
Brak.
Terdengar suara pintu ruangan yang di buka paksa.Terlihat seorang wanita cantik masuk dengan wajah yang menahan kemarahannya.
"Katakan siapa ****** itu?"berteriak sambil melempar beberapa foto ke wajah seorang pria yang tengah duduk di kursi kerjanya.
"Lyla apa maksudmu?"tanyanya bingung sebelum tau apa yang terlempar ke arahnya.
"Darimana kamu dapatkan ini semua?"berkata setelah tau apa itu,terlihat foto dirinya yang bersama seorang wanita,berpose sangat mesra.
"Tidak penting aku tau dari siapa semua itu,karena aku hanya ingin tau siapa wanita yang bersama suamiku." berkata masih dengan nada marah.
Wanita yang bernama Lyla tersebut,tengah menangis setelah tau jika suaminya mempunyai wanita lain selain dirinya.
meskipun pernikahan mereka tanpa di dasari cinta,namun wanita itu beranggapan jika dirinya lebih berhak atas suaminya.
"Dia kekasihku,wanita yang sangat kucintai."jawabnya tegas,selama ini dirinya menutupi perihal pribadinya.
Menjalani pernikahan yang bukan keinginannya sangat membuatnya tertekan, jika tidak karena sebuah balas Budi mungkin dirinya sudah menyerah dan lebih memilih bersama kekasihnya.
"Apa kamu bilang?"kaget karena pengakuan suaminya."kekasih?"ucapannya semakin lirih disertai lelehan air matanya." jhon_."
Jatuh saat Lyla belum menyelesaikan kalimatnya.
Melihat istrinya jatuh tak sadarkan diri, laki-laki yang di ketahui bernama Jhon seketika menyerukan nama istrinya dan langsung membawanya ke Rumah sakit.
Di depan Ruang IGD,Jhon terlihat bolak-balik sejak Lyla di bawa masuk.Dirinya begitu cemas
dengan keadaannya,merasa bersalah setelah yang terjadi dengan istrinya.
Meskipun mereka menikah bukan karena cinta tapi tetap saja Lyla adalah istri nya saat ini.
Selain dirinya yang khawatir dengan keadaan Lyla,Jhon juga bertanya-tanya sebenernya siapa orang yang mengirim foto itu,padahal foto itu di ambil sudah cukup lama dan saat ini hubungan nya telah kandas beberapa bulan lalu karena wanita itu lebih memilih untuk menyerah.
Dan setau Jhon tidak ada orang yang tau hubungannya dengan kekasihnya selain sekertaris nya.
Namun perasaannya dengan kekasihnya masih sangatlah besar, begitupun dengan Brenda.
Ya,perempuan tersebut bernama Brenda.Wanita berambut pirang yang mempunyai senyum manis itu.
__ADS_1
Sebelum Jhon menjadi seperti sekarang,dulu dirinya hanya seorang sekretaris perusahaan terbesar yang bernama Miller Crop Real Estate.
Selama dua tahun mereka menjalin hubungan, bahkan mereka berencana akan melangsungkan pernikahan setelah anak yang di kandung istri atasannya Alan Miller lahir.
Namun semua tak berjalan sesuai rencana mereka.
Tuan Alan mengalami kecelakaan bertepatan dengan istrinya yang melahirkan.Sebelum meninggal Alan Miller sempat berpesan pada Jhon sekertaris nya untuk melindungi istrinya dan bayinya.
"Lindungi Lyla dan bayiku selalu Jhon,kau tau mereka juga dalam bahaya." yah, Alan mencurigai jika kecelakaan yang dia alami sepertinya bukan murni kecelakaan,mengingat sebelum terjadinya kecelakaan,mobil yang ia gunakan mengalami Rem blong.
Awalnya Jhon hanya mengira jika maksud dari perkataan Alan hanya sekedar melindungi mereka saja.
Tapi setelah Alan mengatakan sesuatu detik berikutnya_
" Nikahi Lyla setelah setahun usia anakku."
Seketika Jhon membulatkan matanya,dia begitu syok kenapa Alan menyuruhnya menikahi istrinya?
Itu adalah wasiat yang benar-benar konyol menurut Jhon dan juga apa Alan lupa jika dirinya sudah mempunyai kekasih.
