
"Aduh neng,biar karyo saja.Kaki kamu kan belum sembuh bener."Seorang wanita yang di perkirakan berusia setengah abad lebih terlihat berbicara seolah sangat mengkhawatirkan kondisi wanita muda yang di depan.
"Kenapa dengan neng Mira mbok?" tanya Abah Ruslan yang di duga suami dari mbok Darmi.Mereka yang selama ini merawat Mira pasca di temukan jauh dari lokasi kecelakaan.
Memang aneh, karena hanya dia yang selamat. Dari keterangan Mira sendiri dia mengatakan jika dirinya melompat setelah mobil yang ia tumpangi terjun ke jurang.
Sepasang suami-istri menemukan Mira dengan kondisi pingsan,dan luka di sekujur tubuhnya.Terutama di kakinya karena banyak mengeluarkan darah.
Karena kondisi mereka yang renta mengharuskannya memanggil bantuan warga lainnya,karena anak satu-satunya mereka sedang tidak di rumah.
Disinilah mira sekarang,menumpang hidup di rumah pasangan petani lansia.Dua hari tak sadarkan diri dan hanya klinik kecil daerah tersebut tempat ia di rawat.
Kini kondisinya sudah membaik, hanya saja Mira harus berjalan dengan di bantu alat penyangga karena sebelah kakinya mengalami patah tulang mungkin di sebabkan karena ia melompat dari kaca belakang mobil yang sudah pecah.
Banyak warga yang merasa iba melihat kondisi wanita muda yang cantik,tapi entah jika mereka tau siapa Mira sebenarnya.
"Ini bah,neng Mira itu loh kalo di bilangin ngeyel,padahal kakinya kan belum sembuh betul,buat jalan juga masih susah mau bantuin ngangkat sayur." ucapnya sedikit kesel tapi dengan nada yang halus.karena khawatir dengan kaki Mira.
"Maaf bah,Mira cuma bosen kalo diam terus. Mira juga nggak enak merepotkan Abah sama mbok terus.Mira cuma pengen sedikit membantu pekerjaan beliau."Mira merasa tak enak hati, sudah di tolong saja masih syukur, pikirnya.
Oleh karena itu Mira ingin sedikit membantu mereka.Meskipun hanya memasukan sayuran ke dalam keranjang bambu.
Abah hanya diam manggut-manggut,dia seperti berpikir jika apa yang di lakukan Mira itu wajar. Maklum saja Mira adalah orang yang ditolongnya dan menumpang tinggal bareng mereka.
Jadi sangat wajar jika Mira merasa menjadi beban untuk keluarganya.
"Ya sudah gak papa kalo neng Mira mau bantu, tapi gak usah bantu ngangkat yah,berat! lagian juga masih ada Karyo."Kata Abah sambil melirik ke arah seorang laki-laki yang tengah mencuci motor bututnya yang penuh lumpur,lalu kembali menatap ke arah dua wanita di depannya.
Anak satu-satunya Abah Ruslan dan mbok Darmi.Mempunyai tubuh besar seperti Abah. Memiliki kulit sawo matang,tapi wajahnya lumayan manis karena memiliki lesung pipi.
Dia bekerja seperti orang tuanya,mengelola lahan yang cuma seberapa luasnya.Lahan mereka di Tanami jenis sayuran,karena lahan mereka yang letaknya berada di kawasan pegunungan sangat cocok jika di tanami jenis tersebut.
Sementara yang lagi di omongin tengah berjalan ke arah mereka.Dia merasa sedang di bicarakan, karena mendadak kupingnya yang terasa panas.
__ADS_1
"Kenapa bah?"
"Astaghfirullah!!" ucap Abah terkejut,karena Karyo mengatakan tepat di belakang Abah dekat kupingnya.
"Abah kenapa?" melihat tangan Abah yang berada di dada tengah mengusapnya, Karyo merasa khawatir begitupun dengan mbok Darmi dan mira mereka langsung berdiri guna melihat Abah.
Diusianya yang sudah tidak muda lagi ,sangat rentan terhadap penyakit dadakan,salah satunya seperti serangan jantung.
"Abah cuma kaget Yo, berhenti tangan kamu ikut mengelus dada Abah."
