Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 23.Mencintai Tuan


__ADS_3

Ardhan terlihat luar biasa menawan kali ini, tampangnya yang memang tampan dan Manly tidak di pungkiri jika perempuan manapun akan melirik ke arahnya meskipun karakternya yang pendiam.


Bukan berarti dia bahagia dengan pertemuan ini, dia hanya ingin menghormati saja sebagai bentuk apresiasi terhadap orang yang di anggapnya paman tersebut.


Duduk seorang diri menunggu seseorang yang mengundangnya datang.Di mana di depannya sudah tertata rapi peralatan makan siang mewah.


Tak lama terlihat orang yang sejak tadi di tunggunya, mulai memasuki ruangan yang di gunakan sebagai tempat pertemuan mereka.


Meskipun dia sudah menebaknya jika Jessica pasti akan ikut dalam pertemuan ini, tapi dia cukup terkejut mengingat dia sering melakukan penolakan terhadap wanita cantik yang tengah berjalan di samping ayahnya menuju ke tempatnya.


"Hm,ternyata cukup tebal mukanya."batin Ardhan.


"Maafkan paman Ardhan,pasti kamu terlalu lama menunggu kami." Setelah Meraka duduk dan tuan Jhon menjabat tangan Ardhan dan mempersilakan untuk duduk .


"Kau tau,itu karena anak manja paman yang cantik terlalu bersemangat dengan pertemuan ini,menurutnya dia harus berpenampilan super cantik di hadapan mu nanti." Jhon terlihat terkekeh dengan ucapannya sendiri,sambil melirik ke samping kirinya.


Di mana wanita yang di bicarakan terlihat malu-malu,mendengar omongan ayahnya.


Dia pikir mungkin apa yang di lakukan nya terlihat wajar , melakukan perawatan sebelum pertemuan, memilih baju yang cocok dan cantik, belum lagi ritual lainnya yang di butuhkan seorang wanita untuk mempercantik diri.Sebab itu wanita butuh waktu lama untuk melakukan itu semua.


Karena tidak mungkin seorang wanita hanya berpenampilan biasa jika akan bertemu dengan laki-laki idamannya.


"Tidak apa-apa paman,saya mengerti kesibukan paman akhir-akhir ini."Ardhan mencoba mengalihkan pembicaraan tentang Jessica,dia hanya belum terbiasa karenanya.


Melihat itu Jessica cukup kecewa.Alih-alih mendengar kata pujian dari bibir laki-laki idamannya.Malah justru secara tidak langsung Jessica mendapatkan penolakan seperti biasa.


Dan itu juga terlihat jelas dengan Jhon.


Karena tidak ingin suana acara makan siang yang lebih tepatnya pembicaraan mengenai pertunangan bisnis mereka menjadi tidak nyaman, Jhon memulai untuk mengajaknya makan terlebih dahulu sebelum ke acara inti.


Karena bertepatan dengan kedatangan beberapa pelayan yang membawa hidangan utama mereka.


Bukankah dengan perut yang terisi,maka pikiran pun akan lebih jernih ketika memutuskan sesuatu?


Beberapa saat setelah mereka menyantap hidangan yang cukup mewah, dan tentunya pasti sangat mahal.Bagaimana tidak untuk satu porsinya setara gaji sebulan karyawan biasa.

__ADS_1


Ardhan tengah menyesap minumannya seusai menyantap makanannya,meskipun masih tersisa di piringnya tapi dia merasa cukup kenyang.


Begitu juga dengan tuan Jhon dan Jessica, mereka pun akhirnya mengakhiri suapan terakhir nya dan melakukan hal yang sama seperti Ardhan meminum minumannya.


"Kamu sepertinya suka makanannya sayang,mau nambah?"tuan Jhon memulai pembicaraannya,dia mencoba menggoda putrinya ,melihat isi piring Jessica yang kosong.Berbeda dengan Ardhan dan dirinya yang masih menyisakan sedikit.


"Ayah,jangan meledekku aku tidak rakus."jawabnya sedikit kesal.


Jessica beranggapan bahwa secara tidak langsung ayahnya mengatakan bahwa dia perempuan yang doyan makan.


"Ayah sama sekali tidak bilang kamu rakus, ayah hanya senang karena selera makan putri ayah tidak berubah."


Awalnya bibir tipisnya manyun beberapa senti,serta mata kecilnya yang menyipit.Tapi tak lama senyumannya muncul.Mungkin jika laki-laki yang melihatnya merasa gemas dengan ekspresi wajah Jessica saat ini.


