Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 38.Pacaran diam-diam


__ADS_3

Karena ini akhir pekan,Semua aktifitas di kantor diliburkan. Semua karyawan menggunakan waktu liburnya untuk bersenang-senang keluarga atau pasangan, atau ada juga yang hanya sekedar beristirahat di rumah masing-masing.Hanya yang bertugas menjaga keamanan yang masih setia berjaga di posnya.


Itulah resiko bekerja sebagai pihak keamanan,berlibur hanya dua hari sebulan.Waktu bersama keluarga tercinta ikut berkurang,namun itulah tuntutan pekerjaan yang harus ia terima dengan lapang hati.


Begitu juga dengan jabatan Dany yang sebagai sekretaris pemilik perusahaan.Dia harus terus patuh saat Bos besarnya memerintahkan,bahkan walaupun hanya sekedar untuk menemaninya di Apartemen milik laki-laki tampan pemilik perusahaan.


Ardhan sejak tadi selalu berdecak,seharusnya hari ini dirinya merayakan hubungan yang baru saja terjalin.Merencanakan makan malam bersama atau bahkan pergi jalan-jalan berdua.


Yah,malam kemarin Ardhan dan Mira akhirnya menjadi sepasang kekasih.Mira yang saat itu terus saja merendahkan diri sendiri kalah dengan keseriusan Ardhan.


Ditambah,rencana Ardhan yang cukup membuat Mira menerima cinta Ardhan.


Ardhan memberi saran,jika hubungan mereka hanya orang terdekat lah yang tau.


jika dikhalayak ramai mereka akan berperan seperti orang asing dan hanya berkomunikasi lewat ponsel saja.Namun jika hanya berdua mereka akan menjadi sepasang kekasih pada umumnya.


Namun rencana itu justru membuatnya merasa rugi sendiri.Bagaimana bisa Ardhan tahan berjauhan dengan Mira.Dia seperti sedang mengalami LDR.


Ardhan merasa jika seharusnya dia bertindak lebih berani,berani menunjukkan pada masyarakat seberapa berharganya Mira untuknya.


Bukan malah menyembunyikan hubungan mereka.


"Bodoh,Bodoh,Bodoh_apa yang kamu pikirkan Ardhan."Ucapnya memukul kepalanya sendiri.


Aktifitas Ardhan tak luput dari sang sekretaris,Dany yang sejak tadi melihat kelakuan Absurd Bos besarnya hanya menggelengkan kepalanya saja.


Terdengar helaan nafas."Baru menyadari jika anda bodoh Tuan?"gumamnya lirih,hampir tak terdengar.Dany berada di dapur sedang membuat minuman dingin untuk Bosnya sedang Ardhan,entahlah,dia bergerak sesuka hatinya di sofa.


"Akkhhh_kau bodoh Ardhan!"Teriak, Lagi-lagi membodohi diri sendiri.Beruntung Apartemen Ardhan kedap suara.Jika tidak mungkin saja dia sudah di usir dengan tetangga.


"Minumlah Ard,kau butuh cairan dingin."Ucapnya sambil menyodorkan jus ke arah Ardhan.


"Kau tidak menaruh obat tidur kedalam minumannya kan?supaya kau tidak terganggu dengan ocehan ku."Tanya mengintimidasi,melirik tajam Dany yang duduk di sampingnya.


Dany tergelak mendengar tuduhan Ardhan.

__ADS_1


Apa!jadi dia menyadari jika suaranya sangat menggangu?lantas jika tau kenapa masih dilakukan brengsek.Mengumpat dalam hati.


"Aku tidak seberani itu Ard."Jawab Dany jujur.


Ardhan langsung saja meminum jus lemon yang terlihat segar,hanya berkurang setengah tapi efeknya cukup memuaskan untuk menyegarkan pikiran Ardhan yang terlihat kacau karena ulahnya sendiri.


"Habiskan Ard,itu baik buat tubuhmu."Suruh Dany menggeser gelas jus.


"Jadi beneran Jus itu ada obatnya?"Tuduh Ardhan lagi,dia pikir kenapa Dany begitu kekeh menyuruhnya menghabiskan jusnya.


