Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 28.Masih di acara


__ADS_3

"Kita ke sana sekarang,siapkan mobil untukku."ucapnya tidak sabar pada pengawalnya.saat informan itu sudah pergi meninggalkan ruangan,dirinya langsung keluar menuju Lobi.


Ardhan ingin secepatnya menemui Mira.Dia sudah tidak sabar menemui wanita yang rindukannya selama ini.


Dirinya sudah tak perduli dengan Acaranya yang masih berlangsung.


Saat hendak menaiki mobilnya,Dany langsung mencegahnya.


"Tuan,sebaiknya Anda melihat ini."ucapnya langsung sambil memperlihatkan Amplop coklat yang dipegangnya.


Kaki Ardhan sebenarnya ingin sekali berlari sekencang mungkin menuju ke tempat di mana Mira berada.


Namun dia juga berpikir jika Dany sampai mencegahnya,itu berarti ada yang lebih penting sekarang.Terlebih juga Bus yang dinaiki Mira belum tentu sudah sampai di kota ini.


Ardhan akhirnya menuruti omongan Dany,dia kembali masuk kedalam di ikuti Dany di belakangnya.


Sampainya di ruangan tadi,Ardhan langsung membuka isi Amplop itu.


Wajahnya berubah seketika,tangannya gemetaran,mengakibatkan semua isi paket itu jatuh berhamburan beserta amplopnya.


Gambar potret seorang wanita tak sadarkan diri yang terikat di atas Ranjang,itu isi paket tersebut.


Namun bukan itu yang membuat Ardhan geram,melainkan potret seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya.


Dia mengenalnya,awalnya dia tidak ingin percaya begitu saja.Orang yang di kenalnya cukup baik bisa melakukan hal sekeji itu.


Lalu apa alasannya,bukankah mereka sama sekali tidak saling kenal?


Setelah Ardhan berjalan cepat keluar dari ruangan.karena penasaran Dany mengambil yang tergeletak di lantai.Kini dia tau apa yang di pikirkan Ardhan saat ini.


Dany terus mengikuti Ardhan,dirinya tau apa yang ingin di lakukan Ardhan.


Kali ini dirinya tidak ingin kecolongan lagi seperti kejadian di pesta dulu.Ardhan terlibat perkelahian karena wanita yang sama.


Di tengah tamu undangan mata Ardhan melihat ke sana- kemari mencari orang yang sudah membuatnya marah.


Tentu saja apa yang Ardhan lakukan mengundang tanya semua orang yang di berada di ruangan tersebut.


Termasuk Jessica yang tengah berbincang dengan temannya,mendekati Ardhan yang seperti orang kebingungan.

__ADS_1


"Ada apa Kak?"tanya Jessica melihat raut wajah Ardhan yang berbeda.


Ardhan hanya menatapnya sinis,seperti tengah menduga jika semua ini karena wanita yang di hadapannya.


"Apa karena wanita ini?hingga ayahnya berbuat keji?"ucap Ardhan dalam hati.


"kak bicaralah."karena masih belum mendapat jawaban dari Ardhan.


"Tidak ada apa-apa."jawabnya Ardhan,nyatanya dia masih bisa menahan amarahnya.karena dia sadar sedang berada dimana saat ini.Dia tau saat ini media masih mengincar berita tentangnya.


"Syukurlah,aku kira ada apa, karena wajah Kakak seperti menyimpan sesuatu."tebak Jessica.


"Lebih baik Kakak ikut denganku karena sejak tadi banyak yang mencari mu Kak."lanjutnya lagi.sambil mengandeng lengan Ardhan menemui rekan-rekannya.


Tak jauh dari mereka Dany yang sejak tadi melihat Jessica yang tengah mendekati Ardhan.Dirinya begitu cemas,takut jika Ardhan tidak bisa mengontrol emosinya.


Ketegangan masih meliputi wajah Dany.Dari kejauhan dia melihat orang yang sejak tadi di cari tuannya.


Berjalan mendekati Ardhan dan Jessica yang tengah berbincang dengan seseorang.


"Sial!"umpatnya Dany kemudian.


Jessica kini benar-benar merasa bahagia,Dia sedikit tidak percaya laki-laki yang dulu terus menolaknya kini menjadi tunangannya.


