Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 61.Fitting Baju Pengantin.


__ADS_3

Malam itu juga Ardhan langsung meminta Mira pada Jhon,karena bagaimanapun Mira adalah putri kandungnya.


Dia ingin mengikat hubungannya ke jenjang yang lebih serius lagi dalam ikatan sebuah pernikahan.


Dengan adanya pernyataan dari Jessica bahwa dirinya sudah ikhlas membuat Ardhan cukup lega,dia langsung saja tanpa menunggu jawaban dari Mira.


"Paman,aku berencana pernikahan kami akan diadakan di gedung hotel keluargaku."Dengan tegas Ardhan menyampaikan keinginannya.


Jhon terlihat diam."Tidak! ijinkan paman yang menyiapkan semuanya,termasuk gedung yang akan kalian digunakan nanti."Elak Jhon."Ijinkan paman memberikan sesuatu untuknya Ard."Lanjutnya lagi memelas.


Sedangkan Mira terlihat bingung, walaupun ini acaranya dan dirinya berhak berkomentar.Tetapi Mira menahannya karena merasa tidak bisa memutuskan,karena itu dia memilih hanya diam saja.


Begitupun dengan Jessica,dia memaklumi apa yang diinginkan Ayah Jhon mungkin hanya bentuk kasih sayang yang belum pernah diberikan pada Mira.


Jessica tersenyum kecut,dia jadi ingat acara tunangannya dengan Ardhan yang sempat gagal.


Semoga saja semuanya lancar,tidak ada gosip miring tentang pernikahan mereka.


Ardhan tengah menimbang keputusan nya, sebenarnya dia ingin sekali acara pernikahan nya diadakan di gedung Hotel milik Almarhum ibunya.Tapi melihat wajah Jhon dan Mira dia menjadi tidak enak dan akhirnya menyetujuinya.


"Baiklah,semua prosesi pernikahan akan dilakukan di gedung paman."Ucap Ardhan mengalah kemudian.


Dan pada akhirnya mereka pun sudah sepakat jika acara akan diadakan di gedung Hotel yang Jhon sewa sendiri.Bukan Hotel keluarga Miller yang dulu dipakai Jessica bertunangan.


Dia melakukan itu karena tidak ingin mereka menganggap bahwa Mira memanfaatkan kekayaan keluarga Miller untuk kepentingannya sendiri.Mengingat kini Jhon sudah menjadi bagian dari salah satu keluarga terkaya.


Karena Jhon juga tau diri,apalagi untuk kepentingan putrinya yang lain.Mengingat Ardhan adalah mantan tunangan Jessica,sehingga dirinya tidak berani memakai fasilitas keluarga Jessica.


Oleh karena itu dirinya ingin membahagiakan putrinya kandungnya dengan hasil jerih payahnya sendiri.


*


*

__ADS_1


Esoknya,semua persiapan tengah mulai disiapkan.Dari gedung resepsi hingga dekorasinya sudah terealisasi,dan juga lokasi ijab yang juga ditempat tersebut.


Bu Fatimah juga sudah diberitahu jika beberapa hari lagi Mira dan Ardhan akan segera menikah.Rasa syukur bahagia terlihat jelas di wajah beliau.


Jessica sendiri meminta agar urusan WO dan baju pengantin menjadi urusannya.Dia hanya ingin memastikan bahwa hatinya sudah tidak ada lagi nama Ardhan dihatinya.


"Sempurna! kau terlihat sangat cantik."Ucap Jessica antusias.


Mira tersenyum mendengar itu,dia begitu bahagia.Dia setengah percaya bisa memakai gaun pengantin yang sangat indah seperti yang tengah dipakainya.


Mereka kini berada di butik,Mira tengah melakukan fitting gaun pengantin yang dipilihkan Jessica.Awalnya Mira menolak,dia masih saja merasa tidak enak terhadap saudara tirinya tersebut.


"Terima kasih nona."Dengan malu-malu Mira menjawab.


Jessica terlihat mencebik,dia kesal karena Mira masih saja memanggilnya dengan sebutan Nona.


"Maaf kak,mulutku belum terbiasa."Wajahnya meringis merasa tidak enak,


"Sudahlah,yang penting kamu harus berusaha terus.Aku tidak ingin kelihatan seperti kakak yang membully adiknya karena sebutan Nona kamu itu."Jessica berucap,dia memutar tubuh Mira.Menelisik apa masih ada yang kurang cocok dengan gaunnya.


