mengagetkan Ardhan dan semuanya.
__ADS_1
...****************...