Melihat wajah Jessica membuat hati Jhon berdesir mengingat mendiang istrinya."sekarang putrimu sudah bahagia lyla,jadi tenanglah di sana."


"Ayah darimana saja?" tanya Jessica saat Jhon sudah menghampiri mereka,begitu juga Tamu yang sedari tadi berbincang sudah berpamitan.


Sebenarnya saat kedatangan Jhon,Ardhan ingin sekali meminta penjelasan tentang kebenaran foto yang di dapatnya.


Namun dia sedikit menahannya,masih merasa tidak percaya dengan apa yang di ketahuinya.Laki-laki yang sudah dia anggap seperti keluarganya sendiri.


"Tidak kemana-mana,Ayah hanya menemui rekan ayah saja."jawab Jhon sedikit tegang.Seperti tengah menyembunyikan sesuatu.


"Jika hanya Rekan,kenapa harus menjauh?apa ayah tau sejak tadi banyak yang mencari Mu? Aku cukup kewalahan sendiri menangani mereka."ucapnya terlihat kesal,namun wajahnya memancarkan kebahagian.


"Ini semua karena Ayah dan Kakak yang menghilang." ucapnya lagi.melirik ke arah Jhon dan Ardhan.


ucapan Jessica membuat Ardhan mengernyitkan dahinya merasa cukup curiga.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian istirahatlah karena acara juga hampir selesai."ucap Jhon mengalihkan pembicaraan yang justru membuat Ardhan semakin curiga.


Mata Ardhan masih saja terus menyidik ke arah Jhon,Seperti mencari kebohongan lewat matanya.


"Iyah,aku juga lelah ayah."ucapnya sebelum pamit meninggalkan mereka.


"Bisa gawat kalau mereka hanya berdua."gumamnya dalam hati,melihat Jessica hendak pergi.


Sebelum Jessica pergi meninggal mereka berdua,Dany sudah terlebih dahulu mendekat dan membisikan sesuatu ke telinga Ardhan.Dia langsung tersadar jika dia melupakan satu nama yang penting.


"Maaf paman,Jess.Ada yang harus aku lakukan.Kalian beristirahatlah dulu." ucap Ardhan langsung pergi meninggalkan mereka.


...----------------...


"Terimakasih." ucap Ardhan pada Dany saat mereka sudah pergi meninggalkan Gedung Acaranya.


Dany tidak menjawab,dia hanya diam.Ungkapan terimakasih Ardhan masih belum sempurna sebagai jawaban jika apa yang dilakukannya benar.


Mereka kini berada di Apartemen Ardhan,tepatnya di ruangan kerja miliknya.Selama sepanjang acara mereka sama sekali tidak menikmati.


walaupun Ardhan sebagai Raja di acara tersebut,Namun hatinya merasa dirinya seperti tawanan yang sama sekali tidak bisa bergerak bebas.


"Kau selalu tau apa yang harus kulakukan."wajah Ardhan tampak murung seperti tengah memikirkan sesuatu.


Tersenyum,Dany mulai merasa bangga pada diri sendiri.teringat janjinya pada ayahnya dulu yang harus melindungi dan selalu di samping Ardhan.


"Sama-sama tuan."ucapnya dengan percaya diri.


"Apa yang harus kulakukan sekarang?"ucap Ardhan,sambil memainkan cincin di jemari manisnya.


Melihat itu Dany tau apa yang sedang tuannya pikirkan,berdiri,berjalan mendekati Meja Nakas di samping lemari.


Dirinya mengambil handphone yang tengah di isi daya.Menggeser layar mencari sesuatu yang dikirim orang suruhannya.Lalu menunjukkannya ke Ardhan.


"Dia baik-baik saja,biarkan dulu di sana.Menurut saya sebaiknya kita selidiki apa motif tuan Jhon melakukannya." ucap Dany saat menunjukkan foto Mira saat baru sampai di panti Asuhan.


Mendengar itu Ardhan sedikit lega,Kalau dulu dia hanya diam ketika di tolak.Kini dia harus tetap maju walaupun Mira terus menolaknya.


Demi bisa terus di samping Mira,demi keselamatan Mira tentunya.

__ADS_1


...****************...


.


__ADS_2