Tak lama seorang laki-laki terlihat keluar dari kamar ganti.Dia memakai setelan Jaz pengantin berwarna silver yang juga dipilihkan Jessica.Ardhan tidak kalah menawan dengan baju yang ia pakai.


Langkahnya terhenti saat melihat dua wanita tengah tersenyum entah membicarakan apa.Ardhan terpaku merasa terpukau dengan penampilan Mira memakai gaun pengantinnya.


"Matamu bisa melubanginya kak,apa segitunya kakak tergila-gila dengan adikku?"ucap Jessica menggoda,dia tersenyum bahagia dengan tatapan Ardhan terhadap Mira.


Wajah Mira memerah karena dia malu.Kini dia merasa yakin saat dengan santainya Jessica menggoda Ardhan.Dari raut wajah dan nada bicaranya sudah menunjukkan jika Jessica sudah bisa menerimanya dan sudah melupakan Ardhan sebagai laki-laki yang pernah Jessica cintai.


Ardhan terkekeh mendengar godaan Jessica,dia pun melangkah mendekati calon istrinya yang cantik dan mantan tunangannya yang akan menjadi kakak iparnya.


Melihat Ardhan yang menghampiri Mira, Jessica mundur.Lalu dia menghampiri pelayan guna memesan gaun yang tadi dipakai Mira.Sesekali matanya melirik ke arah pasangan calon pengantin yang terlihat mesra saling menggoda.


Ternyata berdamai dengan hati memang membahagiakan meskipun butuh beribu keikhlasan untuk mencapainya.Terima kasih Mira,sudah membuka mataku,dan semoga kalian bahagia selalu.

__ADS_1


*


*


Ditempat lain,,tepatnya di ruangan sekretaris perusahaan milik calon pengantin.


Dany sudah sembuh sekarang,dirinya juga sudah kembali masuk kerja.Dia sudah tau perihal rencana pernikahan bosnya.


Karena itu sekarang dia kembali membantu pekerjaan Ardhan yang harus mereka selesaikan sebelum hari bahagia itu datang.


Beruntung dengan adanya kehadiran Siti saat merawat dirinya yang sakit,sehingga tubuhnya kembali sehat dengan cepat.Walaupun awalan mereka yang nampak canggung karena suatu insiden yang membuat wajah mereka sama-sama memerah.


Semenjak Siti membantu merawatnya ketika sakit.Dani menjadi terbiasa,terbiasa dengan perhatian Siti tentunya.


"Ini minumnya pak!"ucap Siti,dia menaruh segelas minuman di meja Dany.Bukan secangkir kopi hitam lagi,melainkan segelas jus orange yang menyegarkan.Semenjak kejadian itu Dany trauma.Siti juga sekarang melarang Dany untuk meminum cairan hitam yang mengandung kafein itu.


"Terima kasih!"


Kali ini Dany tidak bersikap acuh lagi,dia menjawab ucapan Siti dengan menatap wajah lawan bicaranya.


Yang tengah ditatap terlihat salah tingkah,dia terus saja mengusap bagian kerudung dikepalanya.Siti memeluk erat nampan di dadanya.


"Apa bapak butuh sesuatu lagi?"tanya Siti untuk mengusir kegelisahannya,karena Dany terus saja menatapnya.


"Ah,tidak terima kasih minumannya."


Ada apa dengannya?kenapa tersenyum seperti itu denganku?bikin takut saja.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak."Ucap Siti undur diri, memutuskan menyudahi kontak mata dengan Dany yang membuat jantungnya sedikit bergetar. Siti langsung berbalik dan keluar dari ruangan itu.


Senyum Dany terlihat memudar saat punggung gadis itu sudah tak terlihat dibalik pintu.Seperti ada sesuatu yang hilang dari hatinya bersamaan dengan perginya gadis yang dulu dibencinya.


Entah apa yang saat ini ia rasakan dia belum tau.Karena yang dia rasakan hanya merasa nyaman dan merasa diperhatikan saat Siti disampingnya.

__ADS_1


Dany kembali berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk.


...****************...


__ADS_2