"lagian kalo sakit jantung emang bakal sembuh kalau cuma di elus-elus?"batin Abah .
"Karyo minta maaf ya bah?" dia merasa bersalah karena mengagetkan laki-laki tua ini.Laki -laki yang suka memakai kupluk rajut berwarna putih ini.
"Lagian kamu datang gak di jemput
tau-tau nongol, pakai ngagetin lagi."
"kaya jalangkung dong mbok?" katanya yang membuat tergelak sendiri yang justru ikut merembet ke mereka.
Melihat keharmonisan keluarga sederhana itu Mira merasa bahagia,merasa iri dengan pemandangan yang di depannya.Berharap suatu saat dia juga mengalaminya.
Tak lama sebuah Mobil pick up terlihat memasuki area halaman rumah Abah, yang di ketahui pemasok yang biasa membawa hasil panen Abah Ruslan.
Saat para kaum Adam yang berjumlah empat orang termasuk Karyo mulai sibuk mengangkut keranjang sayuran ke mobil pick up yang akan langsung dikirim ke pedagang pasar ke kota.
Berbeda dengan Abah yang hanya melihat nya saja karena tenaganya yang sudah tidak muda lagi.
Sedangkan dua wanita berbeda zaman itu lebih memilih masuk menuju dapur sempitnya ,menyiapkan teh hangat dan sarapan untuk mereka.
...----------------...
Di sebuah bangunan khusus untuk orang yang mempunyai riwayat kejahatan,tempat mereka di adili guna mempertanggung jawabkan kesalahan mereka sebelum di akhirat.
__ADS_1
"Apa kabar tuan Smith?"
terlihat seorang laki-laki tengah memegang gagang telepon di balik kaca pembatas di sebuah ruangan , duduk berhadapan dengan lawan bicaranya.
Guna menyampaikan hasil kerjanya yang cukup memuaskan pada sang tuan yang memerintahkannya, meskipun hanya menunjukan senyum tipisnya ,sang tuan pun dengan mudah mengartikannya.
Memakai seragam berwarna orange, khas seragam penghuni sel tahanan,tengah melakukan hal yang sama .
"Sangat baik, bahkan hari ini selera makan ku bertambah. sepertinya aku harus berolahraga setelah keluar dari tempat terkutuk ini,jadi lakukan dengan cepat."
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, seketika dia langsung tertawa mengerikan, begitupun dengan Ben ,meskipun tak mengeluarkan suara tapi senyum liciknya terlihat menakutkan.
Setelah puas dengan tertawa yang mereka anggap kemenangan.Mereka akhirnya menutup obrolannya ,setelah Ben menyakinkan tuannya jika tak lama dia akan membebaskannya.
hingga suara seorang sipir laki-laki mengakhirinya.
"Aku pergi tuan." Membungkuk sebagai bentuk hormat lalu berbelok dan melangkah pergi setelah mendengar kata ,hem dari tuannya.
Kini setelah memasuki kembali tempatnya. Laki-laki itu mulai mendekati bilik kecilnya, mengeluarkan sesuatu di bawah kasur tipisnya.
Terlihat beberapa foto di tangannya,di antaranya foto seorang laki-laki dan perempuan berambut pirang tengah saling berbagi kehangatan di satu ranjang.
Sedang foto yang lainnya terlihat dari samping dengan posisi laki-laki yang sama tengah berdiri menghadap wanita yang tertidur di ranjang kecil dengan tangan yang terikat.
Laki-laki itu cukup lama memandang foto-foto tersebut, hingga satu ingatan terlintas di kepalanya.
Bagaimana dulu ia menjebak seorang wanita di hotel,seakan-akan dirinya habis melewati malam panjangnya yang mengakibatkan kesalahpahaman seseorang,memanipulasi data DNA seseorang.
Dan kini kesalahannya yang mencemarkan nama baik pewaris muda sebuah perusahaan besar, hingga di sinilah dia berada,menjadi penghuni kamar pengap dan sempit.
"tunggulah kado pertunangan putri tiri mu Jhon, aku pastikan kado dariku adalah kado yang tak pernah terlupakan olehmu." seringainya licik.
...****************...
__ADS_1