Dan bukankah Alan juga sudah mengetahuinya jika tak lama dia akan menikahi kekasihnya Brenda?
Namun dirinya juga tidak bisa melupakan semua kebaikan Alan terhadapnya,dan yang paling penting kebaikan Tuan Miller ayah Alan Miller yang sudah menganggapnya sebagai anaknya dan menjadikannya seperti sekarang.
"Iya tuan."dan Jhon hanya bisa mengatakan demikian karena dia masih bingung langkah apa yang terbaik.
Tapi meskipun berat,Jhon tetap menerima tawaran tersebut.
setelah perihal itu selesai,tidak lama Alan meninggal.
Berbeda dengan Brenda,awalnya begitu menyakitkan baginya namun karena Jhon terus meyakinkan jika hubungan mereka tetap akan berjalan meskipun itu salah.
Hingga beberapa tahun kemudian setelah Lyla mengetahui hubungan Jhon dengan brenda karena seseorang mengirimkan foto mereka, dan mengakibatkan hingga Lyla meninggal.
Disaat Jhon menemukan pelaku yang menyebabkan kekacauan itu.
Dia mengetahui kebenaran jika Brenda mempunyai anak dan yang lebih membuatnya marah.Karena informasi seseorang saat itu dirinya mengetahui jika Brenda keluar dari hotel dengan seorang laki-laki yang diduga pengirim foto itu.
...*************...
__ADS_1
Semenjak Ardhan membantu Mira membuka tokonya.Mereka belum sama sekali saling bertemu karena kesibukan masing-masing.
Dan itu cukup membuat seorang Ardhan menjadi seseorang yang terlihat aneh,semua karyawannya di buat kewalahan dengan sifatnya yang terkadang melebihi batas normal seseorang.
Dan tentunya yang sering menjadi sasarannya yaitu Dany,sekretarisnya.
Seperti sekarang saat semua orang dengan lelapnya tertidur di ranjangnya masing-masing termasuk Dany.Dirinya dikagetkan dengan dering ponselnya.Dengan malas dia mengangkat panggilan tersebut.
"Ke marilah bodoh!"umpatnya Ardhan di telefon.
Begitu tau mendapat panggilan dari Ardhan, Dany secepat kilat berlari menuju Apartemen Ardhan.
Dany sama sekali tak perduli kantuknya lagi apalagi penampilannya.
Bagi Dany yang terpenting saat ini ialah kegilaan bos besarnya, bisa-bisanya Ardhan menghubungi nya di jam ketika dia berada di mimpi terindahnya.(Dany lagi mimpi ketemu cewek berjilbab)🤭
Selama perjalanan Dany tak henti-hentinya mengumpat,dia tak perduli dia bos besar.
"Sial*n,klo saja kau bukan atasanku." Ucapnya,memukul setir mobilnya yang hanya bisa menjadi sasaran kemarahannya.
Beruntung karena sudah larut malam,sehingga jalanan sepi hanya beberapa kendaraan yang masih beroperasi.
Belum reda kemarahannya,sesampainya di koridor Apartemen,Dany mengumpat sambil memperagakan gerakan Pencak silat seakan Ardhan yang berada di depannya.
(aku nulisnya sambil ngebayangin aktor Lee Yi Kyung yang jadi pemeran😁😁)
Begitu sampai di depan pintu, mulut Dany yang tadinya terus komat-kamit langsung diam.
Perlahan dia berjalan mulai memasuki tiap ruangan ,awalnya dia begitu takut akan jadi pelampiasan kemarahan Ardhan.
Namun semakin dia masuk dia begitu heran dengan keadaan rumah Ardhan yang berantakan, botol-botol minuman berserakan ,bantal dan sofa yang sudah tidak di tempat semestinya.
"Apa terjadi gempa?" Dany tergelak dengan perkataan nya sendiri, bisa-bisanya di kondisinya yang genting dia berpikiran seperti itu?
Perlahan dirinya melewati tiap ruangan,sampai ketika Dany di depan kamar Ardhan dan dirinya langsung membuka perlahan pintu kamar seketika dia dikagetkan dengan keadaan Ardhan yang sudah tergeletak di lantai.
"Ardhan!"ucap Dany menyerukan nama Tuannnya.
...****************...
__ADS_1