"Berhenti berpikir negatif tentangku.Kau tau aku cukup baik untuk mau datang kemari,hanya mendengar ocehan mu saja.Padahal aku berencana akan berkeliling ke sentra kuliner yang baru di bangun.Mencicipi berbagai makanan khas daerah.Oh,ya ampun aku jadi menginginkan makan soto yang asapnya masih mengepul." Mulut Dany terus saja nyerocos membayangkan Soto berkuah tauco yang segar.Tidak sadar jika di sampingnya wajah Ardhan sudah berubah garang.


"Jadi kamu terpaksa datang kemari?hah_!"


"Dan masalahku kamu bilang HANYA OCEHAN Dany!"Teriakan Ardhan lebih kencang,nafasnya terengah-engah.


Dasar mulut kurang ajar, bisa-bisanya bicara sembarangan.Sekali lagi seperti tadi akan aku pecat dari anggota tubuhku.Eh,tapi bukankah dia sendiri yang menganggap dirinya mengoceh?"Dany malah sibuk dipikirannya sendiri.


Selanjutnya entah apa yang terjadi dengan mereka saat itu.


*


*


Rumah kontrakan Siti,kecil dan sempit.Mungkin kata itu yang terucap jika melihat tempat tinggal Siti.Namun ia beruntung bisa mempunyai tempat untuk berteduh.


"Jadi kalian sudah jadian?tapi diam-diam?haaa,haaa!" Siti tertawa lepas,mendengar curhatan Mira.Dia mengatakan jika dirinya dan Ardhan sudah berpacaran namun secara diam-diam.


Mira hanya mengangguk,merasa aneh dengan sikap Siti yang ditujukannya.


"Kalian lucu sekali,tingkah kalian seperti ABG yang tengah backstreet.Haa!" Kali ini tawa Siti sampai terpingkal-pingkal,matanya sampai mengeluarkan air.


"Aduh perutku,ah."Siti mengaduh,sambil memegang perutnya yang sakit.tapi masih ada sedikit tawa yang ia tahan.


"Sudah cukup menertawai ku?"lama-lama Mira merasa kesal melihat tingkah Siti.Dia cukup tersinggung dengan kata-kata nya.

__ADS_1


"Maaf,maaf.Habisnya kalian lucu."Merasa bersalah.


"Aku heran dengan kalian,jika saling mencintai kenapa harus sembunyi-sembunyi?"


"Sebenarnya itu karena aku yang belum percaya diri,aku masih takut dengan pendapat orang lain."Wajahnya berubah sendu, sebenarnya Mira merasa salah dengan sikapnya."


"hmm,tidak apa-apa jika masih takut.Tapi seperti yang pernah aku katakan.Tunjukan pada mereka siapa kamu saat ini,bukan saat dulu,mengerti?" Ucapnya sambil merubah posisi duduknya menjadi bersila.


Mereka tengah duduk di kasur lantai milik Siti.


"Tapi aku masih bingung."


"Kenapa bingung lagi?"


"Apa Tuan Ardhan akan marah jika terus seperti ini?"tanyanya polos,karena Mira baru kali pertama memiliki hubungan yang serius.


"Nona Mira sayang, menurut ku mungkin saja Tuan Ardhan semakin lama akan semakin bosan jika hubungannya terus seperti ini." Sambil makan cemilan gurih yang berbentuk tipis,yang kalau di makan akan keluar bunyi 'kriuk'.


"Benarkah?"


"Sangat benar."Menekan kata sangat saat mengucapkan,kali ini sambil minum minuman soda kaleng yang berwarna merah.


"Lalu aku harus apa?"tanya Mira,meminta pendapat,padahal yang diminta belum sama sekali memiliki pengalaman di bidang itu.


"Em,,sebentar."Siti tidak sedang makan atau minum,melainkan sedang menunjuk dahinya. sendiri.Berpikir.


"Aha."Sebuah ide muncul di atas kepalanya.


Siti bangun dan langsung menarik tangan Mira memintanya untuk berdiri.


"Eh,mau kemana?"Kaget karena Siti mengajaknya keluar.


"Kita keluar, kebetulan sekali jika dekat sini ada sentra kuliner baru.Sekalian latih kamu supaya merasa lebih percaya diri lagi bertemu banyak orang."


"Iya tapi_"

__ADS_1


Mira sudah tidak bisa menolaknya lagi,karena Siti sudah siap di atas motornya.Dengan terpaksa Mira membonceng. Saat itu mereka tidak tau jika Tuhan merencanakan sesuatu untuk mereka.


...****************...


__ADS_2