Namun entah dengan laki-laki yang di depannya,dengan karakternya yang pendiam dan dingin.


Ternyata Ardhan sendiri melihat itu,tak sadar dia sedikit melengkungkan bibirnya ke atas.Merasa kalau Jessica sangat beruntung. Bisa mendapatkan kasih sayang yang lebih dari laki-laki paruh baya seperti beliau.


Tetapi ada yang salah paham menanggapi senyumannya,


"Apa Putriku sudah terlihat menarik di matamu?" lanjutnya lagi kali ini Ardhan yang di godanya.


Dan itu cukup membuat ardhan kaget,apalagi Jessica dia lebih kaget karena bahagia jika apa yang di katakan ayahnya benar,dia begitu beruntung pikirnya.


Ardhan terlihat sedikit kurang nyaman dengan kondisi tersebut, untuk itu dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Paman,bolehkah kita bicara ke intinya saja?"


"Apa kamu sudah tidak sabar membicarakan acara pertunangan kalian Ardhan?"


"Kamu tau? yang paman lihat,kamu sepertinya menyukai putri paman.Sangat lain apa yang dikatakannya selama ini terhadap paman."


Ardhan merasa seperti terjebak dengan pembicaraan ini,dia hanya berpikir jika pertemuan ini tidak melibatkan perasaan.


Yang dia tau rencana pertunangannya hanya sekedar untuk memulihkan perusahaannya saja.

__ADS_1


Bukankah mereka tau jika ardhan hanya mencintai satu orang saja,orang yang sekarang pergi meninggalkannya.


"Maaf paman,bisakah kita bicarakan mengenai maksud awal dari pertemuan ini saja?" Ardhan sudah benar-benar merasa tidak nyaman.


"Sesuai apa yang pernah paman katakan padamu.Jika paman bersedia tapi dengan syarat kamu harus bertunangan dengan putri paman."Katanya dengan tegas sedikit menekan.


Ardhan terlihat diam beberapa waktu seolah dia sedang berpikir ,melihat ke arah Jessica lalu beralih sedikit menunduk ke arah meja.


Sejenak dirinya menghela nafas Pelan, memejamkan matanya sebelum menjawabnya.


"Baiklah paman,aku setuju. tapi-"


Belum sempat meneruskan kata-katanya tuan Jhon lebih dulu mengatakan sesuatu yang tidak bisa di bantah Ardhan.


Seakan dia tau kalimat apa yang hendak di katakan Ardhan.


"Paman tetap akan membuat berita pertunangan kalian, jadi siapkan dirimu sebelumnya.Karena apa yang paman lakukan hanya untuk kebahagian keluarga besar, terutama persahabatan ayahmu dan Jessica.


Mendengar nama ayahnya di sebut Ardhan sama sekali tidak bisa berkata apa-apa.Karena dia tau cerita persahabatan ayah mereka yang terjalin sangat lama dari sekertaris ayah dulu.


Oleh karena itu,ardhan pun menyetujui semua rencana paman Jhon,tapi semata-mata hanya tidak ingin mengecewakan ayahnya.Tidak ingin mengulang lagi kesalahpahaman yang berujung menewaskan nyawa seseorang.


Esoknya berita pertunangan ardhan dan Jessica benar-benar pecah, disiarkan di segala stasiun tv, papan iklan di sepanjang jalan,dan koran bisnis.


Mengingat mereka adalah pewaris perusahaan terbesar di kota tersebut, tentu berita ini menjadi ter trending tahun ini.


Banyak yang dengan suka cita merestui hubungan ardhan dan Jessica.Tapi banyak juga yang patah hati terutama para wanita yang mengidolakan seorang tuan muda seperti Ardhan.


Tetapi mereka lebih beranggapan bahwa jessica lebih pantas,wanita cantik dan pintar yang mempunyai kepribadian ramah,di bandingkan dengan Mira yang hanya mantan seorang wanita malam.


Sedangkan di belahan dunia yang berbeda,tepatnya di sebuah desa di kawasan pegunungan.


Seorang wanita meneteskan air matanya, setelah melihat tayangan di televisi bututnya. Meskipun benda yang hampir menjadi benda langka tersebut masih tetap terlihat meskipun banyak rintik-rintik di layarnya.


"Selamat tuan, meskipun hatiku sakit melihatnya tapi itu lebih baik jika di bandingkan hidupmu yang hancur karena aku, aku akan bahagia jika tuan juga bahagia. Karena aku juga mencintaimu tuan."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2